
Penerbangan yang menghabiskan waktu sampai dua puluh enam jam ini, membuat Nandin lelah dan tidak fokus. Aditya menggenggam lengan istrinya yang tampak cape.
"Sayang langsung ke hotel ya?." ucap Aditya, dan dibalas anggukan oleh Nandin.
WELLCOME IN BIRMINGHAM BRITANIA RAYA
Kata-kata sambutan di pintu kedatangan tampak dibuat segemerlap mungkin di pintu masuk bandara.
Walau lelah, tampak wajahnya yang sangat senang! Gadis itu menghirup udara yang sejuk.
Diperjalanan menuju hotel Nandin membuka matanya lebar-lebar. Sangat exicted menikmati pemandangan laut yang indah di Britania.
"Akhirnya." Lirih Nandin, air mata bahagia menetes dari ujung matanya.
Aditya hanya melihat wajah istrinya yang sangat gembira, hanya karena pergi liburan ke negara Eropa ini.
Sesampainya di hotel, Nandin dibuat terpaku dengan keindahan eksterior dalam hotel, dengan desain mewah yang modern.
Seorang Receptionis memberikan kunci kamar nomor 116 berada di lantai 5 hotel itu.
Sesampainya dikamar, terdapat banyak sekali bunga mawar putih berbentuk hati. Rupanya ini adalah pesanan spesial dari Aditya untuk memberi kejutan untuk istrinya.
Kamar dengan pasilitas bintang lima, pemandangan yang langsung menghadap ke laut. Ini benar-benar impian Nandin.
"Sayang, terimakasih untuk semua ini?" ucap Nandin, memeluk suaminya dengan sangat erat.
"Tentu, akan kulakukan apapun untukmu." jawab Aditya.
Tidak menunggu waktu lama, tanpa menunggu persetujuan Nandin. Aditya memegang bagian belakang leher istrinya, lalu mencumbu bibir tipis miliknya itu.
Nandin yang tidak sempat mengelak hanya membalas perlakuan suaminya itu. Aditya sangat bergairah, padahal ia baru saja mendarat dan masih lelah.
Coat yang dipakai istrinya dilepasnya. Lalu membuka kancing baju yang dikenakannya itu, tanpa melepas ciumannya. Nandin dengan santai mengikuti alur suaminya itu.
Sampai keduanya berpindah posisi dari berdiri, kini mereka berada di atas ranjang yang penuh dengan bunga mawar putih tanpa duri.
Aditya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kini tidak ada benang ditubuh mereka. Cumbuan Aditya di tubuh Nandin tidak terlewat, sampai menyisakan stempel merah di bagian dadanya.
Hari pertama di Britania raya, di taklukan Aditya sesuai ekspektasi nya.
Tatanan mawar putih yang tertata rapih. Kini sudah berantakan berpadu dengan tubuh pasangan itu.
Nandin dan Aditya terlelap, usai melakukan pertempuran pertamanya di negara orang. "Sayang, mau mandi bareng enggak?" lirih Aditya ditelinga istrinya.
__ADS_1
Masih dalam posisi memeluk istrinya dari belakang, dan tubuh mereka hanya ditutupi selimut hotel itu. "Aku cape sekali, nanti saja habis tidur ya?" jawab Nandin, dengan suara pelan. Karena rupanya gadis itu sangat kelelahan.
"Baiklah, aku juga senang di posisi ini." Jawab Aditya kembali, dan mengecup kepala belakang istrinya.
Nandin yang menerima perlakuan itu dari suaminya, langsung merubah posisi tidurnya. Kini mereka berhadapan dan saling memeluk. Nandin membenamkan wajahnya, di dada suaminya yang bidang itu!
Aditya dengan sigap memeluk erat tubuh istrinya. Keduanya pun tidur terlelap.
***
***
"Hai sayang." Sapa Aditya begitu Nandin membuka matanya.
"Hai, jam berapa ini?" tanya Nandin, melihat bagian luar hotel ternyata masih gelap.
"Kamu jetlag ya? ini baru jam 7 malam. Ayo mandi kita makan malam!." Ajak Aditya!
Nandin baru tersadar ia masih berada dibalik selimut. "Jam berapa kira-kira di Indonesia?"
"Jam dua siang." jawab Aditya.
Nandin meraih handphone nya begitu suaminya menjawab. Suara panggilan langsung terdengar berdering dari balik telpon itu.
"Hallo kak?" suara Tama terdengar menyapa.
