LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
SELEKSI SEKRETARIS!


__ADS_3

 Bau wangi parfum yang segar menusuk hidung Nandin, matanyapun dipaksa terbuka. Suaminya kini sedang memandanginya yang masih dibalut selimut karena dinginnya pendingin kamar mereka.


 ''Sayang, sudah rapih?'' tanya Nandin, melihat suaminya yang sudah mengenakan kemeja, tinggal menanggalkan jas nya dibahunya yang bidang itu.


 ''Iya sayang, hari ini akan ada seleksi untuk sekretaris ku. Karena sepertinya aku akan banyak berlibur menghabiskan waktu bersamamu.'' jawab Aditya.


 ''Sekretaris?'' pikiran Nandin melayang jauh, Sekretaris seorang CEO sudah pasti berparas cantik.


 ''Aku harus ikut, aku akan memilihkannya untukmu.'' Nandin melanjutkan pertanyaannya tanpa menunggu persetujuan Aditya.


 ''Sayang tidak usah, biar aku saja.'' jawab Aditya.


   Tatap Nandin penuh curiga. ''kamu mau memilih sekretaris yang cantik, dengan postur tubuh aduhai kan. Dasar otak lelaki.'' Lirih Nandin dalam hati. Bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi.


 Aditya tertegun melihat tingkah istrinya itu, padahal ia baru saja akan menjelaskan sesuatu. Dan tuan muda itu turun untuk sarapan.


 Aditya tidak mendapati Tama, kata bu Sari anak remaja itu berangkat pagi karena ada ujian.


  Nandin membongkar baju dari kopernya yang belum sempat ia rapikan, dan akhirnya turun ke meja makan dengan wajah masam.


 ''Sayang, kamu kenapa?'' Aditya menanyai wajah muram isrinya itu, yang masih memakai baju kimono.


 Nandin menggelengkan kepalanya yang masih digulung anduk.


 ''Jadi ikut enggak, aku nungguin kamu.'' jawaban Aditya mendapatkan tatapan makin tajam dari Nandin, Nandin berpikir bahwa Aditya tidak sabar atas perekrutan Sekretaris nya itu.


 ''Aku tidak jadi ikut, bajuku belum ku rapihkan.'' jawab Nandin, lalu gadis itu meneguk susu hangat milik Aditya.


 ''Kamu belum lihat kamar disebelah ruang tamu?'' rtanya Aditya.


 Nandin hanya menggelengkan kepalanya lemah.


 ''Bu,  Yun, Ran.'' Aditya sedikit berteriak.


 Bu Sari dan kedua asisten lainnya pun datang menghampiri. ''Kalian belum bilang Non Nandin tentang ruangan itu?'' tanya Aditya .


 ''Belum Den, bibi niatnya hari ini sekalian akan bibi pindahkan ke kamar aden.'' jawab bu Sari.


 Nandin yang tak mengerti percakapan itupun hanya diam lesu.


 ''Sini ikut.'' Aditya menggenggam tangan istrinya itu, dan menariknya. Membuat Nandin mengekor mengikuti langkah suaminya.


 Betapa terkejut Nandin begitu pintu samping kamar tamu terbuka, gantungan dipenuhi baju-baju indah berderet di ruangan itu. Pandangannya tercuri oleh kain-kain dengan model cantik ituh.


 ''Sayang ini punya siapa?'' tanya Nandin.


 ''Ini hadiah dari Mama. Kemarin saat kamu tidur, barang-barang ini datang.'' jelas Aditya!

__ADS_1


 ''Untuku?'' Nandin menyampaikan maksudnya.


 ''Tentu, untuk menantu satu-satunya.''


 Nandin berjalan menyentuh semua baju cantik didepannya. Lalu mengambil baju dress selutut dengfan motif bunga tulip dibawahnya. ''Sayang, aku akan pakai ini.'' Nandin menunjukannya pada suaminya.


 ''Tentu saja.'' jawab Aditya.


 ''Terimakasih ya. Aku sangat bersyukur memiliki kamu dan juga mertua yang baik.'' Kecupan kilas di bibir pun didapatkan Aditya, dari istrinya yang menggemaskan itu.


  Nandin berlari kecil menuju lantai dua rumah itu. Sebari memandang baju yang akan ia kenakan itu.


 Aditya kembali menyantap sarapannya kembali. Nandin kembali dengan sedikit polesan makeup diwajahnya. Tatapan Aditya tidak teralih dari istrinya. Sampai ia harus menyadarkan dirinya.


 ''Kenapa? jelek ya?'' tanya Nandin.


 ''Luar biasa.'' jawa Aditya.


 ''Ayo kita berangkat. Aku tidak sabar memperkenalkan iostri seorang Aditya yang cantik ini.'' Goda Aditya pada istrinya.


 ''Bu, saya berangkat ya. Tolong pindahkan semua pakaian Non di ruangan itu ke kamar ganti saya.'' Titah Aditya.


 Nandin memasangkan jas pada suaminya itu. Dan berjalan bersama menuju mobil yang sudah siap.''Pagi pak Asep?'' sapa Aditya.


 ''Pagi Den, pagi Non.'' jawab mang Asep. Yang dibalas senyum oleh pasangan bos nya itu.


