Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 32


__ADS_3

Selesai dari acara ulang tahun Cantika, Senja dkk langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka lelah seharian mengerjai Laura. Keesokan harinya, dihari libur itu mereka semua memutuskan untuk lari pagi bersama dengan Biru dkk. Saat yang lain sedang asik berbincang sambil sarapan, Senja menghampiri Biru. Gadis itu menghela napasnya kasar lalu tersenyum.


“Om...,” ucapnya dengan nada lesu. Biru mengangkat sebelah alisnya, dia mengelus kepala Senja dengan sangat lembut. “Ughh! Akhir-akhir ini aku ngerasa lelah, capek dan kadang nggak bersemangat untuk melakukan apapun.”


“Kenapa? Cerita sama Om, apa Mama tiri kamu masalahnya?”


“Kenapa Om Biru sama Papa baik sama Senja? Padahal kan aku bukan siapa-siapa. Bahkan kedua orang tua kandungku aja udah nggak ada semuanya. Kalian terlalu baik mau merawat aku dari bayi sampai sekarang.”


“Kenapa tiba-tiba ngomong gitu hah?” tanya Biru heran dengan gadis remaja di depannya. Entah topik apa yang akan Senja bahas.


“Nggak papa. Sekarang Senja seperti beban bagi kalian, maafin ya Om karena selama ini aku nggak pernah mau dengerin perkataan Om Biru.”


“Kamu bukan beban bagi Om maupun Pak Arya. Kita berdua emang udah sayang sama kamu sejak dulu, Mama, Tante Ara, Om Andi. Jadi jangan pernah merasa kalo kamu itu beban bagi kita.”


Air mata mengalir begitu saja, tidak menyangka bahwa orang-orang sangat menyayangi dirinya. Tak hanya dari keluarga tapi para sahabat juga. Setelah bicara panjang lebar, kini Senja beralih topik membicarakan soal Pram. Tak segan gadis itu menceritakan perasaannya. Biru sedikit terkejut ternyata keponakannya itu mencintai Senja.


Hari semakin siang, Nadia berpamitan kepada Biru dan yang lainnya. Dia dan Arka akan pergi ke rumah sakit untuk periksa. Sudah beberapa hari ini Nadia merasakan mual-mual, sang suami mengira jika istrinya itu tengah hamil.


Apabila yang dipikirkannya benar, maka Arka serta keluarga akan merasa sangat bahagia. Sudah lama semuanya menunggu keluarga baru tapi belum juga dikasih oleh tuhan. Satu persatu para sahabat Senja juga izin pamit, mereka meninggalkan teman perempuannya bersama Biru. Karena malas untuk pulang maka dia memutuskan untuk ikut ke rumah Ara. Sekalian menjenguk Shena yang sudah pulang dari rumah sakit.


Sesampainya dirumah Ara, nampak Pram yang sedang membantu ibunya membersihkan halaman. Keduanya saling tertawa, pemandangan tersebut sedikit membuat Senja merasa iri. Sebab, sejak kecil sampai sekarang dia tidak pernah merasakan pelukan seorang ibu. Mama Andi juga meninggal setelah anaknya tiada.


“Akur banget,” ucap Biru. Ara berbalik melihat ke arah kakaknya, setelah itu menyuruhnya masuk.

__ADS_1


Didalam, Pram terus melirik pada mantan pacarnya itu. Biru yang mengetahuinya menyenggol lengan Senja, akan tetapi gadis tersebut malah memasang wajah cuek. Di tempat lain, Echa dan Bara sedang berlibur bersama. Di hari weekend itu mereka menghabiskan waktu berdua. Baru saja bersenang-senang datanglah wanita ular kedua. Entah itu untuk membalaskan dendam atau dia yang beneran suka kepada Bara, Sasa selalu saja mengusik rumah tangga Echa.


Sasa menyalahkan Biru dan teman-temannya yang telah menghancurkan hidupnya dulu. Wanita itu masih tidak terima, dia akan melakukan apapun agar dendamnya berhasil terbalaskan. Jika dulu dirinya tidak mengikuti Heru, maka dia pun tidak akan terjerumus kedalam jeruji penjara. Dari penampilannya Echa sudah dapat menebak jika Sasa benar-benar berniat menggoda suaminya. Pakaian yang sangat seksi itu mampu membuat kaum pria yang tidak bisa menahan pandangan tergoda.


