Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
296. Kerinduan


__ADS_3

"Hahahaha... sepertinya kamu sudah tau siapa kami?" ucap pria tersebut.


"Kalian semua adalah antek jenderao jiwa, walaupun aku belum pasti tau siapa kalian tapi aku yakin jenderal jiwa sudah melakukan sesuatu kepada salah satu sekte super" ucap Bing Zhao dengan serius.


"Hahahaha.. raja tombak kamu memang bisa dibilang jenius, sayangnya kamu terjebak disini apa yang dapat kamu lakukan lagi?" ucap pria tersebut.


"Iya, kamu benar juga" ucap Bing Zhao santai.


"Selamat menikmati hari mu raja tombak, PL raja panah, raja perang" ucap pria berjubah hitam sebelum menghilang bersama dengan pria berjubah hitam yang lain.


"Kak, apa yang harus kita lakukan?" tanya Long Aotian bingung, mereka terjebak disini yang berarti kemungkinan para Setan itu akan mulai melakukan rencana besar.


"Tenang saja, cobalah untuk mengirim pesan kepada saudar Lu Fuying atau Jiang Yi aku akan mencoba mengganggu sedikit array ini sambil kalian mencoba mengirim pesan" ucap Bing Zhao.


"Baiklah! kami akan mencoba" ucap Su Kun, mereka mulai mencoba mengirim pesan dengan di bantu oleh Bing Zhao.


BOOMM....


BOOMM...


Bunyi ledakan keras terdengar dari formasi disana, Bing Zhao terus mencoba membuat celah agar informasi bisa terkirim ke luar, tapi usaha mereka selalu gagal, hampir satu Minggu mereka disana tapi tidak menghasilkan apapun.


"Ah, sepertinya aku harus menemukan cara lain" ucap Bing Zhao, dia tidak lagi menyerang membabi buta dan mulai tenang memikirkan cara lain untuk mengganggu atau mengirim pesan.


"Sepertinya tidak bisa" ucap Su Kun.


"Iya, kak..!" saat Long Aotian akan memanggil Bing Zhao, dia melihat kalau Bing Zhao masih diam seperti sedang memikirkan sesuatu, jadi mereka salin pandang dan tidak mengganggu Bing Zhao.


"Kenapa aku lupa!" ucap Bing Zhao menepuk keningnya.


"Pi kecil, keluar lah!" ucap Bing Zhao.


"Pi?" tikus kecil itu berdiri di bahu Bing Zhao, dia melihat Bing Zhao seperti mengatakan 'ada apa?' kepadanya.


"Nah, aku dan saudara lain akan mencoba menyerang formasi ini, disaat celah muncul kamu keluar dari sini dan cobalah memintak bantuan" ucap Bing Zhao.


"Pi...!" balas tikus dengan memukul dadanya.


"Bagus, hancurkan token kecil ini maka kamu akan muncul di sekte langit, lalu temui ayah ku, kamu mengerti kan cara pakai cincin nya?" ucap Bing Zhao.


"Pi..Pi..!" angguk si tikus.


Bing Zhao lalu mengalungkan cincin dan mengalungkan ke leher tikus kecil itu, Long Aotian bdan Su Kun mengerti apa yang di rencanakan Bing Zhao.


"Ayo, bantu aku membuat celah kecil, biarkan saudara kecil membantu kita memintak pertolongan" ucap Bing Zhao.

__ADS_1


"Hahaha.. baik.. Pi kecil kami serahkan padamu" ucap Su Kun sambil tertawa.


"Kamu saudara kecil kami, tenang saja nanti kita akan makan dan mabuk setelah menyelesaikan semua ini" ucap Long Aotian.


"Pi..Pi.." si tikus menepuk dadanya dengan keras, mengatakan 'serahkan padaku, saudara'.


"Bagus ayo.!" ucap Bing Zhao.


Long Aotian dan Su Kun mengangguk dan mulai mengumpulkan kekuatan mereka, Bing Zhao juga mulai menggunakan teknik terkuatnya untuk mencoba membuka celah untuk Pi kecil.


"1"


"2"


"3"


"Serang!"


Bing Zhao dan dua lainnya mulai menyerang secara serentak array itu dengan fokus satu tempat.


"Panah kehancuran!"


