
**Hai guys wellcome di novel lelaki impian sebelum next di episode ini pastikan kalian sudah like ya untuk mendukung Author terus berkarya i love you guys ... aku mencintaimu, dari aku author sundanese :}
** Aditya masih terpaku ditempat duduknya, gelisah dan terus mengubah posisinya. Nandin hanya mematung dan berkedip memperhatikan lelaki itu.
''Kamu kenapa, serius aku nanya?'' Ucap Nandin, masih dalam posisinya di atas kasur.
''Aku tidak apa-apa'' Jawab Aditya singkat.
Nandin turun dari kasur, melangkahkan kaki mendekati Aditya yang sedang duduk dengan kegelisahannya. Nandin membungkuk mendekatkan wajah pada lelaki itu. ''kenapa?'' Lirih Nandin tepat dihadapan wajah Aditya.
Aditya sekuat tenaga menahan sesuatu yang menggebu didalam dirinya, ia merasa gadis didepannya ini memang sengaja menggodanya. ''i'm okay'' jawa Aditya.
Nandin menegakan tubuhnya, menarik diri dari Aditya. ''Ok kalau begitu, aku tidak akan menanyaimu lagi'' Nandin mendelik ketus.
Baru saja gadis itu akan membalikan diri, Aditya langsung menarik tangan Nandin, membuat gadis itu duduk diatas pangkuannya. Nandin kaget mendapati perlakuan Aditya, ia hanya membelalakan matanya. ''Kamu beneran mau tahu?'' Ucap Aditya.
Nandin mengangguk dengan pasti. ''Iya, kalau kamu tidak bilang, aku akan marah'' Gertak gadis itu!
Aditya melihat sorot mata Nandin yang tidak main-main. ''Aku takut tidak bisa menahan diri, kamu godain aku terus'' Aditya menjawab dengan malu-malu.
''Maksudmu?'' Nandin menatap mata Aditya, ia merasa ada sesuatu yang janggal dengan ucapannya.
Nandin berusaha mengartikan tatapan Aditya.
Nandin berdiri dan berlari kekasurnya, lalu menutupi diri dengan badcover yang dipakainya tadi saat berciuman. Aditya keheranan melihat tingkah Nandin. ''Sayang, kamu kenapa?'' teriak Aditya dari tempat duduknya!
''Kamu jangan macam-macam, aku akan memukulmu. Aku tahu maksudmu'' Balas Nandin, dari balik selimut!
Aditya gemas sekali melihat tingkah gadis itu, kini ia bangkit dari duduknya. Mendekati Nandin yang menutup diri dengan selimut. ''Sayang, kamu kan tadi nanya aku, ya aku jawab dong'' Ucap Aditya sebari duduk di ujung ranjang.
''Jangan dekati aku'' Jerit Nandin, masih dari balik selimut.
''Kamu udah goda aku, kamu harus bertanggung jawab'' Aditya menyentuh selimut itu, namun rupanya Nandin benar-benar memegangnya dengan kuat.
''Sayang, buka selimutnya'' Goda Aditya yang semakin tidak tahan melihat sikap lucu Nandin.
__ADS_1
''Aku tidak mau,'' Nandin berteriak sekeras-kerasnya. Membuat bu Sari dan dua asisten rumah tangga lainnya berdatangan.
''Kenapa Den, Non'' bu Sari tampak kaget begitu measuki kamar Aditya.
Aditya juga tidak kepalang kaget, saat bu Sari membuka pintu secara tiba-tiba,
Aditya rupanya tidak kehabisan akal untuk membuat gadis yang sedang digodanya membuka selimutnya. ''Ini Nandin perutnya kram'' Jawab Aditya.
Bu Sari tampak membelalakan matanya.''Cepat bawakan botol berisi air hangat,'' Titah bu Sari pada Rani dan Yuni, yang juga memasuki kamar Aditya.
Nandin yang mendengar alasan Aditya berbohong langsung membuka selimutnya. ia duduk dan memandang bu Sari. ''Tidak bu, saya baik-baik saja'' Ucap Nandin, membuat Rani dan Yuni yang baru saja membalikan badan ,kembali ke posisi semula.
''kenapa Non?''
''Aku hanya sedang tidak enak badan sedikit, sepertinya akan datang bulan'' Jelas Nandin!
