Lara Cintaku

Lara Cintaku
Bab 47 High School i'm coming


__ADS_3

Pagi ini aku bangun dengan penuh energi, meskipun kemarin sempat bersedih, tapi hari ini aku memutuskan untuk melupakan semuanya, aku hanya akan berkosentrasi dengan sekolahku. Semoga saja demikian ya, karena biasanya aku akan plin-plan dan menghianati diriku sendiri.


Kak Ega mengantarku sampai di depan gerbang sekolah. Aku turun dari mobil kak Ega dan di sambut oleh Arum yang sudah datang lebih awal dariku. Kami memutuskan untuk mendaftar di sekolah yang sama dan kami di terima di sekolah ini bersama juga.


" Putus?" Tanya Arum setelah aku berada di dekatnya.


Semalaman aku menceritakan kejadian yang aku alami hari ini, mungkin karena sudah membagi bebanku sehingga aku bangun dengan penuh energi pagi ini.


" Entahlah, aku belum mengucapkan kata itu. Sudahlah jagan di bahas lagi, mari kita nikmati hari pertama kita. High School, i'm cooming." Aku berteriak dan berlari menuju segerombolan siswa baru yang sudah berada di lapangan sekolah kami.


Agenda di hari petama masuk sekolah tidak terlalu padat, kami hanya di ajak berkeliling untuk mengenal tata letak bangunan di sekolah kami, tujuannya tentu saja agar kami tidak bingung atau tersesat di sekolah baru kami.


" Ini adalah ruangan kepala sekolah, di sebelahnya itu ruangan guru dan di sebalahnya lagi ada ruang BK dan perpustakaan sekolah". Ucap ketua Osis sambil menunjuk beberapa ruangan yang iya sebutkan tadi.


" Ganteng ya ketua Osisnya." Celetuk Arum.


Aku hanya tersenyum mendengar ocehan dari sahabatku dan kembali fokus dengan pengarahan dari ketua Osis kami. Saat melewati ruang kepala sekolah, tiba-tiba mataku seperti melihat seseorang yang sangat tidak asing bagiku sedang duduk di ruang kepala sekolah.


" Kak Zean, apa itu kak Zean, tapi apa yang sedang dia lakukan di sini. Aku pasti sedang berhalusinasi atau mungkin karena aku sedang merindukannya makannya aku berkhayal seperti melihatnya tadi.


****


Setelah 3 hari mengikuti kegiatan MOS di sekolah, akhirnya hari ini kami akan mulai masuk kelas dan memulai kegiatan belajar mengajar.


Aku duduk di bangku peling depan sementara Arum berada di belakangku, dia tidak suka duduk di bangku depan, sementara aku lebih menyukai duduk di meja paling depan jadi meskipun kami bersahabat kami selalu duduk terpisah seperti waktu di SMP dulu.


" Hay, aku Indhi, siapa namamu?"Aku bertanya kepada gadis berkacamata yang duduk di sebelahku.


" Aku Naura."


" Semoga kita bisa berteman ya." Jawabku lagi.


Dia hanya mengangguk, sepertinya dia gadis yang pendiam. Di belakangku Arum juga tengah berkenalan dengan teman sebangkunya yang bernama Dita, sebelum wali kelas datang kami saling berkenalan satu sama lain.


Aku sibuk mencorat-coret bukuku sambil memikirkan kak Zean yang sama sekali tak berniat untuk menghubungiku, mungkin hubungan kami benar-benar sudah berakhir.


"Ndi, Indhi." Panggil Arum sambil menggoyang kursiku.


" Apa?"Jawabku sambil menoleh ke belakang.

__ADS_1


" Itu." Dia menunjuk dengan dagunnya, mengisyaratkan aku untuk melihat ke depan.


Aku kembali memutar kepalaku dan betapa terkejutnya aku melihat siapa yang tengah berdiri di depan kelasku.


" Selamat pagi anak-anak perkenalkan nama bapak Arzean Wijaya, bapak di beri tugas untuk menjadi wali kelas kalian dan kebetulan bapak juga mengajar TIK ( Teknologi informasi dan komunikasi)"


Kak Zean memperkenalkan dirinya sebagai wali kelasku, dia sekarang adalah guruku, hahahah lucu bukan kekasihku menjelma menjadi guruku. Jika aku menulis novel tentang kami pasti akan seru bukan.


