LELAKI IMPIAN

LELAKI IMPIAN
PERTEMUAN DENGAN ADITYA!


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang membahagiakan bagi Nandin, karena akhirnya adik kesayangannya bisa pulang ke rumah.


Sepanjang perjalanan Nandin tidak berhenti memandang kjeluar jalan, sedangkan Tama tidur dipundaknya. Membayangkan Tama terpental di aspal itupun membuat hati Nandin menciut, yang lebih parah bagaimana bisa penabrak itu tidak punya hati, dan pergi begitu saja tanpa menolong Tama.


Mobil yang membawa mereka akhirnya sampai didepan rumah, raut wajah senang Tama terlihat, begitu keluar dari mobil dan menghirup udara sangat dalam.


Nandin memegangi tangan adiknya, untuk menuju rumah karena harus melewati pekarangan rumah dulu. Rumput hijau yang terhampar masih tersentuh oleh air sisa malam, orang banyak menyebutnya air embun.


"Nandin,'' panggil seseorang.


Suara yang membuat Nandin tahu siapa pemiliknya, dan membuat gadis itu membalikan badan.


"Pak Adit, " jawab gadis itu, kaget karena tidak mengira akan kedatangan mantan bosnya itu!


"kenapa kamu gak jelasin tentang Tama ke saya. Sampe saya harus bikin kamu keluar dari perusahaan"lanjut Aditya.


Gadis itu menahan airmatanya sekuat tenaga, berharap Tama tidak mendengar percakapan itu.


"Kak,kakak sudah gak kerja"timpal Tama, menatap wajah kakaknya yang langsung pucat.


"nanti saja kakak cerita yah dek,kamu masuk dulu ya," Nandin mengajak Tama untuk memasuki rumah.


Setelah mengantar kan Tama ke kamar nya untuk istirahat. Nandin kembali ke depan karena ada Aditya.


Nandin membukakan pintu, dan Aditya memasuki rumah gadis itu.


"Din, kenapa kamu gak bilang yang terjadi,kenapa kamu diam ajh waktu saya cerca kamu dikantor?''


"Saya sudah berusaha menjelaskan pak, tapi bapak enggak ngasih saya kesempatan",

__ADS_1


jawab Nandin.


"Maaf kan saya Din,saya enggak tau kamu saat itu bahkan gak tidur karna ngurusin Tama, bahkan kamu kesana kemari sendiri mengurusi segalanya dan saya memecat mu dengan tidak hormat", jawab Aditya  dia terlihat sangat menyesal.


"tidak apa apa pak ,semua sudah berlalu saya tidak ingin memperpanjang Masalah".


"Din, maafkan saya karna membuat mu melewati masa sulit lagi karna saya yang kurang peka, "ujar Aditya.


Nandin menatap wajah lelaki didepannya, ''Lagi?,''


''Maksud saya, saya membuat kamu kesulitan,'' lanjut Aditya.


Nandin izin membuatkan minum, dan kembali dengan membawa secangkir teh. Lalu meletakannya di meja.


Aditya merakapkan tangan nya melihat ku dengan serius, aku sampai salah tingkah.


Suara hujan membuyarkan pandangan Aditya terhadap Nandin. Kedua insan itu langsung menatap ke arah yang sama, air hujan membasahi rumput hijau yang terhampar didepan rumah Nandin.


Batu itu tidak berubah tempat sama sekali, bahkan saat air hujan menimpanya terus menerus. Nandin menarik nafas dalam-dalam, menghirup udara terbaik yang dihembuskan angin bersama air turun dari langit.


''Din,'' sapa Aditya mengagetkan Nandin.


 ''Iya,'' jawab Nandin.


 ''Mulai besok kamu masuk kerja lagi ya,'' lanjut Aditya.


" Bapak serius?'' jawab Nandin antusias. Mengingat ia juga harus memikirkan Tama, untuk biyaya rawat jalan nya tidak mungkin terus dari dokter Riko.


"Serius Din,"jawab nya

__ADS_1


"Tapi pak saya belum bisa meninggalkan Tama"jawab Nandin kemudian.


"Hem begitu baiklah, kamu masuk minggu depan ajah ya sekarang jagain Tama ajah Sampe pulih" Saran Aditya.


Nandin tersenyum bahagia karena satu beban nya berkurang, Aditya juga tersenyum sumringah..


Hujan pun reda wangi angin setelah hujan reda sungguh menenangkan, seperti tambahan ion yang menyirami tubuh sungguh sejuk dan menenangkan .


"Din saya pulang dulu ya,",ucap Aditya, begitu melihat hujan sudah berhenti didepan rumah gadis itu,


"oh iya pak,makasih yah pak sudah mampir" balas Nandin.


"saya mampir untuk memperjelas agar kita tidak salah paham",ujar nya.


Nandin mengantar Aditya sampai memasuki mobilnya. Lalu Aditya kembali lagi dan memberikan sebuah kotak persegi, ''Buka dirumah ya, jangan sekarang. Fighting Nandin,'' ucap Aditya sebari menyunggingkan senyumnya.


Nandin berdiri sampai mobil yang dikendarai Aditya hilang dari pandangannya. Lalu kembali memasuki rumahnya, dan langsung membuka kotak pemberian Aditya itu.


Ternyata coklat 5 rasa dengan kertas surat. "maafkan aku Nandini ,seharus nya aku tidak melakukan ini,aku berantakan sekali setelah mengetahui ini. Aku tidak punya keberanian menemuimu sebenar nya, tapi aku tidak ingin larut dalam masalah ini, Maafkan aku!


```


Aditya"


```


Isi surat itu membuat gadis itu menyunggingkan senyum, dan memikirkan betapa bosnya itu niat sekali meminta maaf. Walau kotak-kotak itu membuatnya seperti ingat sesuatu, kafrena sangat familiar. Hari ini Nandin mendapatkan kebahagiaan yang meringankan pikirannya.


Tama yang sudah bisa pulang, dan dia yang sudah bisa kembali bekerja. Tapi pikirannya tentang Dokter Riko dan juga apa yang dilakukannya pada orangtua Dokter itu, sungguh tidak bisa dibenarkan. Dan mengguncang pikirannya.

__ADS_1


Nandin berharap ada jalan, tetapi satu-satunya jalan mungkin hanya dengan melunasi biyaya rumah sakit Tama, dan pikuran itu membuat beban pikirannya lagi.


__ADS_2