Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 8


__ADS_3

Senja dan Biru telah sampai dirumah. Laura pun sudah tidak ada lagi di sana. Setelah memastikan gadis kesayangannya masuk kamar, Biru pergi ke kamar Pak Arya untuk bertanya siapa perempuan yang bersamanya tadi. Sudah beberapa kali dia mengetuk pintu kamar Papa Senja namun tidak ada respon, pintu tetap tertutup. Biru pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya.


Pukul 06.00, Senja masih terlelap dalam mimpinya. Dia tidak menyadari kehadiran seseorang didalam kamar. Sentuhan lembut terasa di kepalanya, dan juga terdengar suara orang mengobrol menyebut-nyebut namanya. Dia membuka matanya sedikit, ternyata didalam kamar sudah ada sang Papa juga Laura. Perempuan tersebut terus memuji betapa cantiknya Senja disaat gadis itu tengah tidur. Pak Arya yang mendengarnya pun merasa senang, lalu setelah itu keduanya pergi meninggalkan kamar. Barulah setelah mereka pergi Senja bangun dari tidurnya.


“Bisa banget nyari muka depan bokap gue! Awas aja kalo lu benar-benar nikah sama Papa. Nggak bakal gue biarin lu hidup enak di sini.”


Dibawah, tepatnya dimeja makan. Senja sama sekali tidak berminat untuk ikut sarapan pagi bersama Laura. Dia langsung izin pamit ke sekolah pada sang Papa. Awalnya Pak Arya meminta Laura mengantarkan Senja, namun gadis itu menolaknya mentah-mentah. Dia menatap tajam pada perempuan yang ada di samping Papanya.


“Kalo gitu biar Papa telpon Om kamu saja, gimana?”


“Nggak usah Pah, Senja sendiri juga nggak papa kok pergi sekolahnya. Lagipula Om Biru sibuk sama usahanya,” jawabnya sambil melangkah mendekat, lalu mencium punggung tangan sang Papa.


“Salam juga sama Tante Laura,” ujar Pak Arya.


“Senja udah telat Pah,” seru gadis itu dan langsung pergi begitu saja menuju motornya.


“Maafin Senja ya, Lau.”


Laura tersenyum manis didepan Pak Arya, tapi didalam hatinya perempuan tersebut menjelekkan anaknya. Pagi-pagi dia sudah berada dirumah Senja, membawakan makanan untuk sarapan keluarga itu. Padahal dirinya tidak pernah memasak dirumah, akan tetapi berkata jika makanan itu dia yang membuat. Jelas saja Pak Arya yang mendengarnya senang, dia berpikir bahwa pilihannya untuk menjadikan Laura sudah benar. Selain cantik ternyata juga jago memasak sama seperti anaknya.

__ADS_1


Didepan gerbang sekolah, Pram tengah berdiri bersama anak osis. Cowok itu ternyata tengah menunggu kedatangan Senja, dia sudah berada di sana sejak pukul 06.15, namun gadis yang ditunggunya belum juga kelihatan. Saat akan kembali ke kelas, suara motor yang Pram kenal terdengar. Senja dan keempat sahabatnya datang bersamaan.


“Kayaknya aku harus minta Mama buat beliin motor, seru juga seperti mereka berlima,” gumam Pram. Dia terus memperhatikan kelima anak populer itu.


Di parkiran, mereka semua membenarkan rambutnya yang acak-acakan. Aura ketampanan dan kecantikan terpancar dari kelimanya. Pram yang melihat itu semakin tergila-gila akan sosok Senja. Dirinya hanya bisa memperhatikan gadis itu dari jarak jauh, dia belum berani untuk berkata bahwa dirinya menyukai Senja.


Saat dikelas, meja mereka sudah penuh dengan kotak makanan. Wajah Daffa dan Bima langsung berbinar, sebab keduanya belum sarapan saat dirumah. Mereka lupa jika setiap hari meja dan lokernya selalu penuh akan makanan. Begitupun dengan Senja, dia langsung mengambil satu kotak makan yang berada diatas mejanya.


“Wah tumben lu mau makan pemberian fans?” tanya Leo.


