Lara Cintaku

Lara Cintaku
Bab 37 Lavender dan kisah romantisnya


__ADS_3

Seminggu sudah sejak kejadian di restoran waktu itu, kak Zean tak ada hentinya mengirimku pesan cinta, sehari saja hampir 3 atau 4 kali kak Zean mengirimnya, belum lagi kiriman bunga matahari yang setiap pagi aku terima. Jangan tanya aku membalas pesannya atau tidak, karena jawabannya adalah tidak. Bukannya aku sok jual mahal, hanya saja aku ingin menguji seberapa serius perasaan kak Zean kepadaku, aku takut apa yang di katakan kak Natasha benar adanya jika aku hanya di jadikan pelarian oleh kak Zean, jadi anggap saja aku sedang melindungi hatiku agar tidak terluka.


Kalian tau, sekarang kak Dion bukan hanya jadi guru privatku tapi dia juga merangkap menjadi supir pribadiku karena setiap aku pulang sekolah kak Dion pasti sudah berada di depan sekolahku untuk menjemputku. Tentu saja aku tak bisa menolaknya kan, tapi ketika aku menyuruhnya untuk tak perlu menjemputku lagi, dia selalu saja punya banyak alasan.


Hari ini seperti biasa aku pulang di jemput oleh kak Dion, setibanya di rumah aku melihat sebuah paper bag berukuran besar tergeletak di depan pagar rumahku. Aku membawanya ke dalam kamar karena aku pikir pasti ini ulah kak Zean lagi. Aku meletak-kan tas sekolahku dan membuka paper bag tersebut yang isinya bukan lagi bunga matahari melainkan sebuah pot tanaman yang aku tak tau namanya.


Aku meletakkan pot bunga itu di atas meja riasku lalu aku merogoh paper bag tersebut dan menemukam sebuah kotak serta sepucuk surat yang di lipat dengan rapi.


Aku membuka dan membaca pesan yang di tulis oleh kak Zean.


Dear Prily


Astaga kenapa dia selalu salah menyebut namaku si.


*Hye, how are you today?


Aku harap kamu dalam keadaan baik


Kamu pasti bertanya kenapa aku tak mengirim bunga matahari lagi?


Kamu juga pasti bernyata tanaman apa ini kan.?


Hmm, lusa aku akan pergi ke California, seperti permintaanmu aku akan mengabulkannya, aku akan menjauh, sangat jauh malah.


Aku harap setelah aku menjauh kamu akan bahagia.


Mungkin ini terakhir aku menghubungimu, tapi aku tak akan berhenti untuk menemanimu. eits jangan marah dulu, maksudku aku akan menemani-mu lewat bunga lavender ini. Ya ini tanaman Lavender. Cara merawatnya mudah kok, cukup beri dia minum setiap hari dan jangan lupa ajak dia berjemur juga ya, ajak dia bicara juga agar dia tetap hidup dan berbunga. Katanya dia bisa hidup sampai 5 tahun lo. Dan untuk bunganya dia akan bermekaran di akhir Agustus nanti, jadi tunggu saja ya. Sebenarnya aku berharap akan melihat dia mekar bersamamu, tapi ya sudahlah aku akan bahagia jika kamu sudi untuk merawatnya. Katanya Lavender ini melambangkan cinta abadi, apa kamu mempercayainya?

__ADS_1


Bisa kamu buka kotak-nya*.


Aku meletakkan surat itu dan membuka kotak pemberian dari kak Zean yang isinya dua buah gelang yang sudah aku kembalikan kepadanya. Aku tersenyum getir dan melanjutkan membaca surat dari kak Zean.


Sudah di buka?


Maaf ya aku tak membeli hadiah perpisahan untuk-mu, aku hanya ingin mengembalikan gelang ini kepada pemiliknya, kamu tak perlu memakainya, hanya saja tolong simpan dengan baik, jika suatu saat kamu melihatnya, mungkin kamu akan memikirkan-ku.


Panjang sekali pesan ini, baca sampai selesai ya.!!!


