
"Pril tunggu." Teriak kak Zean lagi.
Aku terpaksa berhenti sebelum kak Zean menimbulkan kegaduhan. "Apa lagi?" Tanyaku cuek saat kak Zean sudah berada didepanku dengan nafas tersenggal-senggal.
"Ayo kita bicara."
"Bicara apa lagi, sudah tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucapku berbohong, padahal didalam hati, aku begitu merindukannya dan ingin sekali memeluknya, banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan kepadanya.
"Jangan begini, aku nggak suka." Ucap kak Zean seraya meraih kedua tanganku.
Aku melepaskan tangan kak Zean dari tanganku, seperti biasa tangannya masih begitu hangat, tangan yang begitu aku rindukan. "Aku juga nggak suka kamu kaya kemarin."
Kak Zean mengacak-acak rambutnya sendiri dan wajahnya terlihat frustasi. "Sudah ku bilang kamu salah faham dan aku minta maaf." Serunya lagi penuh penekanan.
"Dan aku juga sudah bilang, aku tak percaya lagi padamu, kita sudah selesai, tolong jangan begini, hargai keputusanku."
Aku diam sejenak dan meperhatikan wajahnya dengan lekat, mata birunya masih tetap sama, begitu meneduhkan.
"Kak." Panggilku.
"Ya, katakan." Ucap kak Zean bersemangat.
"Kamu mencintaiku?"
Kak Zean kembali meraih tanganku, mata birunya kini menatap lekat wajahku. "Tentu saja aku begitu mencintaimu."
__ADS_1
"Kalau begitu, lepaskan aku, cintamu menyakitiku kak."
Kak Zean terpaku mendengar kalimatku, untuk pertama kalinya aku merasakan tangan hangat itu mulai berubah digin, wajahnya yang putih menjadi pucat dan matanya mulai berkaca-kaca.
Ingin rasanya aku bertanya apa dia baik-baik saja lalu memeluknya, namun ego dan rasa sakit ini tak membiarkan tubuhku untuk melakukannya, dalam hati aku menyesali ucapanku, tapi aku rasa ini keputusan yang terbaik untuk saat ini, karena percumah saja aku akan tetap mengingat kejadian kemarin meskipun aku memaafkannya, dan aku tidak ingin kejadian itu mengganggu keseharianku. Semoga kamu akan memaafkan aku yang lebih memilih melepaskanmu demi melindungi hatiku.
"Maaf." Ucapku lirih. "Aku mencintaimu." Imbuhku dalam hati. Dengan langkah berat aku mengayunkan kedua kakiku meninggalkan kak Zean yang masih belum bereaksi. Aku memantapkan langkah dan juga hatiku agar tidak berhenti ataupun berbalik kepadanya. Dimusim bunga-bunga bermekaran ini, aku kehilangan kekasihku. Selamat tinggal, cinta pertamaku.
*****
Hari pertama ospek
Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya hari ini tiba, hari dimana aku resmi menjadi mahasiswa baru. Dihari pertama ospek, kami semua dikumpulkan menjadi satu, tidak peduli dari fakultas manapun. Kami semua berkumpul, berkenalan dan memahami apa itu kampus dan bagaimana kehidupan mahasiswa pada umumnya.
Setelah dua hari melakukan kegiatan bersama teman-teman fakultas lain, dihari ketiga kegiatan kami fokus pada Fakultas Kedokteran, kami diberi materi mengenai kepribadian, softskill, serta bagaimana caranya bertahan di Fakultas Kedokteran, di hari ketiga dan keempat kami difokuskan mengenal lebih baik apa itu Fakultas Kedokteran.
Hari terakhir ospek, mungkin ini menjadi hari yang lumayan berat untukku selama ospek ini.
Hari ini kami dikenalkan dengan semua laboratorium dijurusan kedokteran ini, dari laboratorium Fisiologi, Histopatologi, Biokimia hingga Anatomy.
Laboratotium yang lertama kali kami kunjungi adalah Laboratorium Anatomy, kami disuruh baris satu satu dalam keadaan mata tertutup, disini kami tidak mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang akan kami hadapi. Perasaanku mulai tidak enak, aku mulai gelisah, rasanya aku ingin mengakhiri hari ini secepatnya.
