LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
NANDIN NGAMBEK !


__ADS_3

SEPERTI BIASA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN YA GUYS UNTUK MENDUKUNG AUTHOR. TERIMAKASIH.


Diperjalanan menuju rumah sakit Dokter Riko tidak berhenti menciumi tangan ibunya. Disisi lain ayahnya menghubungi pihak Staff rumah sakit yang dibutuhkan untuk siap siaga.


Benar saja begitu mereka sampai, Staff yang diminta sudah siaga di lobby rumah sakit. Dokter Riko ikut menurunkan ibunya dari ambulans.


Jika biasanya Dokter Riko yang berada didalam menangani pasien, kini giliran dirinya dan ayahnya yang ada di kursi tunggu dengan kekhawatiran. Sedangkan ibunya dibawa masuk ke ruang penanganan.


***


***


***


Nandin masih memikirkan apa yang membuat Aditya marah. ia kemudian berinisiatif untuk menemui lelaki itu. Nandin bangkit dari ranjang keluar dari kamar Aditya dan menapaki tangga turun kelantai satu rumah itu. Tetapi ia hanya menemukan Bu Sari. "Ada yang bisa saya bantu Non" Tanya Bu Sari!


Nandin masih memandang ke semua penjuru rumah itu, namun tidak menemukan yang dia cari. "Tidak Bu, tapi Aditya dimana ya?'' Jawab Nandin.


"Oh, den Adit sedang olahraga Non"


Nandin hanya tersenyum mengangguk, dan pergi mencari tempat yang dimaksud. Namun ia sudah mengelilingi semua penjuru rumah besar itu.Tetapi tidak menemukan ruangan olahraga.


Akhirnya ia kembali dan mencari Bu Sari, tetapi tidak menemukannya. Hanya ada Rani dan Yuni. "Mba, maaf saya mau tanya Bu Sari kemana ya?" Tanya Nandin, kepada kedua asisten rumah tangga yang masih muda itu.


"Bu Sari ke tempat olahraga den Aditya Non'' Jawab Rani, asisten rumah tangga yang hitam manis.


Nandin menaikan alisnya, kebingungan mencari tempat yang mereka sebutkan.


"Boleh antar saya enggak, saya lagi nyari Aditya" Jelas Nandin!


Rani dan Yuni malah saling menatap. "Maaf Non, ruangan itu hanya boleh dimasuki Bu Sari dan den Aditya. Kami hanya boleh masuk kesana jika ditemani Bu Sari." Kini Yuni yang menjawab.


Nandin kembali heran dengan yang mereka ucapkan. Tidak lama bu Sari datang menghampiri. "Ada apa, Non Nandin sudah ke ruang fitnes?" Tanya Bu Sari.


Nandin menggeleng lemah, pasrah karena tidak menemukan tempat itu. "Aku tidak menemukan tempat itu Bu"


Bu Sari tersenyum mendengar jawaban polos gadis itu. " Ayo, saya antar" Ajak Bu Sari!


Nandin pun mengekor mengikuti Bu Sari, ia kira lantai yang ditapakinya adalah lantai paling bawah. Rupanya ada tangga yang menghubungkan lagi ke lantai besment bangunan rumah itu.


Begitu Bu Sari membuka ruangan itu, suara keras musik terdengar. Ruangan dengan kedap suara dan peralatan lengkap olahraga.


"Den, Non Nandin nyariin" Ucap Bu Sari, dan Aditya langsung mematikan spiker bluetooth bermerek Harman Kardon, yang langsung terkoneksi ke handphone nya.


Bu Sari laku meninggalkan mereka berdua di ruangan bawah tanah itu. Ruangan yang sangat dingin karena dipasangi tiga pendingin ruangan sekaligus.

__ADS_1


"Aku nyariin kamu dari tadi, kamu ternyata disini" Nandin membuka pembicaraan, lalu duduk di sofa pojok dekat pintu.


Aditya tidak menjawab atau merespon ucapan Nandin sedikitpun.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Nandin, lagi!


Aditya malah menyalakan Treadmill dan mulai berolahraga di atas alat itu. Awalnya ia hanya berjalan pelan lalu akhirnya berlari.


Nandin merasa tidak dihargai oleh sikap Aditya. ia mendekati lelaki itu lalu mematikan alatnya. "Kamu sengaja ngejauhin aku?" Teriak Nandin!


Aditya memelankan langkahnya mengikuti matinya alat itu. Lalu melirik Gadis yang lebih pendek darinya itu yang berdiri tepat disampingnya. "Aku kenapa?"


"Kamu gak dengerin aku dari tadi" Jelas Nandin, matanya memerah!


"Kamu sengaja kan, bilang kalau kamu mau datang bulan tadi? biar aku gak bakal nyentuh kamu" Jawab Aditya dengan nada tinggi.