Tentang ciuman waktu itu, aku tau aku salah karena terlalu kurangajar kepadamu, tapi sungguh aku tak akan meminta maaf kepadamu, biar saja itu menjadi kenangan indah untuk-ku meskipun mungkin sebalik-nya untuk-mu.


Pril, kau tau aku benar-benar menyukaimu, aku sangat menyesal sudah melewatkan-mu begitu saja, andai waktu bisa di ulang aku akan berteriak dengan kencang saat kamu bertanya apa aku menyukaimu.


" Prilatia, aku sangat sangat sangat menyukaimu".


Hmm, sudah ya, tanganku sudah kesemutan karena menulis terlalu panjang.


Jangan lupa makan


Dan jangan terlalu lama marah sama ibumu


I love you


Dari seseorang yang menyesal telah melewatkanmu


Arzean Wijaya

__ADS_1


Aku melipat kembali surat perpisahan dari kak Zean, aku mengusap air mataku yang entah dari kapan sudah membasahi pipiku. Aku merogoh ponsel di saku baju-ku dan mencoba untuk menghubungi kak Zean, tapi kak Zean tidak bisa di hubungi sama sekali.


Aku melepas pakaian sekolahku, mengganti-nya dengan celana jeans panjang dan juga hoodie. Aku mengambil kunci motor milik kak Ega dan segera mengeluarkan motor sport milik kak Ega tersebut. Awalnya aku sedikit kewalahan karena ukuran motor yang sangat besar menurutku, tapi setelah melajukannya aku bisa mengendarai motor sport ini dengan nyaman. Semoga saja kak Ega pulang larut malam ini, kalau ketahuan aku mengendarai motor habislah aku.


Aku mencari kak Zean ke rumahnya, tapi kata mbok Yem kak Zean pergi dari pagi dan belum kembali. Aku juga mencarinya ke rumah Arum, tapi nihil. Aku mengunjungi restoran milik kak Zean berharap menemukan-nya di sana, tapi aku tak juga menemukannya.


Satu tempat lagi, hanya ada satu tempat lagi yang bisa aku datangi. Aku mengendarai motorku dan pergi ke tempat di mana aku harap aku bisa melihatnya. Bukit bunga matahari, aku harap aku akan menemukanmu di sana.


Aku mamarkirkan motorku di dalam kampus dan berlari menuju bukit. Rasa lelah sepertinya sudah tak aku rasakan lagi, di pikiranku sekarang adalah aku harus bertemu dengan kak Zean sebelum dia pergi jauh.


Beberapa kali aku terpeleset dan jatuh karena jalan tanah ini sangat licin bekas guyuran air hujan, tapi hal itu tak mengurungkan niatku untuk naik ke atas bukit.


Aku sampai di puncak, pemandangan bunga matahari sudah tak seindah saat terakhir kali aku melihatnya, bunganya mulai gugur dan berterbangan tersapu angin.


Kedua mataku mengedar ke sekeliling, namun tak juga aku menangkap sosok yang tengah aku rindukan.


Aku duduk dan melipat kakiku, aku memeluk kakiku dan membenamkan wajahku di antaranya sehingga aku bisa menyembunyikan kesedihanku.


Aku mendongak-kan kepalaku saat aku mulai kekuranagan oksigen, aku menarik nafas perlahan dan menghembuskannya.


Tes, air menetes di atas kepalaku dan semakin banyak tetesannya. Hujan turun dan aku masih berada di atas bukit.


"Tuhan, lengkap sekali kejutan hari ini, terimakasih aku menyukainya".


Aku berteriak seperti orang gila, suaraku menggema di tengah hujan yang semakin lebat.


" Tuhan, tolong sampaikan kepada dia, aku juga tak menyesali kejadian waktu itu, aku senang first kiss-ku di curi olehnya, bilang sama dia Tuhan aku sangat sangat sangat menyukainya."

__ADS_1


Aku berbaring di atas rerumputan, mataku terpejam karena menghalau hujan masuk ke dalam mataku, aku berdoa dalam hati setidaknya biarkan aku melihatnya untuk terakhir kalinya.


Bersambung...


__ADS_2