"Sudah kak, ini baru saja pulang. Mau makan siang." jawab Tama.
"Oh yasudah, kakak juga mau makan malam disini. Jaga kesehatan ya?" ucap Nandin kemudian
"Iya Kak, Kakak juga." jawab Tama.
Lalu panggilan itupun berakhir. "Sayang, kamu khawatir Tama? tanya Aditya.
"Iya sedikit, aku belum pernah meninggalkannya." jawab Nandin.
"Lain kali kita liburan bawa Tama ya?"
Nandin mengangguk, melihat suaminya yang berpikiran terbuka
Aditya pun langsung menggendong istrinya ke kamar mandi. Kamar mandi yang sedari mereka sampai, baru terjamah sekarang. Rupanya Aditya sudah mengisi bathtub dengan air hangat, dan Nandin langsung ditaruhnya di dalam sana.
"Mau main gosok-gosokan?" tawar Aditya.
__ADS_1
"Aku lelah sayang, laper juga." jawab Nandin.
"Aku tidak mengajakmu melayaniku, hanya mandi bareng sayangku." jawab Aditya.
Nandin pun malu, dan menggigit bibir bawahnya. Aditya mengacak rambut istrinya, yang terendam sebagian didalam bathub.
Tidak ada drama didalam kamar mandi, mereka hanya berendam bersama selama 10 menit, lalu menyelesaikan mandinya.
Nandin berganti pakaian, begitupun Aditya. Baju merah selutut menjadi pilihan gadis itu, bibir dengan polesan lipstik merah juga menjadi pilihan. Sedangkan Aditya memilih Jaz hitam yang mengkilat.
Nandin sebenarnya penasaran, mengapa Aditya harus berpakaian formal, padahal hanya akan makan malam saja.
Mereka berdua turun dari lantai lima, menuju lobby utama, dimana restaurant itu berada.
Nandin yang mengurai rambutnya, menarik perhatian orang-orang turis mancanegara, dengan kecantikan Asianya.
"Sayang aku malu." Bisik Nandin pada suaminya!
"Aku bangga." jawab Aditya, menjawab kegundahan istrinya.
Gadis cantik yang menggenggam lengannya, menjadi perhatian banyak orang karena enak dipandang. Dan Aditya bangga akan itu, karena ia pemiliknya.
Seorang pramusaji membukakan pintu yang menuju sebuah restaurant private. Nandin mengekor suaminya. Didalam ruangan itu, hanya ada dua kursi saja.
Aditya menarik kursi dan menyuruh Nandin mendudukinya. Lalu Aditya duduk di bagian lain. "Sayang, aku nyiapin ini karena sebelumnya aku tidak melamarmu dengan pantas. Aku mencintaimu." ucap Aditya.
Mendengar ucapan cinta dari suaminya, membuat Nandin bahagia. "Aku bersyukur atas segalanya, sampai detik ini aku sangat mencintaimu." jawab Nandin.
Aditya benar-benar menyunggingkan senyum terbaiknya, Nandin tidak menyangka Aditya bisa seromantis ini. Tapi disisi lain Nandin sebelumnya berfikir, bahwa Aditya memang tidak bisa makan dengan banyak orang, karena itu ia memesan ruangan pribadi.
Seorang pramusaji datang dan menaruh dua piring steak tenderloin di meja mereka. Lalu dua gelas cantik dan menuangkan wiski di gelas itu. Tidak lupa untuk makanan penutup, Dessert yang tampak mewah nan lezat, dengan caramel yang menggulung di atasnya. "Waaahhh.... beautiful cake." Lirih Nandin, melihat betapa cantiknya kue didepannya.
"Yes Mrs, this special for you." jawab pramusaji itu.
"To me?" tanya Nandin kembali.
"Ya, because today you same with the cake! Beauty." lanjut pramusaji itu.
Mendengar pujian untuk istrinya itu, Aditya merasa di atas angin. Karena tidak salah memilih istri yang memang cantik luar dalam.
"Thankyou." Kini Aditya yang menjawab.
Selesai menyelesaikan tugasnya, pramusaji itupun pamit dari ruangan itu. Nandin dan Aditya pun mulai menyantap makan malam mereka. "Bagaimana rasanya?" tanya Aditya.
__ADS_1
"Enak, karena aku menikmatinya bersamamu." jawab Nandin.
Sikap Nandin yang selalu melibatkannya, membuat Aditya sangat merasa dibutuhkan.