
Kini setiap pagi aku dibuat kesal oleh kak Zean, bagaimana tidak sudah 20 hari berturut-turut setiap pagi dia selalu datang kerumahku dengan membawa bunga matahari ditangannya. Salahku juga karena menantangnya untuk membuktikan seberapa besar usahanya untuk kembali padaku, tapi tidak dengan datang tiap pagi dan berdiri didepan rumahku.
"Kamu nggak bosen tiap pagi kesini, aku saja bosen melihatmu." Ucapku ketus.
Kak Zean hanya tersenyum dan bunga matahari yang berada ditangannya kini telah berpindah ketanganku. "Tidak. Pagi yang cerah, Nice day sweety."
Setelah mengucapkan selamat pagi dengan cara yang sedikit norak, kak Zean kembali masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumahku tanpa memaksaku untuk berangkat kekampus bersamanya. Sedikit aneh memang, tapi aku senang karena kak Zean benar-benar sedang belajar untuk tidak memaksakan kehendaknya.
Selepas kepergian kak Zean akupun segera berangkat ke kampus dengan mengendarai sepeda motorku. Dengan sedikit menambah kecepatan, aku bisa menyusul mobil kak Zean dan mendahuluinya, aku sengaja mengurangi kecepatanku sehingga kami tetap beriringan hingga sampai dikampus.
***
Hari ini aku pulang lebih cepat, aku berencana mengajak Arum dan Dita untuk pergi ke Mall, aku mengirim pesan untuk kedua sahabatku, beberapa menit kemudian mereka membalas, mereka meminta maaf karena tidak bisa pergi bersamaku karena jadwal kuliah mereka yang padat, aku bisa memaklumi itu dan memutuskan untuk pergi sendiri.
Aku berkeliling mall seorang diri, beberapa toko pakaian sudah aku masuki dan hasilnya tanganku kini menenteng beberapa papper bag yang isinya baju-baju baru dan sepatu yang baru saja aku beli. Lelah berjalan, perutku berasa lapar, aku tengah memikirkan menu apa yang akan aku makan sore ini. Semua menu yang sudah tebayang dikepalaku seketika pudar saat aku tak sengaja melihat kak Zean disalah satu toko pakaian anak-anak, sepertinya dia sedang membeli baju untuk Sam.
Aku sengaja tak menghampirinya, aku hanya mengamatinya dari kejauhan, aku mengulum senyum saat melihat kak Zean tengah sibuk memilih baju, namun senyumku pudar seketika pudar saat aku melihat kak Zean menghampiri seorang perempuan muda yang berada di toko itu juga. Gigiku saling gemertakan saat melihat mereka terlihat begitu akrab, bahkan kak Zean beberapa kali menunjukkan ponselnya kepada wanita itu, sepertinya mereka tengah bertukar nomor telefon.
Setelah selesai dengan wanita itu, kak Zean meninggalkan toko baju anak-anak itu dan berganti masuk kedalam toko sepatu. Lagi-lagi aku dibuat geram saat kak Zean kembali mendekati salah satu pengunjung wanita di toko itu, mereka juga terlihat begitu akrab, bahkan wanita itu beberapa kali tertawa dan menatap kak Zean seakan ingin memakannya, rasanya aku ingin sekali menghampiri kak Zean dan menarik telinganya, tapi aku cukup tau diri, aku bukan siapa-siapanya lagi, tapi kenapa aku begitu jengkel, padahal aku sendiri yang menolak untuk berbaikan dengannya.
"Kemana lagi dia akan pergi." Desisku lirih saat kak Zean keluar dari toko sepatu dan naik kelantai atas. "Apa dia mau makan, Kenapa pergi ke area food court?" Sepertinya dugaanku benar, kak Zean masuk kedalam salah satu restoran jepang yang berada diarea food court itu.
Kak Zean tengah sibuk membolak-balik buku menu, namun tiba-tiba seorang wanita yang terlihat cukup dewasa datang menghampiri kak Zean, mereka terlibat dalam obrolan yang lumayan panjang sampai akhirnya siwanita itu duduk didepan kak Zean, mereka saling berhadapan. Aku tidak suka dengan gelagat wanita itu, dia seperti sedang berusaha menggoda kak Zean, dadanya yang lumayan besar sengaja dia busungkan kedepan sehingga menarik perhatian kak Zean yang duduk dihadapannya. "Sepertinya kamu menikmati pemandangan indah itu kak, dasar mesum." Makiku didalam hati.
