
"apa katamu? berani kau ulangi?" wanita itu berteriak,dia sangat marah karena kata-kata Lin Long.
"wanita buruk kataku" ucap Long Aotian dengan santai.
wanita itu menatap Long Aotian dengan penuh kebencian,dia seorang putri,tidak ada yang pernah mengecek dan menghina dia selama ini,dan di kerajaan dia adalah wanita tercantik disana juga,bahkan setiap dia berjalan di kota,semua laki-laki disana akan kagum melihat kecantikan dia.
"kau..!" ucap perempuan itu.
"adik,mari kita pergi jangan hiraukan mereka" ucap Long Aotian
"em" Lin Tian hanya membalas dengan santai,di bandingkan dengan sifat dia yang sebelumnya,sekarang Lin Tian lebih tenang ,dan juga lebih menahan diri.
"kalian semua tangkap dua orang ini dan gantung mereka di gerbang kerajaan kita" teriak wanita itu.
"baik putri" ucap para pasukan kerajaan itu.
mereka menyerang Lin Tian dan Long Aotian secara bersamaan,tapi Lin Tian hanya diam saja,dan hanya Long Aotian yang berdiri di depan Lin Tian dengan sedikit marah.
"hm" dia sedikit mendengus lalu mengayunkan tangannya seperti menampar.
CRACKKKKKK.
Tamparan Lin Long mengenai mereka semua dengan keras,para pasukan itu terbang dengan kepala yang sudah berpindah,mereka juga terbang langsung ke laut .
jenderal,putri,dan juga orang tua yang melihat itu kaget,para pasukan mereka setidaknya berada di alam bumi,tapi pemuda yang di depan ini dengan mudah membunuh mereka hanya dengan satu tamparan saja itu pun tidak mengunakan qi .
"sungguh tubuh yang hebat" ucap pria tua itu.
"jenderal aku tidak mau tau ,bunuh mereka dan gantung mayat mereka!" teriak si putri.
"baik putri" ucap jenderal itu.
"adik kecil aku sedikit kesal aku akan memukul orang ini dulu" ucap Long Aotian.
"em ,tapi jangan bunuh dia ,setidaknya dia masih berguna untuk kita" ucap Lin Tian degan senyum yang membuat Long Aotian mengerti maksud dari Lin Tian.
"iya,kita bisa mendapatkan beberapa hal bagus" ucap Long Aotian melihat jenderal muda itu lalu putri dan dua orang tua itu.
"kau ingin mati!" teriak jenderal muda itu,dia menyerang Long Aotian dengan tombak yang dia gunakan,tombak tepat mengarah ke jantung Long Aotian.
"hm," . Lin Long hanya menggunakan tinju untuk memukul tombak itu.
"bodoh" teriak sang putri.
__ADS_1
BOOMM...
bunyi keras terdegar akibat dua serangan tinju dan tombak itu,membuat orang-orang di sana kaget dan banyak yang melihat ke arah bunyi tersebut.
tapi saat mereka melihat,mereka melihat seorang pemuda yang menahan sebuah tombak dengan hanya tangan kosong.
"tidak mungkin" ucap jenderal dan putri itu,bahkan orang tua itu juga sedikit kaget melihatnya,menurut dia pun dua oemuda ini paling tinggi hanya di alam langit saja,tapi sekarang..
"ba..bagaimana mungkin?" ucap jenderal itu.
"apa nya yang tidak mungkin?" ucap long Aotian dengan senyum,sambil memajukan tinju dia ke arah ujung tombak itu.
cracck..
lalu tidak lama tombak yang berada di tingkat empat itu hancur berkeping-keping,hal itu membuat semua orang di sana merasa kan mati rasa di tubuh mereka,bagaimana mungkin senjata tingkat empat bisa hancur begitu saja.
"tidak..tidak mungkin" jenderal muda itu yang melihat senjatanya hancur merasa sakit dan ketakutan.
dia masih tidak percaya kalau tombaknya hancur berkeping-keping hanya satu pukulan biasa,bahkan si putri itu juga merasa sedikit takut,tapi saat dia memikirkan masih memiliki orang tua yang menjaga nya di samping merasa lega.
karena orang tua ini berada di tingkat ilahi tingkat ke empat,dia juga salah satu pengawal ayahnya yang bertugas melindungi dia saat keluar.
