
Sesampainya di kantin, mereka berdua langsung bergabung dengan meja Bintang. Sembari menikmati makanan yang telah dipesan, semuanya membicarakan soal liburan ke villa. Bukan hanya mereka saja yang akan pergi namun Ara, Nadia, Echa, dan Silla juga ikut bersama suami-suaminya. Saat asik mengobrol handphone milik Bima berdering, setelah dilihat ternyata Leo lah yang menelpon. Bima mengernyitkan dahi sebab dari balik telpon yang berbicara bukanlah suara sahabatnya.
“Baik, saya akan ke rumah sakit,” ujar Bima membuat teman-temannya keheranan.
“Siapa yang sakit Bim?” tanya Daffa. Bima menjelaskan jika Leo telah masuk rumah sakit, mengetahui salah satu sahabatnya sakit mereka semua langsung bergegas. Di parkiran Paris melihat geng Senja yang akan pergi, akan tetapi guru tersebut tidak menegur atau melarangnya padahal bel masuk tinggal beberapa menit lagi berbunyi.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit tempat sahabatnya dirawat. Senja bertanya-tanya mengapa wajah Leo begitu banyak luka lebam dan siapa yang telah melakukannya. Karena sang sahabat belum juga bangun maka mereka hanya bisa menunggu dan bertanya nanti.
“Ini kita bolos nggak papa emangnya?” tanya Seon.
“Santai aja, paling juga entar cuman di kasih hukuman doang.”
“Kalian udah terbiasa pasti bolos kayak gini? Kok santai banget,” ucapnya.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Seon, semuanya serius melihat keadaan Leo. Beberapa saat kemudian orang yang terbaring itu pelan-pelan membuka matanya. Dia terkejut karena ada Senja serta teman-temannya yang lain. Baru saja akan berbicara, Bima sudah terlebih dahulu menanyakan penyebab Leo seperti itu. Leo pun menceritakan tentang dirinya yang di pukul habis-habisan oleh Aldo and the geng.
“Wah tuh anak belum kapok juga berurusan sama kita,” ujar Daffa kesal.
“Berharap sih mati pas tanding kemarin,” seru Bima. Senja yang berada di sampingnya langsung memukul cowok tersebut.
“Nanti kita balas tuh anak,” sambung Bintang.
Mendengar teman-temannya ingin balas dendam Leo pun menghentikannya, karena itu bukanlah masalah antar geng melainkan gara-gara Lea. Aldo tidak terima jika crushnya mempunyai seorang kekasih. Sudah lama dia mengejar-ngejar Lea namun selalu ditolak, baginya Lea adalah cewek yang menarik. Seon melihat jam yang melingkar ditangannya, nampak jam telah menunjukkan pukul 13.00 siang. Dia pun mengajak Senja dkk untuk kembali ke sekolah.
Setelah berpamitan mereka bergegas pergi, beruntungnya Senja dkk sampai di sekolah pas istirahat jam kedua. Seon bertanya pada ketua kelas apakah ada guru yang mengajar saat dirinya dan yang lain pergi? Salah satu murid menjawab jika mereka mendapatkan jam kosong. Seon menghela napas karena ini pertama kalinya dia bolos pelajaran.
Di saat yang lain pergi, Senja dan Pram hanya berdiam didalam kelas. Tidak ada yang mengganggu mereka berdua.
__ADS_1
“Pram, kok perut aku sakit ya.”
“Kenapa? Sakit perut? Ya udah ke kantin aja kita makan.”
“Bukan itu kayaknya aku mau datang deh,” ucapnya.
“Datang?” tanyanya heran. Tak butuh lama untuk berpikir cowok itu langsung paham apa yang pacarnya maksud.
“Tunggu di sini biar aku yang beli. Tembus nggak kalo iya pakai jaket dulu.”
Senja menggelengkan kepalanya, lalu Pram bergegas pergi ke koperasi membeli yang kekasihnya butuhkan. Di sana banyak sekali para anggota osis yang berkumpul, awalnya dia malu untuk masuk. Namun karena itu demi Senja dia pun menerobosnya dan langsung mengambil serta membayarnya.
