
BUDAYAKAN LIKE DAN KOMEN YU
BIAR AUTHOR TAHU KALIAN DISINI. MAKASIH GUYS ILOVEYOU.💕
Riko meremas rambutnya, menyesali semua yang telah terjadi.
Malam sebelum semuanya terjadi
***
Semalam Riko menerima panggilan dari Seila , Seila meminta Riko mengunjunginya di apartemen untuk merayakan kedatangannya kembali ke Indonesia, sekaligus pertemuan pertama mereka yang sudah lama tidak bertemu.
Seila mempersilahkan Riko masuk begitu ia membukakan pintu apartemennya.
"Aku bawa ini ajah Seil" Ucap Riko memberikan bingkisan buah-buahan untuk Seila.
"Wah, tidak usah repot-repot Rik" Jawab Seila.
Riko pun duduk di ruang tamu apartemen Seila yang terletak dibilangan elit Jakarta, dengan desain Amerika yang menambah kemewahannya.
Karena sudah lama tidak bertemu kedua insan itu menambah percakapan mereka dengan sedikit minum-minum.
"Rik aku sebenarnya masih menyukaimu" Ucap Seila begitu Riko meneguk tegukan pertama minumannya.
"Apa maksudmu Seil?" Jawab Riko.
"Aku tahu dulu aku menolakmu, tapi sekarang aku sadar kau lah yang terbaik," Ucap Seila tanpa merasa bersalah.
"Aku sudah punya kekasih Seil" Jawab Riko.
"Di Australia aku sering sekali menanyakan kabarmu pada temanku, dia salah satu perawat di rumah sakit mu, dia bilang kamu belum punya pacar" Lanjut Seila.
"Siapa yang bilang? aku sudah punya, namanya Nandin" Jawab Riko tegas dan pasti.
Jawaban Riko rupanya membuat Seila terbakar api cemburu, dan ke tidak terimaannya.
Suasana menjadi canggung dan tanpa kata-kata, Riko yang jarang bicara pun merasa tak enak hati. Karena awalnya ia menang hanya niat berkunjung sebagai teman.
Riko terus menuangkan minuman pada gelas sloki nya, ditenggak dan ditenggak lagi karena jika izin langsung pulang mungkin akan membuat Seila tidak nyaman.
Tenggakan demi tenggakan meluncur di tenggorokannya, membuat pandangannya membuyar dan setelah itu Riko tidak mengingat apa yang terjadi, sampai akhirnya ia berakhir di ranjang itu.
***
"Apa yang telah aku lakukan Seil?" Riko berucap seraya menangis.
"Semalam kamu mabuk dan menganggap aku sebagai Nandin, kamu bilang tidak mau kehilangannya apalagi kepada Aditya." Seila menahan sedu tangisnya saat menjelaskan yang terjadi.
__ADS_1
Tetapi dokter Riko benar-benar tidak mengingatnya sedikitpun. "Seil, maafkan aku. Aku harus pulang dulu untuk menjernihkan pikiranku." Ucap Riko sebari turun dari ranjang dan memungut kemeja juga celana panjangnya.
Seila menatap Riko keluar dari kamarnya, sedangkan ia masih terbalut selimut putih.
Diperjalanan pulang tidak henti Dokter Riko memukul setirnya, bahkan sampai membunyikan klakson karena kesal pada dirinya sendiri.
"Kenapa harus terjadi, kenapa? kenapa Seila" Dokter Riko berteriak di dalam mobilnya, airmatanya tak henti mengalir.
*** Sesaat kemudian ia sampai di rumahnya. "Rik, kamu tidur dimana semalam?" Tanya ibu Dokter Riko begitu anaknya memasuki ruang tamu.
Dokter Riko berdiri sejenak, tanpa menengok dengan pandangan lurus ia menjawab."Di rumah kawan Ma,"
"Mama khawatir handphone kamu mati semalam"
"Mati mah?" Jawab Dokter Riko kaget, karena tadi pagi saat ia terbangun handphone nya dalam keadaan ON.
"Iya, Adit juga telpon ke Mama, dia baru sampai dari Yogjakarta langsung jemput Nandin, karena kamu tidak menjemputnya" Lanjut ibu Dokter Riko.
Ucapan ibunya menusuk hati Dokter Riko, bagaimana tidak, selain membuat kecewa gadis yang dicintainya, ia juga harus menelan pil pahit akan kehilangan kesempatan memiliknya.
"Ya udah mah, Riko ke kamar dulu" Jawab Dokter Riko melanjutkan langkahnya.
Tidak biasa melihat sikap anaknya, ibu Dokter Riko pun sampai geleng-geleng kepala. Sedangkan ayahnya hanya membaca koran sebari menumpangkan kaki, tidak terlalu memikirkan sikap putra semata wayangnya.