 ''Sayang, kita belum mengunjungiu Mama dan Papa setelah menikah. Aku merasa tidak enak.'' Ucap Nandin.


 Mendengar istrinya berbicara, Aditya menaruh gadgetnya. ''Iya sayang, pilang dari kantor kita k rumah Mama ya?'' tawar Aditya.


 Nandin pun mengangguk antusias.


  Mobil yang dinaiki mereka kini sudah berada didepan perusahaan PT. HOPE . Aditya keluar dari mobil itu, masih dengan menggenggam tangan istrinya.


 Semua karyawan sudah datang dan menyambut kedatangan mereka. Dulu Nandin pernah berjajar di jajaran paling ujung sekali, kini ia yang melintasi semua karyawan suaminya itu. ''Selamat atas pernikahannya pak,'' ucap karyawan lainnya.


 ''Terimakasih ya!'' jawab Aditya.


 lift excecutive terbuka, lift ini adalah lift vvip yang hanya boleh digunakan Aditya pak Sakseno dan tamu dari luar negri saja.


 Nandin menggenggam tangan suaminya, menyandarkan kepalanya di bahu suaminya saat lift sudah ditekan ke lantai paling atas dimana ruangan Aditya berada.


 Sampai keluar dari lift pun, Aditya dengan bangga masih menggenggam tangan istrinya. ''Selamat pagi pak, selamat atas pernikahannya.'' Ucap Ellan.


 ''Terimakasih El, bagaimana sudah hadir semua calon sekretaris saya?''


 ''Sudah pak ada di depan ruang interview.'' jawab Ellan pasti.

__ADS_1


 Aditya melangkahkan kaki menuju ruangan interview. Langkahnya terhambat olehpegangan tangan Nandin. Aditya pun menoleh.'' Kenapa sayang?'' tanya Aditya pada istrinya.


 ''Aku nyusul nanti ya, sayang duluan aja.'' jawab Nandin.


 ''Ok, kalau begitu. El tolong jagain ibu ya?'' perintah Aditya .


 ''Baik pak.''


 Aditya pun melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana para calon sekretarisnya berada.


 Ellan tersenyum sendiri memandang Nandin. ''Kenapa kamu El?''


 ''Tidak apa-apa bu.'' jawab E    llan.


 ''Apaan sih panggil ajah Nandin.'' Nandin menepuk bahu temannya itu, ia ,merasa tidak enak jika harus berubah karena kini menjadi istri bosnya.


 ''El gimana? calon sekretaris bapak bagus_bagus gak?'' tanya Nandin.


 Tatapan Ellan seperti terkejut mendengar ucapan Nandin.''Maaf , aku gak bisa jawab. Bisa lihat langsung ajah nanti.'' Jawab Ellan.


 ''Ah kamu, tidak mau berbagi informasi.'' jawab Nandin lalu meninggalkan Ellan.


  Ellan hanya menatap istri bosnya itu yang menggerutu sendiri.


 Nandin mengetuk ruangan interview itu, lalu langhsuk masuk. Nandinpun terkejut bukan kepalang menatap suaminya dan semua orang yang ada diruangan itu, sehingga membuatnya tidak berkata-kata.


 ''Hallo sayang, sini duduk sini.'' pinta Aditya.


 Mendengar ucapan Aditya semua orang yang ada disana bangun dan memberi hormat pada Nandin.


  Nandin mendekatkan wajahnya pda telinga suaminya itu. ''Sayang kenapa kamu gak bilang, kalu semua pelamar Sekretaris kamu laki-laki?''


 ''Tadi aku mau bilang, tapi istriku ini malah terlanjur bermuka masam. Jadi biarlah, agar ia percaya.'' jawab Aditya, dengan nada menyindir.


 Nandin mencubit pinggang suaminya itu. Membuat Aditya mengulum senyum.


 Interview pun berjalan alot, karena Aditya menginginkan sekretaris yang jujur dan bisa mengimbangi pekerjaannya. Nandin kira ini akan menjadi perekrutan yang panas, tapi ia malah tak enak hati, karena di ruangan itu ialah perempuan satu-satunya. Aditya pun mengakhiri sesi interview dan akan menghubungi yang cocok lewat email.


 Nandin dan Aditya pun keluar dari ruangan, Ellan berdiri dari tempat duduknya. Tatapan Nandin menuju ke wajah Ellan. ''Heh kenapa kamu tidak bilang semua pelamar adalah laki-laki. Tahiu begitu aku tidak usah dandan cantik-cantik.''


 ''Aku kira kamu tahu Din, makannya aku heran pas kamu bilang pelamarnya bagus-bagus atau tidak.'' jawab Ellan.


 ''Jadi kamu pikir aku menikmatinya.'' Nandin mengutyk Ellan dan suaminya, yang tega berprilaku semacam itu.


 Aditya yang tidak mendengar ucapan Nandin dan Ellan pun, membiarkan mereka karena mereka berteman baik. ''Sayang kamu kenapa?''


 ''Aku kasihan pada diriku, harusnya aku tidak dandan cantik-cantik karena cemburu.'' Nandin melangkahkan kakinya lebih cepat.

__ADS_1


 ''Sayang, sayangku.'' Aditya memanggil Nandin, membuat karyawan tertawa kecil. Aditya menyukai keusilannya itu, karena membuat Nandin cemburu.


__ADS_2