
enam bulan berlalu ...
Lin Tian membuka matanya,dan sedikit menghela nafas di tempat dia berkultivasi.
"Apakah sangat sulit menguasai elemen es ini?" ucap Lin Tian melihat tangannya membeku.
Selama enam bulan berlatih,Lin Tian tidak mendapatkan apapun,dia merasa semakin dia memaksakan menggunakan elemen es ini ,maka dirinya seperti akan dengan cepat di telan oleh hawa es yang ada pada tubuhnya.
"Sudahlah,mari fikirkan cara lain nanti, sekarang harusnya mereka kembali" ucap Lin Tian berdiri dan merapikan pakaian dia
Setelah menunggu beberapa jam beberapa cahaya muncul di dekat Lin Tian berada,dan cahaya itu tentu adalah Long Niu dan yang lainnya.
Dan saat Lin Tian melihat ke arah long Niu dan Long Mingzi dia hanya tersenyum, karena dia tau hubugan keduanya sudah semakin membaik.
"Saudara lin..." ucap Long Hei berlari mendekat ke Lin Tian.
"Apa kamu tau,sauda Niu dan saudari Mingzi sekarang menjalin hubungan?" tanya Long Hei dengan sedih.
"Iya,aku tau, nah kenapa wajah mu sesedih itu?" tanya Lin Tian agak bingung.
"hahahaha,jangan hiraukan dia saudara Lin" ucap Long Hun yang datang dengan yang lainnya.
"Long Hun aku tau kau memiliki tunangan jadi jangan sombong seperti itu!" teriak Long Hei.
"hm,apa hubungannya dengan tunangan Long Hun?" tanya Lin Tian bingung.
Lalu Long Niu menjelaskan kenapa Long Hei sedih seperti itu,dia menjelaskan Long Hei di keluarga mereka adalah anak yang cukup nakal,dan walaupun umurnya sudah dua puluh tahun tapi dia sering melakukan sesuatu yang agak kurang di sukai wanita,bahkan saat dia pergi ke kota yang di bawah kekuasaan keluarga naga mereka,dia pergi ke rumah bordir disana bersenang-senang.
Karena itu ayahnya marah dan melarang dia keluar,iya intinya dia iri karena Long Niu memiliki pasangan sedangkan dia tidak,dan hal yang paling membuat dia sedih adalah karena cuman dia sendiri yang belum mempunyai pasangan di antara yang lain.
"Cuman itu?" tanya Lin Tian bingung.
"Saudara Lin hanya itu,hahahaha" ucap Long Hun membuat semua orang disana tertawa .
"Ais...saudara Hei aku tidak bisa membantu kalau tentang itu." ucap Lin Tian.
__ADS_1
"Tidak masalah saudara Lin,bukan kah kita satu sama lain memiliki hal yang sama?" ucap Long Hei kembali seperti dia semula.
"Kita sama?"
"Iya,bukan kah saudara Lin juga tidak memiliki pasangan?" tanya Long Hei.
Tentu baik Long Niu dan yang lainnya serta para tiga wanita itu ingin tau ,jadi mereka menatap Lin Tian dengan mata bersinar,melihat tatapan semua orang mengarah padanya Lin Tian agak kaku.
"Saudara Hei,maaf!" ucap Lin Tian menepuk pundak Long Hei.
"Eh?" Long Hei kaget dengan permintaan maaf Lin Tian.
"Maaf,aku sudah memiliki wanita juga" ucap Lin Tian juga menggaruk kepalanya.
"Eehhhhh!" Long Hei kaget dan tertekan seperti akan pingsan disana.
"Hahahaha....." melihat Long Hei yang lemes itu semua orang tertawa bahagia.
Bahkan Long Niu yang jaranga tertawa juga ikut tertawa karen sikap Long Hei.
"Aku tidak menyangka kalau saudara Lin sudah memiliki wanita" ucap Long Mingzi.
"Oh,apa saudara Lin?"
"Tidak apa-apa kalian nanti juga akan tau" ucap Lin Tian.
