LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
Riko dan Aditya !


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana aku akan bertemu nenek Dokter Riko ,aku sudah memikirkan ini matang matang yang berarti ini adalah kebohongan tingkat selanjut nya entah apa yang aku lakukan hari ini ,aku juga sudah mengajukan cuti langsung pada Aditya agar tidak terjadi Miss komunikasi lagi.


Aku membuka lemari baju ku , tidak ada yang pantas dipakai untuk pergi aku membayangkan nenek nya akan seperti apa jika aku memakai baju ini atau yang itu, sungguh kepalaku down aku pun pergi melihat jemuran dan tidak ada sama sekali baju yang pantas .


"Tam, kakak mau pergi ke rumah Dokter Riko tapi kakak tidak punya baju",ucap ku pada Tama yang sedang asik memakan buah di atas kursi di ruang tamu


"bukan nyah banyak pakaian di ruangan bekas kerja ayah coba lah cek,tadi aku masuk kesana dan melihat banyak baju" ucap Tama datar


"kamu masuk ke ruangan itu Tama,kan ayah sudah bilang jangan lagi masuk ke ruangan itu"aku berteriak dan memelototi Tama sampai Tama berbalik dan merasa bersalah


"kak itu kan saat ada ayah,sekarang kan ayah sudah tidak ada aku kesitu juga untuk berniat membersihkan nya",jawab Tama


Aku pun berpikir ya sudahlah, selama ayah masih ada dia melarang keras kami masuk ke ruangan kerja nya entah kenapa aku tidak ingat bahkan kapan terakhir aku ke ruangan kerja nya banyak sekali sebenarnya ingatan ingatan yang tidak aku ingat.


Aku berniat masuk ke ruangan tempat kerja ayah yang ada di samping ruang tamu,kunci ruangan nya pun masih tergantung mungkin bekas Tama barusan masuk,


klik ..suara slot gagang pintu terbuka saat aku sedikit mendorong nya debu tampak sudut sudut nya tapi tidak terlalu kotor aku rasa karna Tama sudah membersihkan nya, ya berguna juga Tama mungkin kesal di rumah sebelum dia kesekolah lagi kan apa salah nya berbenah karna ku lihat juga ada bekas pel dan lap basah.


Foto keluarga terpampang besar di dinding kanan saat aku masuk tepat di depan meja kerja ayah,


aku berusaha mengingat apa alasan ayah tidak memperboleh kan kami masuk ke sini ,atau kapan aku terakhir masuk kesini ahh aku benar benar tidak mengingat nya.


Ku lihat box box tepat di atas meja di bawah frame foto nya, rupa nya ini juga sudah di lap oleh Tama karena box nya sudah bersih tidak mungkin juga tidak berdebu setelah sekian lama berada di ruangan ini ,aku pun menyalakan lampu agar lebih terang sebenarnya jika siang hari cukup terang karena aku juga membuka pintu nya.


Aku putuskan duduk di kursi kerja ayah dan meletakan box box ini di meja nya, ku buka box pertama warna gold karena semua box ini memang berwarna sama, sepertinya aku pernah melihat box seperti ini tapi dimana ya seperti nya baru baru ini,


Saat ku buka box pertama aku sedikit tercengang karena rupanya Tama benar ada baju cantik disini, gaun biru yang cantik dengan ikat pinggang yang manis sepertinya gaun nya tidak kotor karena berada di dalam box ,ku keluarkan dari box dan ku pas kan ke badan ku sungguh pas sekali ,rupanya memang rejeki ku ke ruangan ayah.


Ah gaun yang indah akan aku pakai hari ini,aku pun menutup kembali ruangan kerja ayah dan hanya membuka kotak yang ku ambil sisa nya ku tinggalkan di atas meja ayah.


"Tama ku sayang kakak punya baju bagus terimakasih sudah menunjukan harta Karun,"ucap ku pada Tama sebari mencium nya yang masih duduk ditempat nya memakan buah


"apaan sih kak,"jawab Tama mengelap pipi nya


Aku pun bernyanyi Lalala lala Lala riang sekali karena satu masalah selesai.

