LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
TAMA & DALGONA COFFE.


__ADS_3

Nada suara Aditya makin tidak terdengar, makin hilang tenggelam dengan isakan tangis na yang mulai bersuara, tangan nya tampak menyeka kedua sudut mata nya.


Nandin tak terkecuali, larut dalam keadaan ini. Matahari hampir tidak memancarkan cahaya na, angin lembut terasa menyapu permukaan kulit, senja sudah akan dimulai karena langit mulai terdapat away abu dan cahaya jingga di balik nya.


"Ayo kita pulang" Nandin mengajak Aditya pulang setelah mereka menemui orang yang ingin sekali mereka temui hari ini, yang satu merindukan yang satu ingin meluruskan, tetapi keduanya memiliki arti sama, sama sama ingin memiliki sandaran untuk solusi keadaan.


Aditya tampak hanya mengangguk saja, diperjalanan pulang mereka berdua hanya tersenyum lega di iringi lagu lembut yang terdengar dari mobil itu.


Setelah hari yang melelahkan, dan sapuan angin malam yang mulai berhembus, malam yang mulai gelap, dan lampu yang mulai menggantikan cahaya mentari akhirnya Nandin sudah sampai di rumah nya. "Terimakau ya Dit." ucapnya.


"Sama-sama." Jawab Aditya yang memandangi gadis itu turun dari mobilnya. Untuk pertama kalinya senyuman melengkung di bibir wanita yang pernah menjadi kekasih nya itu, senyuman yang ringan tetapi membawa banyak sekali arti bagi siapapun yang melihat nya niscaya ia akan terpikat.


Nandin berdiri di depan pagar rumahnya memandangi mobil yang melaju yang baru saja ia tumpangi. "Kak ngapain berdiri ayo masuk." Tama mengagetkan Nandin yang baru saja memandangi sebuah mobil dengan raut wajah senang karena sedikit beban nya berkurang walau beban lain datang.


"Astaga kaget kakak, dari mana kamu de?"


"Dari warung beli susu sama kopi."


"Kamu beli kopi? buat apa?." Nandin bertanya serius, karena Tama bukan anak yang suka ngopi.


"Mau bikin minuman yang kata orang-orang lagi viral itu loh kak."


Nandin menaikan sebelah alisnya lalu menggandeng tangan adiknya dan masuk ke pekarangan rumah mereka.


"Kakak mandi dulu ya, oyah ajak kakak bikin minuman yang kamu sebutin itu ya"


Nandin mengucap nya dengan nada sedikit mengejek, adiknya itu orang yang tidak peduli pada trend dan lebih pendiam sekali pada siapa pun, aneh saja jika dia mau membuat sesuatu yang disebutnya viral itu.


Nandin kemudian kembali setelah menyelesaikan mandi nya, mendapati adik nya yang hanya terdiam menonton tv di ruang tamu. "Dek, kamu ngapain katanya mau bikin minuman viral itu."

__ADS_1


"Ya nunggu kakak, katanya mau liat bikin nya"


Dengan sigap Tama bangun dari duduk nya di ruang tamu, berjalan menuju dapur bersih di rumah nya di ikuti Nandin yang antusias ingin melihat cara bikin minuman yang di bilang Tama.


Semua bahan sudah ada di atas meja makan, kopi instan bubuk, susu cair putih, gula pasir dan air panas di termos. "Kak ini tuang kopi nya, tambah kan gula 3 sendok, air panas 4 sendok kakak aduk terus jangan berhenti."


Tama memberikan perintah terhadap kakak nya. "Lah terus kamu ngapain dek?."


"Nandi adek mukulin es batu kak biar pecah, kan katanya kakak mau belajar bikin ini" kata Tama pada kakaknya.


Nandin mengangguk mengiyakan, mulai mengaduk bahan bahan yang di ucapkan Tama, dan Tama mengambil es batu dari lemari es nya untuk dipecahkan.


"Kak sudah belum?." Tama menyapa kakak nya yang berhenti mengaduk.


