Lara Cintaku

Lara Cintaku
Bab 69 Kado untuk Zean


__ADS_3

" Indhi bisa ke ruang guru sebentar." Perintah kak Zean setelah segerombolan anak laki-laki tadi telah pergi. Kak Zean berbalik arah dan berjalan menuju ruang guru.


" Kalian ke kantin aja dulu, nanti aku nyusul." Aku berlari mengejar kak Zean yang sudah masuk ke dalam ruang guru.


" Oke." Teriak Dita setelah kepergianku.


Aku menghampiri kak Zean yang berada di mejanya. Aku mengamati sekeliling, ruang guru nampak sepi, hanya ada kami berdua, mungkin guru yang lain sedang beristirahat di luar atau sedang makan siang.


" Ada apa kak." Sapaku lembut saat aku sudah berdiri di sebelah meja kak Zean. Aku berani memanggilnya kakak karena hanya ada kami berdua di ruangan ini.


" Guru Bahasa Indonesia kalian tidak hadir hari ini dan beliau menitipkan tugas ini untuk kalian." Kak Zean memberikan sebuah buku tebal kepadaku, namun pandangannya tak lepas dari lapopnya, dia tak menatapku.


" Di halaman berapa tugasnya kak?"


" 56, ada kertas terselip di dalamnya."


Aku membuka buku yang di berikan kak Zean dan menemukan secarik kertas yang di maksud olehnya. Aku membaca isi kertas itu, tugas mencatat lagi, gumamku dalam hati lalu menutup kembali buku tebal yang ada ditanganku.


" Kak." Aku membungkuk dan berbisik di telinga kak Zean.


" Ini di sekolah." Tegas kak Zean, kali ini dia menatapku sesaat, tapi setelah itu dia kembali fokus pada laptopnya.


" Masih marah."


" Kalau tidak ada pertanyaan lagi silahkan keluar, saya sedang sibuk!" Bukannya menjawab pertanyaanku dia malah mengusirku.


" Maaf mengganggu waktu bapak, permisi." Pamitku dengan sopan. Aku tau ini di sekolah dan kak Zean mungkin masih marah padaku, tapi bukan berarti dia harus bersikap acuh padaki seperti ini kan.


Aku meninggalkan kak Zean yang masih sibuk dengan pekerjaannya atau mungkin hanya pura-pura sibuk agar dia bisa menghindariku.


Aku kembali ke kelas dengan gontai, moodku tiba-tiba memburuk hari ini setelah melihat penampilan Naura, di tambah dengan sikap acuh kak Zean yang semakin memperburuknya.


Aku masuk ke dalam kelas dan melihat ketiga temanku sudah berada di sana. Aku menghampiri mereka dan duduk di kursiku.


" Kalian nggak jadi makan di kantin?" Tanyaku penasaran karena seharusnya mereka sesang berada di katin.


" Penuh banget, kita cuma beli ini." Ucap Arum lalu dia memberiku roti isi cokat dan air mineral.


" Makasih Rum."


" Pak Zean ada perlu apa kok sampe nyuruh Indhi ke ruang guru?" Tanya Naura penuh selidik.

__ADS_1


" Ngasih tugas, guru Bahasa Indonesia nggak dateng hari ini." Terangku dengan malas, aku semakin merasa tidak nyaman berada di dekat Naura.


********


Bel pulang sekolah telah berbunyi, semua murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, begitupun aku dan juga ketiga temanku.


" Nge'Mall yuk." Ajak Dita antusias.


" Boleh juga, sekalian aja nonton, ini udah mau Valentine pasti banyak film romantis." Imbuh Arum tak kalah semangat.


" Boleh, lagian aku juga lagi males les hari ini, ibu juga nggak di rumah." Aku mengiyakan ajakan mereka, mungkin dengan hang out berasa mereka bisa memperbaiki moodku hari ini.


" Aku boleh ikut?" Pinta Naura yang membuat kami bertiga terkejut dan secara bersamaan menatapnya.


" Tumben Nau, biasanya kamu paling nggak mau kalau pergi jalan bareng kita?" Ucap Dita .


" Aku bosan belajar di rumah terus." Jawaban Naura kembali membuat kami kaget, seorang Naura si kutu buku dan si paling rajin belajar berkata bahwa dia bosan, sungguh sebuah keajaiban bukan.


" Kamu yakin?" Tanya Dita lagi.


" Iya." Jawab Naura mantap.


" Terus ke sananya naik apa?" Imbuhku.


" Kamu bawa mobil, emang udah punya SIM?" Tanyaku lagi.


" Kalian lupa aku satu tahun lebih tua dari kalian dan aku sudah punya SIM." Dita kembali merogoh tasnya, dia mengelurkan dompet dan menunjukan SIM-nya kepada kami.


