
Swishh..
Tiga sosok muncul di depan Lin Tian, satu nya berdiri di ujung tombak yang melekat ke tanah, satu lagi ada panah di belakang tubuh nya dan satu lagi adalah sosok putih kecil yang terlihat sangat imut.
"Aku? tidak kami tentu adalah tiga kakak laki-laki dari adik kecil kami" ucap pria di tombak itu dengan wajah tersenyum menyeramkan.
Memandang ke empat orang yang datang itu ada rasa senang di mata Lin Tian, dia juga dapat merasakan aura dari ke empatnya telah berubah lebih dari dulu dan mungkin bisa di bilang hampir sama dengan kekuatan yang ada padanya sekarang.
"Kalian berhasil?" tanya Lin Tian.
"Hahaha.. tentu saja kakak, tapi kami sepertinya terlambat" ucap Bai kecil dengan wajah serius memandang ketiga orang di depannya dan juga memandang Dewa api iblis yang sedang bertarung dengan roh tombak.
"Lebih baik terlambat daripada tidak datang, bukan?" ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"Hahaha.. itu benar saudaraku, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Su Kun sambil tersenyum.
Lin Tian memandang ke empat orang disana dengan mata serius, dia diam untuk sementara waktu sebelum tersenyum dan mengayunkan pedang nya sedikit.
Di bawah tebing...
"Kaisar harimau...!" teriak naga berkepala sembilan.
BOOMM...
ROAARRRR...
formasi pecah dan membuat naga berkepala sembilan itu lepas, dia mengaung dengan keras ke langit dan langsung menghilang dari tebing.
Di tempat Lin Tian banyak yang sedang melihat ada tiga pemuda dan satu kucing datang di depan Lin Tian, Bing Yang dan orang-orang sekte langit memandang ketiganya dengan wajah kaget.
"Anak bangsat! kamu berani kembali?" ucap Bing Yang dengan keras.
Bing Zhao berbalik dan menatap ke arah Bing Yang dan yang lain dengan wajah tersenyum berdiri di atas tombak nya sendiri.
"Oh, orang tua bodoh kamu masih hidup ternyata, iya itu bagus juga" ucap Bing Zhao kepada Bing Yang.
"Anak kurang ajar, kamu bilang begitu kepada ayah mu sendiri coba ku lihat nanti bagaimana kamu bisa lari jika ku tangkap" ucap leluhur tua memandang Bing Zhao dengan rasa cemas bercampur senang.
__ADS_1
"Iya, mungkin leluhur tua kamu tidak akan dapat melakukan apapun lagi kepada kami" balas Su Kun dengan bangga.
"Zhao'er bujuk Lin Tian membuka formasi ini, agar kami dapat membantu kalian, kalian tidak akan bisa mengalahkan mereka!" ucap Lin Hou yang lebih tahu keadaan di luar formasi.
"Iya, nak! bujuk an'er aku mohon" tambah Ying Huanhuan dengan wajah sedih.
"Kakak Bing, tolong bujuk suami untuk membuka formasi ini, tolong" Ucap Mu Xuanyin yang telah berurai air mata, dan cadarnya pun juga sudah basah.
Mendengar hal itu Bing Zhao dan yang lain diam, bahkan Lin Tian hanya tersenyum menggelengkan kepala kehadapan mereka semua dari luar formasi itu.
Jelas kalau Lin Tian tidak akan pernah membuka formasi tersebut, jika dia membuka satu maka formasi yang lain juga akan terbuka dan kemungkinan hal itu akan menyebabkan kehancuran yang fatal bagi dunia dewa.
"Kalian perhatikan saja dari sana, bagaimana kami lima bersaudara bertarung untuk dunia ini!" ucap Bing Zhao dengan tersenyum setelah diam agak lama.
Melihat itu wajah seluruh generasi muda yang telah sadar dari pingsan mereka bergetar memandang empat orang dan satu kucing di luar itu, mereka sebelum nya dapat merasakan kematian dari dua ujian dan sadar kalau mereka kekurangan tekad makanya mereka gagal.
