
Pagi sudah menyapa, tetapi kecanggungan antara Tama dan Nandin masih berlanjut. Nandin yang mengerti posisi adiknya tidak bertanya sama sekali. Tama juga hanya beraktivitas ke kamar mandi lalu duduk kembali di sofanya.
Seseorang datang memasuki ruangan Nandin,Tama langsung melirik bersamaan dengan Nandin ke arah orang itu.
''Hai Din hai Dek,'' Sapa Aditya kepada Nandin dan Adiknya.
''Hai Dit.'' Jawab Nandin.
''hai Kak, aku ke kantin dulu ya,'' Jawab Tama sebari melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan.
Aditya yang menyadari sikap Tama pun sedikit penasaran lalu bertanya pada Nandin.''Kenapa Tama Din?''
anb''Semalam Mama datang Dit.'' Raut wajah Nandin langsung berubah setelah menjawab pertanyaan Aditya,
Aditya yang langsung mengerti sitruasinya langsung mengalihkan pembicaraan. ''Eh aku bawa gitar nih nyanyi yuk katanya kamu bosan.''
Nandin yang mengerti bahwa Aditya berusaha menghiburnya hanya menyunggingkan senyuman.
''Yakin mau nyanyi Dit.'' Nandin tampak ragu pada tingkah Aditya,
''Kamu akan terpukau begitu tahu aku manggung pribadi untukmu.'' Jawab Aditya
Nandin lagi lagi tersenyum mendengar penjelasan Aditya.
''Dit kamu kemarin ko gak kesini?'' Tanya Nandin.
Aditya diam mendengar pertanyaan Nandin dan fokus mengeluarkan gitarnya dari tasnya.
''Dit?'' Tanya Nandin kembali.
Aditya mendekatkan badan nya pada gadis itu, sangat dekat sampai mungkin bunyi suara jantung Nandin bidsa terdengar, mata Aditya berada tepat di depan mata Nandin.''kamu kangen ya sama aku?''
Ucapan Aditya berhasil membuat Nandin salah tingkah.''enggak Dit aku kan hanya tanya.'' Jawab Nandin malu malu.
Aditya yang melihat Nandin salah tingkah membuatnya tersenyum dan menarik diri lalu duduk dikursi dan memangku gitar nya,''Ayo mau nyanyi apa?'' Ucap Aditya.
''Kamu ajah yang nyanyi Dit aku dengerin.'' Jawab Nandin.
''Okay,'' Aditya mulai mengetes gitarnya, memetik gitar itu dan membunyikan kunci C dan kunci lainnya.
Suara suara merdu dari petikan nya mulai terdengar dan Aditya menyanyikan dengan suara indah yang tidak terkira oleh Nandin membuat gadis itu benar-benar terpaku sampai tidak berkedip saking menikmatinya,
KAU ADALAH PERMATAKU
YANG SLALU BERSINAR DI HATIKU
__ADS_1
WALAU KINI KU TLAH BERSAMANYA
NAMUN KU TAK BISA
TINGGALKAN DIRIMU
TAK KAN KU RELAKANMU
PERGI JAUH
DARI DIRIKU
MESKI KU TAK SENDIRI
TETAP ENGKAU
BIDADARIKU
AKULAH LELAKIMU
YANG SLALU ADA DIHATIMU
AKULAH KEKASIHMU
KU AKAN SLALU MENCINTAIMU.
Nandin tidak berhenti menatap Aditya walau Aditya sudah selesai menyanyikan lagu untuknya,
''Din kamu gak apa-apakan?'' Tanya Aditya.
''enggak Dit,'' Nandin menjawab dengan terbata-bata.
Aditya menaruh gitar nya kembali di atas sofa panjang lalu kembali ke kursi samping ranjang Nandin.''Gimana perporma ku tidak kaah dengan musisi terkenalkan?''
Nandin tersenyum mendengar Aditya lagi-lagi menyombongkan diri. ''Aku akui kamu cukup baik, itu bisa untuk memikat wanita.'' Ucap Nandin
''Jadi kamu terpikat?'' Jawab Aditya
Nandin memalingkan wajah nya kesetiap penjuru ruangan rupanya membuatnya tidak mampu menyembunyikan rasa malunya di hadapan Aditya,
''Kamu sudah makan?'' Tanya Aditya.
''Sudah Dit, kalau kamu?''
Aditya hanya mengangguk,
__ADS_1
''Dit terimakasih ya untuk semuanya, aku enggak tahu harus balas kamu kaya gimana.'' Ujar Nandin.