Nandin mengerutkan keningnya, mendongakkan kepalanya memelototi wajah lelaki itu.


Nandin benar-benar tidak paham atas pikiran Aditya. ia membalikan badan meninggalkan Aditya.


Kini Aditya yang heran dengan sikap Nandin. Kenapa gadis itu harus meninggalkannya saat berdebat.


Aditya tidak mengejar Nandin, dan melanjutkan olahraganya.


Nandin menapaki anak tangga menuju lantai satu. Bertemu Bu Sari, dan langsung meminta pakaian nya. Bu Sari langsung menyuruh Rani mengambilkan baju milik Nandin.


Nandin memberikan baju tidur Aditya kepada Bu Sari. Dan berpamitan untuk pulang. Bu Sari sedikit heran mengapa tidak diantar Aditya tetapi ia memilih diam.


Nandin melangkahkan kakinya keluar rumah besar itu. Dan melihat supir Aditya. "Pak, bapak mau ke rumah saya ya?" Tanya Nandin, karena mendengar Aditya tadi menyuruh supirnya untuk menjemput Tama.


"Ia Non betul" Jawab supir itu!


"Tidak usah pak, saya mau pulang kok. Terimakasih ya" Lanjut Nandin!


"Oh begitu Non, mau pulang sekarang atau sama den Adit?" Tanya supir itu kembali.


"Saya pulang sekarang, tapi tidak usah di antar. Saya naik Taxi pak" Jelas Nandin!


Nandin langsung berlalu, berjalan keluar melewati gerbang rumah itu yang dijaga oleh security pribadi.


Ia tidak terlalu kesusahan karena rumah Aditya tepat di dekat jalan raya. Sehingga ia bisa langsung mendapatkan taxi untuknya pulang.


***


Nandin merogoh kantong kecilnya, mengambil uang untuk membayar argo taxi tersebut.

__ADS_1


ia memasuki pekarangan rumahnya. "Assalamualaikum" Ucap Nandin begitu membuka sadel pintu.


"Walaikumsalam"Jawab Tama, yang sedang membereskan koper yang dipenuhi baju.


Nandin keheranan. "Dek, kamu mau kemana?" Tanya Nandin.


"Lah kakak,kok pulang? kak Adit nyuruh adek nginep disana karena kakak sakit" Jelas Tama, pada kakaknya!


"Tidak usah dek, kakak sudah sehat" Jawab Nandin.


"Ah, males banget deh. Adek udah dua kali begini, tiap beresin koper tiba-tiba kakak pulang. Gak jadi jadinya nginep rumah kak Adit" Tama menggerutu.


Mendengar yang diucapkan Adiknya, Nandin tertawa terbahak-bahak . Mengingat memang sudah dua kali kejadian seperti ini menimpa Tama.


"Yasudah, bobo saja sana. Kakak cape" Celetuk Nandin, merasa tidak bersalah.


Tama menggerutu, tetapi tangannya kembali mengeluarkan peralatannya dari koper itu.


Nandin hanya berlalu melihat kelakuan adiknya. Dan langsung menyasar kamarnya dan merebahkan diri.


Apa selama ini Aditya mencintaiku karena sesuatu. lirih Nandin dalam hati, dengan tatapan kosong.


Pikirannya membuat gadis itu gelisah dan terus membolak balikan badannya.


***


***


***


Aditya selesai dari olahraganya, lalu baik ke lantai satu dan langsung membuat shake susu proteinnya.


Di meja makan ia langsung menyantap satu porsi dada ayam yang sudah di kukus oleh Bu Sari, gunanya untuk diet sehatnya.


"Bu, Nandin sudah makan?'' Tanya Aditya kepada Bu Sari.


Bu Sari kebingungan mendengar pertanyaan Aditya. "Non Nandin? bukannya tadi sudah pulang Den." Jawab Bu Sari.


Aditya menghentikan suapannya. "Pulang? pulang kemana?" Aditya bertanya lebih bingung.


"Tadi non Nandin, meminta pakaiannya, lalu berganti pakaian dan langsung pulang. Bibi kira tadi dia kebawah sudah izin den Adit" Jelas Bu Sari!


Aditya memegangi kepalanya dengan satu tangan, memikirkan apa yang salah terhadap gadis itu.


Aditya langsung menyelesaikan makannya. ia berlari ke kamarnya. Lalu kembali dengan kaos dan celana panjang dengan secepat kilat dan berlari menghambur mencari kunci mobilnya.

__ADS_1


***Ayo tebak Nandin kenapa lagi??????


jangan lupa like nya ya. nanti author crazy up deh kalo kalian kasih dukungan kiw***.


__ADS_2