Lara Cintaku

Lara Cintaku
Bab 72 Bermuka dua


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa kak Zean akan datang untuk menjemputku dan kami akan berangkat ke sekolah bersama. Setelah siap dengan setelan seragamku, aku segera turun dan sarapan karena pagi ini ibu sudah berada di rumah dan menyiapkan sarapan untukku, jadi aku tak perlu repot untuk sarapan di luar.


" Pagi bu." Sapaku pada ibu setelah aku berada di dapur.


" Pagi. Duduklah, ibu membuat sandwich kesukaanmu." Ucap ibu, lalu beliau meletakkan dua potong sandwich dipiringku.


" Dari mana ibu tau ini kesukaan Indhi?" Tanyaku setelah melihat sandwich yang hanya berisi telur ceplok dan sedikit sayuran.


" Oh, kak Ega yang memberi tahu ibu, semalam dia datang, katanya kamu suka makan ini selama kalian tinggal bersama."


" Kak Ega kesini, dia pulang? Lalu dimana dia sekarang bu? Apa masih di kamarnya? Indhi ke kamar kak Ega dulu ya bu." Aku sangat bersemangat mendengar berita kedatangan kak Ega, saking semangatnya aku sampai terlonjak dari kursiku dan membuatnya terguling di lantai.


" Dia cuma mampir." Kata ibu lirih, terlihat jelas kekecewaan pada wajah ibu.


"Hanya mampir?" Tanyaku lemah.


" Heem, kak Ega bilang dia sangat sibuk akhir-akhir ini, dia juga jarang pulang ke rumahnya." Terang ibu.


" Dia tidak sibuk, dia hanya menghindariku bu." Ucapk lirih, sampai ibu tak bisa mendengarnya.Aku meraih kursi yang terguling di lantai dan membetulkan posisinya dan tanpa aku sadari air mataku mulai menetes. Aku segera menyeka air mataku sebelum ibu menyadarinya.


Aku duduk kembali dan menggigit sandwich buatan ibu, rasanya sangat enak tapi entah mengapa tak seenak buatan kak Ega. Ah aku merindukan segala hal yang berkaitan dengan kak Ega.


" Indhi berangkat dulu bu." Pamitku setelah menghabiskan satu potong sandwich milikku, tak biasanya aku tak menghabiskan makananku, rasanya aku sangat kenyang, perutku penuh dan membuat sesuatu didalam dada terasa sesak.


Aku meraih tangan ibu dan mengecup punggung tangannya lalu aku bergegas untuk berangkat ke sekolah sebelum aku semakin merindukan kak Ega.


Di luar rumah kak Zean sudah memarkirkan mobilnya di halaman, aku tersenyum dan berlari menghampirinya yang tengan berdiri menyender di mobilnya.


" Morning." Sapa kak Zean dengan senyum mengembang di wajahnya.


" Pagi." Jawabku tak begitu bersemangat.


" Are you okay?" Tanya kak Zean khawatir.


" Hmm, aku baik -baik saja kak."


" Matamu merah, kamu habis menangis?" Ucap kak Zean setelah menyadari mataku yang memang sedikit memerah karena menahan air mata sedari tadi.


" Semalam aku tidak bisa tidur, aku nonton drama sampai subuh dan inilah hasilnya." Aku menunjuk mataku yang memerah dan dalam hatiku aku merasa sangat bersalah karena aku mengingkari janjiku untuk tidak berbohong lagi kepada kak Zean.


" Tapi begadang tidak bagus untuk kesehatanmu, lain kali kalau tidak bisa tidur hubungi aku, aku bisa menyanyikan lagu sebelum tidur untukmu."


" Aku bukan Sam kak, aku sudah dewasa dan tidak butuh lagu penghantar tidur."Ucapku sedikit kesal dan kak Zean hanya tertawa mendengar perkataanku.

__ADS_1


" Masuklah, nanti kita terlambat." Perintah kak Zean, dia membukakan pintu untukku, setelahnya dia berjalan memutari mobil dan masuk ke dalamnya.


Sepanjang perjalanan ke sekolah aku hanya terdiam, aku memejamkan kedua mataku agar kak Zean berfikir aku sedang tertidur. Aku hanya sedang malas berbincang dengan siapapun pagi ini, termasuk dengan kak Zean.


" Bangunlah, kita sudah sampai." Ucap kak Zean, dia mengelus kepalaku lalu menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku dan menjepitnya di belakang telingaku.


Aku membuka mataku dan mengamati keadaan di sekitarku, kak Zean sudah menepikan mobilnya di tempat biasa. Aku membuka sabuk pengamanku dan membuka pintu mobil.


" Have a nice day sweety." Ucap kak Zean sebelum aku keluar dari mobilnya.


" Makasih kak." Aku menoleh ke arah kak Zean sebelum akhirnya aku benar-benar turun dari mobilnya.


Setelah aku turun kak Zean kembali melajukan mobilnya dan aku berjalan dengan gontai menuju ke sekolah.


