LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
CIUMAN TERPERGOK TAMA!


__ADS_3

Aditya menarik nafas lalu menghembuskan nya. Menatap mata dan juga bibir gadis didepannya. Tanpa sedikitpun make-up menempel dikulit wajahnya, malah membuat Aditya lebih tertarik.


Nandin menyipitkan matanya, karena merasa Aditya terlalu lama menatap.


"Mau bicara apa, gak enak sama tetangga. Ini sudah malam," ucap Nandin.


"Aku mau cerita, tentang sesuatu. Kamu mau dengerin kan?" Pinta Aditya.


Nandin mengangguk,


"Aku selalu ditinggal Mama dan Papa saat kecil. Bahkan saat penyakitku kambuh dan diharuskan dirawat di rumah sakit, hanya ada Bu Sari yang merawatku," Aditya menjelaskan dengan kasih dan mata yang menunduk.


Nandin merasa iba pada kehidupan kekasihnya itu, yang ternyata kaya dan berkecukupan pun, tidak menjadikannya lengkap atas segalanya.


"Aku selalu makan sendiri, sampai aku sering marah. Jika ada orang yang lewat di depanku saat aku sedang makan, aku berharap itu orangtuaku, tetapi bukan. Aku harus menerima kenyataan bahwa aku hanya bisa makan sekitar setahun sekali atau dua kali bersama mereka." Lanjut Aditya.


Nandin pun merasa bersalah juga, karena sebelumnya tidak tahu alasan lengkap tentang sikap Aditya ini.


"Maaf, karena membuatmu tidak nyaman tadi" Ucap Nandin.


Aditya mengangkat kepalanya. Menatap Nandin lekat-lekat. " Tidak, aku yang bersalah. Maafkan aku, karena melampiaskan kebiasaan ku padamu," jawab Aditya.


Nandin mengenggam tangan kekasihnya itu, lalu mengecup keningnya. " kamu belum mandi, pasti belum makan juga kan?" tanya Nandin.


Aditya mengangguk pelan, karena tidak mau membuat Nandin khawatir.


"Kamu mandi dulu gih, pakai baju Tama ya? Dia juga besar kan badannya, sama lah kalian, Aku masakin kamu makan okeh?" tawar Nandin.


Aditya menatap Nandin penuh curiga, "Apa kamu sengaja menahanku disini?" Aditya menggoda gadis didepannya.


"Mana ada, aku hanya menawarkan kebaikan," jawab Nandin ketus.


Nandin membuka gulungan handuk dikepalanya, dan memberikan nya pada Aditya."Kamu gak mungkin pakai handuk Tama, nih handuku saja. Baru aku pakai hari ini untuk rambut," Nandin menyodorkan handuk bekas rambutnya.


Tanpa banyak bicara Aditya menerima uluran tangan Nandin, dan berjalan menuju kamar mandi gadis itu.


Sedangkan Nandin langsung memasak makan malam untuk Aditya, Nasir goreng.


***


Waktu selesai mereka bersamaan, Nandin selesai masak, dan Aditya selesai mandi. Nandin hampir pingsan saat kaget melihat Aditya keluar hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Tubuhnya yang indah, membuat Nandin salah tingkah.


"Sayang, bajunya mana?"

__ADS_1


"Oooo sebentar" jawab Nandin.


"Tam, kamu sudah beres makan? minta baju untuk kak Adit.


"Iya kak, adek ambil kan," jawab Tama, langsung berlari ke kamarnya.


Aditya berjalan mendekati Nandin,"Kamu masakin nasi goreng?" tanya Aditya, melihat sepiring nasi goreng di meja makan.


Nandin dengan gugup menjawab,"iii ya,"


"Kamu kenapa?" Aditya menatap Nandin penuh tanya.


"Kamu harus menutup wajahmu, agar tidak membuat dosa," Nandin berkata pada Aditya, sebari menutup wajah Aditya dengan kedua tangannya. Tetapi matanya tertuju pada roti sobek di bagian perut kekasihnya itu.


"Astagfirullah," lanjut Nandin, menahan diri.


"Sayang kamu ngapain sih," Aditya menurunkan tangan Nandin.


"Kak ini bajunya," Tama datang dan menyodorkan baju untuk dipakai Aditya.


"Makasih ya Dek," jawab Aditya, sehari mengambil uluran baju dari tangan Tama.


"Sayang aku ganti dimana?" ucap Aditya pada Nandin.


Aditya mengangguk dan menuju ruangan itu.


Aditya memasuki ruangan kerja ayah Nandin, foto besar yang terpampang mencuri perhatian Aditya.


Foto ayah Nandin juga ibunya, dan juga Tama. Terlihat sangat bahagia di foto itu. "Ayah, aku janji akan menjaga Nandin sampai kapanpun. Tidak akan membuatnya sedih lagi," ucap Aditya di depan foto itu.