"aduh,sepertinya aku ingin memukul sedikit,kamu tau karena mu mood ku agak sedikit berkurang" ucap Long Aotian dengan masih tersenyum.
BOOMM.
"hahahaha..mati kau,sekarang kamu tau betapa kuatnya aku jenderal muda kerajaan selatan" ucap dia dengan bangga.
"hei,apa yang kamu lakukan?" ucap Lin Long yang bahkan tidak merasakan sakit atau ada luka di pipinya.
"tidak mungkin..."
melihat itu jenderal muda itu ketakutan dia berencana akan kabur tapi...
"mau kabur,? aku belum memukulmu,Ais..kamu membuat ku mengeluarkan sedikit keringat sekarang" ucap Long Aotian .
lalu dia menghilang dan muncul di depan pemuda itu dengan senyum indah di wajah nya yang tampan,tapi saat orang-orang di sana melihat senyum itu,mereka merasa melihat iblis yang sangat menakutkan.
"ayolah,biar aku memukulmu" ucap Long Aotian.
lalu tinju yang hanya berasal dari tubuh dia yang kuat meluncur ke setiap tubuh jenderal itu.
BOOMM...
__ADS_1
BOOMM...
BOOOM.
crakkk...crakkk..
"agh..ampunia aku" teriakan jenderal terdengar di sekitar tempat itu membuat semua orang di sana terperangah melihat kekejaman long Aotian.
"Iyah... hm..kenapa kamu seperti ini ?" ucap Long Aotian dengan heran melihat wajah jenderal itu tak berbentuk seperti pertama.
bahkan bukan hanya itu tulang di seluruh tubuhnya remuk karena pukulan Long Aotian ,iya tentu saja akan seperti itu,apalagi dia bahkan tidak mengeluarkan 5% dari kekuatan tubuhnya itu,baginya melawan seorang di alam langit hanya seperti menepuk seekor nyamuk.
"apa kamu di gigit nyamuk?,aiyo aku hanya memukul mu pelan kenapa bisa begini,benar-benar banyak nyamuk disini" ucap Long Aotian dengan santai.
"kamu yang melakukannya,bagaimana nyamuk bisa melakukan hal itu,dan kamu mengatakan pelan dia sudah seperti babi panggang" ucap orang-orang di sana.
"kau...aku adalah murid di sekte tingkat satu di benua selatan,dan guru ku ke betulan berada di kerajaan ini" ucap pemuda itu.
"eh,gurumu disini? bagus,adik lebih banyak keuntungan sekarang" ucap Long Aotian kepada Lin Tian.
mendengar perkataan pemuda itu orang-orang disana merasa heran,"keuntungan apa yang kau dapat kalau guru pemuda ini membunuhmu karena menghina muridnya?" fikir mereka.
"terserah saudara ke empat" ucap Lin Tian yang sudah mengeluarkan kursi duduk di sekitar sana dan duduk dengan manis.
wajah tampan,mata hitam, rambut hitam dan senyum di wajahnya membuat orang-orang di sana kagum dengan ke tampanan Lin Tian,mereka merasa pemuda ini seperti seorang dewa,bahkan wanita disana dan putri itu pun tergoda saat melihat Lin Tian.
"yah....kalian berdua mau kesini menyerah atau aku pukul dulu" ucap long Aotian.
"kamu berani,ayahku dan leluhurku seorang abadi!" teriak putri yang telah sadar karena melihat wajah Lin Tian tadi.
"hahaha..abadi aku ketakutan sekarang" ucap Long Aotian sambil bercanda.
"sialan..." teriak si putri.
"putri serahkan padaku" ucap pria tua yang di samping si putri.
"paman We bisakah kamu mengalahkan dia?" tanya si putri.
"tentu,dia hanya di alam ilahi tahap awal paling banyak,dan pemuda yang duduk juga tidak ada aura dia hanya orang biasa" ucap pria tua We itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...