LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
FIRST KISS IN LOVE !


__ADS_3

Gadis itu akhir nya terbangun dari tidur nya, matanya yang terbuka sedikit demi sedikit membuat nya begitu manis dan enak di tatap, menyadari ada laki laki di depan nya saat ia meregangkan tangan kebagian depan dia sedikit kaget.


"Hei, maaf aku ketiduran ya," Ucap Nandin menyadari Dokter Riko sedang menatap nya.


"Harus kah aku menggeser punda ku agar kamu lebih nyaman bersandar," Jawab Dokter Riko yang mengalihkan pembicaraan saat pemandangan yang sedang di tatap nya kini sudah terbangun.


Nandin hanya tersenyum memperlihatkan sedikit gigi nya yang berderet rapih, manis sekali.


"Sudah malam sayang kamu harus pulang, dan istirahat besok kan harus masuk pagi lagi," Jawab Nandin kemudian.


"Harus kah aku pulang apa aku tidak boleh mampir sayang?," Lanjut Dokter Riko.


Kata panggilan sayang rupanya mudah melekat dengan mereka dan mudah di ucapkan.


"Sayang ini sudah malam loh kamu juga butuh waktu kan sampai pulang ke rumah kamu perlu istirahat," Nandin memberi pengertian terhadap kekasihnya itu.


Dokter Riko mengangguk dan tampak muka muram nya sedikit sedih.


"Lah ini apa sayang," Nandin menunjuk dagu Dokter Riko.


"Apa?," Dokter Riko menjawab dan langsung membuka kaca Sunvisor atau kaca pelindung silau tetapi tidak mendapatkan sesuatu yang aneh di dagu nya setelah bercermin.


Cukup lama Dokter Riko menatap wajah manis nya di depan cermin kecil itu, membuat Nandin sedikit berdehem.


"Mana tidak ada apa apa," Dokter Riko lalu melirik ke arah nandin,.


"Ini loh," Nandin menarik wajah Dokter Riko dan mendekatkan wajah nya, lalu mencium bibir Dokter tampan itu.


Dokter Riko langsung melepaskan ciuman Nandin karena kaget, membuat Nandin menatap mata Dokter Riko yang hanya berjarak beberapa cm, lalu Dokter Riko tersenyum pada Nandin dan Nandin juga membalas senyuman itu, Ciuman mereka pun dilanjutkan.


Tangan yang merengkuh leher Dokter Riko, juga Dokter Riko yang memegang belakang kepala Nandin membuat keduanya dibuai asmara.


Nandin kemudian tidak memberi respon lagi padahal bibir mereka masih berpagut, menyadari itu Dokter Riko pun berhenti mencium kekasih nya, dan mereka menarik diri masing-masing lalu menyenderkan diri ke kursi mobil.


Keduanya menatap kedepan dengan tatapan berbinar, mengulum senyum masing-masing.


"Yank aku masuk ya, kamu hati hati ya," Ujar Nandin malu malu sekali.

__ADS_1


"Sayang terimakasih ya, aku mencintaimu," Jawab Dokter Riko dengan senyum yang Nandin tidak mampu menahan nya.


Nandin tersenyum dan membuka pintu mobil berniat akan keluar, tetapi tangan nya tertahan saat Dokter Riko menahan tangan satu nya lagi,


"Sayang," Panggil Dokter Riko membuat Nandin kembali menengok nya.


"Jangan sedih ya bahagia terus okay Muach," Kecupan mendarat di kening Nandin membuat wanita itu tersenyum dan terus menyunggingkan senyum nya.


"iya, hati hati ya sayangku," Nandin pun keluar dari mobil Dokter Riko dengan wajah berbinar.


Tidak lupa setelah keluar mobil Nandin berbalik dan memberikan lambaian dan Dokter Riko memberikan klakson nya dan melajukan mobilnya.


Kedua insan itu menikmati malam mereka, dan menjalani malam yang menenangkan sampai mengantar mereka tertidur.


"Hah darimana kak, lama banget," Nandin dikejutkan oleh Tama saat dia baru saja membuka pintu rumah nya.


"Astaga dek, kakak kaget tahu jahil banget sih," Jawab Nandin.


