LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
PERTEMUAN KELUARGA Dr. RIKO !


__ADS_3

 Hari ini adalah hari pertama, dimana Nandin menjadi pacar pura-pura Dokter Riko. Nandin tidak berhenti berdo'a agar semuanya baik-baik saja. Semoga hatinya kuat, Nandin tidak mau sampai orangtua Dokter Riko sakit hati.


Nandin berulang kali meyakinkan dan mendoktrin diri, memberi pembelaan pada hati. Bahwa semua yang ia lakukan semata-mata untuk Tama. Adik semata wayangnya itu, benar-benar membutuhkan penopang hidup yang tidak lain adalah dirinya!


***


***


 Dokter Riko menjemput Nandin dari kamar Tama, sekaligus membawa suster untuk menemani Tama. Nandin begitu gelisah sampai akhirnya, tekad dan keyakinannya membuat ia melangkahkan kaki juga.


 Nandin dan dokter Riko sampai di rumah orangtuanya, saat pertama kali Dokter Riko membuka kan pintu nya dingin AC menyentuh kulit gadis itu, wangi ruangan wangi berbau mint menembus hidungnya, rasa dingin di tubuhnya semakin menjadi terlihat dari tangannya yang sedikit gemetar, saat ibu Dokter Riko menyapa dan mempersilahkan nya masuk.


"Hai Nandin, bagaimana kabar kamu sayang?" tanya ibu dokter Riko dan memeluk gadis itu. Pelukan penuh arti,untuk seorang wanita yang dicintai anak semata wayangnya itu. Rasa bersalah menyergap hati Nandin.


"Alhamdulillah Bu baik,"jawab Nandin seraya mencium tangan nya.


"panggil Mama sayang, Mama",ibu Dokter Riko mengulang.


"Baik Ma,"jawab Nandin masih canggung.


Ini kali pertama Nandin bertemu dengan ayah Dokter Riko, sungguh lebih canggung daripada bertemu dengan ibunya, ayah Dokter Riko seperti nya pendiam dia cukup dingin saat menyapa gadis itu, dia hanya mengulurkan tangan nya saat Nandin memperkenalkan diri dan akan menyalaminya.


 Tapi sepertinya ibu Dokter Riko menyenggol tangan lelaki paruh baya itu, Dokter Riko juga berdehem seperti memperingatkan.


"Sayang kamu tunggu disini ya,aku ganti baju dulu",Ucap Dokter Riko


 Nandin melongo saja saat Dokter Riko lihai mengucapkan kata sayang tanpa hambatan, dia cukup pintar berakting rupanya. Nandin berusaha memaksakan lidahnya yang kelu untuk menjawab ucapan Dokter Riko.


"iya sayang,"  kata-kata itu akhirnya terlontar dari mulut Nandin.


 Dokter Riko tersenyum memperlihat kan giginya lalu mengedipkan sebelah mata, gadis itu sungguh ber istighfar di dalam hati entah apa yang merasuki lelaki didepannya.


Dokter Riko pun pergi ke ruangan lain yang entah ruangan apa, karna terlihat di rumah nya banyak sekali pintu dan dekorasi Vintage, tapi saat masuk dari garasi tadi ruangan nya modern Nandin rasa ibu Dokter Riko lah yang suka mendekorasi ruangan.


"Cie cie sayang sayangan,"ucap ibu Dokter Riko membuat pipi Nandin merah, malu


Disela pembicaraan,rupanya ibu dokter Riko sudah tahu tentang kehidupan Nandin, kemungkinan pasti dari Dokter Riko. Sikap santun yang dimiliki Dokter Riko sudah pasti dari ibu dan ayahnya.


"Sayang, ibu bahagia sekali ini pertama kalinya Riko membawa perempuan ke rumah,"Ucap ibu dokter Riko, menjelaskan tentang anaknya yang tidak pernah membawa gadis lain pulang ke rumahnya.