" Ya udah ayok pergi sekarang." Ucap Arum lalu dia menggandeng lenganku berjalan ke parkiran.


******


" Waow, hebat juga kamu nyetirnya Dit." Pujiku setelah kami kami berada di dalam mobil.


Aku duduk di depan , sementara Arum dan Naura di bangku belakang. Arum menyuruhku duduk di depan karena dia tau kalau aku merasa tidak nyaman berdekatan dengan Naura.


" Pastilah, Dita." Jawab Dita dengan sombongnya karena di antara kami berempat baru dia yang mempunyai SIM. Sebenarnya aku sudah bisa mengendarai mobil, tapi karena aku belum memiliki SIM, kak Ega melarangku untuk membawa kendaraan sendiri ke sekolah.


Dita melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang cukup ramai. Dia memarkirkan mobilnya di basement, kami berempat turun dan segera masuk ke dalam Mall.


Setibanya di dalam Mall kami sepakat untuk makan terlebih dulu, karena tadi kami hanya makan roti saat jam istirahat.

__ADS_1


" Aku kelaparan." Tutur Dita saat kami sudah berada di dalam salah satu restoran cepat saji.


" Aku juga laper banget Dit." Kataku sependapat dengan Dita.


" Udah mau Valentine dan aku masih jomblo. Sedihnya, tidak ada yang memberiku cokelat. Aku iri sama kamu Ndi, kak Z pasti akan memberikan kejutan seperti sebelumnya." Oceh Arum dengan wajah melas yang sengaja di buat-buat.


" Kita barter aja Rum, kamu beliin aku cokelat sama bunga, nanti aku beliin cokelat sama boneka buat kamu, gimana kamu setuju nggak?" Tawar Dita dengan konyolnya.


" Boleh juga tu, yang penting ada yang beliin cokelat kan." Arum menyetujui ide konyol Dita dan membuatku dan Dita tertawa, sementara Naura hanya terdiam memperhatikan kami.


Tak lama pesanan kami datang, kami segera melahap makanan kami tanpa bersuara, mungkin karena saking laparnya jadi kami hanya fokus dengan makanan yang tersaji di depan kami.


Setelah makan kami berjalan beriringan menuju bioskop. Kami memeriksa beberapa film yang akan di putar hari ini dan semuanya bergenre romantis.


Film yang akan kami tonton baru akan diputar satu jam lagi. Dita memberi saran agar kami berkeliling terlebih dahulu, sekedar melihat-lihat atau berbelanja.


Langkahku terhenti didepan sebuah toko jam, aku menatapnya lekat lalu terfikirkan olehku untuk membelikan kak Zean jam tangan untuk kado Valentine nanti, kali ini aku tidak akan melewatkan momen spesial lagi.


" Aku kesana sebentar ya." Kataku sambil menunjuk toko jam tangan itu.


" Aku mau ikut, siapa tau ketemu jam yang cocok buat aku." Ucap Dita dan memudian dia masuk ke dalam toko jam terlebih dahulu, lalu kami bertiga mengikutinya di belakang.


Aku melihat beberapa jam yang terpajang di etalase toko, mataku tertuju pada sebuah jam tangan berwarna rose gold dengan ornamen bezel berwarna hitam yang membuat tampilannya menjadi sangat mewah dan elegan. Ditambah dengan strapnya yang terbuat dari stainless steel yang menambah kesan maskulin, pasti akan sangat cocok di tangan kak Zean.


" Mau lihat yang ini mbak." Aku menunjuk jam tangan itu dan pelayan toko dengan cekatan mengeluarkan jam tangan itu dari etalase.


" Berapa harganya mbak?" Tanyaku lagi sebelum aku memutuskan untuk membelinya.


" Satu juga sembilan ratus de." Ucap pelayan toko itu dengan ramah.


" Mahal banget Ndi, emang kamu punya uang." Bisik Arum di telingaku dan aku hanya mengangguk.


" Tolong bungkusin ya mbak!" Aku mengambil dompet dari dalam tasku, untung saja aku membawa uang tabunganku hari ini karena sejak pagi aku memang berniat membelikan hadiah untuk kak Zean.


Setelah melakukan pembayaran kami keluar dari toko dan kembali ke bioskop.


" Kamu nggak jadi beli Dit?"


" Nggak Ndi,padahal aku suka banget sama jam yang ada di sana tadi tapi mahal banget, aku nggak punya uang sebanyak itu." Jawab Dita dengan wajah kesalnya.


" Naura, benar kan ini Naura?" Panggil seseorang di belakang kami. kami semua berhenti dan menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


" Kak Natasha." Ucap Naura lalu memeluk wanita itu.


BERSAMBUNG......


__ADS_2