Bara melihat istrinya, dia mengerti jika kehadiran Sasa membuat Echa tak nyaman. Maka dari itu dia pun mengajak sang istri untuk pergi.


°


°


°


Satu minggu kemudian...., dimana acara pentas seni telah tiba. Semua siswa yang mengikuti acara tersebut telah siap untuk menampilkan penampilan terbaik mereka. Begitu pula dengan Senja dan Bintang, keduanya sangat terlihat mencolok dari teman-teman lainnya. Bintang yang berperan sebagai seorang pangeran begitu terlihat menawan, ketiga teman cowoknya pun terhipnotis akan ketampanan dirinya.


“Gila! Lu berdua benar-benar kayak pangeran sama princess. Gue aja yang lihatnya terpesona, doain jangan sampe gue belok ke Bintang,” ungkap Leo.


“Lu ganteng anjir.”


“Gue emang udah ganteng dari lahir, kenapa lu baru muji gue sekarang?” ujarnya percaya diri namun dengan wajah datar. Leo tidak mau menanggapi ucapan Bintang lagi, dia pergi ke ruangan para murid yang ikut serta dalam pentas seni itu.


Beberapa saat kemudian, kini giliran kelas Senja yang akan tampil. Awalnya drama berjalan dengan sangat lancar dan sesuai alur, namun ketika akan berakhir tiba-tiba saja sebuah drama tambahan datang dari Daffa, Leo juga Bima. Jelas saja hal itu membuat Senja dan Bintang kaget, ketiga temannya tidak mengatakan jika akan ada sebuah kejutan. Drama yang awalnya romantis kini berubah komedi. Semua orang tertawa melihat tingkah lucu Bima dkk, sedangkan Senja dan Bintang hanya bisa terdiam. Mereka tidak tahu harus berbuat apa.


“Terima kasih, terima kasih,” ujar Bima, Leo dan Daffa bersamaan sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


Dua drama yang ditampilkan oleh kelas Senja membuat orang-orang terkagum-kagum. Apalagi disaat Bintang mencium lengan Senja, sontak langsung membuat para siswa bersorak. Pasalnya saat latihan dan didalam drama tidak ada adegan itu. Senja sendiri tidak menyangka sahabatnya akan melakukan hal tersebut, namun dirinya pun tidak marah.


“Halo teman-teman! Mohon perhatiannya,” seru Pram. Seketika para murid terdiam melihat ke arahnya. Suasana hening, tidak ada orang yang berbicara.


“Tuh anak ngapain? Bukannya kelas kita cuman drama aja ya?” tanya Bima.


“Diem, dengerin dia mau ngomong.”


Pram menghela napasnya, dia tersenyum menatap Senja. Tak lama dia mulai berbicara di depan banyak orang, menyatakan cintanya kembali kepada Senja si gadis idola para cowok. “Ketika orang lain menyukai kamu mereka tidak berani untuk menyatakan perasaannya. Hanya bisa mencintai dalam diam dan melihat gadisnya bersama lelaki lain.”


“Cinta dalam diam sangat menyakitkan, oleh karena itu aku nggak akan melakukan hal tersebut. Senja...., aku akan terus mencintai kamu sampai kapanpun. Kamu adalah cinta pertamaku, terakhir bahkan selamanya. Aku tahu kalo cintaku ini hanya bertepuk sebelah tangan aja. Seseorang berkata, dia menyuruhku untuk tidak menyerah mendapatkan cinta dari kamu.”


“So, do you accept me back as a lover?” sambungnya. Mendengar penuturan tadi para murid yang ada di sana baru tahu jika ternyata hubungan mereka telah usai, namun Pram kembali menyatakan cintanya kepada Senja.


“Terima...,” teriak Bintang. Semua mata langsung tertuju padanya. Satu ruangan kini riuh akan teriakan para siswa yang meminta Senja untuk menerima Pram kembali.


{Cinta bertepuk sebelah tangan ataupun mencintai dalam diam keduanya sama-sama menyakitkan}


^^^-Langit Pramudya Ananta^^^


{Lebih baik mengikhlaskan daripada memaksa untuk dicintai}


^^^-Bintang Gabriel^^^

__ADS_1


{Teruslah berharap sampai kamu menjadi juara harapan mencintai orang yang tidak mencintaimu balik}


^^^-Daffa Azhar Hanief^^^


__ADS_2