 Nan din sepertinyacanggung sekali ia tidak menjawab apa_apa, dan hanya fokus mendengarkan.

__ADS_1


"Ibu sangat senang, akhirnya Riko menemukan pujaan hatinya, dia anak kami satu satunya kami sangat menyayangi nya," Lanjut ibu dokter Riko.


 Terdengar pintu ruangan yang dimasuki dokter Riko tadi terbuka. Rupanya Dokter Riko sudah ganti pakaian,betapa terbelalak Nandin kaget melihat lelaki itu memakai baju putih polos pakaian rumahan , baju atasan yang dikenakan nya membuat gadis itu gagal fokus, karna aku teringat kemarin tentang roti sobek yang ia lihat.


"Hei kamu kenapa bengong liatin aku,"Sapa Dokter Riko, yang melihat Nandin menatapnya tanpa kedip.


"Riko ganteng ya?'' tanya ibu Dokter Riko


"Iya ganteng,"jawab Nandin ceplos. Saat tersadar akan ucapannya Nandin langsung menutup wajahnya . Membuat Ibu Dokter Riko tertawa, juga Dokter Riko yang terlihat mengulum senyumnya. ''Jangan malu-malu, kamu akan lebih sering melihat ketampananku,'' Jelas Dokter Riko! Lalu mengacak poni Nandin.


 Nandin sungguh malu sekali, dan berusaha menyembunyikan rasa malunya, dengan membenahi poninya yang di acak Dokter itu.


  Ibu Dokter Riko mengajak makan siang bersama.


 Setelah ibu dan ayah Dokter Riko berjalan duluan. Kini giliran Nandin dan Dokter Riko. Lelaki itu menyuriuh Nandin jalan duluan, lalu baru dia mengekor dibelakangnya. ''Apa aku benar-benar ganteng Din?'' tanya Dokter Riko. Membuat Nandin mempercepat langkahnya, tanpa menjawab.


 ''Haruskah aku pakai baju seperti ini setiap hari?'' goda Dokter Riko lagi, kini lelaki itu berbisik di dekat daun telinga Nandin. Membuat Nandin langsung berbalik dan hampir saja Dokter Riko mkenabrak wajah Nandin dengan wajahnya.


 Nandin pun merasa canggung dan melanjutkan kembali langkahnya.


 Nandin begitu kaget saat membuka ruangan yang dituju, ternyata mereka akan makan siang di ruang tengah yang menuju ke dalam, terdapat kolam renang, juga tangga menuju lantai dua dan tiga, ini rumah yang besar sungguh, padahal mama Dokter Riko bilang mereka hanya tinggal bertiga untuk keluarga inti.


"Silahkan duduk sayang",ucap dokter Riko menarikan kursi untuk Nandin. Nandin merasa Dokter Riko teramat mudah mengucapkan kata-kata sayang itu. Padahal Nandin butuh keberanian sekuat tenaga untuk mengatakannya.


"Terimakasih "jawab Nandin tidak ditambah embel embel.


Beberapa asisten rumah tangga menghampiri untuk menuangkan minuman, tapi Nandin gerak cepat dan meminta agar ia saja yang melakukan nya.


"makan yang banyak sayang,jangan sakit biar kuat jagain Tama"Ucap Mama dokter riko


"terimakasih Ma, sudah sangat memperhatikan Nandin dan Tama,"jawab Nandin. Terharu dengan perhatian orangtua pacar pura-puranya itu.


 Lalu Nandin mengambil alih untuk menuangkan nasi pada piring anggota keluarga Dokter Riko, ia mengurutkan nya pertama ku menuang ke piring ayah Dokter Riko lalu Mama, lalu Dokter Riko. Setelah itu dokter Riko mengambil alih dan menuangkan pada piring Nandin, lagi-lagi membuatnya canggung sekali.


Mama dan ayah dokter Riko mengambil masing masing Lauk pauk nya, dokter Riko menanyai Nandin untuk lauknya. Tidak ada udang sama sekali, Dokter Riko mengetahui tentang alergi udang yang diderita Nandin.


