
Aku tetap terpaku di tempat ku melihat siapa yang berdiri di depan ku.
"Pak Adit," sapa ku memulai agak berat suara ku mengucap kan nya karna kaget
"Nandin," sapa pak Aditya tak kalah kaget
"Nandin ,"ucap nenek Dokter Riko
Aku tersenyum dan langsung menyalami nenek Dokter Riko, tapi nenek Dokter Riko malah menatap ku dan Aditya bergantian, entah apa atau kenapa aku juga tidak tahu.
"Ayo duduk ,"lanjut dokter Riko sebari menarik ku dari samping Aditya dan nenek
Akhirnya kami duduk melingkar di ruang tamu yang menurut ku memang terkesan besar jika Nenek hanya tinggal dengan cucu nya saja, apa mungkin keluarga ini memang menyukai kemewahan entahlah tapi mungkin karena mereka juga keluarga berada
"Nandin,ini adalah keluarga inti kami, ini Tante Rina, ibu nya Aditya dan ini om Rio adik ibu nya Aditya sedangkan ayah nya Aditya kamu sudah tahu kan mantan CEO perusahaan mu pak Sakseno ?," tanya ayah dokter Riko padaku
Aku mengangguk sebari tersenyum, sungguh suasana menjadi lebih canggung dari yang ku perkirakan, karena kenyataan yang mengejutkan.
"Sayang kamu gak usah malu ya bercengkrama biasa ajah sama kami, kan nanti keluarga ku jadi keluargamu,"ucap dokter Riko sebari dia memegang tangan ku
Aku hanya membalas dengan senyuman, ku tatap mata pak Aditya yang tidak bicara satu kata pun membuat aku jadi panas dingin mendadak.
"Nandin,apa kamu menyukai Riko? ,"Tanya nenek Dokter Riko yang langsung membuat ku terdiam
Sungguh ini pertanyaan yang tidak aku perkirakan sebelum nya,entah mengapa hatiku berat dan menatap kiri dan kanan
"Nek,jangan tanya begitu Nandin kan malu kasian,"jawab Dokter Riko
Ah untung lah aku selamat dari ke senggang an ini berkat Dia.
Sepanjang percakapan yang kami jalani pak Aditya tidak bicara sama sekali.
Tiba tiba Dokter Riko menerima panggilan..
dia izin permisi untuk menerima panggilan itu lalu kembali dalam beberapa menit
"Din,aku harus pergi ada pasien darurat tapi aku bingung bagaimana dengan mu,"ucap Dokter Riko
"oh begitu,tidak apa apa aku bisa pulang sendiri naik taksi,"jawab ku
Dokter Riko tampak bingung lalu melirik Aditya.
"Dit gue minta tolong anterin Nandin ke rumah nya ya Lo tau kan,"ucap Dokter Riko
__ADS_1
Kenapa aku merasa bingung dari ucapan nya seperti dokter Riko tahu bahwa Aditya pernah ke rumah ku,padahal aku saja baru tahu mereka sepupu.
"Iya,"jawab Aditya
Dokter Riko pun pamitan pada ku dan keluarga nya lalu berbalik untuk pergi.
"Din?hati hati ya? ,"dokter Riko berbalik lagi lalu mencium keningku bahkan sebelum aku menjawab
Aku sungguh membatu berdiri menatap semua pasang mata yang ada di ruangan itu yang menatap ku tak terkecuali Aditya.
Aku hanya tersenyum membalas perilaku nya, bukan kah Dokter Riko bilang dia hanya akan berpegangan tangan dengan ku, tapi diluar itu dia memang sedikit lancang terhadap ku beberapa kali ini.
Setelah Dokter Riko pergi, aku pun berpamitan pada nenek ,ayah,ibu dan semua yang ada di ruangan itu untuk pulang.
"Nandin nenek tau ini berat untuk mu,lakukan yang terbaik untuk hidup mu sayang,"nenek memeluk ku dan aku pun membalas pelukan nya sungguh ucapan yang menyisakan tanda tanya ,apa yang berat di pertemuan pertama kami.
Lalu aku menyalami mama,ayah dan yang lain nya.