" Baiklah bapak rasa kalian sudah saling berkenalan ya, sekarang kita akan membentuk struktur organisasi. Siapa di sini yang berminat menjadi ketua kelas?"


Salah seorang siswa laki-laki mengangkat tangannya.


" Siapa namamu?" Tanya kak Zean kepada siswa yang mengangkat tangan tersebut.


" Bimo pak."


" Oke, jadi bimo yang akan menjadi ketua kelas kita ya, untuk wakilnya siapa yang berminat?"


Lagi-lagi murid laki-laki yang mengangkat tangannya dan bernama Andrea.


" Sekarang untuk sekertarisnya bapak berharap anak perempuan yang akan mengangkat tanganya."


" Indhi." Panggil Arum sambil menendang kursiku.


" Apa lagi?" Teriakku kesal dan berhasil menarik perhatian seisi kelas.


" Kamu, ya kamu siapa namamu?"Kak Zean menunjuk ke arahku dan menanyakan siapa namaku.


" Indhi pak." Jawabku malas yang kemudian di susul suara tawa dari Arum di belakangku.


" Jadi Indhi yang akan menjadi sekertaris kita ya." Ucap kak Zean tanpa menunggu persetujuanku.


Aku hanya pasrah ketika di tunjuk menjadi sekertaris kelas. Awas saja nanti Rum, kamu pasti sengaja tadi kan. Aku terus menggerutu sampai semua struktur organisasi kelas terbentuk.


" Baiklah anak-anak, hari ini cukup sampai di sini, kalau ada yang mau di tanyakan kalian bisa mencari bapak di ruangan guru. Dan untuk Indhi bisa tolong catat nama-nama yang tadi sudah kita pilih ya, sepulang sekolah antar ke meja bapak."


Kak Zean mengedipkan satu matanya dan pergi meninggalkan kelas.


Suara riuh mulai menggema selepas kepergian wali kelas kami, banyak dari murid perempuan memuji ketampanan kak Zean.

__ADS_1


Aku dan Naura memutar tubuh kami sehingga kami berhadapan dengan Arum dan Dita, sepertinya kami akan menjadi teman dekat mulai sekarang.


" Ganteng ya wali kelas kita, kira-kira udah nikah belum ya?"Ucap Dita sambil menopang kepalanya dengan satu tangan.


" Belum lah, masih muda dia baru lulus kemarin." Jawab Arum.


" Emang Arum kenal sama pak Zean?" Naura menimpali.


" Kenal dong, dia itu temen sekolah om aku." Jawab Arum dengan bangganya.


" Terus udah punya pacar belum Rum?" Tanya Dita makin bersemangat.


" Ud.....


Aku menendang kaki Arum sebelum dia mulai mengoceh dan membongkar hubunganku dan kak Zean.


" udah mungkin, pak Zean kan ganteng mana mungkin masih jomblo kan." Kilah Arum pada akhirnya.


Di tengah obrolan kami, Guru matematika datang untuk mengajar.


Kami dengan seksama mengikuti mata pelajaran. Ketika bel istirahat berbunyi aku memutuskan untuk tidak pergi ke kantin bersama ketiga temanku, aku harus mencatat struktur organisasi kelas seperti perintah kak Zean tadi.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, kami semua berhamburan keluar kelas dan pulang menuju rumah masing-masing, tapi tidak denganku aku masih harus ke ruang guru dan menyerahkan catatanku kepada kak Zean.


" Ini pak catatan yang bapak minta." Aku menyerahkan catatanku kepada kak Zean.


" Terimaksih ya, kamu boleh pulang." Jawab kak Zean tanpa memperhatikanku, dia tengah sibuk dengan laptop di depannya


" Sama-sama pak Zean." Aku menekan kata pak Zean di kalimatku.


Aku pergi meninggalkan kak Zean yang masih berkutik dengan laptopnya. Bagaimana bisa dia begitu acuh padaku seolah-olah dia tak mengenalku, dasar menyebalkan.


BERSAMBUNG........


Hye semua, jangan bosan nemenin aku ya untuk melanjutkan kisah Indhi dan Zean..


Jangan lupa kritik dan sarannya agar aku bisa memperbaiki kekurangan novelku..


Salam sayang❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2