***


" Gimana kemarin?" Ucap kedua temanku setelah aku sampai di dalam kelas, mereka sangat penasaran dengan kelanjutan kejadian kemarin.


" Aku baru sampai dan belum duduk tapi kalian sudah menginterogasiku."


" Maaf, tapi aku sangat penasaran kenapa Naura bisa ada di depan rumah kak Zean." Kata Arum tanpa rasa bersalah sedikitpun


"Hem, dia tau tentang aku dan kak Zean." Aku meletakan tasku dan duduk menghadap mereka berdua lalu memulai bercerita.


" Jangan teriak. Kak Natasha yang memberitahunya." Jawabku sedikit kesal.


" Maaf, maaf aku hanya terkejut, tapi dari mana kamu tau kalau kak Natasha yang memberitahunya?" Terang Dita, sementara Arum hanya memperhatikan kami berdua.


" Yang tau hubunganku dan kak Zean hanya kita bertiga, kak Ega, om Fajar, kak Dion dan kak Natasha dan kedua orangtua kami. Jadi aku sangat yakin kak Natasha pasti memberitahunya. Kata kak Zean kak Natasha buka tipe orang yang akan berteman dengan yang tidak sepantaran dengannya. Dia tiba-tiba mengajak Naura berkenalan dan merubah penampilannya agar mirip denganku, aku tidak percaya dengan kebetulan." Jelasku panjang dan lebar.


" Tapi kenapa Naura pura-pura tidak tau dengan hubungan kalian?" Imbuh Arum yang sedari tadi hanya diam.


" Entahlah, mungkin dia punya rencana tersendiri?" Jawabku sedikit ragu.


" Tapi dari mana kamu yakin kalau Naura tau tentang kalian?" Tanya Dita yang semakin penasaran.


" Dia membelikan jam tangan yang modelnya hampir sama dengan yang aku belikan untuk kak Zean?"


" What?"Ucap Dita tak percaya.


" Jadi kemarin dia mau ikut dengan kita cuma mau mata-matain kamu?" Imbuh Arum.


" Mungkin saja begitu, atau dia ingin lebih tau sejauh mana hubunganku dengan kak Zean."

__ADS_1


" Gila, sampai segitunya dia menyukai kak Zean?" Ucap Arum, dia samapi menggelengkan kepalanya beberapa kami.


" Terus jam tangan itu di terima nggak sama pak Zean?" Tambah Dita lagi, dia memang tipikal orang yang tidak bisa menahan rasa penasaran di kepalanya.


" Hemm, tapi aku memintanya dan kak Zean memberikannya padaku, dia juga menyuruhku untuk jangan terlalu dekat dengan Naura, benar kata kalian aku harus berhati-hati dengan anak itu."


" Aku penasaran bagaimana reaksi Naura jika dia tau jamnya ada padamu." Arum mengetuk dagunya dengan jari telunjuk miliknya.


" Kita lihat saja nanti."


Kami menghentikan percakapan kami saat Naura masuk ke kelas, dia menatap tajam ke arahku namun sedetik kemudian senyuman polos terbit di wajahnya.


" Dasar bermuka dua." Gumamku dalam hati, lalu aku membalas senyuman Naura. Aku fikir aku juga bisa bermuka dua sepertimu Nau.


" Gimana kondisimu, kamu sudah baikan?" Sindir Arum dari meja belakang saat Naur sudah duduk.


" Sudah, aku merasa jauh lebih baik sekarang, maaafin aku ya, kemarin aku malah pulang duluan." Ucap Naura dengan wajah polosnya.


" Kamu sudah ke dokter Nau?" Tanya Dita dengan senyum smrik di wajah cantiknya.


" Sudah, kemarin aku langsung ke dokter setelah pulang dari Mall."


" Oh ya, baguskah kalau begitu, semoga kamu tidak sakit lagi ya Nau, bersaing itu harus sehat." Ucapku lembut, padahal tersimpan bisa di baliknya.


" Apa maksudmu Ndi?"


" Maksudku kamu harus sehat, agar bisa bersaing denganku, bukankah kamu ingin dapat peringkat satu di kelas?"


" Ah begitu. Iya aku akan bersaing denganmu, aku pasti bisa mengalahkanmu." Ucap Naura penuh keyakinan sementara Arum dan Dita menatapnya dengan tajam.


" Permisi." Ucap seseorang di depan pintu kelas kami.


" Ada yang bernama Indhi di kelas ini?" Ucapnya lagi, sementara matanya menyampu seisi ruangan kalas kami.


" Aku, ada apa mencariku." Jawabku sembari mengangkat tanganku.


" Saat istirahat nanti ada yang ingin bertemu denganmu, dia menunggumu di belakang kantin sekolah."


Bersambung...


...hye semuanya apa kabar hari ini, semoga kalian semua sehat yaa.....


...Terimakasih untuk kalian yang sudah menemaniku sampai sejauh ini, aku harap kalian akan tetap mensupport karyaku dengan like, vote, tambah ke favorit kalian dan jangan lupa beri hadiah yang banyak untuku.. 😂😂😂😁😁😁...

__ADS_1


__ADS_2