
" Tunggu aku di depan cafe dekat sekolah, ada yang ingin aku bicarakan." Tulis kak Zean di pesan singkatnya setelah aku keluar dari ruangan guru.
Aku memutuskan untuk menunggunya, memang benar sepertinya kami harus membicarakan tentang kelanjutan hubungan kami. Sebenarnya aku sedikit cemas, bagaimana jika kak Zean akan mengakhiri hubungan ini dan meninggalkanku.
Aku berdiri di pingggir jalan tepat di depan cafe sesuai dengan arahan kak Zean tadi. Beberapa kali aku memeriksa jam di tanganku dan kak Zean belum datang juga. Setelah hampir 10 menit, mobil kak Zean berhenti di depanku, dia membuka kaca mobilnya dan menyuruhku untuk masuk.
" Apa yang mau kakak bicarakan?" Tanyaku tanpa basa-basi setelah masuk ke dalam mobil kak Zean.
Kak Zean tidak menjawab pertanyaanku, dia melajukan mobilnya dan pandangannya hanya fokus ke depan. Beberapa kali aku menelan ludahku, aku merasa semakin cemas saat kak Zean sama sekali tak mengajakku bicara, terlebih lagi sedari aku masuk ke dalam mobilnya dia sama sekali tak mau menatapku.
Aku sudah pasrah, mungkin inilah akhir dari hubungan kami, mungkin kak Zean bosan denganku atau mungkin dia akan kembali bersama kak Natasha. Sepanjang perjalanan yang ada di kepalaku hanyalah fikiran negatif tentang kelanjutan hubungan kami, sampai-sampai aku tak menyadari saat kak Zean sudah memarkirkan mobil di depan rumahnya.
" Turun." Ucap kak Zean dingin.
Aku turun dari mobilnya lalu mengikuti kak Zean masuk ke dalam rumahnya.
" Ikut aku." Perintahnya lagi saat kami sudah berada di dalam rumah.
Entah apa yang aku fikirkan sehingga aku mengikuti kak Zean masuk ke dalam kamarnya.
" Duduk." Kak Zean menunjuk ranjangnya.
Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya aku menurut dan duduk di tepi ranjang kak Zean sambil memperhatikan kak Zean yang sedang menaruh tas kerjanya, lalu dia melepas jam tangannya dan melepas kemeja yang di pakainya. Aku terpesona melihat bagian atas tubuh kak Zean, kulinya begitu putih serta dada bidangnya terlihat kekar dan berotot. Astaga apa yang sedang aku pikirkan, aku harus segera keluar dari sini, sebelum aku kehilangan fikiran warasku.
" Berhenti." Ucap kak Zean setelah melihatku berdiri dan berniat meninggalkan kamarnya.
Kak Zean mendekatiku dengan tatapan mata mengitimidasi. Dia semakin mendekatiku, aku memundurkan kakiku perlahan namun kak Zean masih terus mendekat kepadaku. Kakiku membentur ranjang dan sudah tak bisa melarikan diri lagi. Kak Zean mendorong tubuhku sehingga aku jatuh terlentang di atas ranjangnya, jantunggu berdebar kencang dan aku beberapa kali menelan ludahku saat kak Zean naik di atas tubuhku, kedua tangannya menopang badannya agar tak menindihku, dia mendekatkan wajahnya dan tersenyun saat melihatku tak melakukan perlawanan sama sekali.
" Masih marah padaku?"Tanya kak Zean.
" Jawab." Ucap kak Zean dan semakin mendekatkan wajahnya .
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku, saking gugupnya lidahku menjadi kelu dan aku tak mampu berkata-kata lagi.
" Masih mau mengindariku?" Tanya kak Zean lagi.
Lagi-lagi aku hanya menggelengkan kepalaku. Kini keringat dingin mulai membasahi badanku. Astaga apa yang akan kak Zean lakukan padaku.
Sekuat tenaga aku mencoba untuk keluar dari kungkungan kak Zean. Bukannya terlepas aku malah semakin terpojok, kak Zean mengunci pergelangan tanganku dengan tangannya yang kekar.
" Kita baikan?" Ucap kak Zean yang kini wajahnya sangat dekat dengan wajahku, bahkan hidung kami saling bersentuhan.
__ADS_1
Aku mengangguk dengan cepat sebelum kak Zean melakukan hal yang lebih gila lagi. Dia tersenyum mendengar jawabanku lalu dia mengecup keningku dan merebahkan badannya di sebelahku. Hufh rasanya aku bisa bernafas lagi sekarang.
