Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 68


__ADS_3

Daffa hanya mengangguk atas perkataan Cantika. Lalu gadis itu berpamitan padanya dengan alasan jika Mama dia sudah mengirimkan pesan agar cepat pulang. Setelah kepergian temannya, Daffa merogoh ponsel dalam jaket. Dia melihat kembali hasil potretannya, lalu membuka aplikasi WhatsApp untuk mengirimkan poto tersebut kepada sang sahabat.


Saat akan mengklik kirim dia terdiam, memikirkan kembali apakah benar lelaki tadi sepupunya atau hanya alasan gadis itu saja. Daffa masih ragu, dia ingin mengumpulkan bukti lebih banyak. Jika Cantika benar-benar selingkuh dari Bintang maka dia tidak akan tinggal diam.


Sasa yang lelah berdiri menunggunya pun berteriak memanggil, dengan capat Daffa berlari dan menjawabnya.


Di parkiran, Farid bertanya kepada Cantika mengapa dia berbohong dengan memperkenalkan dirinya sebagai sepupu. Gadis itu hanya tersenyum lalu mengalihkan topik, kebetulan cuaca saat itu sedang mendung. Dia meminta Farid agar segera mengantarkannya pulang. Sepanjang perjalanan dia terus terdiam, takut jika Daffa mengadukan kebersamaannya dengan lelaki lain.


Selama ini Cantika selalu mengatur Bintang, menyuruh kekasihnya agar tidak dekat dengan perempuan lain. Apapun keinginannya harus selalu dituruti, hal tersebutlah yang membuat Bintang merasa lelah akan hubungan mereka. Setiap kali meminta putus sang kekasih selalu mengancam.


Jam menunjukkan pukul 10.00. Bima serta yang lain sudah selesai menyiapkan kejutan untuk Senja di basecamp. Mereka yakin jika nanti gadis itu akan langsung pergi ke tempat favoritnya. Oleh sebab itu mereka sengaja membuatnya di tempat yang biasa berkumpul. Bintang tengah menemani Senja makan, mereka berdua mengobrol seperti dulu.


“Ngapain lu?” tanya Senja kaget saat tangan Bintang menyentuh pinggir bibirnya.


“Nih, makanya kalo makan tuh yang bener. Jangan kayak anak kecil belepotan.”


“Hilih modus!” ucapnya.


“Ini baru Senja yang gue kenal. Selama berbulan-bulan lu berubah, ngomongnya aja pake aku-kamu. Terus manja banget lagi apalagi ke Mama tiri lu itu,” ungkapnya menjelaskan sikap gadis didepannya selama amnesia.


Senja jelas kaget mendengar perkataan sang sahabat. Dia merasa malu, apa saja yang dirinya lakukan kepada Laura saat amnesia. Pintu terbuka, sang Papa bersama Mama masuk kedalam melihat putrinya yang asik berbincang. Karena sudah berada lama dirumah sakit, Bintang pun izin pamit pada mereka bertiga. Dia akan pergi menyusul Bima, Leo dkk ke basecamp.

__ADS_1


Dokter datang memeriksa kembali, dia menjelaskan jika keadaan Senja sudah baik-baik saja. Karena memiliki sifat yang keras kepala gadis itu memutuskan untuk langsung pulang kerumah. Dia merasa tidak betah berlama-lama di gedung yang penuh dengan para pasien.


Untungnya sang dokter mengizinkan mereka pulang. Seperti tidak terjadi apa-apa, gadis tersebut terlihat segar dan bersemangat. Padahal kedua orangtuanya mencemaskan keadaan dirinya.


“Pah motor Senja masih ada kan?” tanyanya didalam mobil sambil menikmati snacks.


“Motor kamu hancur. Nanti kita beli lagi yang baru, mukanya jangan sedih gitu dong.”


“Gimana nggak sedih Pah, itukan motornya kak Andi. Peninggalan dia, sekarang motor itu harus hancur begitu aja.”


“Gue harus cari tahu siapa orang yang telah sengaja nabrak.”


Mobil mulai memasuki pekarangan rumah. Saat keluar, mata Senja langsung tertuju kepada Sea yang asik duduk sambil memotong kukunya. Gelas yang berisikan minuman itu sengaja disenggol saat akan diminum. Bajunya basah, berdiri menarik lengan Senja dan menghentikan langkahnya.


