
"Berhenti!" teriak suara pria dari luar kereta yang membuat Lan Sao tidak dapat menyelesaikan perkataannya.
Lin Tian yang tadi juga sedang berbicara dengan Lan Sao juga sedikit mengerutkan keningnya, baru saja dia masuk ke ibukota sudah ada yang membuat masalah.
"Hidup ini memang sulit" ucap Lin Tian sedikit mendesah, dia lalu hanya merebahkan tubuhnya ke tempat duduk dalam kereta tersebut sambil menutup mata.
"Ibu?" ucap Lan Sao dengan wajah sedih.
Dia tahu kalau suara pria di bawah itu adalah pangeran atau anak dari dewa kehancuran, dan termasuk dari beberapa anak yang tidak di bunuh oleh dewa kehancuran.
"Hei.. keluarga Lan! kenapa kalian tidak turun memberi hormat kepada sang pangeran ini?" ucap pria itu dengan bangga di atas kuda putihnya.
"Kenapa anda menghentikan kereta kami pangeran?" ucap Lan jingyi dengan agak jelek.
Melihat sosok wanita cantik yang turun dari kereta, pria muda yang mana adalah pangeran sangat tergoda dengan bentuk tubuh Lan jingyi bahkan di matanya dia sangat ingin meniduri Lan jingyi.
Lan jingyi sedikit tidak enak dan marah menatap pangeran itu, karena dia tidak suka di tatap oleh pria yang otaknya ini sudah kemana-mana.
Jika bukan kalau dia pangeran mungkin Lan jingyi sudah membunuh nya langsung sekarang, sayang orang ini adalah pangeran dari dewa kehancuran.
"Tidak..tidak.. aku hanya penasaran siapa yang ada di dalam, ternyata itu adalah putri Lan jingyi sungguh aku minta maaf karena tidak sopan" ucap sang pangeran dengan senyum jahat.
"Oh, kalau begitu silahkan minggir" ucap Lan jingyi acuh.
Melihat betapa sombong nya Lan jingyi sang pangeran sedikit mengerutkan kening jika bukan kalau wanita ini di incar oleh ayahnya yang kejam maka mungkin wanita ini sudah dia tangkap dan dia nikmati sendiri.
Hal seperti itu sudah biasa terjadi, saat pangeran melihat seorang wanita yang menurutnya bagus maka dia akan membawa pulang dan menikmati nya sampai puas, lalu wanita itu pun kadang tak tahan ada yang bunuh diri, ada yang mati saat melakukan hal itu dengan pangeran.
Dan ada juga yang mati karena pangeran tidak menyukai wanita itu lagi, juga kadang dia akan membagikan wanita itu untuk di gilir oleh bawahan setianya.
"Putri Lan harusnya kamu sedikit sopan padaku bukan? meski kamu di sukai oleh ayah ku tapi tetap kamu hanya akan jadi selir dia" ucap pangeran sambil tersenyum.
"Dalam mimpi mu aku akan menjadi selir orang kejam itu!" ucap Lan jingyi dengan marah.
__ADS_1
Tentu masalah keluarga Lan Dan istana semua orang tahu bahkan empat keluarga lainnya juga mengetahui hal itu, jika bukan karena ada masalah di keluarga mereka pasti mereka tidak akan setuju dengan apa yang di rencanakan dewa kehancuran.
Disini meski mereka lima keluarga besar serta terpisah tapi tetap hati mereka satu dan mereka selalu mengutamakan kemakmuran rakyat.
Hanya sejak dewa kehancuran baru muncul keluarga mereka mendapat masalah dan tidak dapat membantu yang lain karena sibuk dengan keluarga masing-masing.
"Hoo..kau menentang ayahku? apa kau tahu resikonya?" ucap pangeran tersebut.
"Apa? ingin menangkap ku? dalam mimpi mu! bahkan dewa kehancuran sekalipun tak akan berani menyentuhku!" ucap Lan jingyi mengejek pangeran.
