
"Hehehe.. siapa yang akan tau kalau nona muda Guan akan mati disini jika kami membunuhnya disini tanpa meniggalkan jejak" ucap tetua hitam
"Sial!" ucap pria muda dari sekolah beladiri dengan wajah kesal.
"Hei..hei.. kalian benar-benar mesum," ucap suara mengagetkan Para bajak laut.
"Siapa?" ucap tetua hitam heran, dia tidak percaya kalau masih dda orang yang bisa selamat dari racun yang dia berikan tadim
Tapi tak lama sesosok pemuda muncul di depan Murid sekolah beladiri, pemuda itu tersenyum berdiri dengan tenang dengan tangan di belakangnya.
"Apa kabar saudara Du, sudah lama!" ucap Lin Tian yang menyamar menjadi An Lin.
"Saudara An?" ucap pemuda yang aslinya adalah Du Zunci dari keluarga Du di kota Apung, saat melihat wajah yang dia kenal Du Zunci sangat senang, tapi itu hilang karena keadaannya sudah semakin parah.
"Saudara An pergilah, disini berbahaya" ucap Du Zunci menahan panas di sekujur tubuhnya.
"Serahkan padaku" ucap Lin Tian, dia tidak melihat Du Zunci lagi tapi melihat ke para bajak laut.
"Nak kenapa kau..?" ucap tetua hitam bingung.
Bahkan Guan Siying bingung melihat pemuda yang muncul tiba-tiba ini, dia bisa merasakan bahwa Lin Tian tidak terkena racun dari Pill yang di lemparkan oleh Tetua hitam tadi.
"Tunggu dulu.. aku boleh bertanya dulu?" tanya Lin Tian santai.
"Tentu, silahkan setelah itu kau akan mati juga" ucap tetua hitam saat tau kalau pemuda di depan hanya berada di puncak alam ilahi saja.
"Kenapa sebutan mu hitam? hm.. kamu bukan berasal dari pulau Hitam, apa karna wajahmu yang jelek orang-orang memanggil mu hitam?" tanya Lin Tian bingung.
Apa yang di ucapkan Lin Tian membuat semua orang yang tadi terkena racun tertawa, kalau bukan karena racun ini mereka pasti akan tertawa keras sekarang.
Bahkan para bajak laut pun hampir tidak bisa menahan tawa mereka, kalau bukan karena menghormati tetua hitam mereka pasti akan tertawa juga.
"Nak, Kau...?" ucap tetua hitam dengan marah, dia sangat marah kalau ada orang yang meledek dia seperti itu.
"Hei..hei jangan marah hanya grandmaster menengah yang baru maju ke tingkat tengah sangat sombogmng" ucap Lin Tian meledek dia lagi.
__ADS_1
"Nak, Mati..!" ucap tetua hitam.
Tanpa ragu dia membentuk segel dan burung api yang sama seperti menyerang instruktur dari sekolah beladiri muncul.
"Saudara An awas!" teriak Du Zunci dengan cemas, tapi badannya tak bisa bergerak karena racun di tubuhnya itu.
"Ais.. jangan bermain-main dengan api, api kecil telan saja" ucap Lin Tian.
Lalu api langit yang bersama Lin Tian muncul dan menyerang burung api ciptaan formasi dari tetua hitam.
Roaarr...
Api langit menelan burung api dan langsung menyerang tetua hitam, saat melihat burung api nya hancur tetua hitam sudah mulai ketakutan.
"Jangan..jangan.. tolong" ucap tetua hitam, dia sadar kalau pemuda ini bukan orang biasa, dia kemungkinan seorang grandmaster yang sama dengannya atau lebih kuat dari dirinya, karena orang-orang yang memiliki api langit biasanya hebat dalam array atau formasi.
Roaarr...
Api langit tak peduli dan menelan hidup-hidup tetua hitam, "ahhhhhh!" teriakan tetua hitam terdengar keras di telinga orang-orang disana.
"Pih!" sesaat tubuh gosong tetua hitam di buang begitu saja oleh api langit, saat api langit memandang tubuh tetua hitam rasa benci muncul di hatinya dan dia mengibaskan ekornya ke arah mayat itu.