__ADS_1


Aku bersiap siap dikamar karena jam sudah menunjukan 09.30 yang berarti Dokter Riko akan datang 30 menit lagi untuk menjemput ku.


Arghhh sungguh ini membuat ku deg deg an sekali,,, aku berkali kali menatap cermin memakai gaun ini apakah ini tidak berlebihan, aku bahkan memuji diriku sendiri karena ini terlalu niat untuk melakukan drama berbohong, aku bahkan memikirkan juga kenapa ayah menaruh gaun ini di ruangan nya.


Tepat jam 10.00 Dokter Tama menjemput ku


aku kaget karena baju kami senada,sungguh aku tertawa sendiri melihat nya ,dokter Riko juga menatap ku tertawa,


"Mas, telepon dan tanya Tama ya aku pakai baju apa?,"ucapku karena penasaran


"Tidak,sungguh aku saja kaget Din ,"jawab dokter Riko


Aku pun tidak melanjutkan perbincangan karena tiba tiba teringat tragedi di dalam mobil kemarin, sungguh malu sekali aku menatap Dokter Riko, lalu aku pamitan kepada Tama dan menyuruh nya makan dan minum obat.


"Kak semoga berhasil,"teriak Tama dari depan pintu saat aku keluar pagar


Aku hanya replek menengok dan memelototi nya,


"Din,ayo masuk,"ucap dokter Riko saat dia membuka kan pintu mobil nya untuk ku,


Setelah kami masuk kedalam mobil m dan dokter Riko juga mengikuti masuk ke dalam mobil .


"Din,"dokter Riko mendekat


"Stop Mas jangan,"ucapku cepat


"kenapa kamu Din?,"ucap dokter Riko


Aku membuka mataku satu persatu,astaga ternyata dokter Riko hanya memasangkan sabuk pengaman ku, pikir ku dia mau apa.


Aku jadi salah tingkah sepanjang perjalanan ,


"Din,kamu cantik sekali hari ini,"ucap dokter Riko


Aku hanya meremas remas ujung gaun ku dengan tangan, dan terseyum pada nya.

__ADS_1


aku baru sadar di ujung gaun ini ada hurup timbul yang aku rasa di jait tangan A&N ,aku meraba nya berkali kali ini juga pernah aku lihat tapi dimana aku berpikir terus..


"Din,kita sudah sampai"ucapan Dokter Riko membuyarkan lamunan ku


"oh iya mas," aku pun turun dari mobil


Rumah yang asri terdapat banyak pohon pohon kecil yang hijau juga pekarangan yang terawat indah sekali,aku menaiki beberapa anak tangga menuju pintu utama,


"Din,pegang tangan ku okay kita akan mulai"ucap dokter Riko


Aku hanya menatap Dokter Riko saat Dokter Riko memegang tangan ku, jantung ku bergerak lebih kencang.


Aku mulai memasuki Rumah megah yang katanya rumah Nenek dokter Riko


"Hai sayang,"ucap Mama Dokter Riko saat menyambut ku


Aku melepaskan tangan Dokter Riko karena menyalami mama,


lalu mama memperkenal kan aku kepada anggota keluarga disituh,


aku menyalami semuanya


OM dan Tante Dokter Riko rupanya ada disini


"Sayang ini Om dan Tante Riko ,mereka kebetulan sedang menengok anak nya yang tinggal disini bersama nenek,dia sedang menjemput nenek ke kamar nya.


"Itu Nenek ,"ucap Mama Dokter Riko dan menunjuk ke belakang ku


"Ayo sayang aku kenalin ke Nenek,"ucap dokter rikot sebari memegang tangan ku dan aku berbalik mengikuti langkah nya


Aku menahan langkah ku yang membuat langkah Dokter Riko juga tertahan, sungguh jantungku seketika mau berhenti, bukan karena pertama kali nya bertemu dengan Nenek dokter Riko tapi melihat siapa yang berdiri di samping nya.


"Nandin,?" Ucap pak Aditya ...


aku gelagapan menjawab, karena izin cuti yang ku ajukan adalah mau menemani Tama ke rumah sakit...

__ADS_1


__ADS_2