Lara Cintaku

Lara Cintaku
Bab 49 Tertangkap basah


__ADS_3

Satu semester telah terlewati, aku dan kak Zean menikmati hubungan sembunyi-sembunyi kami, setiap hari kak Zean menjemputku untuk pergi ke sekolah bersama, meskipun dia hanya menjemputku di depan komplek dan akan menurunkanku di pinggir jalan yang lumayan jauh dari sekolah. Aku sama sekali tak keberatan dengan ini semua, karena aku sendiri yang menginginkannya, kami harus tetap menjaga rahasia kami dan sejauh ini kami berhasil melakukannya, bahkan kak Ega sendiri belum mengetahui tentang hubungan kami.


Hari ini kak Ega datang ke sekolahku untuk mengambil raport milikku, kedatangannya tentu saja menarik perhatian teman-temanku termasuk kakak kelasku juga. Sepanjang jalan menuju kelasku kak Ega tak luput dari pandangan para siswi yang terkagum dengan ketampanan kak Ega, ditambah baju batik yang kak Ega kenakan membuatnya semakin terlihat berwibawa. Kak Ega sudah seperti anggota boyband yang sedang melakukan meet up dengan para penggemarnya. Tentu saja hal ini membuatku kesal karena pasti setelah ini mereka akan melekat kepadaku untuk mencari info tentang kak Ega.


" Itu beneran kakak kamu Ndi?"Tanya Dita tak percaya setelah melihat kak Ega secara langsung.


Aku memang sering bercerita tentang kak Ega kepada ketiga temanku, untuk Arum dia mungkin sudah bosan mendengar cerita tentang kak Ega, tapi bagi Dita dan Naura topik tentang kak Ega adalah hal yang seru menurut mereka, apalagi saat aku menunjukan foto kak Ega kepada mereka, mereka terkagum melihat foto kak Ega dan sekarang mereka bisa melihatnya secara langsung.


"Ya beneran lah, masa aku bohong."


" Habis kalian nggak mirip sih." Celetuk Dita lagi.


Dan ini adalah yang kesekian kalinya orang-orang tak percaya bahwa kami adalah saudara kandung, karena memang benar tidak ada kemiripan di antara kami.


Kak Ega sudah berada di dalam kelas bersama para orang tua murid yang lainnya, sementara kami para murid menunggu di luar kelas. Tak selang berapa lama kak Zean datang dengan membawa setumpuk raport di tangannya dan masuk ke dalam kelas. Aku mengintip dari celah pintu dan melihat kak Ega kaget melihat siapa yang menjadi wali kelasku.


Saat yang di nantikan tiba, Kak Zean mengumumkan tiga besar yang berhasil mendapat nilai terbaik di kelas. Diperingkat ketiga ada si ketua kelas, orangtua Bimo dengan bangga mengambil raport milik Bimo kemudian keluar kelas, selanjutnya peringkat dua di raih oleh Naura, teman semejaku.


" Selamat Naura." Ucap kami bertiga bebarengan.


" Terimakasih." Jawab Naura lemah, dia nampak kecewa dengan hasil yang di terimanya.


Naura memang anak yang sangat rajin di kelas, saat pelajaran kosong dia lebih memilih belajar dari pada bermain, begitupun ketika pulang sekolah, dia tak pernah bergabung bersama kami saat kami mengajaknya pergi ke Mall untuk nonton bersama. Dia juga tak pernah menceritakan tentang keluarganya kepada kami, dia sangat tertutup meskipun sekarang kami berteman dekat.


Ayah Naura mengambil raport milik Naura dan keluar dengan wajah yang masam, dia melirik Naura tajam saat melewati kami.


" Aku pulang dulu ya." Pamit Naura kemudian berlari mengejar ayahnya.


" Ayah Naura kok serem banget sih mukanya, aku sampai merinding melihatnya." Ucap Dita sambil mengelus tangannya yang merinding.


" Hust nggak boleh gitu, nggak sopan." Aku menimpali Dita.


" Tapi memang bener kok, ayah Naura serem, kalian nggak liat tadi Naura kayanya tertekan banget pas liat ayahnya keluar". Imbuh Arum.


Aku dan Dita mengangguk menyetujui ucapan Arum, saat pergi tadi Naura memang terlihat seperti ketakutan, mungkin dia khawatir orangtuanya kecewa dengan nilainya, tapi bukannya mendapat peringkat duajuga sesuatu yang membanggakan.


" Kira-kira siapa yang dapet peringkat satu ya?"Tanya Dita penasaran.


" Paling juga Indhi, dari SMP dia nggak pernah absen dapet peringkat satu, bahkan waktu kelulusan kemarin dia lulusan terbaik". Puji Arum.


Dita melihat ke arahku sembari mengacungkan kedua jempol miliknya, aku hanya tersipu malu mendengar pujian dari teman-temanku ini.


Kak Zean mengumumkan siapa yang mendapat peringkat satu dan benar saja namaku yang dia sebutkan. Kak Ega tersenyum bangga dan menghampiri meja kak Zean untuk mengambil raportku. Mereka terlihat berbincang beberapa saat sebelum kak Ega keluar.


" Selamat ya, kakak bangga sama kamu" Ucap kak Ega sambil mengelus rambutku setelah keluar dari kelas.

__ADS_1


" Selamat ya Ndi." Ucap Arum dan Dita bebarengan lalu mereka memelukku.