“Gue laper dan males ke kantin.”


“Mau gue beliin ke kantin?” ujar Bintang.


Pram mengangguk-angguk kepalanya. Dia juga berniat akan memberikan makanan kepada Senja seperti yang dilakukan siswa lain. Beberapa saat kemudian bel berbunyi, pelajaran kali ini sedikit riuh akan kelakuan geng Senja. Mereka bercanda bersama dengan sang guru. Lalu seseorang mengetuk pintu kelas, nampak seorang lelaki berpakaian rapih berdiri. Sang guru pun mempersilahkan laki-laki itu untuk masuk.


“Baiklah anak-anak, ini adalah Pak Paris. Dia merupakan alumni SMA kita, dan sekarang akan mengajar seperti bapak. Semoga kalian betah dan tidak nakal, selalu mendengarkan penjelasan Pak Paris jika mengajar.”


Siswa perempuan yang tertarik dan terpesona akan wajah guru barunya pun langsung melontarkan beberapa pertanyaan. Berbeda dengan Senja, dia hanya duduk santai mendengar ucapan sang guru didepan. Paris melirik ke arahnya lalu memberikan sebuah senyuman yang membuat para siswi lain ikut meliriknya.

__ADS_1


“Wah kayaknya tuh guru baru juga suka ke lu, Sen,” bisik Bima tersenyum.


“Walau galak dan dingin tapi teman cewek kita ini cantik nan manis. Banyak para cowok yang suka sama dia, kecuali kita, hahaha!” seru Daffa.


“Iya nggak Bin?” sambungnya sembari menyenggol Bintang yang duduk disebelahnya. Orang yang disenggol hanya tersenyum. “Gue bakal terus mencintai lu Sen, nggak peduli mau anggap gue apa,” ucapnya dalam hati.


Setelah memperkenalkan Paris ke muridnya, Pak guru melanjutkan pelajarannya. Sampai istirahat tiba, geng Senja tidak pergi ke lapangan ataupun kantin, mereka semua memilih untuk berdiam didalam kelas. Kebetulan salah satu anggota osis yang lewat depan kelas membawa sebuah gitar, Leo menghentikan anggota osis tersebut untuk meminjamnya. Setelah mendapatkan gitar itu, dia meminta Senja bernyanyi. Namun, sahabatnya menolak.


“Ayolah, berdua sama si Bintang. Anggap aja latihan coy,” ujar Bima. Senja menghela napasnya, ketiga cowok itu terus memaksa dirinya untuk bernyanyi, dengan terpaksa dia pun mengikuti kemauan mereka. Leo memberikan gitarnya kepada Bintang, dan cowok itu mulai memainkan gitar.


Baru saja mulai bernyanyi lirik pertama, sudah banyak siswa-siswi lain yang berkumpul didepan kelasnya. Daffa merekam kedua sahabatnya, setelah itu dirinya post ke media sosial milik geng Senja. Seketika itu juga banyak notif DM dan komentar dari para penggemar mereka.


“Gila! Baru sekali post udah segini likenya. Ini pertama kalinya kita ngepost di media sosial,” seru Daffa terkejut. Dia memperlihatkan video itu kepada teman-temannya.


“Tahu lu, bikin akun tapi nggak pernah ngepost poto. Btw keren juga sih ya,” sahut Leo.


Beberapa minggu lalu Daffa izin kepada Senja untuk membuat akun media sosial gengnya. Sejak pertama membuatnya, beberapa siswa yang menyadari akun itu langsung mem-follownya. Dan hari itu juga pengikut mereka sudah ada lima ribu orang. Setelah adanya video tadi, maka followersnya semakin bertambah banyak. Saking banyaknya sampai membuat Daffa si pemegang akun menganga terkejut.


Banyak yang memuji Senja dan Bintang, selain suaranya yang bagus kedua orang itu juga memilki paras yang cantik dan tampan. Pram yang penasaran dengan akun geng tersebut pun menanyakannya pada siswa disebelah.

__ADS_1



Pram/Langit, Daffa, Bintang, Senja, Leo and Bima.


__ADS_2