LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
FAKTA di balik huruf A&N:'(


__ADS_3

Nandin pergi dari rumah Aditya langsung pergi tidak pulang ke rumah nya tidak kembali ke kantor bagaimana bisa Nandin memulihkan perasaan dan pikiran dalam keadaan getir seperti ini.


Di tempat lain Aditya begitu sibuk menanyai kantor untuk menanyai apakah Nandin sudah sampai kantor atau belum tapi pertanyaan nya mendapat jawaban kekecewaan.


Dokter Riko tampak sama gelisah nya dengan Aditya, memikirkan bagaimana kondisi Nandin saat ini, hati nya teriris memikirkan fisikologisnya Nandin dia tahu betul karena dia Dokter yang menangani Nandin ,


"Seharus nya tidak begini, seharus nya aku tidak melakukan ini"Ucap Dokter Riko pada dirinya sebari meremas rambut nya.


Aditya hanya pergi berlalu dan membanting pintu kamar nya hingga membuat Dokter Riko dan asisten rumah tangga kaget.


"Den, den Riko gapapa kan?,"Ucap bi Sari


"gak papa Bu, tolong jaga Aditya ya Bu saya rasa dia akan lama tinggal disini,"jawab Dokter Riko


Bagaimanapun Riko tetap menghawatirkan sepupu nya,


Aditya baru pulang dari Amerika setelah kejadian itu dulu dia tinggal bersama Neneknya tapi setelah pulang dan langsung mengambil alih bisnis ayah nya Aditya membeli 1 rumah untuk ditinggali dia sendiri dan dia membagi waktu satu Minggu di rumah nya 1 Minggu di rumah Nenek nya.


"Baik den,"jawab Bi Sari


Dokter Riko pergi meninggalkan rumah Aditya tanpa mengobati luka nya, di jalan tidak berhenti menghubungi Nandin tapi tidak di angkat sama sekali, lalu Dokter Riko pergi rumah Nandin untuk memastikan


Tok tok tok. . .


"Mas Riko," sapa Tama


"iya dek,kamu gimana sehat?,"tanya Dokter Riko


"Iya Mas sudah lebih baik, bukan nya ini belum waktunya periksa lagi ya,"Lanjut Tama


"iya dek belum kakak mau tanya apa kak Nandin ada di rumah,"Tanya Dokter Riko


"Kak Nandin kan kerja kak, belum pulang jam segini biasanya sore,"jawab Tama


"Oh gitu ya sudah makasih yah de,"jawab dokter Riko


"Mas ko luka mas kenapa?," Tanya Tama menyadari kondisi Doktiko


"Gak papa de nanti kakak jelaskan kakak pergi dulu ya,"jawab dokter Riko sebari berlari laku pergi

__ADS_1


Tama diam termangu bingung melihat Dokter Riko pergi cepat lalu mengendarai mobil nya.


Ditempat lain Nandin duduk disamping pusara Ayah nya.


"Ayah maafin Nandin, seharus nya Nandin gak berurusan lagi dengan mereka seharus nya Nandin gak nginget lagi semua tentang ini atau harus kah Nandin selalu ingat agar tidak berurusan lagi dengan orang-orang itu," Nandin berbicara di depan pusara Ayah nya


Langit cerah tapi tak secerah hati nya, suasana di area pemakaman pun cukup sepi hanya ada beberapa orang yang sedang membersihkan makam.


Nandin pulang setelah cukup mengadu akan kesalahan dan kesedihan nya,


berjalan di tengah area pemakaman bukan karena mengantar seseorang ke peristirahatan nya tetapi perasaan nya yang sedang berduka , duka lama yang terungkit kembali ternyata membuat sedih berkali lipat dari dugaan nya.


Nandin pulang ke rumah setelah lelah akan hari nya.


"Dek, kakak pulang,"Ucap Nandin lesu


"Kak , tadi mas Riko kesini nanyain kakak tapi wajah nya terluka kak,"Ucap Tama sebari menonton TV di ruang tamu


Nandin tidak menjawab dan langsung berlalu ke kamar mandi membersihkan diri.


