Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 22


__ADS_3

Senja berjalan menuju gurunya, dia tersenyum manis. Sedangkan Bima dan Leo tertawa kecil bersamaan, mereka berdua menutup mulutnya lalu pamit ke kantor untuk mengambil buku. Pram yang masih berada diluar dibukakan pintu gerbang oleh pak satpam. Setelah itu dia bertemu dengan Senja dengan sang guru. Menyuruh keduanya berdiri didepan tiang bendera sampai bel istirahat pertama berbunyi.


Pram meledek Senja yang ternyata tertangkap juga. Sudah manjat namun tetap saja terkena hukuman oleh guru, si gadis memanyunkan bibirnya kesal. Pram tak ragu mencomot bibir gadis di sampingnya. Sontak saja Senja terkejut akan sikap Pr itu, Daffa yang melihat kemesraan Senja langsung menyenggol lengan Bintang, menunjukkan jarinya ke arah lapangan.


“Gue udah tahu kok kalo tuh cowok suka sama Senja,” ungkapnya dengan raut wajah datar.


“Terus lu nggak cemburu gitu? Semalam kan bilang kalo lu itu suka juga,” jawab Daffa berbisik.


“Daf, gue cuman bisa menyukai tapi nggak bisa memiliki. Lagipula kan gue udah cerita kalo Senja hanya anggap gue sebagai sahabat dan saudara. Nggak lebih,” serunya. Daffa mengangguk paham, dia tersenyum mencoba menyemangati sahabatnya.


Di lain sisi, Laura kini sudah bertemu dengan kekasihnya. Mereka jalan dan makan bersama, terlihat begitu romantis. Dia tidak peduli sudah berapa banyak uang yang telah dirinya habiskan bersama sang pacar. Pak Arya juga tidak mempermasalahkan pengeluaran Laura. Hal itu membuat wanita licik tersebut semakin menjadi.


Dari kejauhan, banyak orang yang sedang berkerumun. Laura datang melihat karena penasaran, lalu nampak seorang lelaki terbaring dengan wajah pucat.


Beberapa orang mengangkat laki-laki tersebut masuk kedalam mobil ambulans. Terdengar suara perempuan memanggil nama si lelaki pingsan tadi, dia menyebutnya dengan sebutan Heru. Laura hanya mendengar sekilas lalu mengajak sang kekasih melanjutkan kencannya. Dirumah sakit, ternyata orang yang memanggil itu adalah Sasa, awalnya dia dan Heru berjanjian bertemu untuk membahas rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan. Namun sayang, sebelum itu dimulai Sasa terlebih dahulu melihat temannya dibawa ambulans.


Jadi selama ini Heru terkena penyakit Glomerulonefritis, oleh sebab itu dia ingin cepat-cepat mengambil Senja dari keluarga Biru. Karena dirinya sudah tidak memiliki keluarga lagi selain anaknya. Sasa yang mendengar penuturan dokter terkejut, tak menyangka jika sahabatnya mengidap penyakit tersebut. Apalagi kata dokter Heru tidak pernah memperdulikan penyakitnya itu.


”Gue nggak nyangka Ru, ternyata lu selama ini mengidap penyakit itu. Lu lebih mementingkan menyusun rencana mengambil Senja dari Biru daripada kesehatan lu sendiri,” ucap Sasa dalam hati.


Shena yang asik bermain tiba-tiba saja dadanya terasa sesak. Ara pun langsung menghampiri putri kecilnya dan menghubungi Galang sang suami. “Sabar sayang, ibu siap-siap dulu lalu kita kerumah sakit.”


Napas Shena memburu, gadis kecil tersebut seperti tersiksa. Ara tak tega melihat keadaan anaknya, dia terus menangis sembari mencari taksi. Tak lama kemudian setelah mendapatkan kendaraan dia pun sampai dirumah sakit. Galang yang baru sampai ikut panik melihat istrinya terus-terusan menangis. Ara takut terjadi sesuatu kepada anaknya. Dia nampak gelisah menunggu dokter keluar dari ruangan.


Pintu terbuka, Galang langsung menghampiri si dokter dan bertanya keadaan Shena.

__ADS_1


“Mari ikut keruangan saya, Pak, Bu.”


“Begini, Shena terkena PPOK. Yaitu, Penyakit Paru Obstruksi Kronik.”


“Apa anak kami dapat disembuhkan?” tanya Galang dengan wajah serius.


“Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, akan tetapi gejala dan resiko bisa ditangani dengan menjalani terapi.”


Tangis Ara pecah, dia memeluk sang suami. Tidak percaya akan penuturan dokter barusan tentang Shena. Bagaimana bisa anaknya itu terkena penyakit seperti yang dokter katakan, sedangkan kehidupan Shena selalu dijaga baik, mau itu makanan ataupun lainnya. Mereka berdua hanya pasrah saat tahu jika sakit yang anaknya derita tidak dapat disembuhkan.


Kembali kesekolah, Senja dan Pram telah selesai dihukum. Mereka dengan langkah lemas berjalan menuju kelas. Diliriknya Bima serta Leo yang tengah menyantap bakso. “Ngamuk pasti nih Bim, kayaknya kita harus kabur,” bisik Leo menelan ludahnya.


“Lu bener Leo, kita harus cepat-cepat lari dari kelas sebelum cewek jadi-jadian itu menerkam kita. Aura hitam udah ada dibelakangnya,” jawabnya.


Bima sudah siap, dia pelan-pelan mulai keluar dari kursinya. Benar saja tak lama setelah kedua cowok itu melarikan diri, Senja berteriak memanggil nama kedua sahabatnya dengan suara yang keras. Teman-teman yang ada dikelas kompak menutup telinganya termasuk Bintang dan Daffa. Terjadilah kejar-kejaran antara Senja, Bima dan Leo sedangkan sisanya beserta murid-murid lain menonton aksi ketiganya dari kelas. Semuanya tertawa melihat tingkah lucu para murid populer yang seperti tom and jerry.


“Biimmmaaa, Leooontongg! Sini kalian. Gue cubit ginjal lu berdua,” teriak Senja berusaha mengejar kedua sahabatnya.


“Waduh! Di cubit ginjalnya sakit nggak Bim?” tanya Leo.


“Lu ngapain sih tanya kek gitu, ini kita sedang dalam bahaya dikejar macan, mending pokus lari aja Leo,” jawabnya dengan napas ngos-ngosan. Cukup lama mereka bertiga main kejar-kejaran, Bima menyuruh Senja untuk stop mengejarnya ditengah lapangan. Gadis itu yang sudah capek pun menganggukkan kepalanya setuju. Mereka bertiga lalu duduk bersama.


“Lah! Kenapa berhenti sih padahal seru,” ucap Daffa.


“Ya udah Daf, ayo ke sana kasih minum para budak kita,” seru Bintang.

__ADS_1


“Wah nggak nyangka ya, setelah sekian lama kita semua bisa melihat tingkah absurd gengnya Senja. Padahal selama ini mereka nggak pernah nunjukin kegilaannya didepan kita semua. Tapi hari ini....,” celetuk salah satu siswa.


“Benar banget, momen langka ini. Untung gue rekam tadi mau diupload kali aja rame kayak duet nyanyi itu,” sahut yang lainnya.


“Jangan lupa bagi videonya digrup sekolah. Mau gue edit terus upload Instagram deh.”


Pram yang duduk hanya menyimak perkataan teman-teman sekelasnya. Mereka yang sudah lama satu kelas dengan Senja pun baru kali ini melihat kelima sahabat itu se-absurd tadi. Bintang dan Daffa telah sampai di lapangan, memberikan satu persatu botol minuman pada ketiga temannya. Senja mengatur napasnya yang masih ngos-ngosan. Lalu meneguk habis minumannya.


“Pelan-pelan Sen, kalo masih haus nih ada punya gue,” ujar Bintang mengelap pinggir bibir Senja. Keduanya saling tatap lalu Bima berdehem membuat mereka tersadar.


“Makasih Bin, nggak perlu lu juga haus kan?”


“Nggak, buat lu aja. Lihat keringat lu aja sampe kayak gitu.”


“Udah Sen minum aja,” sambung Daffa.


...•••...


{Glomerulonefritis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi medis dimana glomerulus (struktur kecil pada ginjal yang berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan limbah) mengalami peradangan. Jika tidak segera ditangani Glomerulonefritis yang berkepanjangan dapat mengakibatkan gagal ginjal}


...~•~...


{PPOK atau penyakit paru obstruksi kronis merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama. Penyakit ini menghalangi aliran udara sehingga menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam bernafas}


^^^Search ggle.^^^

__ADS_1


__ADS_2