
...Happy reading all...
Perdebatan keempat selesai setelah Bintang mengancam si bapak. Mereka menghela napasnya dan tak lama sebuah angkot datang. Didalam, Senja melihat handphonenya betapa kaget dia saat tahu Sea dan Daniel menjalin hubungan dibelakang Laura. Bintang dan Daffa sekilas melirik, keduanya ikut terkejut langsung menutup mata sang sahabat.
Senja menyingkirkan tangan kedua cowok disampingnya, dia ingin melihat kelanjutan antara hubungan dua orang tak tahu diri yang berada dirumahnya. Namun Bintang malah merebut ponsel miliknya, dia menggeleng dan memasang wajah datar, matanya menatap tajam pada Senja. Saat melirik ke arah Daffa, cowok itu pun sama.
“Aduh! Lu berdua kenapa sih hah? Serem amat mukanya, biasa aja kali natap gue nya.”
“Handphone lu gue balikin nanti. Lagian napa sih lihat begituan,” ucap Bintang berbisik. Senja terkekeh dan meminta maaf.
“Gue nggak sengaja Bin liatnya juga.”
Beberapa saat kemudian Senja turun, Bintang memberikan ponsel miliknya dan kembali melanjutkan perjalanan bersama Daffa. Sebelum masuk Senja menghela napasnya, dia mengelus dada dan menelan ludah mengingat kembali Sea juga Daniel. Suara klakson menyadarkannya, Senja berbalik badan melihat Laura yang baru saja pulang. “Sekalian bukain dong anak manis. Gue malas buat turun,” titah Laura.
“Buka sendiri, punya kaki kan? Nggak usah manja mahmud!”
Senja masuk kedalam, dia tidak menuruti perintah Laura untuk membukakan gerbang. Diruang televisi, Sea dan Daniel tengah menonton bersama, mereka terlihat mesra. Namun setelah datangnya Laura, Sea menjaga jarak dengan kekasih sang kakak. Senja menyunggingkan bibirnya, berbicara didalam hati. Dirinya mengasihani Laura yang diselingkuhi oleh sang pacar dengan adiknya sendiri.
Apalagi kedua orang itu sudah melakukan sebuah hubungan terlarang didalam rumah orang lain. Tanpa merasa malu mereka tertawa bersama tidak memperdulikan tuan rumah. Jam menunjukkan pukul 17:30, Daniel izin pulang karena tahu jika suami sang kekasih akan segera datang. Senja sendiri berhasil menyimpan bukti perselingkuhan adiknya Laura. Suatu saat dia akan memberitahu semuanya dan membuat hidup wanita ular itu hancur.
Isi dari ponsel Senja sangat banyak dengan bukti yang akan dirinya kasih pada sang Papa. Bagaimana jadinya jika Pak Arya tahu bahwa istri tercintanya itu bermain dengan lelaki lain. Dan bagaimana reaksi Laura setelah dicerai oleh sang suami serta mengetahui perselingkuhan Daniel bersama adiknya, Sea. Senja membayangkan kehidupan Laura yang hancur, dia tersenyum lalu membaringkan diri.
__ADS_1
Ditempat lain, Silla sudah selesai dengan pekerjaannya. Dia berpamitan pada Biru dan yang lain, saat akan melangkahkan kaki sang bos menghentikan. Dia menawarkan diri untuk mengantarkan pekerjanya pulang. Pekerja lain menyoraki Biru, mereka tak henti-hentinya menggoda. “Maaf Mas, saya bisa pulang sendiri. Takutnya nanti malah merepotkan Mas Biru.”
“Nggak papa kok, lagipula rumah kamu jauh dari sini. Bisa-bisa sampai malam ke rumahnya. Biar saya antar saja sekalian mau ke rumah teman saya.”
“Beneran nggak papa, takut merepotkan. Tapi ya udah deh, makasih ya Mas.”
Biru mengangguk sembari tersenyum. Jarang sekali lelaki itu mengulas senyum pada seorang perempuan, kecuali pada sang adik, Senja dan Nadia. Kedekatan antara mereka pun menjadi topik hangat di kedai, Nadia, Arka dan Ara justru merasa senang. Mereka berpikir jika Biru sudah bisa membuka hati. Hal itu yang ditunggu oleh semuanya, mereka berharap bujang lapuk tersebut segera mendapatkan pendamping hidup.