Perasaanku semakin tidak karuan saat aku merasakan kedua tangan menyentuh bahuku lalu sipemilik tangan berbisik ditelingaku. " Kamu siap, sekarang kamu akan masuk kedalam ruangan guru besar, ingat, jaga kesopanan dan jangan sembarangan, jangan lupa untum berdoa tentunya." Belum juga masuk, keringat dingin sudah membanjiri tubuhku.
Aku menarik nafas dan membuangnya perlahan, dengan hati-hati aku masuk kedalam Laboratorium Anatomy, berbekal senter kecil dan kacamata berukuran besar aku memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan guru besar, disana sudah ada satu tempat tidur dan guru besar yang terselimuti oleh kain dan aku disuruh untuk membuka kain itu. Dengan tangan yang gemetaran aku membuka kain penutup itu, mataku berkaca-kaca saat melihat guru besar yang merelakan dirinya untuk dijadikan wadah ilmu pengetahuan bagi kami semua, masih dalam suasana haru, aku mendengar perintah dari luar ruangan. "Cepat, cari soalnya dan kerjakan, jangan lupakan attitudenya."
__ADS_1
Masih dengan tangan gemetaran aku meraih secarik kertas yang berada disebelah kepala guru besar, aku membaca soal itu dan mulai mengerjakannya.
Setelah hampir 15menit akhirnya aku bisa menyelesaikan tugasku, aku menyempatkan diri untuk berdoa, berterimaksih kepada guru besar atas jasanya, lalu aku kembali menyelimuti tubuh guru besar seperti semula. Aku keluar dari ruangan itu dengan kaki lemas dan keringat yang bercucuran, air mataku akhirnya tumpah setelah aku keluar dari Laboratorium Anatomy itu.
Aku yakin hari ini akan terkenang selamanya dihidupku, hari yang begitu luar biasa. Dari hari ini aku banyak belajar, dimana kita akan selalu ingat akan kematian, selain itu aku jadi tau arti dari sebuah kehidupan, kita yang masih hiduppun ternyata masih membutuhkan orang yang sudah meninggal.
Dan akhirnya, setelah itu kami diperkenalkan dengan laboratorium yang lain. Setelah melewati hari yang berat akhirnya acara ospek ini berakhir dan ditutup dengan malam Inagurasi yang luar biasa.
Seandainya kak Zean masih bersamaku, mungkin dia akan bangga kepadaku karena telah melewati hari berat ini. Aku sangat merindunya, aku ingin bercerita banyak hal dengan dirinya, dimanapun kamu berada sekarang, semoga kamu baik-baik saja karena jauh disini aku masih selalu merindukanmu.
***
Setelah melewati masa ospek, kini aku fokus dengan kuliahku, sakit dihatiku perlahan mulai pudar, namun kerinduan akan hadirnya malah semakin menjalar.
Aku tidak yakin jika suatu hari aku bisa bertemu dengannya lagi, namun jika Tuhan berkenan mempertemukan kami lagi, semoga aku masih bisa melihat senyum indah diwajahnya.
**BERSAMBUNG..
Note**..
*Laboratorium Fisiologi digunakan untuk mempelajari fungsi fisiologi organ tubuh manusia dengan melakukan pemeriksaan fungsi beberapa organ, baik dengan menggunakan alat atau melalui beberapa percobaan sederhana yang terkait materi di blok sistem yg berjalan.
*Laboratorium H**istopatologi** merupakan laboratorium yang menangani spesimen berupa jaringan.
*Laboratorium Biokimia merupakan fasilitas pendukung jurusan kimia yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu biokimia baik secara teori maupun dalam pengaplikasian melalui pembinaan sumber daya, penelitian dan pengkajian yang berwawasan lingkungan serta kemajuan IPTEK dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
__ADS_1
*Laboratorium Anatomi merupakan laboratorium penunjang perkuliahan anatomi dan fisiologi klinik yang bisa dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar, mengenal struktur anatomi seluruh tubuh manusia sesuai dengan bentuk aslinya.
(Sumber Google)