"Sudah, begini kan?."


"Ini sudah di aduk de astaga."


"Bukan begini nona cantik." jawab tamat ketus, mengambil pekerjaan kakaknya itu.


Dengan khidmat dia mulai mengaduk kopi dan gula itu dengan kekuatan penuh, dan hasilnya mengental sesuai dugaannya, raut wajah bahagia terlihat di bibir Tama melihat hasil yang dia harapkan.


Nandin diam fokus memperhatikan adiknya, bak Barista handal yang sedang menyajikan kopi untuk pengunjung nya.


Tama mengambil alih semua yang harus dilakukan nya, mengambil gelas putih tinggi lalu memasukan es batu ke dalam nya dan menuangkan susu cair ke dalam gelas itu setelah itu barulah dia menaruh kopi yang dia aduk tadi yang sudah berubah mengental dan hasil akhir nya sungguh menakjubkan kan. "Ini untuk kakak ku tercinta DALGONA COFFE spesial by Tama." menyodorkan segelas minuman cantik yang katanya lagi viral itu.


"Wah aigo luar biasa dek." Nandin menerima gelas pertama dari adiknya Plating yang cantik.


Setiap orang mungkin bisa membuat nya karena mudah, tetapi setiap orang pasti memiliki hasil akhir yang berbeda sesuai selera dan keahlian mereka dalam mem plating nya, dan hasil plating Tama mampu meningkatkan siapapun yang melihatnya tertarik untuk mencicipi nya.

__ADS_1


Plating setiap orang kenapa berbeda? karena seni di diri setiap orang itu berbeda, dan Tama memiliki seni cukup tinggi.


"Gimana kak rasanya?." Kata Tama.


"Karena ini pertama kali buat kakak, ia okay nice." Ucap Nandin sebari membentukan kedua tangan nya menjadi love.


"Bagus lah setidaknya tidak sia-sia untuk percobaan pertama" Ucap Tama.


"Harus kah kita jualan Es COFFE DALGONA Ini dek?."


"Ah sudahlah kak jiwa bisnismu terlalu tinggi, kamu selalu saja melihat kesempatan di setiap kesempatan." Tama menggerutu karena kakak nya selalu ingin ini dan itu tetapi semangat nya saja mudah padam.


"Huh kan namanya juga mencoba dek" Jawab Nandin mendelik matanya.


"Dek apa cita-cita mu?." Nandin bertanya setelah menyeruput minuman nya.


"Aku?" Tama terdiam memandang langit dapurnya memikirkan pertanyaan kakak nya sebelum menjawab. "Memiliki restoran terbaik di kota."


Mendengar jawaban adiknya, Nandin diam memegangi gelas minuman nya."Hem boleh juga, jangan lupa jual COFFE DALGONA ini ya." Nandin tertawa.


"Aku mau melihat orang orang menikmati rezekinya dengan cara terbaik, yaitu makan, makanan yang enak, dinikmati di tengah kota yang sibuk, memberikan ketenangan bagi pikiran dan jiwa nya, aku mau mereka memberikan waktu terbaik untuk diri mereka dengan menyantap makanan terbaik dari Chef Tama." Ucap Tama dengan memeragakan badan nya seperti sedang berpidato.


Membuat Nandin menatap adiknya itu lalu tertawa terbahak-bahak. Mendapati kakak nya yang tertawa Tama mendelikan mata nya.


Obrolan ala adik kakak pun dimulai, pertengkaran kecil saling ledek meledek pun terjadi, Nandin yang senang menjahili adiknya, dan adiknya yang tetap dalam harga diri nya yang tinggi.


"Ah sudah lah dek, kakak mau istirahat cape banget, ngomong-ngomong makasih ya besok bikinin lagi ya COFFE DALGONA nya." Nandin mengatakan kepada adik nya seraya berjalan ke kamar nya untuk merebahkan diri.


Kamar adalah tempat terbaik, untuk membuat tubuh beristirahat, dan menanggalkan pikiran.

__ADS_1


__ADS_2