"Terimakasih semuanya." Aku balas memeluk kedua temanku ini.


" Hari ini kakak traktir makan, ada yang mau ikut?" Tawar kak Ega kepada kami.


" Aku ikut." Teriak Dita penuh semangat.


" Terus mama kamu gimana, kamu tinggalin". Ucap Arum.


" Mama udah besar bisa pulang sendiri." Balas Dita.


" Ya udah aku juga ikut, lagian om Fajar sudah memberi tahu pak Zean untuk mewakilinya mengambil raportku."


Akhirnya kami bertiga setuju dengan ajakan kak Ega. Kami mengikutin kak Ega ke parkiran sekolah dan naik ke mobil kak Ega menuju restoran yang sudah kami sepakati.


Kak Ega memarkirkan mobilnya di depan restoran cepat saji, kami semua turun dan memesan menu.


" Kak kenalin ini Dita, aku lupa ngenalin kalian tadi". Ucapku sambil tersenyum.


" Dita." Ucapnya sambil mengulurkan tangan kepada kak Ega.


" Ega." Sambut kak Ega sambil tersenyum.


" Kakak permisi dulu ya, ada panggilan sebentar". Pamit kak Ega, lalu pergi mencari tempat sepi.


" Hahaha, semoga saja tidak" Jawabku dengan senyum getir.


" Kak Zean udah ngasih selamat belum Ndi?". Ucap Arum yang keceplosan, lalu dia menutup mulut dengan kedua tangannya.


" Ada apa ini, apa ada yang kalian sembunyikan dariku, kenapa pak Zean harus menyelamati Indhi?." Tanya Dita penuh selidik.


" Ya kan dia wali kelas kita, pasti harus ngucapin selamat dong sama murid yang berprestasi." Dalih Arum, sementara aku hanya diam saja.


" Pasti ada sesuatu di antara kalian kan, aku pernah melihat kalian pulang bersama waktu itu." Dita masih tak mau menyerah.


" Kapan?" Tanyaku karena mulai panik.


" Lupa. Sudah lama, aku nggak sengaja liat kamu masuk mobil pak Zean."


" Ah iya waktu itu pak Zean memberiku tumpangan karena kak Ega tak menjemputku."


" Oh gitu, aku pikir kalian ada apa-apanya."


Baru saja bisa meyakinkan Dita tiba-tiba ponselku berdering, sebelum aku mengambil ponselku yang aku letakan di atas meja, Dita sudah lebih dulu menyambarnya, dia menatap layar ponselku, dia menggeleng tak percaya dengan apa yang dia lihat di layar ponselku, sebuah panggilan dari nama Zee dengan dua gambar hati di belakangnya dan yang memuatnya membulatkan matanya adalah sebuah foto yang muncul di tengan panggilan itu.

__ADS_1


" Oh jadi ini, wali kelas yang akan mengucapkan selamat kepada muridnya yang pintar". Ucap Dita sambil menunjuk layar ponselku.


Aku memutar bola mataku dan pasrah karena sudah tertangkap basah oleh Dita.


" Kalian pacaran?" Tanya Dita.


" Iya. Dan maaf merahasiakannya darimu."


" Sejak kapan?" Dita mulai bersemangat.


" Hampir setahun."


" What? Jadi dari sebelum pak Zean mengajar di sini, dari sebelum kita masuk sekolah ini?" Dita terkejut, dia hampir saja melompat dari kursinya.


Aku mengangguk pasrah, aku sudah seperti penjahat yang sedang di interogasi oleh polisi.


" Aku mohon rahasiakan ini ya, hanya kita bertiga yang tau tentang ini." Aku memohon kepada Dita.


" Jadi Arum juga sudah tau tentang kalian?" Dita menggeleng tak percaya.


" Tentu saja, aku yang menjodohkan mereka." Ucap Arum penuh kebanggaan.


" Janji". Pintaku lagi.


" Iya janji." Jawab Dita sambil mengacungkan kedua jarinya membentuk hutuf V.


" Lebih baik kita juga tidak perlu memberi tau Naura". Tambah Dita


" Kenapa?"Aku penasaran.


" Sepertinya Naura menyukai pak Zean, aku pernah melihatnya memotret pak Zean diam-diam, dia juga selalu mencuri pandang pak Zean saat pak Zean sedang mengajar." Jelas Dita.


" Oh ya. Janji ini hanya rahasia kita bertiga ya." Ucapku lagi.


Aku tak terlalu menganggap serius ucapan Dita karena memang semua siswi di sekolah kami hampir semuanya mengagumi kak Zean. Guru muda berperawakan bule dan sangat cakap dengan keterampilan ilmu komputernya.


" Apa yang sedang kalian bicarakan?"


Sebuah suara mengagetkan kami, kami menoleh bersamaan dan mendapati sosok yang tak asing bagi kami.


" Pak Zean."


BERSAMBUNG.....


hay semuanya apa kabar hari ini, semoga kalian semua selalu sehat ya,,

__ADS_1


Aku minta maaf karena hari ini aku hanya menulis 1 eps dan itupun sangat terlambat, semoga kalian tidak bosan dengan tulisanku, jangan lupa untuk menyukainya ya, tulis komentar kalian untuk meninggalkan kritik dan saran kalian, itu sangat membantuku untuk menulis dengan lebih baik lagi.


salam sayang dariku❤❤❤❤


__ADS_2