LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
TUAN PUTRI & PANGERAN!


__ADS_3

Aditya berjalan memasuki kamar Tama, dan Nandin masuk ke kamarnya.


Aditya melangkahkan kaki dan naik keatas kasur, Tama sudah berada di sisi lain kasur itu dan membelakakangi Aditya.


Aditya merasa Tama belum tidur karena cahaya handphone terlihat dari pantulan dinding.


Aditya berusaha beradaptasi dengan kamar Tama, karena biasa tidur di kingbed, Juga kamar Tama yang hanya memakai kipas angin


"Tam, belum tidur?" Tanya Aditya.


"Kenapa, mau mengendip ke kamar kak Nandin?" jawab Tama ketus


Suasana membuat Aditya canggung, " Dek kakak tahu itu salah, jadi kakak harus bagaimana biar kamu gak marah lagi?"


Tama membalikan badannya menghadap langit-langit kamarnya.


"Kak, kak Nandin itu jarang nangis, dia juga jarang ngeluh tentang hidup. Hidupnya didedikasikan hanya untuk kebahagiaan orang-orang terdekatnya," ucap Tama.


Hal itu mencuri perhatian Aditya, dan lebih fokus mendengar lanjutan pembicaraan.


"Kak Nandin jarang pergi dengan teman-teman nya, bahkan dia sering menghabiskan waktu dengan pekerjaan paruh waktu nya! Aku harap kak Adit gak bikin kak Nandin nangis, aku mau melihat kak Nandin bahagia, tanpa harus susah payah memikirkan hal-hal lain," Lanjut Tama!


"Dek, haruskah kakak cepat menikahi kak Nandin?" jawab Aditya!


Tama melirik lelaki disampingnya itu, "Serius kak?" Tanya Tama antusias!


Aditya mengangguk,"Kakak sudah membuat banyak penderitaan untuk Nandin, kakak harap setelah menikah, kakak bisa membahagiakannya!,"

__ADS_1


Tama menatap Aditya, memberikan kepercayaan untuk menitipkan kakaknya yang berharga itu, kepada lelaki yang dicintainya.


"Aku lega, jika kak Nandin bahagia, dia terlalu banyak berkorban," lirih Tama, kemudian anak itu tertidur.


Aditya melirik Tama yang sudah terlelap, lalu kembali menatap langit-langit dan menyunggingkan senyum.


Lelah hati ini membuatnya terlelap juga, terbawa ke alam mimpi.


***


***


Pagi menyapa, Tama sudah bangun karena akan berangkat sekolah, Aditya meringkukan tubuhnya di atas kasur karena Tama membuka jendela kamarnya.


Jika biasanya angin AC yang menggelitik kulitnya, kini angin alami menusuk dingin di telapak kakinya.


"Dek, udah bangun. Sini sarapan dulu kakak udah masak nasi goreng," ucap Nandin, selagi menaruh nasi goreng buatannya di piring.


Tama menghampiri meja makan, lalu menarik kursi dan duduk disana. Siap menyantap sarapannya.


"Dek, kak Adit belum bangun?" tanya Nandin.


Sorot mata Tama berubah, lebih seperti macan yang siap menerkam. Nandin ngeri sekali melihat tingkah adiknya itu, tapi mengingat kejadian semalam, wajar saja Tama marah.


"Dia meringkuk, kedinginan" jawab Tama.


"Yasudah kamu makan, kakak bangunin kak Adit," Nandin melangkahkan kakinya menuju kamar Tama.

__ADS_1


Sorot mata Tama kembali melihat arah kakaknya. "Dasar, bucin," lirih Tama


Nandin membuka pintu kamar Tama, Aditya meringkukan badannya tanpa selimut. Nandin mendekati ranjang itu dan duduk di atasnya.


Menatap wajah kekasihnya yang sedang terlelap. "Rumahku tidak senyaman rumahmu Jan sayang, kasihan kamu kedinginan," lirih Nandin, menarik selimut untuk menutupi tubuh Aditya, lalu memegangi pipi kekasihnya itu.


Baru saja satu belaian meluncur di pipi lelaki tampan itu, tangan gadis itu sudah disentuh oleh pemiliknya. "Aku nyaman tidur disini, walau tidak denganmu! Berada di atap yang sama membuat ku bermimpi indah," ucap Aditya sebari memegangi tangan Nandin yang sedang membelai pipinya.


Mata lelaki itu terbuka, bola mata warna hitam pekat, yang membuatnya semakin tampan pun terlihat.


"Kamu sudah bangun?" Nandin kaget.


Masih dalam posisi saling tatap, Aditya mencium tangan gadis itu. "Pangeran akan bangun, saat tuan putri membangunkannya," ucap Aditya.


"Haruskah aku memakai gaun sexi, dan kamu datang menjemput dengan kereta kuda?" goda Nandin.


Keduanya pun tertawa bahagia.


Aditya bangkit dari tidurnya, "Aku sepertinya harus bangun, mubazir rasanya melewatkan pagi yang indah dengan tuan putriku," Aditya menyubit hidung Nandin.


"Baguslah! Tuan putri tidak bisa menunggu pangeran tidur lama-lama," ucap Nandin.


Aditya mengangguk, dan keluar dari kamar Tama, langsung memasuki kamar mandi untuk mencuci muka.


***Give away masih berjalan guys, ayo komen dan like. Jangan lupa vote ya.


Andini_818***

__ADS_1


__ADS_2