''Kamu cukup cepat sembuh saja, lalu makan malam denganku.'' Jawab Aditya, membuat pipi Nandin merah merona.
''Dit kamu kenapa kemarin tidak kesini?''
Aditya berpkir sejenak menghela napas panjang.''kamu mau aku jujur atau berbohong?'' Tanya Aditya.
''Jujur.'' jawab Nandin singkat, padat dan jelas.
Aditya merubah posisi duduk nya berpindah di atas ranjang Nandin.''Aku kemarin sakit kepala jadi enggak bisa kesini,maaf ya.'' Aditya menatap Nandin lekat lekat dari dekat.
''Apa jantungmu sakit?'' Nandin membalas dengan tatapan tanpa ragu.
Aditya tercengang mendengar penuturan Nandin.'' Bagaimana kamu tahu?'' Aditya menyipitkan matanya.
''Obatmu kemarin tertinggal dan aku menanyakan pada suster yang kemari,'' Jawab Nandin masih dengan tatapan penuh introgasi untuk meyakinkan Aditya bahwa dia ingin tahu yang sebenarnya,
Dengan posisi berhadapan Aditya meraih tangan Nandin dan memegang nya denga kedua tangan nya.''Aku gak mau bikin siapapun khawatir, Aku gak mau siapapun tahu kalo seandainya aku lagi sakit.''
Air mata Nandin mengalir sendirinya, Aditya menatap gadis itu dengan wajah nya juga yang mulai memerah. ''Ini yang aku tidak mau, aku tidak suka melihatmu menangis, kamu sudah melewati hidup yang susah karena diriku aku hanya ingin kamu selalu tersenyum.'' Lanjut Aditya.
''Kamu juga melewati hidup yang tidak indahkan? tapi kamu meyakinkan ku untuk sebuah hidup yang indah. itu berat kan Dit?''
''Ini tidak seberat saat aku harus melihat mu terluka,''
''Maafkan aku Dit, karena tidak mengerti keadaan dan posisimu.'' Nandin berucap seraya air matanya mengalir.
Aditya yang sedang menggenggam tangan gadis itu memindahkan posisi tangan nya ke wajah gadis itu, mengeluarkan saputangan dari saku celananya dan mengelap air mata gadis itu. Nandin yang menyadari saputangan itu langsung bertanya."Saputangan dariku?''
Aditya hanya mengangguk, tanpa aba-aba tangan nya kembali memegang wajah Nandin dan mendekatkan bibirnya, mecium gadis itu lalu memejamkan matanya, Nandin yang replek hanya terpaku, Aditya yang memejamkan matanya mengalir bulir airmata dari ujung matanya, Nandin sadar bahwa Aditya juga menjalani hidup yang tidak baik-baik saja. Disela perjuangannya dia tidak memiliki siapapun yang mengerti perasaannya, sedangkan Nandin memiliki Riko dan juga Aditya yang selalu ada.
Aditya kemudian menarik diri melepaskan ciumannya, lalu kembali membuka matanya. Nandin sama sekali tidak berkata apa-apa, wajah mereka saling menatap. "Apa yang harus aku lakukan Dit?''
"tentang apa Din?''
''Perasaanku, bagaimana dengan Mas Riko?
Aditya menatap gadis itu dalam-dalam dan dia bertekad sekarang dia tidak akan lagi mengalah pada Riko maupun pada keadaan, Dia akan memperjuangkan apa yang membuat nya bahagia,
"Aku tidak akan lagi melepaskanmu Din, kita akan bicara baik-baik pada Riko setelah kamu sembuh dan pergi ke Australia.''Jawab Aditya meyakinkan Nandin.
Suara pintu terdengar bergeser menandakan ada orang yang masuk, Aditya yang sedang menghadap Nandin langsung membalik badannya. Aditya dan Nandin berpikir yang masuk adalah Tama yang kembali dari kantin, ternyata Dokter Riko, laki laki yang berstatus pacar Nandin yang setelah sekian lama mengabaikannya tanpa kepastian di negara Kangguru, lalu di susul oleh Ibunya yang juga memasuki ruangan itu dengan membawa koper.
Riko berdiri menatap Nandin dan Aditya yang duduk dengan jarak nyang sangat dekat, ketiganya dalam keadaan canggung, begitupun Ibu Dokter Riko yang menatap ketiganya. Perasaan aneh tiba-tiba menyerbu hati Dokter Riko, entah mungkinkah itu perasaan cemburu.......
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JUGA VOTE YA UNTUK MENDUKUNG AUTHOR TERIMAKASIH BABY ILOVEYOU.
''