Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 71


__ADS_3

Sepulang dari sekolah niatnya Senja ingin mengajak seluruh anak geng motornya pergi ke suatu tempat, guna merayakan ulang tahun Omnya, Biru. Dia sudah menyiapkan semua bersama dengan Silla. Teman-teman yang lain setuju namun Bintang harus izin untuk tidak ikut. Daffa bertanya apa alasan cowok itu tidak pergi. Hanya gelengan kepala saja sebagai jawaban dari pertanyaan si sahabat.


Setelah kepergian Bintang, Seon bersama yang lain membicarakan cowok itu. Semenjak berpacaran dengan Cantika, dia begitu banyak berubah. “Udah lah biarin aja. Lagian dia nggak sepenting itu,” seru Senja. Bima dkk langsung melihat ke arahnya saat mendengar kata terakhir.


Daffa mengangkat sebelah alisnya lalu kembali bertanya memastikan apa iya jika Bintang tidak sepenting itu? Senja terdiam tidak merespon, tak lama mobil Laura datang menjemput. Gadis itu pun pergi begitu saja tanpa berkata lagi, Bima dan Leo saling mengangkat bahunya. Sepanjang perjalanan pulang, dia disibukkan oleh ponselnya. Membiarkan si Mama tiri berbicara sendirian. Walau begitu Senja masih dapat mendengarnya.


Beberapa saat mereka berdua pun sampai dirumah. Sebelum turun dari mobil Senja menyuruh Laura untuk bersiap, sang Mama hanya terbengong lalu menganggukkan kepala.


Pukul 19.00, Bima, Daffa dan yang lain sudah berada didepan rumah Senja. Pak Arya beserta istrinya juga sudah siap, mereka berdua mengenakan baju yang sama. Para anak muda yang ada di sana memuji pasangan suami istri itu.


Tak lama datanglah gadis yang mereka tunggu, setiap kali ada acara penampilan gadis tersebut selalu menarik perhatian. Itu semua berkat make-up dari Laura, setelah membersihkan diri dia datang ke kamar Mama tirinya. Dengan wajah datar berkata jika dia ingin berpenampilan seperti perempuan.


Laura tersenyum mendekat pada putrinya, dia mengelus rambut Senja dengan lembut dan menyuruh duduk didepan cermin. Pak Arya yang melihat putrinya dekat dengan sang istri merasa bahagia, lambat laun Senja akan menerima Laura sebagai Mamanya.


“Biasa aja kali lihatnya,” seru Daffa kepada Seon.


“Kenapa? Gue cantik? Oh tentu dong, sebenarnya temen gadis kalian ini terlahir cantik, cuman nggak pernah dipermak aja pakai make-up. Tampil biasa juga banyak yang suka apalagi kayak cewek-cewek di luaran sana,” ujarnya dengan percaya diri. Laura terkekeh mendengar ucapan putrinya, sedangkan teman-teman yang lain langsung menyunggingkan bibirnya.


10 menit berlalu, Senja mengajak semuanya untuk segera pergi karena Silla serta yang lainnya sudah berada di sana. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai, mata Senja langsung tertuju pada pria yang tengah berbincang. Dia berlari kecil menghampiri dan memeluknya, mengucapkan selamat ulang tahun lalu memberikan hadiah.

__ADS_1


Biru mencium gadis kesayangannya dan menerima pemberian Senja. “Om tambah umur, tapi muka masih kayak anak muda. Resepnya apa Om? Kali aja Senja bisa terus awet kayak muka Om Biru, ehehe...”


“Resep-resep emangnya masakan,” celetuk Bima. Asik berbincang dengan sang Om, tiba-tiba saja Ara menghampiri bersama Pram, Galang juga Shena. Senja yang berdiri disamping mantannya pun hanya terdiam, tidak menyapa lelaki itu sama sekali.


Dirinya lalu berpura-pura sibuk dengan handphone. Membuka aplikasi WhatsApp, melihat story' salah satu temannya yang tak lain ialah Bintang. Cowok itu memposting jika dia tengah berada disebuah restoran bersama seorang perempuan yang tidak diperlihatkan wajahnya. Senja mengira jika sahabatnya tersebut sedang jalan berdua dengan sang kekasih.


