
Ku pejamkan mataku semua rasa itu menyerang ku masuk ke dalam pikiran satu persatu .
Wangi yang sejuk menyapu lembut jiwa ,
ingatan yang membuat berpikir lebih dalam entah itu penting atau tidak otak mencerna nya lebih jauh, sedikit demi sedikit membuat lelah mu hilang mata mu terpejam raga mu bersahabat dengan keadaan saat ini.
07.00
"Kak kakak berhenti kerja? lalu bagaimana kakak bisa membayar biaya RS adek?",tanya Tama disela-sela sarapan kami
"Sayang kamu gak usah mikirin itu kemarin kakak hanya terjadi salah paham sedikit dengan pak Aditya,ini kakak hari ini sudah masuk kerja lagi"jawab ku
Tama terdiam setelah aku jelaskan entah apa yang ada di pikiran anak ini,
aku menyiapkan semua keperluan Tama di meja samping tempat tidur nya karna hari ini aku akan bekerja
"Dek jangan lupa minum obat makan teratur kakak berangkat kerja ya assalamualaikum" ucap ku pada Tama
"walaikumsalam" jawab Tama
Saat aku akan keluar dari pekarangan rumah ku, angin di luar rumah sungguh menyejukkan aku beberapa kali aku menarik nafas dan mengeluarkan nya sambil memejam kan mata, tidak lama terlihat seseorang di depan rumah berjalan ke arah ku.
"Hai Din " ucapnya
"Hai Zain, " jawab ku
"Bagaimana keadaan Tama?"Lanjut nya
"Alhamdulillah udah lebih baik Zain"jawab ku
Kami berdiri dan Saling menatap beberapa waktu.
"Din bisa bicara sebentar?
"iya boleh, silah kan duduk ",aku mempersilahkan Zain duduk di bangku rotan kayu depan rumah ku
"Din ada yang mau aku omongin"lanjut Zain
"iya silahkan"jawabku
"aku Dateng kesini karna dorongan hati aku , karna aku mau kamu dan Tama datang ke hari penting bagiku" Zain mengeluarkan sebuah undangan bertuliskan namanya dan Santi lalu menyodorkan nya padaku
Aku menerima nya tapi aku tidak mengucapkan sepatah kata pun, Zain mau aku datang ke hari pentingnya,
aku bahkan mengingat semua kenangan manis dengan nya semua kenangan terkecil sekalipun aku baru saja berdamai dengan keadaan sekarang Zain membuat ku hancur lagi karena kenyataan bahwa bukan namaku yang ada di undangan itu
Aku melirik dan membolak balikan undangan itu lalu memutus kan membuka nya,
__ADS_1
aku melihat waktu dan acaranya
sakit jangan ditanya ini lebih menyakitkan dari melihat nya mendua seketika bayangan bayangan saat aku mengetahui Zain mendua hinggap di kepalaku,
siapa yang akan baik baik saja saat putus cinta, hanya orang gila,aku sebisa ku menahan air mata ku
"iya Zain aku akan usaha kan datang"jawab ku sebari memasukan kembali undangan itu ke plastik nya
Zain menawarkan untuk pergi bersama ke kantor tapi bagaimana bisa aku bahkan tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika aku pergi bersama dengan nya
aku hancur sehancur hancur nya bagaimana bisa aku membuat hatiku lebih hancur dan memperlihatkan nya di depan orang yang menghancurkan nya
lalu aku pun menolak nya dengan halus
Zain pun berlalu pergi menggunakan mobilnya, setelah Zain pergi terasa menyesakan padahal semilir angin masih sama tapi yang berbeda posisi perasaan yang sedang terluka ku rasakan pelupuk mata ku memanas aku benar benar tidak bisa membendung nya air mata keluar tanpa permisi aku duduk berjongkok aku menutup wajah ku dengan satu tangan ku karna tangan satu lagi memegang buku undangan itu
Aku memutuskan menguatkan diri dan pergi ke kantor
09.00
Aku sudah berada di kantor
semua karyawan melihat ke arah ku tidak terkecuali Tika ,tapi mengapa raut wajah mereka bingung dan Tika yang lebih judes dari sebelum nya
Ku lihat meja kerja ku terdapat ucapan selamat bekerja kembali ,coklat , bunga mawar putih.
Lalu aditya keluar dari ruangan nya,
"selamat datang kembali Bey, "ucapnya
"terimakasih pak,"ucapku
"gimana suka kejutan nya" ucap pak Aditya
"ini bapak yang diapain"jawab ku dengan menunjuk meja kerja yang sudah warna warni
"iya donk"jawab nya
Aku hanya mengucapkan terimakasih lalu aditya masuk kembali ke ruangan nya dengan berjalan mundur lalu melambaikan tangan,
sikap nya manis sekali diluar dugaan .
Beberapa teman kantor ku menghampiri meja ku lalu bertanya
"Din kamu pacaran sama pak Aditya? tanya nya
"maksud kamu apa?" jawab ku dengan ekspresi bingung
__ADS_1
" sedari pagi kami kaget banget pak Aditya sudah ada dikantor dan merangkai semua ini buat nyambut kamu "jawab yang lain nya
Aku hanya ter nganga dan meng anggukan kepala , dan memutus kan memulai pekerjaan ku.
Sungguh aku tidak fokus sama sekali masih saja memikirkan tentang undangan Zain, tapi aku men doktrin telinga ku untuk profesional bekerja, menguatkan hati dan pikiran agar selaras.
Jam istirahat tiba lalu aku melihat HO ku karna dari tadi aku tidak menggunakan nya sungguh diluar dugaan 12 panggilan tidak terjawab dan 26 chat dari Dr Riko ,
"Din,
"Din kamu dimana
"Din sudah makan
"kamu lagi apa?
Dan chat chat lain nya ...-
Aku langsung menelpon Dokter Riko karna merasa tidak nyaman.
setelah berdering ku dengar telpon di angkat
"*Hallo* ,ucapku
"Hallo Din,jawab dokter Riko
"Maaf dok saya tadi sedang kerja tidak menggunakan Hp,ucapku
"Bekerja? ,jawab dokter Riko
"iya dok saya sudah kembali bekerja di PT. HOPE ,
"kamu kok gak bilang saya kamu balik kerja disana, ?
Jawaban dokter Riko sungguh membuat ku sedikit canggung, tapi memang seharus nya aku bicara juga karna dokter Riko juga peduli padaku dan Tama.
"maaf dok saya lupa bilang,tapi saya sudah siapkan semua keperluan Tama kok, " ah pikirku mungkin dokter Riko khawatir terhadap Tama karna sudah ku tinggal
Aku menunggu agak lama jawaban dokter Riko, dia terdiam sepertinya lalu menjawab
"baik lah kalo begitu, jangn lupa makan ya jangan terlalu cape"jawab dokter Riko
"iya dok, makasih ya "jawab ku
telpon kami pun ku tutup...
Beberapa pria disekitar ku akhir akhir ini memang aneh, mereka berprilaku manis kadang menyebalkan, arghhhhhh Guam ku.
__ADS_1