Setelah berganti pakaian Aditya keluar dari ruangan itu. Dan langsung menuju meja makan. "Makan dulu," ucap Nandin, juga menyodorkan segelas minum air putih didepannya.


"Sayang, aku hanya makan masakan mu saja. Selain masakan Bu Sari, karena saat di Amerika aku kebanyakan beli junk food saja, karena aku biasa makan sendiri," ucap Aditya.


"Mulai sekarang kamu jangan makan junk food lagi ya? Aku marah kalau kamu makan itu terus, gak baik buat kesehatan," Jelas Nandin!


Nandin diam dan menatap Aditya melahap masakannya. Saat Tama membesarkan volume televisi pun, Nandin akan teriak dan menyuruhnya mengecilkan.


Aditya tertawa dibuat gadis itu. "Tidak apa-apa, aku akan belajar makan dengan suara, toh aku juga akan selalu makan bersama mu nantinya, jadi aku tidak perlu khawatir makan sendirian,"


Nandin meneteskan air matanya, rasa khawatirnya tadi siang kini sudah sirna. Aditya pun berjanji untuk selalu makan bersama.


Diluar rumah terdengar suara hujan menyeruak, benar saja suara petir terdengar diantaranya. Aditya menyelesaikan makannya dan menengok ke arah luar,

__ADS_1


"Aku khawatir kamu pulang meskipun memakai mobil, hujannya sangat tidak bersahabat," ucap Nandin, sebari berdiri di samping Aditya, menyaksikan hujan yang lebat dari balik kaca.


"Jadi bagaimana?" jawab Aditya.


"Nginep ajah kak, tidur sama aku." Tawar Tama.


Nandin dan Aditya langsung bertatapan dan menggaruk kepala masing-masing.


"Ok lah kalau kalian memaksa," Aditya bahkan tidak menolak dan langsung duduk dikursi menonton tv bersama Tama, diikuti Nandin yang juga duduk dikursi yang sama.


Suara petir terdengar lebih keras, kilatan cahaya bahkan terlihat dari balik kaca rumahnya. Membuat Nandin memegang ujung kursi dengan lebih keras! Matanya yang terpejam dan giginya yang mengigit bibir bawah, cukup membuktikan bahwa gadis itu sedang ketakutan.


Aditya yang melihatnya sekilas langsung menegang tangan kekasihnya, memberi pegangan yang menenangkan. "Are you okay?"


Nandin mengangguk, karena merasa lebih baik dari sebelumnya.


Tama rupanya terlelap tidur di kursi panjang, sedangkan Nandin dan Aditya masih menonton Tv, Tama dan Nandin memang senang mengoleksi film action. Tetapi kali ini film nya ada adegan kiss romance, membuat Nandin dan Aditya merasa gerah padahal hujan sedang lebat.


"Kamu sudah mengantuk?" Tanya Aditya.


"Aaa ku? aku?" jawab Nandin gelagapan.


"Aku tidur duluan ya, kamu bangunin Tama dan tidur saja dikamarnya," lanjut Nandin,


Baru Nandin akan berdiri, tangan yang sedang dipegang Aditya pun ditariknya kembali. Membuat gadis itu kembali duduk,


Tanpa aba-aba, Aditya mencium bibir Nandin, Nandin memejamkan matanya karena sontak kaget.


Aditya meletakan kedua tangannya di pinggang Nandin, sedangkan Nandin mengalungkan tangannya di leher Aditya, masih dengan posisi bibir saling memagut, Suara petir pun membuat Nandin lebih mengeratkan pegangan tangannya, tanpa melepas ciumannya.


"Kakak, kak Adit," ucap Tama.


Suara itu membuat Nandin dan Aditya melonjak, kedua insan itu lupa bahwa ada Tama yang tadi sedang tertidur! Kini adik gadis itu terbangun membelalakan matanya, memergoki kakaknya yang sedang dimabuk cinta.


"Dasar, udah tau ada adiknya. Kalian memaksakan kehendak," ucap Tama sambil berdiri.


"Kak Adit tidur di kamarku, kak Nandin masuk ke kamarmu kunci dari dalam, kalian nakal," Tama berlalu melewati kakaknya juga Aditya tanpa permisi.


Nandin menepuk jidatnya, juga Aditya yang malah tertawa.


"Sana kamu masuk kamar Tama, keburu dia ngamuk," perintah Nandin.


Aditya masuk ke kamar Tama, dan Nandin ke kamarnya. Suara senangnya campur aduk dengan rasa khawatir bagaimana harus menghadapi adiknya itu besok!

__ADS_1


Guys give away masih ada, yuk like dan komen semenarik mungkin. Dan dapatkan hadiahnya🌺 ANDINI_818


__ADS_2