“Pak Bara, boleh tidak saya numpang?” ujar Sasa.
“Nggak bisa, saya sudah janjian dengan istri dan mertua saya untuk makan malam. Mereka sudah menunggu dan saya harus cepat.”
“Ayolah Pak sekali aja anterin saya pulang. Emangnya bapak tega biarin perempuan jalan sendiri?” ucapnya lagi dengan wajah memelas.
Bara masuk kedalam mobilnya meninggalkan Sasa yang masih mematung seorang diri. Dia mengepal tangannya kesal mendengar perkataan dari sang atasan. Kebenciannya terhadap Echa semakin bertambah, dia menjadi lebih semangat untuk menghancurkan rumah tangga sang bos dengan istrinya.
Senja turun kebawah, dia izin pada Pak Arya untuk bermain kerumah Bintang. Karena Mama sahabatnya itu menelpon dan memintanya datang. Setelah mendapatkan izin dari Papanya Senja bergegas mengambil kunci motor dan jaket. “Jangan pulang terlalu malam, jam sepuluh atau sebelas sudah ada dirumah.”
“Iya Pah,” jawabnya.
“Om, emangnya Senja suka pergi malam-malam ya?” tanya Sea. Gadis itu memasang wajah polosnya, dia juga mengatakan jika seorang perempuan tidak baik bermain dimalam hari apalagi bersama banyak lelaki. Laura mengangguk membenarkan perkataan sang adik, kembali mengingatkan si suami agar memperketat Senja. Pak Arya hanya terdiam, dia memikirkan perkataan dua orang perempuan disampingnya. Namun dia juga berpikir jika selama ini tidak pernah terjadi sesuatu pada putrinya walau sering bermain dimalam hari.
__ADS_1
Karena ada Biru yang selalu menjaga, tak hanya itu keempat teman cowok anaknya pun terlihat tidak nakal, mereka bersikap sopan dan ramah saat bertemu. “Sudahlah biarin aja Senja bermain. Selagi dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh akan saya izinkan.”
“Tapi kan Mas, apa kamu nggak khawatir? Apalagi pergaulan Senja yang seperti anak berandal,” seru Laura.
“Maksud kamu apa mengatakan Senja berandal? Dia gadis yang baik, walau punya banyak teman cowok Senja tahu batasan, mana yang baik dan buruk untuk dirinya lakukan,” jawab Pak Arya sedikit tegas. Dalam hatinya dia merasa tidak terima jika sang putri dikatakan berandal atau anak tidak baik. Sea menyenggol lengan kakaknya, Laura pun mendekat pada si suami dan meminta maaf.
“Mas ngantuk, kamu temani Sea nonton aja.”
“Eh nggak perlu Om, Sea juga udah ngantuk nih mau tidur.”
“Dia kakak ipar kamu, panggilnya jangan Om,” ujar Laura.
“Nggak papa, bebas saja mau manggil saya apa. Ya sudah kamu masuk ke kemar dan iya pintu depan jangan ada yang mengunci karena Senja belum pulang.”
Di kediaman Bintang, Senja asik berbincang dengan Bu Ana. Mereka berdua terlihat sangat dekat seperti anak dan ibu. Tawa bahagia dapat terlihat oleh Bintang dari wajah dua perempuan di depannya. “Kayak nyamuk aja nggak diajak ngobrol.”
“Eh iya sayang, maaf ya. Abisnya nak Senja asik sih.”
“Angkat jadi anak aja Mah tapi kalo bisa jadi mantu,” ucap Bintang. Cowok itu terkena pukulan kecil dari Senja sedangkan Bu Ana tertawa. Dia tahu bahwa putranya itu menyukai Senja namun cintanya ditolak. Setiap malam Bintang selalu menceritakan kesehariannya pada sang Mama termasuk masalah asmara.
“Ya sudah kalian ngobrol berdua dulu Mama mau lanjut ngerjain berkas.”
__ADS_1
“Iya Tante, semangat!” ujar Senja.