"Dari tadi kak Adit disini tahu kak, dia nungguin kakak kaya nya mau ngomong penting," Lanjut Tama.


"Ngapain dia kesini, terus kamu bilang apa?," Tanya Nandin.


"Hem ya sudahlah, kakak mandi dulu ya," Lanjut Nandin pada Tama tak terlalu mempedulikan apapun.


"Hem ya udah," Jawab Tama datar.


Aliran air yang mengenai kepalanya membuat Nandin segar sekali bayangan bayangan tentang kejadian tadi di mobil membuat dia tersenyum sendiri lalu memegang bibir nya dan menggigit kecil bibir bawah nya.


Dia bahagia sekali, siapa anak manusia yang tidak bahagia saat jatuh cinta, yang salah saja dibenarkan.


Setelah mandi Nandin membentangkan dirinya di kasur sungguh kenyamanan yang tidak bisa dibandingkan oleh apapun.


Dretttt dretttt dretttt... Suara hp Nandin terdengar berdering, membuat nya lagi lagi tersenyum menatap nama yang terpampang di ponsel nya.


"Sayang aku sudah sampai di rumah💕," Messege dari Riko baru saja masuk.


"Syukurlah, aku juga baru saja mandi sayang,"Balas Nandin.

__ADS_1


"Aku bahagia sekali, setelah sekian lama akhirnya aku menemukan tujuan hidupku, kenapa aku harus tetap berjuang di dunia ini Mungkin alasan nya adalah untuk menikmati wanita yang betul-betul indah sepertimu," Balas Dokter Riko panjang lebar membuat Nandin bingung sekaligus bahagia .


"Akhirnya aku menemukan mu kaya lagi ya sayang hehe," Nandin menggoda Tama.


" Jangan pernah letih tuk mencintaiku, sampai ku sanding dirimu dengan segala kelemahan ku," pesan kesekian dari Dokter Riko.


"Aku akan menunggumu menyanding ku, dengan segala kelemahan ku," balas Nandin yang kemudian tertawa juga Riko sebari menatap layar handphone masing-masing.


"Tidur gih sudah malam aku mau mandi dulu ya sayang," Lanjut pesan Dokter Riko.


" Baiklah, setelah mandi istirahat ya sayang," Balas Nandin yang kemudian dibalas love oleh Dokter Riko.


***


***


Nandin berniat menyiram tanaman nya di depan rumah, baru saja membuka pintu seorang lelaki sudah berdiri di depan rumah nya.


"Din," Ucap seorang lelaki yang menyapanya.


"Kenapa lagi," Jawab Nandin ketus.


Nandin hanya berdiri mematung.


"kamu ada apa tinggal ngomong ajah gak usah sungkan," Lanjut Nandin.


"Banyak yang mau aku jelaskan aku hanya ingin kamu mendengarkan, mengerti, dan memberi solusi terbaik untukku," Ucapan Aditya tampak nya serius.


Sebenarnya rasa yang paling sakit adalah MOVE ON. Perih bagi setiap perjalanan yang tidak menemukan titik tuju dan orang yang melukai orang lain tanpa sengaja.


"Tak apa aku sudah memaafkan mu, tolong jangan berlebihan," Nandin membalas dengan ketus, terlihat dari cara ia memalingkan wajahnya.


"Tidak bisa kamu memberiku kesempatan, aku sudah menahan nya selama 6 tahun, aku sama sekali tidak menjalin hubungan dengan orang lain, aku menunggumu siap menerimaku lagi," jawab Aditya.


"Aku mohon jangan terlalu berharap padaku, mulai lah hidupmu lagi jangan men drama kan lagi hidupku," Lanjut Nandin seperti menyerang Aditya tanpa ampun.


Aditya tidak menjawab nya lagi, mata nya sudah panas memerah, Dia seorang laki laki keadaan nya sekarang bertolak belakang dengan sikap biasanya.

__ADS_1


Lalu Aditya pulang, sesampai nya di rumah ia menyilang kan tangan nya dengan menelungkup kan wajah di antara lutut nya, tidak tahan lagi ia akhir nya menangis membuncah kan segala yang di pendam nya, ingin mengadu tapi pada siapa luka itu masih samar samar jelas terasa sama.


__ADS_2