LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
TERLENA MENGENANG KAN MU !


__ADS_3

Setelah makan Tama membereskan bekas makan lalu dibantu juga oleh Dokter Riko sedangkan Nandin disuruh duduk oleh dua pemuda itu karena memang dia sangat sangat baru pulih dan perlu istirahat.


Tama dan Aditya kembali bersamaan ke ruang tamu setelah membenahi semua bekas makan mereka.


"Kakak kenapa senyum-senyum," Ucap Tama menyadari kakak nya yang tersenyum melihat nya berjalan lalu duduk di ruang tamu.


"Kakak berasa jadi ratu ada yang memasak dan membenahi bekas makan, kan selama ini kakak terus," Jawab Nandin sambil sedikit mendelikan matanya.


"Ya sudah biar aku yang jadi raja nya ya, biar ratu setiap hari bahagia," Timpal Dokter Riko pada ucapan Nandin.


"Hah apaan orang aku juga suka bantu enak ajah," Tama membela diri dari delikan dan celotehan kakak nya.


"Jadi aku gak boleh jadi raja inih," Dokter Riko sedikit merajuk dari nada bicaranya.


Menyadari itu Nandin dan Tama langsung Saling tatap dan tersenyum.


"Haha emang Mas Riko mau sama kakak," Tama menimpali dengan nada mengejek.


"Mau donk, tapi kakak mau gak sama mas," Jawab Riko pada pertanyaan Tama.


Nandin memerah pipinya dan hanya tersenyum, senyum hangat karena bahagia sudah lama di rumah ini tidak ada becandaan yang sangat hidup membuat suasana rumah juga terasa nyaman, sungguh kehidupan yang di dambakan.


"Din, aku pulang dulu ya kamu istirahat jangan lupa diminum obat nya," Lanjut Dokter Riko lagi lagi menggantungkan pertanyaan nya yang tidak dijawab Nandin.


" Iya mas hati hati ya," Jawab Nandin.


Dokter Riko pun keluar rumah Nandin dengan hati yang lumayan berat.


"Mas," panggil Nandin.


Dokter Riko langsung berbalik dengan cepat menyadari suara yang memanggilnya, Dia menaikan alis nya kepada orang yang memanggil namanya.


"Eh tidak, hati hati ya," Nandin lalu menutup pintunya karena malu atas apa yang dilakukan nya dan entah mau bicara apa.


Tingkah lucu Nandin jelas membuat Dokter Riko tersipu, lalu berbalik dan melangkahkan lagi kaki nya sebari tersenyum manis.


"Kak dari tadi HP kakak bunyi terus," Ujar Tama yang sedang fokus nonton tv di ruang tamu.

__ADS_1


Nandin berjalan mengambil Hp nya yang tergeletak di atas meja, menyadari ada 15 panggilan tidak terjawab dari nama kontak Aditya membuat mood nya kembali rusak setelah mood nya sudah kembali membaik tadi, sungguh perasaan yang naik turun. Selain itu terdapat 5 pesan juga yang masuk.


From: Aditya


Din?



Sudah sampai rumah?



Din ?


Lagi istirahat ya?


Itu adalah 4 isi pesan pertama yang lumrah ditanyakan orang, tetapi ada pesan ke 5 yang cukup serius setelah 4 pesan yang intens dikirim Aditya.


Din,? kenapa tadi gak nungguin aku ajah? kenapa harus pulang dengan Riko, aku tahu kamu marah dan benci sama aku tapi apa tidak ada kata maaf setelah aku berusaha sekeras ini padamu?


Isi pesan yang cukup penting dan harus dibalas, karena apapun itu ini tentang perasaan anak manusia. Lalu setelah membaca pesan ke 5 Nandin membalas pesan itu.


Balasan dari Nandin membuat Aditya harus mencerna berkali kali, mencari inti dan maksud dari balasan Nandin isi pesan nya yang sangat formal membuat Aditya canggung untuk membalas.


Tidak ada balasan lagi setelah ada centang biru dua di pesan chat Aditya, Nandin sungguh tidak memikirkan nya, tidak lama ada pesan masuk .


" Hai aku sudah sampai rumah:)


isi pesan itu dari Dokter Riko yang langsung membuat senyum Nandin mengembang dan dalam hitungan detik membalas nya."


" Alhamdulillah do'a ku sudah dijawab Alloh:)


Jawaban pesan yang dikirimkan Nandin kepada Dokter Riko."


"Apa itu ?


Balas dokter Riko yang langsung ber centang biru menandakan si penerima pesan tidak mengeluarkan chat an nya"

__ADS_1


"Aku berdo'a semoga mas sampai rumah dengan selamat:)


Balasan dari Nandin jelas membuat Dokter Riko tersenyum dan sampai mengguling gulingkan diri di atas kasur nya.


"Alloh baik banget ya, makan nya kamu harus jaga kesehatan juga sebagai gantinya


Chat langsung dibalas oleh Dokter Riko"


"Jadi kalo aku sakit Mas sedih ya?,


Balasan chat dari Nandin membuat Dokter Riko berpikir apakah Nandin tidak tidur saat dia mencium tangan nya, Dokter Riko jadi salah tingkah luar biasa.


Dia tidak membalas chat nya, dan membuat Nandin bingung apakah dia salah mengirimkan pesan padahal sudah centang biru tetapi dokter Riko tidak membalas membuat Nandin sedikit galau serba salah juga


Keduanya hanya menatap pesan chat mereka, Dokter Riko yang berkali kali membaca isi chat yang membuat hatinya berbunga dan di sisi lain Nandin sedang men chek isi chat nya yang mungkin salah atau membuat canggung Dokter Riko.


"Kak aku mau tidur dulu ya," Tama membuyarkan lamunan Nandin yang hanya menatap layar HP nya.


"yasudah," jawab Nandin singkat melirik Tama dan langsung fokus pada HP nya lagi.


"Jangan lupa minum obat kak barusan Ma Riko wA adek," jawab Tama sambil berjalan ke kamar nya


"Iya dek," jawab Nandin lalu langsung terkejut kenapa harus bilang Tama lalu kenapa dia online tapi tidak membalas chat nya.


Nandin galau karena ada rasa yang tidak beres terhadap hatinya pada Dokter Riko, pikiran itu mulai menyerang hati dan pikiran nya yang tidak sehaluan.


"Apakah Dokter Riko hanya menganggap ku pasien atau karena rasa bersalah nya, ada yang salah apakah isi pesan ku yang terakhir membuat nya canggung dan berpikir bahwa aku menyukainya astaga aku sungguh tak tahu diri," Nandin mengutuk diri nya sendiri dalam hati.


Perasaan manusia memang tidak ada yang bisa menebak gampang berubah bahkan pada sesuatu yang tadinya tidak mungkin.


Air bisa memadamkan api padahal keduanya memiliki 2 silat berbeda yaitu panas dan dingin.


Dia bisa membuat mu tersenyum padahal yang dibawa nya entah luka atau rasa.


Nyatanya dua hal bisa bersatu walau memiliki sifat berbeda, kenapa? karena mereka memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing masing.


Entah itu rasa entah itu luka, kita tetap harus berterimakasih padanya, karena mengajarkan hal yang membuat kita tahu akan sebuah perbedaan dan perjuangan itu adalah pengalaman yang mendewasakan.

__ADS_1


Jika mendapatkan adalah anugrah, maka melepaskan adalah sifat yang harus dimengerti karena separuh jiwa mu mungkin pergi bersamanya , kamu bisa bertahan atau mengulang itulah pilihan.


__ADS_2