Di dalam mobil perjalanan pulang Aditya tidak banyak bicara. sampai aku bosan mana jalanan cukup macet.
"Udah lupa kamu sama si Zain,"ucap Aditya membuka percakapan
"enggak kaya gitu ceritanya"jawab ku sedikit menggerutu
"seneng banget dicium Riko,"Lanjut Aditya
"enak banget donk laki laki ke dua nih ya," jawab Aditya
"Maksud nya apa kak Dit?,"jawab ku
Aditya tidak melanjutkan lagi ucapan nya, mata nya merah padam aku melihat raut kemarahan padanya, sungguh ini membuat ku tambah panas berada di dalam mobil bersama nya.
Saat sudah sampai di depan rumah, Aditya memegang tangan ku sebelum turun dari mobil.
"Din,kenapa harus pakai baju ini," ucap Aditya
"baju apa pak,ini baju saya baru pakai saya baru menemukan nya di ruangan ayah saya,"jawab ku
Aditya melepaskan tangan ku pelan pelan,dia menatap ke depan tatapan kosong yang aku rasa jauh sekali tidak ada apa apa dalam tatapan nyata nya.
"Kak ,kak,"sapa ku berkali kali sampai dia kaget
"Sorry gapapa Din,"jawab Aditya
__ADS_1
"Emang kenapa pak dengan baju ini?,"awab ku
"Tidak apa-apa Din, jangan dibahas ya," jawab Aditya
Aku tidak sengaja melihat saputangan yang waktu dipinjam kan padaku oleh Aditya di samping jok dia duduk
aku penasaran dan mengambilnya yang membuat ku penasaran adalah huruf A&N yang sama dengan huruf di baju ku .
"kak, huruf nya sama ya,jaitan nya juga sama warna merah hati,''Ucap ku pada Aditya sambil men jembreng kan kain itu di atas pangkuan ku untuk menyamakan nya dengan huruf yang ada di baju ku.
"Din?,"Aditya menatap dan memegang tangan ku,
Aku tertegun melihat Aditya mengeluarkan air mata di ujung matanya, apa yang ku lakukan ini kali kedua aku melihat kejadian ini.
"kak,kakak baik baik aja kan?,"tanya ku
"Dimana kamu nemuin baju ini Din?,"lanjut Aditya
"Di ruangan kerja ayah, dari dulu kami tidak boleh masuk ke ruangan nya tapi kemarin Tama membersihkan nya,"jawab ku
"apa ada barang barang lain selain ini,"jawab Aditya
Pertanyaan yang lagi lagi menyisakan tanda tanya untukku
"iya banyak kotak kotak sama seperti," aku terdiam sejenak sungguh aku tidak ingin mengatakan nya tapi kotak kotak itu mirip sekali seperti kotak kotak yang diberikan Aditya yang berisi coklat saat dia minta maaf
Ini menyisakan tanda tanya untukku sungguh, Aditya menatapku penuh tanya seperti aku harus mengingat sesuatu tapi apa, hanya kebingungan yang tersisa sekarang.
Karena aku tidak sabar menemukan jawaban aku turun dari mobil dan berterima kasih karena telah mengantar ku,
Aku melihat mata Aditya tidak berhenti mengeluarkan air mata, aku sungguh kebingungan apa yang telah aku lakukan sampai dia begitu.
Aku masuk kedalam rumah ,
"Kak,kakak sudah buka kotak lain yang ada di ruangan ayah?,"baru saja aku masuk Tama sudah menyodori pertanyaan pula yang menambah ku tampak bingung sekali lagi lagi ada orang yang membahas kotak itu
"belum,ini baru mau kakak lihat, barusan kakak habis ngobrol in ini sama Pak Aditya,"jawab ku
"Loh ko sama kak Aditya,Mas Riko kemana?,"jawab Tama
"Dia ada pasien jadi langsung ke Rumah Sakit de,jadi kak Adit disuruh Mas Riko nganterin kakak karena mereka ternyata sepupu,"jawab ku
"Kak,kakak harus lihat kotak itu cepet kak,"Tama antusias
__ADS_1
Aku heran melihat kelakuan Tama,sungguh.
... ... ...