Mendengar hal itu pangeran sedikit mengerutkan kening, memang benar ayah nya tidak akan berani terang-terangan untuk menangkap Lan jingyi karena di keluarga Lan masih ada dewa surgawi yang kuat menjaga keluarga tersebut.
"He... tentu kamu tak bisa tapi.." wajah sang pangeran berubah menjadi kejam, dia mengangkat tangannya lalu..
"Aku bisa melukai orang-orang mu bukan, serang mereka! terluka atau terbunuh biar aku yang menanggugnya!" ucap sang pangeran sambil tersenyum.
"Kalian berani?" ucap Lan jingyi.
Jika mereka menyerang sama saja mereka menghianati alam kehancuran, dan pasti empat keluarga lain tidak bisa menolong mereka bahkan itu pun termasuk ayah Lan jingyi yang sekarang adalah kepala keluarga Lan.
"Bisakah tidak terlalu berisik? aku mengantuk!" teriak Lin Tian kesal dalam kereta.
Mendengar teriakan marah dari kereta wajah pangeran sedikit tidak enak, karena setau dia Lan jingyi tidak pernah membawa seorang pria yang bukan keluarga nya ke dalam kereta tapi sekarang ada seorang pria yang tak dia kenal di dalam.
"Hei.. ternyata ada seorang pria di dalam, jika ayah tahu kamu akan habis!" ucap pangeran mengancam Lan jingyi.
"Bocah! kamu ingin mati? terlalu banyak berbicara menandai orang itu lemah bahkan hanya berani mengancam saja, Ais... apa dewa kehancuran seperti dirimu jga?" ucap Lin Tian di dalam kereta.
"Kau berani menghina ayahku? bunuh dia!" ucap pangeran tanpa peduli lagi dengan wajah setelah dia di hina.
"Mati!" ucap beberapa orang di alam dewa tingkat menengah menyerang ke arah kereta.
"Berhenti!" ucap Lan jingyi berusaha mencegah para pengawal tersebut.
__ADS_1
Swish...
Belum mereka sampai di dekat kereta Dan di depan Lan jingyi kepala mereka semua sudah lepas dari tubuh bahkan jiwa mereka langsung menghilang seketika.
Melihat banyak kepala yang terbang dan darah seperti air mancur keluar dari tubuh mereka, sang pangeran berubah pucat dia tidak menyangka hampir dua puluh pasukan telah mati begitu saja.
"Siapa kau? berani sekali membunuh pasukan pangeran ini!" ucap pangeran dengan marah.
Swissh...
"Kamu terlalu berisik!" ucap Lin Tian muncul di belakang pangeran dengan belati kecil tepat di lehernya.
"Kau lepaskan pangeran!" ucap para penjaga pangeran.
Lin Tian tidak melepaskan belati itu dari leher pangeran malah belati itu terus mendekat ke kulit leher pangeran.
"Aku adalah pangeran ke tiga dari kerajaan kehancuran! ayah ku pasti tidak akan melepaskan mu jika kamu membunuhku;" ucap Lin Tian.
"Kerajaan? apa kamu bercanda? hanya kerajaan di tangan ayahmu? bukan kah dulu tempat ini kekaisaran? bocah bodoh memang turunan dari ayahnya yang bodoh!" ucap Lin Tian dengan suara keras yang dapat di dengar semua orang disana.
"Kau! jika tidak ada ayahku maka kerajaan ini tidak akan berkembang seperti sekarang!" ucap pangeran.
"Tidak berkembang? dengan ayah mu yang mesum itu? dan juga anak nya yang bahkan lebih cabul dari ayahnya? jika itu aku, aku bisa membuat kerajaan ini menjadi kekaisaran yang kuat, makmur dan jaya, juga bagiku itu tidak terlalu sulit bagiku!" ucap Lin Tian dengan percaya diri dan lantang.
Aura seorang penguasa keluar dari tubuh Lin Tian yang membuat semua orang merasa sejuk, tenang, dan juga seperti melihat kaisar mereka sendiri.
Bahkan beberapa dari mereka bergetar mendengar perkataan dari Lin Tian, apa yang di inginkan oleh semua rakyat dan keluarga besar alam kehancuran?.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1