Merebahkan badan di atas kasur membuat nya lelah sedemikian rupa karena ternyata menangis dan berpikir saja menyita banyak tenaga, lagi lagi mata nya panas saat dia hanya memandang langit-langit kamar nya, air mengalir dari pelupuk matanya suara inghak an kecil mengikuti , lalu dia membalik badan nya sehingga hanya dia yang bisa mendengar getir suara tangis dan hati nya.


Jika hujan bisa meredakan panas


Apakah dingin bisa membeku kan hati?


solusi apa yang bisa dilakukan agar berhenti sakit dan bisa menerima.


07.30 pagi


Nandin bangun hari ini Nandin libur kebetulan lah suasana hati sedang rusak dan keadaan membantu, Tama memang masih sakit dan belum masuk sekolah jadi Nandin memaklumi nya jika Tama masih tidur lalu Nandin menyiapkan makan untuk sarapan


"Kak, semalam kakak kenapa?," tanya Tama


"Tidak apa apak de," jawab Nandin datar


Menyadari sikap kakak nya Tama pun tidak bertanya lagi.


sarapan pagi hanya terdengar suara kunyahan dan suara sendok sedikit membentur piring sungguh tidak ada percakapan seperti biasa nya.

__ADS_1


"Kak, kakak banyak pikiran," Ucap Tama


Menyadari Tama bertanya membuat Nandin mengingat kejadian yang menimpa nya kemarin


"Sudah makan saja gak baik banyak bicara," ucap Nandin


Selesai makan Nandin membersihkan bekas makan Tama dan dirinya, tersadar melewati ruangan kerja ayah nya ia kembali memasuki kamar itu.


Menyadari setiap inci yang terjadi kemarin membawa nya ingin memaksakan diri mengingat semua yang berusaha dia lupakan, dia tidak ingin lagi salah mengenali orang orang yang seharus nya tidak dia urusi lagi.


Duduk di bangku kerja ayah dan menatap langit langit ruangan itu membuat nya memikirkan kejadian kebelakang,


kenangan yang biasa nya dilakukan nya saat libur sekolah adalah tidur di kamar Ayah dan Ibu nya bersama Tama juga melakukan Quality time bersama hanya menonton film BATMAN atau Spider-Man atau Harry Potter hanya itu yqng dilakukan nya ketika libur tetapi berkesan sekali, mengingat kenangan itu air mata lagi lagi mengalir dengan deras nya.


"Kak," Tama masuk ke ruangan itu juga


"Hem...," jawab Nandin


"Kak, kalo kakak bingung tentang kak Adit atau Mas Riko kakak coba buka kotak kotak ini," Ucap Tama sebari menggeser kotak kotak gold di depan ku


Sedari kemarin Tama terus saja menyuruh ku membuka kotak ini begitupun Aditya yang menanyakan nya.


Perlahan tapi pasti Nandin membuka kotak yang ada di depan nya


"Ini apa dek?," Nandin terkejut melihat kotak kotak itu berisi foto-foto Nandin dan Aditya foto disekolah, foto ulang tahun, dan banyak surat di dalam nya


Apa benar yang dikatakan Dokter Riko tentang Aditya adalah pacar nya dulu, Nandin baru menyaring itu sekarang tapi tidak ada yang di ingat oleh nya sedikit pun.


Tama meninggalkan kakak nya sendiri karena Tama memang sudah tau isi kotak kotak itu,


Nandin membuka satu persatu surat yang ada di dalam nya,semua pengirim nya sama Aditya


To : Nandin


Selamat ulang tahun Abey semoga panjang umur dan selalu bahagia, maaf karena menitipkan kado ini pada ayah mu, aku akan mengunjungi mu besok sebelum berangkat ke Amerika, jangan lupa pakai baju ini sudah ku tandai dengan huruf A&N sama seperti saputangan yang kamu kasih ke aku


Aditya & Nandini


From : Aditya

__ADS_1


Sembari memegang sepucuk surat itu Nandin terbersit sebuah bayangan.


Ketika kecelakaan itu terjadi saat...


__ADS_2