LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
WANITA ITU DATANG ( )


__ADS_3

Hari-hari berikutnya berjalan dengan lancar, sudah 1 bulan paska kehilangan buah hati, Nandin dan Aditya kembali menata hidup yang romantis bak pasangan baru lagi! Tak jarang Nandin juga sering mengunjungi mertuanya, untuk singgah atau sekedar memasak untuk mereka.


Keluarga Aditya untungnya tidak pernah membahas tentang Cucu ataupun momongan, karena mereka sadar kesalahan itu disebabkan oleh putranya, sehingga menantu nya keguguran.


Saat Nandin pulang dari rumah mertuanya, baru saja ia akan mendorong pintu utama rumahnya, panggilan seorang wanita membuat kaki dan tangannya tertahan, sehingga ia langsung menengok sumber suara.


"Hallo," ucap wanita yang mendekat padanya.


Nandin melempar senyumnya,"Iya, cari siapa?" jawab Nandin.


"Aditya!."


"Oh begitu, tapi Adit jam segini masih dikantor, saya istrinya."


Wanita itu membelalakan matanya. "Oh. Saya Lisa," wanita itu menyodorkan tangannya! Dan disambut oleh Nandin. "Saya sahabatnya," Lanjutnya.


Kini Nandin yang membelalakkan matanya. "Sahabat? apa Aditya memiliki sahabat perempuan! Bukankah dia bisa menyebut mereka teman atau kenalan!" Lirih Nandin dalam hati.


Kata-kata Sahabat berhasil membuat Nandin bertanya-tanya. "Adit pulang sekitar 30 menitan lagi, mau nunggu di dalam?" tawar Nandin.


Lisa membalas senyum dengan tatapan tegas laku mengangguk! Lisa pun mengekor mengikuti Nandin, lalu dipersilahkan duduk di ruang tamu.


Nandin izin sebentar pada Lisa untuk mengganti pakaian, karena baru saja pulang dari rumah mertuanya. Nandin pun memanggil Asisten rumahtangga nya untuk menyiapkan minum.


Sementara Nandin pergi ke lantai dua, Lisa berkeliling di rumah itu. "Ternyata semuanya masih sama!" lirihnya, sebari menyentuh barang-barang yang menghiasi dalam rumah.


Nandin kembali turun dari lantai dua, menggunakan baju santai yang memperlihatkan kaki jenjangnya. "Lis!" panggil Nandin.


Lisa langsung kembali ke kursinya, setelah berkeliling. "Maaf ya aku tidak sopan, aku hanya melihat-lihat, ternyata posisi dalam rumah masih sama!" ucap Lisa.


Nandin pun mengangguk sambil tersenyum, karena tidak masalah baginya jika hanya sekedar berkeliling. "Oh, kamu sudah sering kesini ya sebelumnya?" tanya Nandin.


"Aku sering menghabiskan waktu dirumah ini bersama Adit," jawab Lisa.


Kata-kata Lisa seperti menorehkan tanda tanya untuk Nandin. Namun ia hanya mengangguk pelan.


Lisa melihat Nandin dengan seksama, walau hanya memakai baju santai tanpa riasan, Nandin memang cantik natural, hal itu membuat Lisa sedikit kesal.


Rani kembali menyodorkan minuman untuk Tamu rumah itu. Tidak lama Bu Sari masuk dari pintu utama, membawa banyak belanjaan bulanan keperluan untuk rumah tangga! Rani segera membantunya.


Melihat siapa yang datang, Lisa menengok. "Bi Sari!" ucap Lisa


Bu Sari langsung melihat sumber suara. "Non Lisa," Bu Sari terkejut, dan menatap Nyonya mudanya juga.


"Non Lisa sedang apa disini?" tanya Bu Sari sedikit gelagapan.


"Nunggu Adit," jawab Lisa!


Bu Sari tiba-tiba langsung berlari ke dapur, tidak lama telpon Lisa berdering! Ia segera mengangkatnya depan Nandin.


"Hallo sayang,"jawab Lisa


"*Kamu dimana?" tanya si penelpon.


"Haruskah aku jawab aku dimana! Aku rasa kamu sudah paham makannya kamu menelpon!" lanjut Lisa*.


Nandin tidak perduli dengan Lisa yang sedang menelpon, hanya saja kata-kata seperti teka-teki yang membuat penasaran.


Lisa mematikan telponnya! Setelah 15 menit kemudian Aditya sampai di rumah. Dengan Nafas sedikit ngos-ngosan ia membuka pintu.

__ADS_1


Brakk.... Suara pintu terdengar begitu ia masuk. Nandin heran melihat tingkah suaminya. "Sayang kamu kenapa?,"tanya Nandin!