Sekarang giliran Aditya yang kaget mendengar alasan Nandin. ia menatap gadis itu seraya memelototinya.
Nandin tersenyum penuh kemenangan. Aditya langsung diam dan beranjak dari tempatnya. ''Bu, tolong suruh supir jemput adik Nandin ya'' Ucap Aditya, sebari melangkahkan kaki keluar dari kamarnya.
''Non, saya tinggal keluar dulu ya, kalau perlu apa-apa telpon saja'' Ucap bu Sari.
Nandin tersenyum simpul. Bu Sari keluar dan di ikuti anak buahnya. Nandin memikirkan apa ada yang salah terhadap tindakannya yang membuat Aditya marah.
***
***
***
Seila bertamu ke rumah Dokter Riko. Sikap orang tua Riko tidak memberikan ketertarikan sama sekali terhadap gadis itu. ''Ada perlu apa?'' Tanya ibu Dokter Riko yang sudah duduk berhadapan dengan Seila di ruang tamu rumahnya.
''Saya ingin ketemu Riko, tante'' Jawab Seila.
''Maaf sebelumnya Seila, kita sudah pernah bertemu di bandara Australia. Tante harap kalian tidak bertemu lebih intens karena Riko memiliki orang yang harus ia jaga hatinya'' Ucap ibu Dokter Riko, to the point.
__ADS_1
''Iya tante, saya minta maaf sebelumnya. Saya berharap hubungan kami akan baik-baik saja sebagai teman. Tetapi saya merasa Riko harus menjadi lebih dari sekedar teman untuk saya'' Papar Seila.
''Apa maksudmu?'' Kini Ayah Dokter Riko yang angkat bicara.
''Saya ingin meminta tanggung jawab Riko'' Tanpa maliu Seila berbicara pada orangtua Dokter Riko.
''Tanggung kjawab apa?'' Ibu Dokter Riko memelototi Seila, dan berbicara Nada tinggi.
Seila tampak mengepalkan tangannya, sebelum akhirnya membuka mulutnya. ''Saya sudah tidur bersama Riko, Om , Tante. Maafkan saya , untuk itu saya ingin meminta pertanggung jawabannya'' Jelas Seila!
Ayah Dokter Riko berdiri dari duduknya, menggebrak meja mendengar pernyataan Seila tidak percaya.
***
Dokter Riko yang sedang berada didalam kamarpun berlari keluar begitu mendengar kegaduhan di ruang tamunya.
Ia begitu terkejutr begitu membuka akses pintu keruangan itu. ''Kamu sedan apa disini?'' Teriak Dokter Riko begitu melihat perempuan yang mungkin kini sudah dibencinya.
Ibunya berjalan mendekati putra semata wayngnya itu.'' Apa benar kamu sudah tidur dengannya Riko?'' Gertak ibunya, yang membuat Dokter Riko membelalakan matanya, dan langsung menatap Seila.
''Riko, jawab Mama'' Lanjut ibunya.
Batin seorang ibu sudah pasti kuat, melihat putranya yang mematung ia sudah mendapat jawaban. Jawaban yang memangf tidak ingin didengarnya. Tubuh yang mulai renta itu menarik diri mundur beberapa lagkah, memegangi bagian dadanya dengan nafas tersenggal-senggal, lalu pada akhirnya ambruk kelantai.
''Mama'' Teriak Dokter Riko, melihat ibunya pingsan.
Ayahnya juga langsung berlari memegangi tubuh istri tercintanya yang ambruk, Seila mematung dan menutupi mulutnya karena kaget, Dokter Riko terus menggoyanglan tubuh ibunya, memegangi nadi di tangan wanita kesayangannya itu. ia langsung merogoh kantong celananya, mengeluarkan handphone dan menelpon rumah sakit , untuk mengirimkan ambulance.
***
Ambulance datang setelah cukup lama waktu terasa lama berputar bagi Dokter Riko. Ibunya dimasukan kedalam ambulance bersamanya juga ayahnya. Selang infus dan oksigen langsung dipasang ke tubuh ibunya. Di sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Dokter Riko terus memegangi tangan ibunya, dan membisikan kata-kata penguat.
GUYS JANGAN LUPA YA LIKE, KOMEN DAN VOTE
AGAR AUTHOR SEMANGAT MEMBANGUN CERITA INI
__ADS_1
I LOVE YOU... ANDINI_818