Tak di sangka mayat itu terbang di langit sebelum jatuh di laut di makan oleh ikan-ikan iblis yang menyukai daging.
Bahkan Lin Tian menggelengkan kepala melihat tingkah api langit yang sudah memiliki kesadaran sendiri, "Kenapa? tidak enak?" tanya Lin Tian.
Api langit mengangguk dan menjulurkan lidahnya seperti mengatakan bahwa tubuh tetua hitam itu menjijikan, orang-orang disana pun hanya tersenyum kecut dan tak dapat menahan kengerian mereka.
"Sudah kembali lah!" ucap Lin Tian.
Api langit mengangguk dan kembali ke kalung Lin Tian lagi, Lin Tian tersenyum dan memandang ke arah para bajak laut.
"Saatnya mengakhir ini!" ucap Lin Tian, dia menjentikkan jarinya segerombolan api yang sangat kuat muncul mengelilingi para bajak laut.
"Lari..!" ucap bos bajak laut, tapi saat mereka mencoba melarikan diri Lin Tian hanya tersenyum.
__ADS_1
Karena mereka sudah terlambat, api itu mengikuti mereka dan menelan satu persatu dari mereka dengan perlahan, bahkan tidak ada mayat seperti tetua hitam sebelumnya, hanya tersisa abu mereka saja.
"Akhirnya selesai" ucap Lin Tian dan bersiap kembali ke kamar.
"Saudara An bisakah?" ucap Du Zunci memanggil Lin Tian, Lin Tian yang cukup senang kaget dan baru sadar kalau para penumpang disana masih terkena racun.
"Eh, maaf aku lupa..!" ucap Lin Tian, yang membuat semua orang disana hanya dapat menggelengkan kepala mereka.
"Nah, baiklah sudah selesai!" ucap Lin Tian setelah menghancurkan lima Pill dan menggabungkan nya dengan formasi yang dia buat.
Tak lama para penumpang beserta tiga orang dari keluarga Guan sembuh tanpa ada gejala lagi, mereka bertiga saling pandang tak percaya dengan pemuda bernama An Lin ini, "Apa dia master alkimia?" fikir Guan Siying.
"Hehehe.. saudara An, terima kasih" ucap Du Zunci, "Terima kasih senior" ucap yang lainnya, bahkan instruktur sekolah beladiri juga berterima kasih kepada Lin Tian.
Lin Tian hanya mengangguk lalu mengajak Du Zunci untuk ke kamarnya, karena dia tidak terlalu suka dengan hal seperti berkumpul, Du Zunci mengerti dan akan menemui Lin Tian setelah menyelesaikan masalah di kapal.
Lin Tian mengangguk dan tak melarang, dia kembali ke kamar sambil penuh senyum indah di wajahnya, bagaimana tidak Bai kecil memberitahunya banyak mendapatkan harta di kapal bajak laut yang dia bunuh.
Tentu walaupun harta itu curian tapi karena sekarang bajak laut tidak ada lagi maka harta itu jadi milik dia, iya sebagai kompensasi setelah menyelamatkan para penumpang kapal ini juga.
Setelah beberapa jam, Du Zunci masuk ke kamar Lin Tian, dia memberitahukan kalau kapal akan berangkat lagi menuju pulau Hitam, Lin Tian mengangguk dengan berita yang di sampaikan Du Zunci.
Tapi Du Zunci akan kembali dengan kapal bajak laut ke kota laut untuk memberikan informasi kepada sekolah beladiri nya.
Tentu Lin Tian tidak membuang waktu dan mengobrol bersam Du Zunci sebelum dia kembali, dan Du Zunci pun juga senang bisa bertemu Lin Tian di sini, jadi dia juga asyik mengbrol bersama Lin Tian di kamar dengan tertawa keras.
"Saudara An, aku akan kembali jika ada waktu singgah lah di sejolah beladiri, aku akan menyambutmu" ucap Du Zunci.
"Jika ada waktu aku akan kesana" jawab Lin Tian menepuk pundak Du Zunci.
Du Zunci mengangguk lalu pergi menuju kapal bajak laut untuk kembali melapor tentang apa yang terjadi di kapal, sedangkan kapal tetap melanjutkan perjalanan menuju pulau Hitam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...