"Pukulan naga"


"Tombak naga air!"


BOOMM....


"Ugh!".


ledakan keras dan sangat kuat terdegar di Padang pasir tersebut, membuat guncangan besar disana, bahkan Bing Zhao, Su Kun dan Long Aotian terluka dari efek goncangan serangan mereka.


Tapi untungnya, ada celah kecil yang terbuka di tempat ketiga nya menyerang, Bing Zhao yang melihat itu berteriak ke Pi kecil.


"Pi kecil sekarang!" teriak Bing Zhao.


"Pi...!" tikus itu melompat ke arah celah yang terbentuk dengan cepat, saat celah akan tertutup...


Pi kecil berhasil keluar dari formasi, walaupun formasi kembali utuh seperti semula, ketiganya tersenyum dengan keberhasilan mereka.


"Hehehe... kita berhasil" ucap Su Kun lemah.


"Iya, mari istirahat, aku yakin bagaimana pun kita menyerang formasi ini akan terus kembali seperti semula dan mungkin akan bertambah kuat setelah serangan tadi" ucap Bing Zhao.


Keduanya mengangguk dan tak banyak bicara lagi, mereka langsung menyembuh kan diri masing-masing di sana.

__ADS_1


Sedangkan Pi kecil yang keluar dari formasi langsung menghancurkan benda yang di berikan Bing Zhao kepadanya, dia menghilang langsung dari tempat formasi berada.


......................


Lin Tian masih diam mencoba mencari portal tempat masuk ke dalam dunia yang di buat oleh gurunya, terlihat bibirnya sudah agak pucat akibat mencoba terus menerus menggunakan kekuatan jiwa.


Walaupun dia terus menekan Pill untuk menyembuhkan kekuatan jiwa nya tapi tetap saja akan terus terkuras karena selain menggunakan kekuatan jiwa, dia juga harus melindungi dirinya dari Guntur disini.


"Ketemu!" ucap Lin Tian membuka mata sambil melihat ke arah depannya, dia tersenyum lalu "armor perang" teriak Lin Tian.


Armor perang kaisar muncul di tubuh Lin Tian, dia dengan fokus melihat ke arah dimana portal itu dia temukan, tak ragu dia langsung melesat terbang dengan cepat menuju arah portal tersebut.


Swiss...


Kecepatan lin Tian sangat cepat, tapi semakin dekat dia dengan portal, semakin kuat serangan Guntur disana, dia mencoba bertahan dengan sekuat tenaga, walaupun dia berada di alam abadi bumi tapi tetap saja melawan Guntur yang terus menerus datang kepadanya pasti akan membuat dia lelah.


"Sedikit lagi!" ucap Lin Tian melihat bahwa portal sudah dekat di depannya.


BOOMM...


"Gawat! kaki angin!" teriak Lin Tian, saat dia melihat petir kuat akan menyerang dia langsung.


BOOMM....


Swiss.....


"Ugh!" Lin Tian tetap terluka walaupun sudah berhasil menghindar dari serangan petir, tapi karena ledakan petir membuat dia juga terkena danpaknya, armor perang nya pecah karena memang belum sempurna dan tak bisa bertahan lama.


"Ibu!" ucap Lin Tian sebelum tidak sadar kan diri.


akibat dari ledakan Guntur itu Lin Tian pun terlempar keras masuk ke dalam portal tersebut dengan keadaan tidak sadar dan juga terluka cukup parah, sesaat Lin Tian masuk portal itu sedikit bergetar sebelum kembali diam lagi.


......................


"An'er..!" teriak Ying Huanhuan.


Dia bermimpi kalau anaknya terluka parah, dia bermimpi anaknya tidak sadar diri dan juga sedang sekarat, hatinya kacau balau, selama beberapa tahun ini dia selalu memimpikan anak nya yang belum dia temukan.


Walau dia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi dia dapat merasakan kalau anaknya sedang terluka, dan membutuhkan dirinya.


"Kenapa..kenapa begitu kejam, kenapa harus anakku!" ucap Ying Huanhuan sambil memeluk kedua lutut kakinya, air mata seorang ibu menetes jatuh di kasur itu.


"Nak, ibu rindu, ibu ingin memelukmu, dimana kamu?" ucap dia dengan sedih melihat ke atas kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2