LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
Pertengkaran Riko dan Aditya.


__ADS_3

Nandin pergi ke kamarnya untuk mandi,


aliran air dari shower menyegarkan badan nya,bau sabun yang menenangkan juga air yang mengalir tepat di atas kepalanya membuat nya berpikir secara tenang dan dingin apa yang Aditya bahas tentang kotak kotak itu dan apa yang Tama maksud.


"Kak cepat lihat isi kotak kotak itu," Tama mengagetkan Nandin sungguh.


"Apa sih de nanti saja kakak cape banget dek,"jawab Nandin sebari membaringkan diri di atas kasur nya lalu terlelap


Tama sepertinya tidak mau mengganggu kakak tercinta nya karena sepertinya kakak nya memang sangat lelah.


Pagi telah tiba 09.00 di kantor.


"Din, disuruh pergi ke rumah pak Aditya untuk setor kerjaan yang di dalam map ini,"Sapa Tika yang masih saja ketus


"Loh ko pak Aditya tidak menghubungiku,"Jawab Nandin


"Mana gue tau,jawab Tika yang sangat ketus tanpa senyum


"Nandin pun melakukan apa yang sudah diperintahkan dan ia pergi ke rumah Aditya


Sesampai nya di rumah Aditya Nandin terkejut ada mobil dokter Arip di depan,,,


Nandin sudah mengetuk rumah Aditya tapi tidak ada sautan sama sekali hingga beberapa menit kemudian bi Sari membuka kan pintu.


"Eh non, maaf lama bibi habis dari atas non den Adit sama den Riko lagi berantem,"ucap bi Sari


"Loh kok berantem Bu,"ucap Nandin kaget.


"Gak tau non,susah dipisah nya dari tadi bibi sudah berusaha,"ucap bi Sari


Bi Sari selalu membahasa kan dirinya bibi padahal aku dan Aditya memanggil dia Bu Sari.


"Ya sudah Bu biar Nandin ajah yang ke atas ya,"jawab Nandin menawarkan diri


"Tapi non apa tidak apa apa?," Bi sari bertanya sedikit gentar


"Tidak apa apa bi kan sekalian saya mau antar berkas penting,"jawab ku


Nandin menuju lantai dua tempat Aditya dan Riko berada.


baru saja Nandin tiba dan ingin mengetuk pintu kamar Aditya Nandin mendengar Dokter Riko dan Aditya menyebut namanya lalu Nandin mengurungkan niat untuk mengetuk dan mendengarkan dibelakang pintu

__ADS_1


"Kenapa Lo lakuin ini ke gue,"ucap Aditya


"gue minta maaf gue gak maksud nipu Lo ataupun Nandin," ucap Dokter Riko


Nandin yang berada di belakang pintu pun bisa membedakan suara mereka karena sudah hapal.


"Lo bilang Lo mau jelasin ke Nandin selama Lo obatin dia 5 tahun lalu,tapi nyata nya Lo sama sekali gak jelasin apapun tentang gue ke dia kan,"Ucap Aditya


"Gue udah coba,gue cuma gak ada kesempatan Dit,"Ucap Dokter Riko


"Lo bukan gak ada kesempatan Lo cuman gak mau jelasin karena Lo mau rebut dia dari gue kan,"Ucap Aditya


Suasana makin memanas Dokter Riko yang biasanya lugu Fany manis akhir nya mengeluarkan amarah nya,dan Nandin semakin bingung dibelakang pintu.


"Iya gue yang salah gue yang gak mau jelasin ke Nandin tentang Lo biar dia lupa sama Lo kalo Lo itu Pacar nya, gue selalu ngerasa bersalah sampai sekarang tapi gue sadarin gue jatuh cinta sama dia dan gue mutusin buat ngunut dan gak pernah bahas tentang Lo,"Ucap Dokter Riko


"Sialan Lo anj***,"Ucap Aditya di ikuti suara pukulan Dug. .Dug. .


Brak Brak Suara pintu terbuka di dorong sedikit keras, Nandin Kaget melihat Aditya yang sedang memukuli Dokter Riko, begitu pun sebalik nya Riko dan Aditya kaget mendapati siapa yang masuk


"Nandin,"Saut Aditya dan Riko bersamaan


"Apa maksud nya tentang yang kalian bicarakan,"Ucap Nandin dengan gemetar sebari memegang amplop coklat


"Din,"Ucap dokter Riko yang juga tak kalah kaget lalu berdiri sebari memegang luka di pelipis nya akibat pukulan Aditya


"Kalian nyembunyiin apa yang enggak aku tahu," Ucap Nandin dia berdiri dengan raut wajah takut dan bingung


"Aku bisa jelasin,"Ucap Aditya memegang bahu Nandin


Nandin melepas pegangan Aditya.


jeda.lama.yang menuntut untuk dipecahkan membuat semua orang Kelu untuk menyusun kalimat yang akan di ucapkan rasanya seperti semua yang akan siapapun keluarkan tidak akan diterima oleh setiap insan di ruangan ini, bingung memulai dari mana kejadian ini sudah konflik dan berlangsung lama.


