LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
CALON MERTUA NANDIN!


__ADS_3

 Aditya dan Nandin tak henti saling menatap dan tersenyum. Tama kembali dari dapur dan menaruh gelas berisi air putih di atas meja. ''Silahkan diminum Om, Tante.'' ujar Tama.


 ''Kamu, siapa namamu?'' tanya pak Sakseno.


 ''Saya Tama, Om.'' jawab Tama.


 ''Mulai sekarang biasakan manggil saya Papa, ajari juga kakak mu, hemm hemm.'' Pak Sakseno berdehem.


 Nandin melirik kembali calon mertuanya itu,'' Iya, Papa.'' ucap Nandin, sebari menyunggingkan senyum.


 Pak Sakseno menahan senumnya. Berusaha menyembunyikan nya, tapi Aditya tahu ayahnya itu sedang menahan senyumannya.


 Aditya senang sekali menatap kedua orangtanya, yang sudah menerima Nandin.Beban dalam hatinya kini sudah hilang.


 Tama tersenyum simpul, melihat wajah kakaknya yang berseri-seri. Kebahagiaan yang sudh lama tidak dilihatnya itu.


 ''Yasudah, ayah dan Mama pulang dulu. Besok bawa calon istrimu kerumah, kita bicarakan ini lebih serius. Kalian benar-benar harus dinikahkan.'' ujar pak Sakseno, sebari mengambil gelas air didepannya lalu meminumnya.


 Nandin mengangguk. karena masih canggung. ''Sayang, besok mama tunggu dirumah ya?'' ucap ibu Aditya.


 ''Baik Ma,'' jawab Nandin.

__ADS_1


 ''Mama tidak sabar punya anak perempuan,'' lanjut ibu Aditya, dan menatap Nandin lekat-lekat.


 ''Papa tidak sabar punya cucu banyak,'' lirih ayah Aditya, sebari melangkahkan kakinya keluar rumah Nandin.


 Lagi-lagi ucapan ayahnya itu membuat Aditya dan Nandin bergidik dan saling menatap.


 ''Haruskah kita kasih ayah cucu sekarang?'' Aditya menatap Nandin.


 Nandin yang menyadari ucapan Aditya langsung mengusap wajah kekasihnya itu,''Banyakin istighfar, sama minum air yang dibacaian ayat kursi,'' Nandin serius dengan ucapannya.


 Aditya menggaruk kepalanya yang tidak gataal, karewna melihat sikap tegas Nandin padahal ia hanya becanda.


 ''Pulanglah, besok aku akan ke rumahmu,'' Suruh Nandin.


 ''Kalau kamu tidur semalam lagi disini, bukan hanya pak RT yang akan datang, mungkin pak Ustadz yang akan langsung menikahkan kita.'' Nandin menatap Aditya dengan tatapan ancaman.


 ''Benarkah? bukankah lebih baik,'' jawa Aditya.


 ''Lebih baik apa?'' lanjut Nandin.


 ''Kita akan lebih cepat memberi cucu untuk Ayah.'' Aditya mengucapnya dengan pasti.

__ADS_1


 Nandin langsung berdiri dan menyeret Aditya keluar. ''Kamu tuh ya, kesel deh becandanya. Itu terus dipikirannya,'' ucap Nandin.


 ''Sayang aku kan hanya becanda,'' jawab Aditya.


 Nandin merajuk. Tama hanya berdiri mentap kedua insan itu sedang bertengkar manja. Tama meraih tas sekolahnya. ''Kak, adek berangkat sekolah ah. Sudah siang ini,'' ucap Tama.


 ''Ya ampun iya, kamu keburu enggak dek?'' Nandin panik, adiknya kemungkinan akan kesiangan.


 ''Yasudah, ayo kakak anter. Sekalian kakak pulang.'' timpal Aditya.


 ''Wah ini solusi paling tepat, terimakasih sayangku.'' Nandin kini menyunggingkan senyumannya pada kekasihnya itu.


 Membuat hati Aditya tenang.


 ''Aku pulang dulu ya sayang! Aku pinjam saja baju Tama ya? hati-hati dirumah ya?.'' titah Aditya. Nandin hanya menganggukan kepalanya.


 Aditya mencium kening gadis itu sebelum pergi, dan Tama hanya menerima pemandangan itu menelanjangi matanya yang polos. Tama merasa kakaknya itu sungguh sudah tidak ada etika mennghargai remaja seusianya.


 ''Ah lagi-lagi kalian melakukan hal aneh itu, tanpa menghargai kesucian mataku.'' Lirih Tama dan berjalan dahulu kedepan rumahnya.


 Nandin melihat kekasihnya pergi juga bersama adiknya. Setelah dramanya itu.

__ADS_1


 JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA GUYS. DUKUNGAN DARI KALIAN SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR. I LOVE YOU GUYS. ANDINI_818


GIVE AWAY MASIH ADA LOH, CEK INFONYA DI INTASGRAMKU YA. ANDINI_818


__ADS_2