Akal sehatku mulai kembali dan menyadari apa yang telah kak Zean lakukan kepadaku. Wah hebat sekali dia, dia mengancamku menggunakan tubuhnya untuk mengajakku berbaikan dan aku dengan bodohnya menyetujuinya.
" Beginikah cara kakak meminta maaf." Ucapku setengah berteriak setelah aku berhasil berdiri.
Kak Zean hanya tersenyum, dia berdiri lalu berjalan melewatiku menuju lemari pakaiannya. Dia mengambil kaos berwarna putih dan memakainnya.
" Kalau tidak begini kamu pasti belum memaafkan aku kan." Ucap kak Zean
" Dasar curang." Jawabku kesal.
" Jangan marah lagi ya. Aku minta maaf dan aku janji tidak akan bertemu Natasha lagi."
" Yakin?"
" Iya."
Aku tersenyum mendengar ucapan kak Zean, kali ini aku akan memaafkannya dan memberinya kesempatan lagi.
" Ayo turun, mbok Yem pasti sudah menyiapkan makanan, kamu pasti lapar."
" Makan yang banyak". Ucap kak Zean setelah selesai mengisi piringku.
" Terimakasih, tapi aku bisa ambil sendiri kak, kakak tidak perlu repot begini." Jawabku yang merasa tidak enak hati di perlakukan seperti ini.
" Aku hanya ingin memanjakanmu. Rasanya lama sekali tidak melihatmu. Aku sangat merindukanmu sweety."
Aaa aku juga sangat merindukan kakak, gumamku di dalam hati.
Aku menghentikkan suapanku saat aku menyadari kak Zean tidak ikut makan bersamaku, dia malah sedang asik melihatku menikmati makanan dengan posisi satu tangan menyangga kepalanya dan senyum merekah di wajahnya.
" Kenapa tidak makan?"
" Mau di suapin." Jawabnya manja.
" Tidak ingat umur."
Aku mengambil sendok baru lalu menyuapkannya ke dalam mulut kak Zean, senyumnya terbentuk di sela-sela kesibukannya mengunyah makanan.
" Kenapa pakai sendok baru?"
__ADS_1
" Memang tidak jijik berbagi sendok denganku?"
" Tidak, nantinya juga kita akan berbagi segala hal bersama. Lagipula kita juga sudah pernah berbagi itu.." Jawabnya sambil menyentuh bibirku dengan telunjuk tangannya.
" Bukan berbagi, tapi kakak mencurinya dariku."Aku kembali memasukan makanan ke dalam mulut kak Zean.
" Kenapa kakak mengajar di sekolahku." Aku menghentikan suapanku saat teringat akan hal itu.
" Iseng."
" Iseng?"
" Hmmm, aku bosan hanya di restoran saja. Sedangkan kamu sudah mulai sekolah, pasti akan sangat sulit untuk menemuimu, kalau aku mengajar di sekolahmu kan bisa melihatmu setiap hari."
" Apakah sesenang itu bisa melihatku."
" Tentu saja. Memangnya kamu tidak senang melihatku di sekolah?"
" Tentu saja tidak pak Zean."Godaku.
" Kamu sungguh jahat, aku berusaha keras agar bisa melihatmu setiap hari, sedangkan kamu dengan begitu kejamnya tidak ingin melihatku."
" Kak, bukannya guru dilarang memacari muridnya sendiri?"Aku mulai khawatir memikirkan hal itu, bagaimana jika sekolah tau kami memiliki hubungan.
" Hmmm, kita kan bisa merahasiakannya, lagi pula selama ini kita juga bisa merahasiakan hubungan kita dari kak Ega."
Aku melanjutkan makan dan menyuapi kak Zean sampai habis.
Benar juga apa yang di ucapan kak Zean, selama ini kami juga merahasiakan hubungan kami, jadi sekarang kami hanya perlu lebih berhati-hati lagi. Sepertinya kekhawatiranku tidak beralasan. Untuk saat biarkan aku menikmati setiap momen kebersamaan kami.
Bersambung.....
hay temen temen semoga kalian semua dalam keadaan sehat ya..
terimakasih untuk kalian yang masih setia nemenin aku sejauh ini,
Aku mau minta maaf karena hari ini aku hanya bisa up 1 eps di karenakan ada suatu hal yang tidak bisa aku tinggalkan..
Semoga kalian tidak bosan dengan tulisanku ya,,
salam sayang untuk kalian semua❤❤❤❤
__ADS_1