Nandin berjalan keluar memapah tubuh nya sendiri melewati tangga, menuju ruang tamu utama


"Din aku antar pulang ya ,"Ucap Dokter Riko


"Gue ajah,"ucap Aditya


kejadian ini membuat gempar seisi rumah termasuk bi Sari dan asisten rumah tangga lain nya...

__ADS_1


"Aku mau tau apa yang kalian bicarakan tentang aku,"Ucap Nandin lirih


Aditya tampak kecewa dan meremas rambut nya dengan satu tangan juga Dokter Riko yang mengernyitkan kepala nya.


"Aku mau bilang tapi tidak sekarang, kesehatan kamu lebih penting kamu gak bisa nerima hal yang terlalu berat Din,"ucap Dokter Riko


"Lalu kapan mas sampai mas gak punya kesempatan lagi buat ngejelasin ke aku seperti yang kak Aditya bilang?,"Jawab Nandin


Riko tampak cemas tentang apa yang akan di ucapkan nya dan dampak nya terhadap Nandin , Aditya pun sama tampak cemas nya.


Akhir nya suasana tampak sunyi tidak ada ucapan atau apapun Nandin duduk di sofa ruang tamu, Dokter Riko tampak duduk disampingnya dan Aditya berdiri terpaku suasana hati mereka tampak sama dari raut wajah nya


"Din,aku mau jujur," ucap DokterRiko


Nandin tidak menjawab hanya berfokus pada apa yang akan dikatakan Dokter Riko begitu pun Aditya yang tetap berdiri mematung


"Din, kamu ingat tidak aku merawat mu 5 tahun lalu dan menjadi dokter mu selama kamu pengobatan 1 tahun ituh,"ucap Dokter Riko


Nandin hanya mengangguk.


"Ayah mu mengalami kecelakaan sebelum meninggal,penabrak nya adalah Aditya tapi Adit tidak sengaja kejadian itu terjadi 6 tahun lalu Din saat itu kalian berpacaran saat kamu kelas 1 SMK dan Aditya akan melanjutkan study nya ke Amerika, saat itulah Aditya memintaku untuk menjadi Dokter mu selama kamu menjalani terapi shock mu,"ucap Dokter Riko sebari menggenggam tangan nya sendiri


Nandin tersentak kaget air matanya mengalir sendirinya , begitupun Aditya yang tampak sangat merasa bersalah


"Tapi semua dijalani seperti hukum yang berjalan Din, dan hukum memutuskan bahwa Aditya memang tidak bersalah dan itu murni kecelakaan karena Aditya juga menghindari orang tersebut dia juga terluka parah saat itu,"Lanjut dokter Riko


"Cukup mas tolong cukup,"Nandin menangis menutup mata nya dengan kedua tangan nya tapi masih terdengar Isak tangis nya yang membuat pilu siapapun yang mendengar nya


Suasana hening hanya suara Isak tangis Nandin yang terdengar, siapapun tidak ada yang berani bicara


"Seharus nya aku tidak berurusan dengan orang orang ber uang seperti kalian, seharus nya aku menyadari ini tanpa harus melupakan nya,"Lanjut Nandin dan air mata nya tetap mengalir


"Din, maafkan aku,"Aditya akhir nya berucap


"Aku yang ngerasain kalian enggak, ayah ku yang meninggal bukan keluarga kalian aku yang harus menanggung semuanya pantas aku sangat merasa bersalah pada Tama akibat kelalaian ku mengenal orang dia juga harus kehilangan ayah nya di usia masih kecil bahkan belum remaja"Tangis Nandin semakin getir.


"Din,"Riko memegang tangan Nandin berusaha menenangkan


Nandin melepas pegangan dokter Riko berdiri lalu meninggalkan Aditya dan Riko


Nandin tampak bersusah payah hanya untuk menopang tubuh nya saat berjalan ketika dia harus menerima kenyataan yang menyakitkan

__ADS_1


Siapa yang tida sakit ketika Fakta kenyataan saja ternyata menghianati,lalu siapa di dunia ini yang bisa menerima luka paling parah lebih dari kenyataan yang menyayat...


__ADS_2