
Gadis itu melihat ke arah sumber suara yang berbisik. Ketika cowok disampingnya membuka topi Senja terkejut. “Lu? Wait! Kapan balik?”
“Apa kabar?” tanya si cowok dengan tersenyum. Dia mengenakan seragam yang sama seperti Senja, kemungkinan besar cowok tersebut akan satu sekolah. Keduanya melanjutkan obrolan sampai tak menyadari jika telah sampai. Sejak dari angkot Senja terus mengulas senyum saat berbincang, keenam temannya yang melihat keakraban kedua orang tersebut mengerutkan kening.
Dalam hati Bintang dia bertanya-tanya siapa sosok cowok itu mengapa terlihat begitu dekat dengan kekasihnya. Mereka berjalan menghampiri Senja, semua mata tertuju ke arah keduanya. Para siswa-siswi juga memperhatikan cowok yang ada disamping Senja. Bintang terkejut ketika dirinya dicueki oleh sang pacar, dia bersama Daffa dan Pram melihat dari belakang.
“Lu tahu dia Daf?” tanya Bintang dengan wajah fokus kedepan. Cowok itu sama sekali tidak melirik kedua temannya. Daffa menggelengkan kepala tanda tak mengenali, selama ini mereka semua tidak tahu jika sahabat perempuannya memiliki teman cowok lain.
Sesampainya didalam kelas Senja masih saja asik mengobrol, diajak ke kantin pun gadis itu menolaknya. Bima, Leo yang penasaran ikut bergabung sedangkan sisanya pergi meninggalkan mereka. Dilapangan Bintang mengusap wajahnya dan menghela napas kasar, bola basket dia lemparkan ke sembarang arah. Pram, Seon serta Daffa memperhatikannya sembari menikmati jajanan. Kini suasana hati cowok tersebut tengah tidak baik.
“Woy Bin. Sini duduk,” panggil Seon. Orang yang dipanggil hanya menoleh, lalu berjalan pergi meninggalkan tiga temannya.
Cowok yang membuat Senja mengabaikan Bintang bernama Theo. Dia tidak kalah tampan dari Daffa dkk. Senja kenal dengan Theo ketika dirinya berusia 8 tahun, saat itu rumah keduanya berdampingan dan mereka selalu bermain bersama sampai dimana teman cowoknya tersebut harus pergi ke luar negeri.
Dulu, dia sempat memilki rasa suka pada Theo. Mereka berdua pernah saling janji jika suatu saat bertemu kembali maka cowok itu akan mengatakan perasaannya dan Senja akan menunggu kepulangannya lalu menerima cinta dari Theo. “Gimana? Masih ingat janji kita dulu?” tanyanya, seketika membuat Senja terdiam dan menelan ludah.
“Janji apa nih? Lu punya hutang sama dia Sen? Oh iya nama lu siapa?” ujar Bima. Theo langsung memperkenalkan namanya kepada Leo dan Bima. Dia juga berkata bahwa dirinya calon pacar dari gadis yang masih terdiam itu.
“Maksud lu?”
__ADS_1
“Chubby? Kenapa diam ada yang salah kah?”
Senja tersadar dari lamunan, dia segera menggelengkan kepala dan berpamitan ke toilet. Di sana Senja bercermin membayangkan kisahnya bersama Theo dulu. Lain sisi Bima keluar kelas menghampiri ketiga temannya yang berada di lapangan. Dia menceritakan apa yang didengar ketika mengobrol bersama si murid baru.
“Gue curiga jangan-jangan tuh cowok cinta pertamanya Senja. Terus janji apa coba, mana tadi pake manggil chubby.”
“Serius lu? Jangan ambil kesimpulan dulu Bim kali aja itu panggilan teman masa kecil. Tapi..., gimana kalo ucapan lu bener? Apa Senja masih punya rasa sama tuh cowok pas kita mau masuk kelas aja dia cuekin Bintang.”
