LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
RASA INI ! SIAPA DIA ?


__ADS_3

Hari sudah sore, semua karyawan membereskan barang-barang mereka, bersiap akan pulang. Tidak terkecuali Nandin.


Tampak pak Aditya jeluar dari ruangannya, membuat semua karyawan memberikan hormat. Aditya mampir ke meja Nandin, gadis itu juga sedang membereskan barang-barang nya.


"Din, pulang bareng yuk! " Ajak Aditya,


"Terimakasih pak tapi saya bawa motor,"jawab Nandin, ia juga kurang nyaman di lihat karyawan lain. Yang mungkin sudah berfikiran jelek tentangnya.


"Oh gitu, ok Din hati hati ya diluar mendung," Balas Aditya.


"baik pak, terimakasih," Nandin menganggukkan kepalanya.


Aditya pun berlalu, di ikuti oleh pak Gun, pak Gun adalah sekretaris ayahnya. ia membantu Aditya untuk mengelola perusahaan. Karena Aditya memilih tidak memiliki sekretaris jadi pak Gun lah yang disuruh ayahnya membantu dia. Aditya risih jika memiliki sekretaris perempuan, dengan pakaian minim.


 


"Cie ditawarin tumpangan gratis."celetuk Tika teman kantor Nandin.


 


"Apa sih orang aku bawa motor'' jawab Nandin datar.


"hati hati nanti dipermainkan sama bos ganteng," Celetuk Tika.


"Apa sih Tik, " Nandin memilih menghiraukan teman kantornya, yang cukup banyak bicara ituh.


Ia pun pergi meninggalkan Tika yang sedari tadi melihatnya dengan mata nya yang tajam,seakan mengintrogasi.


Awan memang mendung ternyata, tidak lama baru pertengahan jalan hujan turun, Nandin cepat cepat kesamping jalan untuk berteduh di Halte bus.

__ADS_1


Ia menjulurkan tangannya,memejam kan mata merasakan tetesan hujan yang turun,


Bajunya kini sudah basah hampir semua ,ia berteduh karna motornya belum di service, juga rodanya yang gundul membuat ia khawatir berkendara.


Tidak lama ia sedang menggunakan kedua tangannya untuk menopang dagu, sembari melihat lurus ke depan.


"Hujan kan?" Sapa seorang lelaki, dengan badan yang tegap, juga memakai pakaian jas lengkap dengan dasi.


Suara itu meruntuhkan pandangan Nandin, suara yang sudah hampir familiar. Sehingga Nandin pun menengok pada nya.


"Pak Aditya, kok bapak disini?" Nandin kaget hampir tersentak mendapati bosnya ada di depannya.


"Hujan,aku bilang kan hujan kamu gak percaya ayo bareng pulang."ucap Aditya


"Tidak apa pak,saya sudah basah semua lagian saya bawa motor " jawab gadis itu, merasa tidak enak karena kini bajunya sudah bak baju cucian yang belum dijemur.


"Motor nanti dibawa supir kesini Din ,kamu aku antar pulang dulu sekarang" Ajak! Aditya.


"Kamu kunci motor mu,nanti diantar supir saya,kamu saya antar pulang dulu ayo."


Aditya membuka Jas nya lalu memakai kan nya pada Nandin, jarak mereka dekat sekali. Membuat gadis itu mendongak ke atas dan pak Aditya melihat bagaimana gadis itu kaku, Ada rasa yang sama di dada keduanya.


Tatapan Nandin pada Aditya, cukup menunjukan rasa penasarannya.


"Aku seperti pernah merasakan ini,tapi kapan, dimana dan dengan siapa, dan Rasa apa ini." Lirih Nandin dalam hati.


Seketika Nandin membuyarkan lamunannya ia pun tersadar dan Aditya juga seperti merasa tak nyaman.


Aditya menyuruhnya masuk ke mobil,dan supir nya menunggu di halte untuk menunggu motor gadis itu, "Pak, saya minta tolong untuk menunggu motor karyawan saya, nanti bapak antar saat hujan reda saja, terimakasih ya pak" ucap Aditya pada supirnya.

__ADS_1


Nandin sungguh merasa tidak enak sebenarnya pada supirnya itu.


Dimobil Nandin hanya diam karna ia malu baju nya basah,tepat nya ia tidak enak kursi mobil nya basah.


Sesekali Nandin melihat Aditya menggigit bibir bawah nya, seperti tertawa. Hal itu membuat Nandin berpikir bahwa Aditya sedang menertawakannya.


"Din,tidak usah khawatir kursi nya basah nanti bisa dikeringkan, yang penting kamu gak lama kehujanan" celetuk Aditya seperti tau yang gadis itu pikirkan.


"i i iya pak,maaf merepotkan bapak," jawab Nandin terbata-bata.


"ingat saat kita berdua kamu panggil Adit saja" balas Aditya.


"Baik pak, kak adit maksud saya,maaf pak saya belum terbiasa," Nandin malah salah memanggil bosnya itu beberapa kali.


"iya pelan pelan saja"jawab Aditya.


Lampu merah, cukup macet juga jalanan. Membuat Nandin kedinginan karna AC mobil nya kencang sekali. Seakan membaca pikiran gadis itu, Aditya langsung mengecilkan volume AC nya.


Nandin lngsung menengok seraya, tersenyum dan pak Adit membalas tersenyum.


Entah apa yang ada diotak Nandin senyum nya membuat ia menerka nerka seperti pernah tahu, itu senyuman milik siapa.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah dengan baju yang sudah hampir setengah kering, Nandin pun mempersilahkan Aditya masuk.


Saat akan masuk ke rumah Nadin terpeleset di depan pintu dan Aditya menahannya, Mata mereka bertemu satu sama lain, jantung Nadnin bahkan berdegup hampir terdengar suara nya.


"Astaga rasa apa ini Astagaaaaa." Nandin merutuk hatinya, menelusuri ingatannya. Tapi nihil ia menemukan kebuntuan.


Jangan lupa like, komen, vote ya guys ... aku mencintai kalian pokonya. sharanghe.

__ADS_1


Andini_818


__ADS_2