Saat akan kembali ke kelas dia berpapasan dengan Bima, mata cowok itu langsung tertuju pada tangan Pram.
“Wah apaan tuh? Lu Kok beli makanan nggak bagi ke gue,” ucapnya sembari mengambil barang yang Pram pegang.
Tak ingin membuat Senja marah dan menunggu, Pram mengambil kembali barangnya dan berlari. Sesampainya dikelas dia langsung memberikannya, Senja tersenyum mengucapkan terimakasih.
Di dalam toilet, gadis itu tak sengaja mendengar obrolan siswa lain yang membicarakan dirinya. Betapa terkejutnya para siswa tersebut setelah melihat Senja keluar. Tidak ada yang berbicara lagi, orang-orang itu terdiam sambil menunduk. Senja menyunggingkan bibirnya.
“Nggak usah menunduk kayak gitu, kalo lu nggak suka sama gue bilang aja. Sini ngomong langsung jangan beraninya dari belakang.”
“Ayo, tadi apa katanya. Gue cewek murahan dan nggak tahu malu? Mumpung masih ada di sini lanjut lagi omongin gue nya, jangan diem kayak gitu. Lu semua pada bisu?” sambungnya.
Bukannya menjawab siswa lain itu malah pergi begitu saja membuat Senja kesal. Dia sangat heran mengapa banyak orang-orang yang tidak menyukai dirinya, padahal dia tidak pernah berbuat jahat seperti membully. Bahkan jika ada kasus pembullyan dia akan membantunya. Tidak mau ambil pusing Senja kembali ke kelasnya dan teman cowoknya itu telah berkumpul bersama.
“Ibu negara kita pasti lagi datang ya, nyuruh mas pacarnya beli roti jepang lagi,” ujar Bima tersenyum.
__ADS_1
“Bro! Biasanya kalo cewek lagi datang jangan lu nyari masalah, dia bisa berubah jadi hewan buas. Di terkam baru tahu rasa lu,” seru Daffa. Bintang, Pram dan Seon mengangguk bersamaan. Mereka bertiga menjauh dari Bima agar tidak terkena serangan Senja.
Bima tertawa mendengar perkataan Daffa, dia justru senang melihat Senja kesal. Berharap marah gadis itu malah tersenyum dan mengelus rambut Bima. Tak lama rasa lembut itu berubah menjadi sakit karena Senja mencengkeram erat rambutnya. Bima kesakitan dia meminta dilepaskan namun Senja menggeleng.
“Nah-nah kan, apa kata gue juga. Lu nyari masalah sama cewe yang lagi M. Kita nggak ikutan Bim,” ungkap Daffa.
“Woy bantuin gue napa, nggak setia kawan lu semua!”
“Sorry Bim, kita masih sayang nyawa.”
“Aw! Ampun Sen, janji deh nggak usil ke lu lagi. Lepasin ya cantik, sakit nih.”
“Gue laper,” ucap Senja.
“Iya iya gue beliin makanan. Tapi lepas dulu nih tangan dari rambut gue, okay!” jawabnya lembut. Setelah Senja melepaskan cengkeramannya Bima langsung pergi menggandeng Daffa untuk ikut ke kantin membelikan sahabatnya makanan. Sambil menunggu pesanannya datang Bima menggerutu.
“Bim, lu pernah nggak sih ngerasain jatuh cinta?” tanya Daffa membuat Bima berhenti mengoceh.
“Kenapa tanya gitu? Lu lagi jatuh cinta sama siapa emangnya Daf, kasih tahu gue dong.”
“Jawab dulu pertanyaan gue, lu pernah nggak?”
“Gue baru aja jatuh cinta sama cewek kemarin malam pas kumpul sama yang lain. Baru kali ini jantung gue rasanya berdegup kencang lihat cewek,” jawabnya.
“Siapa?”
“Ada deh nanti juga lu tahu Daf, eh btw emangnya siapa sih cewek yang bisa meluluhkan hati lu sampai jatuh cinta segala?”
__ADS_1
“Rahasia, dah ah yuk cabut tuh makanan udah datang.”