
Swisshh....
Lin Tian muncul lagi tak jauh dari ke empat orang tersebut, sedangkan bayangan dari naga berkepala sembilan itu telah hancur oleh serangan diam-diam Lin Tian sebelumnya.
"uhuk..uhuk.." Tu Su'er batuk darah karena serangan Lin Tian itu juga, dan dua lainnya tidak jauh berbeda dari dia.
Sedangkan dewa api iblis memandang Lin Tian dengan wajah mengerikan, setelah semua kekuatan yang di tampilkan Lin Tian membuat dia terkejut hasil ini bukan lah hal yang dia inginkan.
"Kamu berhasil menghancurkan bayangan naga berkepala sembilan sungguh luar biasa!" ucap dewa api iblis menghapus darah di mulutnya.
"Hanya biasa saja!" balas Lin Tian santai dengan naga emas mengelilingi dirinya.
"Hahaha.. tapi kamu tidak tahu sekarang mungkin naga itu akan datang kesini" ucap Dewa api iblis sambil tersenyum.
"Kalau begitu bunuh!" balas Lin Tian santai.
"Kalian jangan menggangguku, ini urusan ku dengan dia!" ucap dewa api iblis, lalu tanpa menunggu jawaban dari ketiga nya dia langsung menghilang dan menyerang Lin Tian.
Swissh...
BOOMM...
BOOMM...
Keduanya bertarung di langit dengan sangat cepat, bahkan ketiga orang tadi melihat nya semakin tidak percaya diri jika mereka melawan salah satu dari dua orang itu.
"Apa cuman ini kekuatanmu?" ucap Lin Tian.
"Tidak! mari kita mulai ronde selanjutnya" ucap dewa iblis.
BOOMM..
"Tombak naga emas hancurkan!" ucap Lin Tian.
ROAARR...
"Api iblis bakar!" teriak dewa api iblis.
BOOMM...
Baaammm...
Keduanya terlempar keras ke belakang dan Lin Tian kembali jatuh tepat di dekat formasi di bawah mata kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Uhuk..ugh!" dia muntahkan darah dengan keras.
Mata Ying Huanhuan semakin memerah, dia seperti akan mengeluarkan air mata darah melihat luka anaknya itu.
Mu Xuanyin juga berusaha keluar untuk memeluk Lin Tian, dia tidak ingin apapun dia hanya ingin memeluk Lin Tian dan meminta maaf kepadanya.
"Cih! sungguh kekuatan yang luar biasa!" ucap Lin Tian berdiri dan sedikit meludahkan darah dari mulutnya.
"Hahahaha.. mari lagi!" ucap dewa api iblis yang juga tak jauh beda dengan Lin Tian.
BOOMM....
BOOMM...
Di dalam formasi semua binatang iblis dan monster telah gila berusaha melepaskan diri dari formasi itu tapi sayangnya mereka tidak bisa, mereka gagal tapi tidak menyerah untuk menghancurkan nya.
"Pii...!" ucap Pi kecil dengan air mata kesedihan memandang Lin Tian, sebagian dari binatang iblis dan monster iblis telah menangis dan gila karena melihat Lin Tian terluka lagi dan lagi.
"Kenapa? kenapa kau rela melakukan itu semua demi kamu? kami bisa bertarung bersama mu!" teriak kaisar Chu memandang Lin Tian yang berdiri di luar formasi.
Lin Tian yang mendengar suara kaisar Chu berhenti seketika, dia memandang nya dengan tatapan tenang lalu sejenak Lin Tian menutup matanya dan menghembuskan nafas perlahan.
"Kalian masih di butuhkan di sini, dan aku tidak ingin ada orang-orang kuat yang Mati dari dunia dewa ini, ingat lah! dunia dewa adalah tumpuan dari dunia di bawah nya jika hancur maka dunia bawah akan terkena efek juga, jadi pertahankan lah!" ucap Lin Tian degan serius.
Lalu tanpa menunggu dia berbalik dan menyerang dewa api iblis lagi dengan keras, pertarungan itu bahkan terus berlangsung selama beberapa hari dan semakin bertarung Lin Tian terlihat snagat kelelahan.
