
Aku masih larut dalam kebahagiaanku, wajahku berasa pegal karena terus saja tersenyum sejak sore tadi. Aku membenamkan wajahku dibantal lalu mengangkatnya lagi sambil tersenyum lebar dan aku sungguh berharap ini bukanlah mimpi.
Belum puas melepas rindu, kak Zean kembali menelfonku dan kami berbincang hingga larut malam, rasanya tak pernah bosan mendengarkan suaranya.
" Besok aku jemput pagi-pagi, jangan lupa bawa baju ganti." Ucap kak Zean sebelum mengakhiri panggilan telefonnya.
Aku beranjak dari tempat tidurku dan menuju lemari pakainku, aku mengambil celana jeans warna hitam dan hoodie yang dua tahun lalu kak Zean belikan untukku. Aku mengeluarkan semua buku dari dalam tasku dan menggantinya dengan pakaianku, besok aku berencana untuk bolos sekolah dan pergi bersama kak Zean. ( Jangan dicontoh ya π).
Aku berguling diatas tempat tidurku karena sudah tak sabar menunggu hari esok, aku penasaran kemana kak Zean akan membawaku pergi. Lelah berguling akhirnya aku mengantuk dan terlelap tanpa sadar.
Pagi ini aku tidak perlu memaksakan diri untuk membuka mataku, dengan suka rela mata ini segera melebar saat alarm berbunyi, aku segera mandi dan bersiap-siap kesekolah atau bolos sekolah lebih tepatnya.
Saat aku turun ibu sudah berada didapur dan tengah menikmati sarapannya, tumben sekali ibu tidak menungguku.
"Ibu harus berangkat pagi, mungkin ibu juga akan pulang larut. Ibu berangkat sekarang." Ibu segera pergi setelah menghabiskan sarapannya, aku melepas kepergian ibu dengan senyum, aku tidak perlu membuat alasan kalau nanti pulang telat kan, gumamku dalam hati.
Kak Zean sudah menunggu diluar mobilnya saat aku keluar, dia terkejut melihatku yang tidak mengenakan seragam, aku sempat berganti baju sebelum keluar tadi, toh ibu juga sudah berangkat, jadi aman berpakaian soperti ini.
" Ibu sudah berangakat, jadi aku tidak perlu berganti pakaian dijalan." Jelasku pada kak Zean dan mengakhiri kebingungannya.
Kak Zean membukakan pintu mobil untukku dan aku segera masuk. Aku mengamati kak Zean yang setengah berlari memutari mobilnya dan segera menyusulku masuk kedalam mobil.
" Sudah siap?" Tanya kak Zean semangat.
" Kemana kita akan pergi kak?" Aku balik bertanya karena kak Zean belum mengatakan kemana tujuan kami hari ini.
" Lihat saja nanti, kamu pasti menyukai tempat ini." Ujar kak Zean sok misterius.
Aku hanya mengangguk pasrah kemanapun kak Zean akan membawaku pergi. Kak Zean mengemudikan mobilnya membelah jalanan yang padat seperti pagi sebelumnya karena banyaknya orang yang akan pergi bekerja maupun sekolah. Sementara aku dengan santainya akan membolos.
Setelah hampir tiga jam menempuh perjalanan, aku menganga terkesima melihat lautan dari balik jendela, aku tidak menyangka kak Zean akan membawaku kepantai. Kak Zean memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus pengunjung pantai, saat aku keluar dari mobil aku mengamati pakaianku yang kurang cocok.
" What happened sweety?"
" Bajuku tidak cocok untuk bermain pasir kak."
__ADS_1
" Kamu bisa membeli baju disana." Kak Zean menunjuk toko baju yang jaraknya tidak jauh dari parkiran.
Aku segera berlari ketoko baju itu, aku sudah tidak sabar ingin bermain air dipinggir pantai.
Kak Zean membulatkan matanya saat melihat pakaianku, aku memilih hot pants dan kaos tipis yang cukup menerawang.
" Kamu tidak bercanda." Ucap kak Zean sambil menunjuk pakaianku.
" Hem, pakaian ini pas untuk bermain air, kenapa memangnya, tidak cocok untukku?
Kak Zean mendekatkan wajahnya dan berbisik di telingaku "Bra-mu terlihat, kamu ingin bermain pasir atau ingin bermain denganku dikamar, jangan menggodaku."
Mendengar ucapan kak Zean tanganku reflek menutupi dadaku, aku masuk kembali kedalam toko baju dan memilih kaos yang lebih tebal tapi aku tidak mengganti celana pendekku, aku sudah merasa nyaman mengenakannya.