“Lu diem! Baju gue kotor dan basah, bentar lagi Daniel datang jemput gue.”


“Terus urusannya sama gue apa? Jalan ya tinggal jalan apa susahnya. Sekalian aja minta beliin baju baru ke pacar lu itu, dia kan kaya! Dan lu Laura, jangan sok-sokan ngebela gue, urus aja adik lu ini yang bener,” jawab Senja dengan penuh penekanan.


Gadis itu kembali berjalan masuk kedalam. Dia tidak memperdulikan tatapan sang Papa saat dirinya membentak Laura. Saat sudah berada didalam betapa terkejutnya dia melihat pajangan poto. Tawa bahagia terlihat dari wajahnya bersama si Mama tiri. Senja tidak menyangka selama dirinya amnesia ternyata mereka sedekat dan se-akrab itu. Di dalam kamarnya pun ada poto dia bersama sang Papa dan Mama. Saling merangkul serta tersenyum mengarah ke kamera.


Senja menelan ludah, berpikir apakah yang dilihatnya benar atau tidak. Karena merasa pusing berada dirumah maka gadis itu memutuskan untuk pergi ke luar. Awalnya Pak Arya melarang namun sang istri menganggukkan kepalanya membiarkan Senja berjalan-jalan. Tempat pertama yang dia datangi adalah basecamp. Sudah lama tidak melihat anak-anak geng motornya.

__ADS_1


“Welcome Bu Ketu! Seneng banget kita ya karena lu bisa main lagi ke sini. Peluuukkkkk....” ungkap Leo. Senja tersenyum melebarkan tangannya lalu anak-anak cowok di sana langsung menghampiri. Setelah saling melepas rindu mereka semua mengajaknya masuk, menunjuk kejutan yang telah disiapkan.


“Lu semua alay, pake acara beginian lagi. Duit dari mana lu?”


“Ya patungan mbak bro. Gue jujur nih Sen, selama 6 bulan terakhir kita semua kangen sama lu. Semenjak amnesia bokap lu ngelarang main malam kecuali kita yang datang kerumah.”


“Nah bener, kan nggak enak juga kalo misalkan kita datang setiap hari. Dan di sini juga sepi banget Sen, lu, Bintang sama Daffa sibuk sama urusan masing-masing,” sahut Bima melanjutkan perkataan Leo.


“Lu sibuk apaan Bin?” tanyanya melihat ke samping tempat sang sahabat berada.


“Nggak ada. Ngapain lagi nih kita, segini doang acaranya?” jawab Bintang lalu beralih topik.


Baru saja mereka akan bakar-bakar, rintik hujan mulai turun. Dengan terpaksa semuanya menyimpan kembali bahan-bahannya dan akan dilanjut saat malam hari. Sikap usil Senja kembali menghibur teman-teman di basecamp. Suara dering telpon terus berbunyi dari balik jaket Bintang, karena merasa berisik Senja pun menyuruh sahabatnya untuk mengangkat.


Bintang berdiri menjauh dari Senja. Ternyata itu adalah sang kekasih, baru saja diangkat gadis dari balik handphone itu sudah marah-marah. Dia sudah beberapa kali menghubungi namun tidak bisa, hal tersebutlah yang membuat Cantika kesal. Semalam Bintang terlalu serius akan keadaan Senja, dia sampai tidak sadar ada notifikasi pesan dari sang pacar.


Hanya kata maaf yang keluar dari mulutnya. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung menutup telpon. Senja mengernyitkan dahi melihat wajah lelaki tampan itu kusut, dia ingin bertanya namun merasa tidak enak. Takut jika itu masalah keluarga.


“Selama gue amnesia lu semua masih ikut balapan?” tanya Senja mencairkan suasana yang hening.


“Malas nggak ada lu, jadinya selama 6 bulan ini kita cuman nongkrong biasa. Basecamp yang biasanya asik malah jadi sumpek,” ungkap salah satu cowok.

__ADS_1


“Kan ada dua curut tuh yang selalu banyak tingkah,” seru Senja menunjuk Bima dan Leo.


__ADS_2