LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
Dr. RIKO DAN IBUNYA!


__ADS_3

Keseharian Nandin sekarang di rumah sakit menjaga Tama, sesekali Tama bertanya mengapa ia tidak bekerja. Nandin bingung menjawabnya dan hanya bilang ia ambil cuti untuk menjaga nya, "Ah entah apa yang akan Tama katakan jika dia tau aku dipecat dari pekerjaan ku." Lirih Nandin dalam hati.


"Hai Din, hai Tama.""Dr. Riko masuk ke ruangan dan menyapa mereka.


"Pagi Dok!." jawab Nandin.


"Din bagaimana tidur nyenyak di bangsal rumah sakit?" tanya Dokter itu.


"Lumayan Dok lebih baik dari hari sebelum nya."


"ini sarapan untuk mu tadi aku bawa 2 box untukku dan untukmu, Mama yang masakin loh " celetuk dokter Riko


Dokter Riko memang sangat baik, singkat cerita mereka kenal saat 2015 saat itu Nandin sakit dan Dokter yang merawat nya selama satu tahun menjalani rawat jalan, adalah Dokter Riko.


"Terimakasih dok, saya jadi tidak enak merepotkan"jawab Nandin sungguh sungkan.


"Tidak apa-apa, Mama ku juga tidak merasa di repot kan Din,"jawab dokter Riko menambah rasa tidak nyaman Nandin.


"Terimakasih sekali lagi Dok." Nandin tetap santun.


"OK ,jangan sungkan bicara jika butuh sesuatu ya" lanjut Dokter Riko.


Nandin hanya membalas dengan tersenyum, berharap tidak banyak kejadian lagi yang terjadi, yang mengharuskan ia selalu merepotkan orang Lain.


Tidak lama kemudian Suster masuk dan memberikan kertas putih , kwitansi yang harus dibayar untuk biyaya perawatan Tama,


Nandin tidak menyangka pembayaran nya sampai 20 juta. Mungkin karna kemarin Tama di ICU juga,entah apa yang harus ia lakukan setelah ini,Tama melirik kakaknya itu. Tapi Nandin tidak memperlihatkan nya pada Tama, tentang nominal kwitansi itu.


"Baik sus,saya akan bayar nanti ke depan ya." Jawab Nandin, setelah menerima kwitansinya.


"Baik,ditunggu!"Balas suster itu.


"Ah pikiran ku bertambah lagi entah dari mana aku akan mendapat uang untuk pembayaran rumah sakit Tama." selalu ada pikiran baru yang menyerang Nandin.


Dokter Riko menyadari kegundahan gadis itu. "Din, saya keluar dulu ya. Kalau butuh apa-apa ruangan saya hanya melewati empat kamar dari sini ya." jelas Dokter Riko!


Nandin mengangguk saja.


Sudah waktu nya shalat Maghrib ,karena Tama sedang sakit dia shalat di tempat tidur nya,dan Nandin menjadi imam nya.

__ADS_1


Sungguh terkejut mereka saat setelah melakukan salam menyelesaikan shalat nya. Ada seorang wanita paruh baya menyapa tiba-tiba ada didalam ruangan mereka. Nandin hampir setengah teriak saking kaget nya.Tama pun hanya terdiam heran.


"Assalamualaikum , " Ucap ibu itu.


"Walaikumsalam, Maaf ibu ada yang bisa saya bantu "jawab ku ,Nandin berpikir ibu ini Salah kamar.


"Kamu Nandin ya, saya ibu nya Dr Riko"


"Masyaalloh, Maaf ibu saya tidak tahu," jawab Nandin, berdiri dann mencium tangan ibu dokter Riko.


Gadis itu masih mengenakan mukena, sungguh ia tidak menyangka kenapa ibu seorang Dokter terkenal di rumah sakit ini, datang berkunjung kepada pasien yang bahkan tidak dikenal nya.


"Mama dengar adik Nandin kecelakaan, mama baru bisa jenguk sekarang,apa tadi pagi Riko bawain sarapan yang Mama buatkan?," lanjut ibu Dr. Riko


" Iya tadi Nandin sudah makan pas pagi Bu, terimakasih sekali mohon maaf jadi merepotkan, ",jawab Nandin.


"Tidak apa apa, Kamu harus biasa kan manggil ibu Mama ya, saya tau mungkin kamu masih Canggung karna ini pertemuan pertama kita." ucap ibu Dokter Riko.


Nandin sebenarnya bingung arah pembicaraan ibu Dokter Riko kemana, sungguh ia hanya diam terpaku dan tersenyum disertai anggukan.


Tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul Dokter Riko yang berlari tergesa-gesa.


"Ma , mama ngapain kesini?,"ucap dokter Riko.


"Mama disini ya ingin mengunjungi calon menantu mama," jawab ibu Dokter Riko.


Dokter Riko mematung, melirik ke arah Nandin yang juga menatap nya penuh pertanyaan.


Nandin yang masih menggunakan mukena pun hanya terpaku bingung , apa maksud nya , calon menantu , Mama .


"Ma ayo ke ruangan Riko, ini sudah malam waktu nya pasien istirahat,"ucap Dokter Riko.


"tapi mama baru sampai Rik," jawab ibunya.


Dokter Riko menarik tangan ibunya, baru melangkah beberapa langkah, ibu Dokter Riko berbalik dan menghampiri Nandin.


"Sayang yang kuat ya, tenang saja ada Riko dan mama ya," ucap nya dan memberikan pelukan pada gadis itu.


Ketenangan yang di Nandin rasakan seperti ketulusan seorang ibu, saat ibu Dokter Riko memeluknya.

__ADS_1


"Terimakasih Bu, Nandin sangat berterimakasih ibu sudah berkunjung," jawab Nandin membalas pelukan ibu Dokter itu.


"Panggil Mama ya sayang ,jangan ibu biar sama kaya Riko," jawab nya.


Nandin lagi-lagi ternganga mendengarnya.


Lalu Dokter Riko benar benar menarik ibunya keluar ruangan.


Nandin merasa ia tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini. Banyak orang baru yang sedikit menghiburnya.


Setelah menyelesaikan shalat magrib Nandin memberikan Tama, makan dan minum obatnya.


***


***


Dokter Riko benar-benar membawa ibunya ke ruangannya. "Ma, mama kenapa kesini?" gertak Riko ketika ibunya baru saja duduk dikursi.


"Eh anak nakal, Mama mengunjungi calon menantu Mama," jawab ibunya.


"Mama kan bisa telpon Riko dulu."


"Tidak apa-apa, lagian Mama hanya mampir setelah berkunjung dari rumah om Sakseno dan Tante Keira. Untuk memastikan mereka tidak macam-macam lagi pada calon menantu Mama,"


Dokter Riko mengerutkan keningnya. "Apa maksud Mama?"


"Tidak, tidak usah dibahas. Mama mau kamu mengajak Nandin untuk pertemuan keluarga."


Ucapan ibunya sontak membuat kaget Dokter Riko. Kebohongan nya merembet kemana-mana.


"Tapi ma,"


"Tidak ada tapi-tapi."


Ibu Dokter Riko, bangkit dari duduknya. Lalu keluar dari ruangan anaknya itu.


Dokter Riko meremas rambutnya. Memikirkan hal yang seharusnya tidak terjadi.


Gimana ya kelanjutan Riko yang sudah terlanjur berbohong kalau Nandin adalah pacarnya? yuk ikuti terus.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya di part ini ya kakak.


semoga kalian sehat selalu aamiin:)


__ADS_2