Aku berjalan dengan cepat dan masuk kedalam restoran, aku segera menghampiri kak Zean. "Sayang, maaf ya kamu pasti menunggu lama, oh ya sayang dimana baju anak-anak yang kita beli tadi." Ucapku manja, aku melingkarkan tanganku dibahu kak Zean dan menatap wajah kebingungannya.
__ADS_1
"Istriku sudah datang rupanya, kenapa membuatku menunggu begitu lama, aku sangat merindukanmu." Balas kak Zean yang membuatku merinding.
"Ehem, mm, maaf sepertinya saya mengganggu waktu kalian berdua, saya permisi."Ucap wanita itu dan meninggalkan kami.
Aku hendak melepaskan tanganku dari bahu kak Zean, namun kak Zean lebih dulu menarik pinggangku sehingga aku jatuh dipangkuannya.
"Istriku yang cantik mau kemana?" Ucap kak Zean seraya menatap wajahku.
"Aa..aku mua pulang, lepaskan." Jawabku terbata karena malu dan juga gugup setelah dipanggil istri oleh kak Zean.
"Kenapa pulang, kita bahkan belum makan, tenang saja anak-anak tidak akan menangis dirumah."
"Ah sial, apa ini yang dinamakan senjata makan tuan." Desisku didalam hati.
"Apa istriku mengikutiku?" Telisik kak Zean, matanya masih terus menyapu seluruh wajahku.
"Benarkah, kenapa istriku tau aku membeli baju anak-anak?"
"Berhenti memanggilku istri."
"Terus kamu mau dipanggil apa, sweety, sayangku, honey?"
Ku mohom berhenti menggodaku kak, wajahku sudah terasa panas, sudah bisa dipastikan wajahku pasti tengah memerah seperti tomat busuk.
"Aku sangat menyukai rona merah diwajahmu , aku sangat merindukan wajahmu yang kemerahan ini, berhenti menolakku dan kembalilah kepadaku. Aku tau kamu mengikutiku sedari aku ditoko baju anak-anak, kau pasti cemburu kan melihat aku bersama perempuan lain?"
__ADS_1
"Aku tidak cemburu." Jawabku berbohong, aku bahkan sempat berniat igin menarik telingamu kak.
" Duduklah." Perintah kak Zean kepadaku, lalu dia melepaskan kaitan tangannya dipinggangku, aku segera bangun dari pangkuannya, kak Zean lalu berdiri dan menekan kedua pundakku agar aku duduk. Dia meraih salah satu papper bag miliknya, aku terkejut saat kak Zean tiba-tiba berlutut didepanku, dia menarik kakiku dan meletakannya diatas pahanya, kak Zean melepas sepatu sneakers putih yang tengah aku pakai, dia lalu mengeluarkan kotak dari dalam papper bag itu, dia membukannya, aku menutup mulutku melihat isi dari kotak itu, sebuah sepatu sneakers berwarna putih yang begitu cantik, kak Zean memasangkan sepatu itu dikakiku, dia melakukan hal yang sama dikakiku yang sebelah lagi.
"Cantik." Gumam kak Zean lirih, namun masih terdengar olehku. "Kamu suka?"Tanyanya lagi, dia mendongakkan kepalanya agar bisa menatapku.
Aku hanya mengangguk, air mataku menetes tanpa seizinku karena terharu.
"Hey, kenapa menangis, jangan menangis, aku benci melihat air mata ini?" Ucap kak Zean seraya menyeka air mata diwajahku.
"Kamu sungguh membelinya untukku?"
"Tentu saja, untuk siapa lagi, aku sampai bertanya kepada pengunjung lain, model sepatu seperti apa yang cocok untukmu."
Senyummu segera terbis setelah mendengar penjelasan kak Zean, aku fikir dia tengah merayu perempuan lain, nyatanya dia hanya sedang bertanya.
"Lalu perempuan ditoko baju, kalian bertukar nomer ponsel?" Tanyaku sedikit ragu.
"Ah, aku sedang menunjukan foto Sam, mamy menyuruhku membeli baju untuk Sam, aku bingung, jadi aku bertanya dan menunjukkan foto Sam kepada wanita itu supaya dia bisa membantuku memilih baju untuk Sam."
"Aku fikir.."
"Apa yang kamu fikirkan, aku sudah berjanji tidak akan menyakitimu lagi, aku tidak akan dekat dengan perempuan manapun agar tidak melukaimu."
"Bisakah beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan memperbaikinya, aku janji."
__ADS_1
BERSAMBUNG...