Dan tujuan Lin Tian melakukan hal itu kepada mereka baik mereka yang mati di dua ujian dan yang selamat dari ujian-ujian tersebut adalah untuk membuat mereka mempunyai tekad yang kuat agar bisa terus maju.
"Kakak! buka formasi nya, Li'er bisa membantu kakak juga" balas Lin Jia Li sedang memegang Pi kecil yang terlihat kelelahan dan masih terus menangis memandang Lin Tian.
ROAARRRR...
AAAAAAGHHH...
Semua binatang iblis dan juga monster berteriak ke arah Lin Tian agar dia melepaskan formasi dan dapat membantu Lin Tian.
Tapi Lin Tian hanya menggelengkan kepala, dan bahkan Bai kecil terdiam melihat sifat semua monster dan binatang iblis itu.
"Kalian diam disana! kalian semua masih lemah dan masih ingin membantu kami? ayolah, jangan bercanda! dan adik kecil ku yang imut kamu masih lemah! jalan mu juga masih panjang sama tentu itu juga dengan kalian para generasi muda dunia dewa! Cih..! kalian sudah merasakan kematian sekali dan dari itu kalian juga pasti mendapatkan sesuatu, terus lah berlatih!" teriak Bai kecil dengan agak marah.
ROAARR...
Awuuuu...
Wajah semua binatang dan monster itu terlihat sedih suara teriakan mereka pun terlihat sedang menangis memandang Bai kecil.
Mereka hanya ingin bertarung bersama Bai kecil dan Lin Tian meski mereka tahu akan mati, tapi jelas kalau Bai kecil tidak ingin hal itu terjadi kepada mereka karena bagaimanapun Bai kecil telah merawat mereka dan menganggap semua makhluk itu adik kecil dia.
__ADS_1
Meski kadang dia sering marah dan menghukum mereka tapi di hati Bai kecil tidak pernah menganggap mereka sebagai budak atau bawahan, dan karena itu lah dia serta Lin Tian memulai rencana mereka.
"Dia datang!" ucap Bai kecil yang tak peduli lagi dengan suara orang-orang dari formasi.
Lin Tian dan tiga lainnya juga memandang ke langit, di langit awan mulai gelap dan tak lama petir juga bermunculan membuat suara yang sangat buruk terdengar di seluruh dunia dewa.
"A...apa itu?" ucap salah satu ahli yang ada di dalam formasi.
Sesosok tubuh besar dengan sembilan kepala turun dari awan hitam itu, dengan sembilan kepala yang memiliki bentuk sama tapi tanduk mereka berbeda warna.
Naga berkepala sembilan itu melihat ke arah Bai kecil dengan wajah penuh kebencian dan mereka langsung meraung-raung sekerasnya ke langit.
ROAARRRR...
"Kaisar harimau!!!" teriak monster naga berkepala Sembilan itu.
Merasakan aura dan juga teriakan naga berkepala Sembilan tersebut, wajain Dong dan yang lain berubah menjadi gelap karena mereka bisa merasakan kalau kekuatan naga itu berada pada level yang jauh berbeda.
"Alam dewa ilahi!" ucap Lin Dong dengan tangan terkepal.
Dia tidak menyangka kalau masih ada seorang dewa ilahi di dunia dewa, dan itu adalah jelas seekor naga kuno dari zaman dulu yang pernah di kalahkan oleh kaisar langit dan dua kaisar binatang suci.
"Jangan berteriak! telinga ku sakit mendengarnya!" ucap Bai kecil dengan malas.
"Aku pasti akan membunuhmu!" teriak naga berkepala sembilan itu dengan marah.
"Membunuhku? kamu yakin? dulu saja kamu tak dapat mengalahkan ku! meski kekuatan ku belum pulih tapi...!" ucapan Bai kecil tersenyum misterius.
Lalu dia melepaskan aura nya yang membuat orang di formasi bertambah takjub dengan aura tersebut.
"Alam dewa ilahi lain? memang layak disebut kaisar harimau!" ucap Lin Dong dengan wajah tak percaya.
"Apakah kamu fikir kucing kecil ini hanya kesemek lembut yang bisa kamu kalahkan dengan mudah!" ucap Bai kecil dengan tatapan serius di wajahnya.
BOOMM..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...