"aku ingin makan ikan saja, ikan Indosiar"jawab gadis itu polos.


Seketika ayah Dokter Riko tertawa, sungguh sepertinya tertawa yang nikmat, ternyata ayah Dokter Riko bisa tertawa ,Nandin menggigit bibir bawahnya dan menengok ke Dokter Riko, yang sedang mengatup bibir nya seperti menahan tawa ,Mama juga tak kalah tertawa dengan ayah akhir nya Nandin hanya mampu ikut tersenyum saja ,akibat tragedi ikan terbang saat pertama makan siang mereka.


Setelah makan siang selesai ibu Dokter Riko mengajak Nandin ke ruangan pertama tadi,  memang ruangan husus menerima tamu.

__ADS_1


"Sayang ini foto kecil Riko," Mama memperlihatkan Dokter Riko saat kecil. Dari album foto yang terlihat usang, namun foto-fotonya masih indah.


 Ketika Nandin sedang asik membuka foto-foto di album itu. Dokter Riko dan ayahnya ikut bergabung. Merasa penasaran dengan sebuah foto yang ia lihat, kemudian Nandin menanyakannya pada ibu Dokjter Riko.


"Mah ini siapa?"  Nandin menunjuk foto anak kecil dengan gigi ompong nya. Tersenyum sebari mengunyah gula-gula.


 Lalu mama terbahak tertawa'' ini Riko sayang waktu umur 6 tahun dia tidak punya gigi"jawab mama membuat  Nandin ikut tertawa juga.


 Kini giliran Dokter Riko menutup wajahnya nya, dengan tangan nya malu malu.


"RM itu nama dokter Riko yah ma"lanjut Nandin, melihat topi yang dikenakan Dokter Riko berinisial RM.


"Iya sayang itu RM nama Riko dan gabungan dari ayah nya RIKO MAHARDIKA"jawab mama.


Setelah kami selesai berbincang Nandin pun pulang dan tidak lupa pamitan, Mama lagi-lagi memberikan pelukannya dan mengucapkan terimakasih telah datang, lalu ayah Dokter Riko saat Nandin Salami dia bilang sesuatu, hampir berbisik di daun telinga gadis itu.


"Din adem ayem ya sama Riko, ayah dan mama sudah mau cucu soalnya"ucap ayah Dokter Riko


membuat Nandin bergidik dingin darahnya seperti adrenalin sungguh' pertanyaan yang membuat jantung bisa berhenti.


 Dokter Riko melemparkan tatap penasaran, tentang apa yang ayahnya ucapkan. Sehingga membuat raut wajah Nandin pucat.


 Nandin hanya tersenyum dan mengangguk ,setelah salam ia pergi keluar rumah dan Dokter Riko menggenggam tangan gadis itu sepanjang berjalan sampai ke mobil, rupanya mama dan ayah masih berdiri memperhatikan mereka. Terlihat senyum mereka yang mengembang seraya melambaikan tangan saat Nandin dan Dokter Riko , berada didalam mobil dan siap meninggalkan pekarangan rumah mereka.


"Hari ini luar biasa Dok, aku kira aku akan sangat gugup"ucap Nandin saat diperjalanan pada Dokter Riko


"kamu juga  luar biasa, aku harap kita akan seperti ini sesungguh nya"jawab Dokter Riko


jawaban yang menyisakan tanda tanya. Membuat Nandin  hanya diam dan menatap ke depan..


Di mobil Dokter Riko menyetel lagu melow, Nandin berusaha mengingat lagu itu. Tapi tidak ingat dimana pernah mendengarnya. Nandin juga menikmati lirik-demi lirik begitupun Dokter Riko.


 Mereka seperti menikmati hari yang benar-benar luar biasa.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA.


UNTUK MENDUKUNG AUTHOR MENGEMBANGKAN CERITA,


SALAM CINTA DARI KU.


ANDINI_818

__ADS_1


__ADS_2