***
Bayangan dikepalanya menghantui terus menerus, tentang bagaimana ia harus menghadapi Nandin nanti.
Setelah berhasil menenangkan diri Dokter Riko meraih handphone yang tergeletak disampingnya. Ditatap terus menerus wallpaper handphone nya, sampai pada akhirnya ia memberanikan diri mengklik panggilan.
"*Hallo"
"Hallo" Jawab seorang gadis pada panggilannya.
"Din, maafkan aku" **Ucap Dokter Riko pada Nandin***.
"*Tidak apa-apa mungkin Mas sibuk, aku ngerti ko."
"Maafkan aku ya, kamu dimana sekarang?"
**Nandin tidak langsung menjawab, sampai akhirnya ia membuka suara kembali**."Aku di rumah Aditya Mas"
**Riko membelalakkan matanya dan langsung merubah posisinya menjadi duduk*. "Sedang apa?" Suara Riko meninggi**.
"Aditya menyuruhku istirahat disini Mas"jawab Nandin.
Dokter Riko mematikan telponnya begitu mendengar jawaban Nandin.
__ADS_1
*** Riko berlari dari kamarnya melewati ruang tamu yang dimana orangtuanya sedang bersantai. "Rik kamu mau kemana lagi?" Tanya ibunya tapi tidak dihiraukan.
Wajah nya merah padam, Dokter Riko menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Mobil itu berhenti tepat di kediaman mewah sepupunya.
Saat memasuki rumah itu. Dokter Riko hanya menemukan Bu Sari. "Bu dimana Nandin?" Tanya Dokter Riko begitu bertemu Bu Sari.
"Sedang istirahat di kamar tamu Den, ada apa?" Jawab Bu Sari.
Tanpa menjawab pertanyaan bu Sari, Dokter Riko menuju ruangan yang disebutkan Bu Sari.
Begitu membuka ruangan itu Riko langsung lemas, mendapati kekasihnya sedang tertidur pulas. Rasa bersalahnya kembali menghampirinya.
Nandin terbangun lalu menyadari ada Dokter Riko disampingnya. "Mas Riko!" Ucap Nandin.
Dokter Riko melangkahkan kakinya mendekati gadis itu. " Ayo kita pulang, ke rumah mu atau ke rumah ku"
Nandin melongo mendengar ucapan Dokter Riko.
Aditya datang ke kamar Nandin berada, karena mendengar suara berisik Dokter Riko."Lu ngapain kesini" Aditya emosi begitu mendapati Riko berada di dekat Nandin.
"Kenapa? lu nyari kesempatan nyuri dia dari gue hah" Dokter Riko membalas suara tinggi Aditya, ditambah dorongan yang membuat Nandin menjerit.
"Sudah jangan berantem, aku pulang saja, aku mohon" Gadis itu mulai ketakutan melihat kedua lelaki yang sedang ujuk kekuatan itu.
"Lu gak bisa jagain Nandin, gue gak bisa biarin" Lanjut Aditya yang membuat Dokter Riko mencengkeram baju Aditya lebih kuat.
"Kurang ajar" Teriak Dokter Riko, lalu satu pukulan mendarat di pipi Aditya.
Nandin menjerit membuat Bu Sari datang, masuk ke kamar itu. "Den sudah den jangan berantem" Ucapan Bu Sari menghentikan Riko yang sedang memukuli Aditya yqng tidak membalas.
Masih dalam posisi Aditya dibawah dan dicengkram bajunya. "Lu gak pantes buat Nandin" Ucap Aditya sebari menyeka bibirnya yang berdarah, dengan ibu jarinya.
Dokter Riko melepaskan cengkramannya begitu mendengar ucapan Aditya itu. Ucapan Aditya terngiang-ngiang di telinganya.
Dokter Riko bangkit dari posisinya. Melangkah mendekati Nandin yang sedang dalam posisi duduk di atas kasur. "Ayo kita pulang, aku tidak siap kehilanganmu sekarang, maafkan aku" Dokter Riko mengambil posisi mengangkat tubuh Nandin dan menggendongnya.
Nandin reflek mengalungkan tangannya begitu Dokter Riko mengangkatnya. Karena masih lemas ia tidak banyak meronta.
Aditya masih dalam posisi nya tergeletak di lantai setengah tidur. Hatinya hancur begitu Dokter Riko membawa gadis yang dicintainya keluar dari kamar itu.
**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN , VOTE YA
UNTUK MENDUKUNG AUTHOR BERKARYA OKEH..
AKU MENCINTAI KALIAN, PEMBACA KU . ANDINI_818**
__ADS_1