Obrolan terhenti saat Seon melihat kedatangan temannya, mereka semua pun langsung mengalihkan topik. Masih dengan wajah datar dan dinginnya Bintang duduk bergabung namun tak mengeluarkan suara sedikit pun.
“Gue kan udah sama Bintang, gimana bisa nerima cinta Theo. Lagian kenapa baru sekarang sih lu datang, udah lama banget pergi dan gue hampir aja lupa sama lu,” pikir Senja. Kemunculan Theo membuat gadis tersebut bingung, dia telah menjalin hubungan dengan sahabatnya dan sekarang cowok yang pernah dirinya sukai kembali datang menagih janji.
Didalam kelas Paris menyuruh murid barunya memperkenalkan diri setelah itu memulai pelajaran. Selama jam belajar dua cowok yang duduk disamping kanan dan kiri terus mengalihkan pandangannya ke arah Senja. Seon menyenggol kaki Daffa pelan dan berbisik sesuatu.
“Nggak usah liatin terus, tenang aja aku nggak ada apa-apa kok sama Theo,” kata Senja lewat pesan. Suara notif terdengar buru-buru Bintang merogoh ponselnya dan melihat isi pesan yang dikirim oleh sang kekasih.
“Yakin? Nggak ada apa-apa sama dia? Pagi tadi aku nyapa kenapa dicuekin?” balasnya. Senja memejamkan mata merasa bodoh karena mengabaikan Bintang. Efek senangnya bertemu dengan Theo membuat dia lupa pada sang kekasih. Senja melemparkan kertas, dia menuliskan kata “I like it when you are jealous.”
Selain kata-kata dia juga menggambar sebuah hati kecil serta manusia lidi, saat Bintang melihatnya Senja mengulas senyum manis sambil mengangguk. Pram hanya senyum-senyum melihat sang kakak. Paris yang tahu itu pun membiarkannya dan melanjutkan pelajaran.
__ADS_1
...----------------...
Echa masih berada dirumah sakit menemani anak kecil yang dia temui malam itu. Dia merasa kasian pada dua anak tersebut, setelah bertanya-tanya tentang keluarga mereka Echa dan Bara berniat akan mengadopsinya. Mantan Biru itu tidak tega jika harus membiarkan keduanya hidup tak jelas di jalanan. Apalagi ada seorang bayi yang pastinya tidak akan kuat dengan angin malam dan panasnya matahari.
“Dimana sih kakek peyot itu nyimpen surat-surat rumahnya?”
Sea bersama Daniel tengah mengacak-acak rumah Pak Arya. Mereka mencari keberadaan surat rumah tersebut dan berniat menjualnya. Hal itu bujukan dari sang kekasih, Sea terus didesak oleh Daniel. Jika wanita itu ingin segera dinikahi maka dia harus mendapatkan semua harta ibunya serta harta suami kakaknya.
“Kamu kan punya banyak uang kenapa harus ambil harta mereka?” ujar Sea.
“Sea sayang, dengan harta mereka aku akan membuat usaha dan uangnya pun kamu nikmati juga.”
“Tapi kan nggak semudah itu ambil hartanya Pak Arya. Kita udah punya banyak uang pasti cukup buat pernikahan. Senja, iya gadis itu. Dia ancam aku untuk balikin motornya kalo nggak bakal diusir dari rumah ini.”
“Itu hanya gertakan, jangan takut sama dia. Motornya juga udah dibawa sama yang beli, kalo kamu mau balikin sana ambil. Uangnya udah dipakai buat shopping kamu tadi,” ucap Daniel.
Sea menurut, tanpa dirinya ketahui lelaki yang sangat dicintainya itu telah mengkhianati. Diam-diam Daniel menjalin hubungan dengan wanita lain, dan dia berniat serius. Sea hanya dijadikan sebagai ladang uangnya saja, Daniel tahu bahwa wanita yang kini bersamanya merupakan wanita bodoh. Setelah mendapatkan apa yang dia mau maka secepatnya juga Sea akan ditinggalkan.
“Kakak-adik sama-sama bodoh!” ucapnya dalam hati.
__ADS_1