"Baiklah" yang lain mengangguk dan tau kalau Lin Tian tidak mau mengatakan nya, jadi mereka tidak memaksa dia untuk bercerita.
"Baiklah..Saudara Hei bukan kah acara pertandingan antar benua akan berlangsung?" ucap Lin Tian.
"Iya,lalu kenapa?" ucap Long Hei yang masih duduk sambil memeluk kakinya.
"Disana kesempatanmu menunjukan kekuatan,karena banyak gadis-gadis cantik yang akan hadir disana,apalagi di adakan di sekte langit,kamu pasti tau kan puncak salju?" ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"Oh,benar..bagus,ayo saudara Lin kita lanjutkan" ucap Long Hei yang tiba-tiba bersemangat lagi.
__ADS_1
Yang lain melihat itu menggelengkan kepalanya,tapi Lin Tian hanya tersenyum dia menatap langit dan berfikir," apa yang di lakukan wanita itu sekarang? mungkin saja kekuatannya sudah naik ke tingkat kelima atau ke enam" fikir Lin Tian.
"Baiklah,mari kita pergi,tinggal empat sepuluh tahun lagi disini,dan masih ad tiga tingkat lagi yang harus kita tembus" ucap Lin Tian.
Semuanya mengangguk dan masuk lagi ke cincin semesta Lin Tian,setelah itu Lin Tian melanjutkan perjalanan nya mencari pintu menuju lantai tiga.
Butuh waktu satu tahun untuk Lin Tian menemukan pintu menuju lantai ketiga,dia langsung menuju lantai ketiga dan berkeliling di area itu untuk sementara waktu sambil mencari pintu ke lantai ke empat.
Benar saja lantai ketiga lebih mengerikan dari lantai ke dua,karena di lantai ketiga penuh dengan qi kematian,dia memutuskan tidak membiarkan Long Niu dan yang lainnya keluar untuk menjelajah.
Dan terus melanjutkan mencari pintu ke empat,sepanjang jalan dia bertemu beberapa monster,kerangka dan jiwa mati di sana,tapi dengan kekuatan Lin Tian sekarang itu tidak masalah bagi dia untuk mengalahkan mereka semua.
Tiga tahun berlalu di lantai ketiga itu,dan saat itu Lin Tian baru menemukan pintu menuju lantai ke empat,semenjak dia msuk sudah lebih dari lim tahun berlalu di dalam.
"Semakin tinggi lantainya semakin susah mencari pintu untuk ke lantai selanjutnya" ucap Lin Tian sedikit mendesah.
Dia berjalan menuju lantai ke empat,dan setelah dia melewati lantai ke empat, bukan hal yang sama dia temukan seperti tiga lantai lain yang dia temukan,tapi di sana hanya penuh kabut.
Disana tidak ada apa-apa selain kabut,dan entah kenapa perlahan-perlahan Lin Tian mulai mengantuk,walaupun dia mencoba untuk membuka matanya tapi kantuk nya semakin berat,pada akhirnya dia pun tertidur di ruang tersebut.
Masuk ke dalam mimpi Lin Tian,dia melihat dirinya yang jatuh dalam kegelapan, Lin Tian yang masih bayi menangis keras di dalam kegelapan tersebut.
Dan pada akhirnya dia pun tertidur karena kelelahan,setelah itu bayi tadi jatuh di dalam hutan yang besar di penuhi monster iblis.
Dia melihat dalam mimpinya harimau putih yang cukup besar akan menerkam Lin Tian bayi.
"Ibu!" ucap Lin Tian yang melihat hal itu sambil menangis,dia tau harimau putih itu adalah orang yang merawat dan menemukan dirinya di hutan.
Tapi bagi itu membuka matanya dan tersenyum ke arah harimau itu,sang harimau merawat bayi tersebut,sampai beberapa tahun berlalu sang harimau itu mati karena lukanya.
Melihat harimau itu mati tapi masih tersenyum bahagia Lin Tian merasa hatinya sakit dan perasaan kehilangan yang lama hilang muncul kembali di kedalaman hatinya.
Berpindah Lin Tian kecil di temukan oleh seorang wanita cantik dan murid-murid wanita tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...