Aditya berusaha mengatur nafasnya!, sementara Nandin berdiri menghampiri suaminya. "Kamu kenapa? sesek nafas?," Nandin khawatir jantung Aditya kambuh, sehingga tampak raut wajah khawatir di wajah Nandin.


Aditya memeluk istrinya, lalu mencium keningnya."Tidak, aku baik-baik aja!" jawab Aditya menyunggingkan senyum.


"Aku ambilkan minum dulu ya." Nandin pergi mengambil segelas air untuk suaminya.


Aditya menghampiri Lisa, yang terlihat kesal setelah melihat pemandangan romantis didepan nya. "Kamu ngapain kesini?" Tanya Aditya sambil memelototi wajah Lisa.


Lisa yang sudah sangat lama tidak bertemu Aditya, reflek berdiri dan memeluk laki-laki itu. "Dit, aku rindu," ucap Lisa, merekatkan kedua tangannya dibalik tubuh Aditya.


Aditya kaget melihat tingkah wanita didepannya,"lepaskan Lisa kamu gila."


Aditya berusaha melepaskan tangan Lisa yang melingkar ditubuhnya, Nandin kembali membawa segelas air, gadis itu hanya berdiri terpaku melihat wanita lain memeluk suaminya, dan hal itu langsung membuat Aditya kaget.


Nandin berdiri tidak melangkah, Lisa melepaskan pelukannya. "Hem, jangan cemburu ya Din, kita udah lama enggak ketemu jadi saling melepas rindu. Dulu saat di Amerika kami sering kemana-mana bersama!" jelas Lisa.


Nandin hanya diam dan duduk. "Bagaimana bisa pergaulan Amerika membuat Aditya bisa dipeluk sembarang orang," lirih Nandin dalam hati.


Aditya melirik mata Lisa, dan wanita berbisa itu mengedipkan sebelah matanya. "Jadi kalian udah nikah berapa lama?" tanya Lisa, sebari duduk di atas kursi.


"Sudah masuk empat bulan." jawab Nandin.


"Aku tidak menyangka Adit menikahi wanita lain dan tidak mengundangku."


Nandin melirik Lisa,"Wanita lain?," tanya Nandin.


Lisa memainkan kuku nya yang berwarna warni karena polesan kutek. "Iya, Aku kira dia sulit didapatkan hatinya," lanjut Lisa.


"Mana mungkin, jika wanitanya Nandin, sudah jelas aku tidak akan menolak dikehidupan manapun!" jawab Aditya, memotong ucapan Lisa.


"Apa kalian pacaran lama?" Lisa kembali menyerang pertanyaan kepada Nandin.


"Sejak SMP," Nandin menjawab dengan PD nya.


Lisa menatap Aditya! "Gadis Britania?" ucapnya.


Nandin membelalakan matanya, bagaimana Lisa tahu jika dia dipanggil gadis Britania oleh Aditya, karena itulah mimpi Nandin sejak SMP, adalah pergi ke Britania! "Tapi apa mungkin Aditya sampai menyertakan segalanya!" pikir Nandin.


Lisa meminum minuman yang tadi di bawakan Rani, dan Nandin memberikan suaminya segelas minum. Tidak lama Lisa pun pamit pulang!


Setelah wanita itu pergi, Nandin mencubit pinggang suaminya. "Aku gak suka ya kamu dipeluk-peluk orang! Siapapun itu." gerutu Nandin!


Aditya meringis sedikit kesakitan. "Kamu cemburu sayang?" Goda Aditya.


"Aku tidak cemburu tapi aku tidak suka!" jawab Nandin tegas.


Aditya mengejek Nandin dengan memberi cemooh an becanda! Dan membuat Nandin tertawa.


***


***


Dijalan Lisa terus memikirkan kejadian di rumah Aditya tadi. "Apa mungkin Nandin adalah perempuan yang ayahnya ditabrak Aditya?" Lisa mengucapkan pertanyaan, yang hanya ia lah yang bisa mendengar kan nya!


Lisa menarik nafas panjang dan mengeluarkannya! Dia menginjak pedal gas dengan cukup tinggi.


Lisa meminggirkan mobil yang dikendarai nya di bahu trotoar, "Aku kira wanita itu bukan gadis yang kau kencani 6 tahun lalu Dit, aku merasa bisa memilikimu lagi! Ternyata sulit, jika wanita nya adalah dia," Lisa berteriak di dalam mobil, dengan menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


***


***


Dokter Riko, mengawali harinya dengan membuka lembaran Diagnosa pasien, satu persatu ia geluti dengan baik! Sampai suara ketukan pintu membuatnya berhenti membalik kertas yang dibacanya.


"Hai Rik!" Seru seorang perempuan berparas barat-indo blasteran.


Wajah Dokter Riko tercengang melihat siapa yang mengunjungi nya pagi-pagi, tepat di ruang kerjanya. "Seila, ngapain kesini," jawab Dokter Riko ketus.