Aku berlarian dipinggir pantai yang masih sangat sepi, sangat jarang orang datang kepantai pada pagi hari apalagi bukan dihari libur.
Kak Zean tersenyum melihatku berlarian kesana kemari. Aku menghampiri kak Zean dan meraih tangannya, kami berjalan bergandengan disepanjang pantai.
Lelah berjalan, kami beristirahat dibawah batu karang yang bentuknya hampir menyerupai sebuah gua sehingga kami bisa berlindung dibawahnya dari sengatan matahari.
Aku berbaring dan meletakkan kepalaku diatas pangkuan kak Zean, Aku mendongakan kepalaku dan mengamati dagu kak Zean yang mulai brewok, mungkin dia tidak sempat untuk bercukur.
Aku hanga menggeleng kecil, tanganku kini mengelus dagunya yang kasar, setelah puas tanganku berpindah kehindung mancung kak Zean dan berakhir dibibirnya.
"Auww." Pekikku setelah kak Zean menggigit jari telunjukku.
" Sudah kubilang jangan memancingku atau kamu akan menyesal."
Aku hanya tersenyum dan menghentikan aktivitasku, aku masih mengingat momen memalukan beberapa bulan yang lalu dan aku tidak ingin momen itu terulang lagi.
Aku duduk disebelah kak Zean, menikmati deburan ombak bersama orang yang mencintaiku adalah sebuah kebahagiaan tersendiri dihatiku.
" Kamu lapar?"
" Lumayan."
__ADS_1
Kak Zean berdiri terlebih dahuhu, lalu dia menarik tanganku untuk berdiri, tarikannya begitu kuat sehingga aku menabrak tubuh kekar kak Zean dan dia mengambil kesempatan itu untuk memelukku.
" Apa aku tidak usah berangkat lagi." Bisik kak Zean sembari mengelur rambutku yang sudah panjang lagi.
" Kenapa?" Tanyaku sembari mengkat wajahku.
" Aku tidak bisa jauh darimu. Apa kita menikah saja ya, kamu sudah 17tahun, sudah legal untuk dinikahi."
" Sudah ku bilang tunggu aku menjadi dokter maka aku akan menikahi kakak."
" Berapa lama lagi?"
" Tujun tahun lagi." Jawabku jujur.
" Lama sekali, apa aku bisa menunggu selama itu?"
Aku melepaskan pelukan kak Zean dan menatapnya penuh kasih.
" Tentu saja bisa, aku juga sedang berusaha untuk tidak egois, sebenarnya aku tidak ingin kak Zean jauh dariku, tapi aku akan bertahan demi masa depan kita, anggap saja kakak sedang mempersiapkan masa depan kita, kita bisa melewati ini bersama-sama."
Kak Zean kembali menarikku kedalam pelukannya, kali ini dia memelukku begitu erat, sama halnya dengan kak Zean akupun merasa khawatir, aku takuy tidak bisa menunggunya, namun aku lebih takut jika kak Zean akan meninggalkanku dan berpaling pada wanita lain diluar sana.
Setelah makan dan puas bermain air kak Zean mengajakku ketempat selanjutnya. Dia kembali melajukan mobilnya dan meninggalkan pantai.
Entah karena lelah atau kekenyangan sehingga aku menagantuk dan tertidur. Saat aku bangun mobil kak Zean sudah berhenti, aku mengamati sekeliling, tempat yang tidak asing lagi bangiku.
" Sudah bangun, keluarlah, sudah lama kita tidak kesana."
Aku keluar dari mobil dan mengikuti kak Zean dibelakangnya, untung saja aku sudah mengganti pakaianku, kalau tidak kakiku akan gatal-gatal karena tergores ilalang, kalian pasti sudah bisa menebaknya kan kemana kami pergi, ya itu dia bukit bunga matahari.
BERSAMBUNG..
Hay semua, apa kabar hari ini ? semoga kalian dalan keadaan sehat ya..
hmm sebenarnya aku ingin mempromosikan karya terbaruku,, hehehe tapi gimana ya cara promosiinnya πππ kalau kalian berkenan silangkah mampir kekarya keduaku ya, harap maklum jika cerita dan penulisannya tidak bagus karena aku masih belajar..
__ADS_1
Kenapa panjang sekali, hahah sudah ya, jangan lupa mampir ke karya keduaku ya..
salam sayang darikuβ€β€