BOOMM...
BOOMM....
BOOMM..
"Ugh!" Lin Tian jatuh lagi tapi dia bangun dengan wajah yang terlihat kelelahan, tapi auranya tidak pernah sedikitpun berkurang aura agungnya masih terus ada.
Dan roh pedang naga emas bertarung melawan dewa api iblis di langit menggantikan dia yang terlihat lelah itu.
"Pahlawan? aku tidak ingin menjadi pahlawan sedikitpun! aku hanya ingin menikmati hidupku tapi.... jika aku tidak kuat dan tidak melindungi dunia ini, maka tidak akan ada kebahagian lagi di dunia dewa ini, tidak! di seluruh dunia ini tidak akan lahi ada kebahagian, baik di tiga dunia di bawah bahkan Dua alam!" ucap Lin Tian dengan tegas.
Membuat wajah Lin Dong bergetar, dia mengingat sesuatu di saat dia setelah berenkarnasi saat itu dia masih lemah dan untuk berjuang mendapatkan istri nya kembali dia berjuang keras tanpa ingatan sedikitpun.
"Kebahagian? untuk itu kamu rela untuk mengorbankan hidupmu untuk mereka semua, kamu lucu penerus kaisar langit, hahaha!" ucap dewa api iblis sambil tertawa melawan naga emas.
"Pantas atau tidaknya aku tidak tahu, tapi... bagiku jika aku bisa memilih kenapa harus menyelamatkan satu, dan kenapa tidak semuanya?" balas Lin Tian degan senyuman indah di wajahnya.
__ADS_1
seketika semua wajah semua orang disana bergetar mendengar hal yang di katakan Lin Tian, jika ada pilihan kenapa tidak menyelamatkan semuanya? kata-kata ap itu? untuk orang lain dia rela mengorbankan dirinya, dimana orang seperti itu ada? meski ada siapa yang rela meremas otaknya dengan berbagai rencana seperti ini sekarang.
Bahkan tiga pelindung saja tidak akan pernah berfikir tentang rencana seperti yang di buat oleh Lin Tian ini, apalagi mereka.
"Hahaha... lucu..pria ini sangat lucu!" ucap Tu Su'er tertawa terbahak-bahak, bagindia hanyaborang kuat yang pantas hidup dan orang lemah sudah seharusnya jadi budak mereka.
Tapi Lin Tian mengatakan kata-kata kosong itu di hadapan nya membuat dia tertawa keras karena berfikir ada orang bodoh seperti Lin Tian.
"Huf...lucu katamu? maka kamu akan tahu apa yang kamu katakan itu lucu adalah sebuah cahaya harapan bagi mereka, jika aku mati pun pasti tak lama akan ada lagi orang yang melawan kalian, cahaya harapan tidak pernah pudar seperti hal nya harapan kaisar langit!" ucap Lin Tian.
"Tombak naga emas! petir emas menyatu hancurkan musuh!" teriak Lin Tian.
BOOMM..
BAAMMM..
ROAARR..
"Sial,!" ucap dewa api iblis yang lengah.
BOOMM..
Dia jatuh dan terlempar keras ke tanah karena raungan naga emas sedangkan tiga lainnya yang di serang petir Lin Tian berhasil menghindar tapi Dua pria bersama Tu Su'er terluka.
"Mati!" tiba-tiba Tu Su'er dengan marah mengarahkan pedangnya ke arah Lin Tian yang terlihat lelah, sesaat Lin Tian akan mencoba menahan pedang Tu Su'er sebuah anak panah muncul membuat Tu Su'er menghindar.
Tak disitu saja, sebuah tombak menghalangi jatuh di depan Lin Tian dan mencegah pedang itu datang kepada Lin Tian.
Clangg..
"Apa?" ucap Tu Su'er tak percaya.
Swissh...
"Berani menyentuh saudaraku mati! pukulan naga bumi!" ucap Sosok kuat muncul di depan Lin tian langsung memukul wajah wanita itu degan keras.
BOOMM...
"Uhuk..uhuk...! kalian siapa?" ucap Tu Su'er melihat pria yang datang.
Swissh..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...