Namun wanita yang pernah menjadi istrinya itu hanya lanjut melangkah kan kakinya, lalu duduk di depan Dokter Riko. "Rik, bagaimana kabarmu?" tanya nya!


"Tidak baik, setelah kamu menghancurkan hidupku!" Dokter Riko memberikan balasan cukup tajam.


"Apa kamu masih marah?" tanya Seila kembali.


Dokter Riko menatap perut Seila yang membesar, kehamilan jelas terlihat di dirinya.


"Kamu ngapain kesini?."


"Memeriksa kandunganku, sekarang sudah masuk 6 bulan," jawab Seila.


Mendengar itu Dokter Riko kembali mengingat masa lalu, dimana Seila memfitnah nya tidur dengan dia, sementara kejadian itu baru empat bulan lalu! Dan Seila sudah hamil 8 Minggu waktu dinikahi Riko.


"Jadi apa ayah bayi mu kembali?" tanya Dokter Riko.


Seila menggeleng! "Tidak, aku Takan menerima nya walaupun ia meminta kembali. Setelah kejadian itu, Ayah dan ibuku mau menerima aku dan calon bayiku," jawab Seila.


Dokter Riko hanya mengangguk pelan. "Syukurlah," jawab Dokter Riko.


"Rik, aku benar-benar minta maaf, atas semua perbuatan bodohku. Aku tidak tahu bahwa ini akan sangat menyakitimu! Kamu kehilangan Nandin, dan hidupmu menjadi sangat berantakan gara-gara aku!" ucap Seila.


Sebenarnya Dokter Riko ingin sekali marah, namun ia menahan emosinya! Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang bisa ia kendalikan setelah itu terjadi. "Sudahlah, aku tidak mau membahas itu! Kamu lebih baik cepat keluar dari sini, kemungkinan staff disini akan membicarakan mu dan aku! Setidaknya sekarang kamu harus sadar kita tidak seharusnya berhubungan kembali," jawab Dokter Riko.


Sadar karena sikap Dokter Riko yang merasa terbebani, Seila pun pamit undur diri! Benar saja, para suster yang berjaga didepan ruangan Dokter Riko melihat Seila dengan wajah yang penuh curiga setelah keluar dari ruangan itu, Seila sekilas menatap mereka, lalu menurunkan pandangan nya!


***


***


Dokter Riko membenamkan wajahnya di atas meja, merenungi apa yang pernah dia lewati, masa kelam yang membuat dirinya sangat bodoh waktu itu! Hingga sampai sekarang Dokter tampan itu tidak pernah menyentuh satu pun minuman beralkohol.


***


***



Tama menjadi pusat perhatian di sekolahnya, gaya rambut barunya dan satu kancing terbuka di bagian lehernya, membuat wajah tampan nya menjadi sorotan mata para siswi di sekolahnya! Sebenarnya Tama memang menjadi salah satu siswa tampan, walau berpakaian rapih! Namun gaya Korsel yang melekat di dirinya sekarang, menambah dua kali lipat wajah yang bak di ukir itu! Bulu matanya yang tebal menjadi poin tambah untuk kesempurnaan wajahnya!


Selain pintar remaja yang duduk dikelas 3 SMA ini juga memiliki pribadi yang diam! Menjawab saat ditanya, dan menegur jika diperlukan sepertinya adalah moto hidupnya!


Dia belum pernah berpacaran selama ini, karena baginya bersekolah dengan baik adalah bukti berbalas Budi pada kakaknya! Karena selama ini sudah bekerja keras untuk kelangsungan hidup mereka, sebelum menikah dengan Aditya!


Baru saja ia duduk di bangkunya! Beberapa orang Siswi mendekatinya! Tanpa kata-kata mereka hanya memberikan coklat juga sebuah surat, membuat mata Tama membulat sempurna! "Apa ini?" tanya nya.


"Untukmu," jawab Siswi itu serentak. Lalu mereka pergi berlari setelah menyerahkan hadiah itu.


Tama hanya memasukan apa yang dia dapat ke dalam tas, lalu kembali ke posisinya duduk! Tiba-tiba seseorang menyiram remaja tampan itu dengan air dari botol yang tepat ditumpahkan di atas kepala Tama, Tama tidak bergeming dan hanya memejamkan matanya, pemandangan itu disaksikan semua teman sekelasnya! Setelah air itu habis hingga tetesan terakhir, Tama membuka matanya! Dengan keadaan baju nya yang sudah basah kuyup, ia melirik orang yang berdiri disampingnya! Seseorang yang membuatnya mandi dua kali pagi ini! "Are you okay?," Hanya itu yang keluar dari mulut Tama.

__ADS_1


Guys, bantu like dan komennya ya! untuk membangun cerita ini๐Ÿ˜€๐Ÿ’œ Aku mencintaimu๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


__ADS_2