“Ya udah Om, aku ke yang lain dulu. Ngomong-ngomong Om Arka sama Tante Nadia dimana?”


“Mereka ada di sana,” jawab Biru sembari menunjuk.


“Senja,” panggil Ara. Dia langsung menelan ludah, perasaannya masih terasa canggung bila bertemu dengan adik Omnya.


“Iya apa Tante?”


“Baik, kalo gitu aku ke sana dulu.”


Galang menyenggol lengan putranya, Pram melihat pada si Ayah mengernyitkan dahi bingung. Ternyata Ayahnya itu meminta agar Pram mengejar Senja, Ara berdehem membuat dua lelaki itu tersenyum seketika. Melihat kedatangan Echa dengan Bara, Shena langsung berlari memeluk mantan Omnya. Entah kenapa gadis kecil tersebut sangat menyukai Echa, selalu menempel tidak ingin lepas.


“Gue seneng Daf akhirnya lu keluar rumah lagi. Lain kali main dong ke basecamp,” ungkap Leo. Daffa datang karena menghargai sikap baik Biru kepadanya. Dia sudah sangat banyak merepotkan lelaki itu juga Senja.

__ADS_1


“Gimana caranya bikin si Bintang putus sama Cantika?” seru Bima. Seon dan kedua temannya langsung menatap ke arah dirinya. Sambil melahap kue yang tersedia dia mengangkat kedua alisnya.


“Awalnya sih emang iya gue dukung hubungan mereka, tapi lama-lama kesel juga sama sikap tuh cewek yang posesif. Gue sebagai sahabat baik Bintang ngerasa kasian aja, dia jadi nggak bisa bebas lagi. Kalo boleh jujur nih, sejak dulu gue berharapnya si Bintang jadian sama Senja.”


Bima menjelaskan panjang lebar sambil terus menikmati makanan. Dia juga ingin mendengar pendapat ketiga teman lainnya. Senja datang membuat keempat cowok itu beralih topik, mereka langsung membicarakan soal akun grupnya di Instagram.


“Nah bicara soal Instagram, pas banget kemarin ada yang DM lagi,” ungkap Daffa.


“Ngajak jadi idol lagi? Ogah ahk! Tolak aja kalo misalkan ada yang DM kayak gitu lagi Daf, lagian kita semua nggak ada yang berminat,” seru Senja.


“Bukan itu, tapi ada DM yang menurut gue aneh. Dalam pesan itu dia ngejelasin kegiatan kita sehari-hari, masalah hubungan lu, Bintang juga Pram. Masih banyak lagi deh, kira-kira siapa ya? Kenapa tuh akun tahu semua padahal kita selama ini nggak ada lagi post apapun.”


“Coba gue lihat,” ucapnya. Daffa langsung merogoh ponselnya, membuka akun Instagram dan melihat isi pesan itu kembali. Bima, Leo, Seon yang penasaran pun memepet. Saat serius melihat akun si pengirim, tiba-tiba satu pesan masuk.


“Apa-apaan ini!” ujar Senja dengan wajah marah. Sebuah video yang menampilkan sahabatnya tengah tertidur, di samping Bintang terdapat seseorang. Senja berdengus kesal karena telponnya tidak diangkat, lalu keempat temannya ikut menelpon Bintang yang hasilnya sama saja.


“Lu jangan marah dulu Sen, kita pastiin ini real atau fake. Coba telpon Tante Ana tanya anaknya ada dimana.”


“Kita cabut nggak sih buat cari tuh anak, mastiin aja kalo itu bukan dia.”

__ADS_1


Senja melihat ke arah Om, Papa serta yang lainnya. Terdiam sejenak lalu melangkahkan kaki menuju mereka semua. Izin jika dia memiliki urusan lain bersama teman-temannya. Sebelum pergi Pak Arya menyarankan Senja untuk tidak pulang larut malam, anak gadisnya itu pun mengangguk.


Pram melihat raut wajah kakaknya yang terlihat kesal dan marah merasa penasaran. Dia ingin bertanya namun tiba-tiba Ara menyuruh putranya memanggil Shena.


__ADS_2