Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 81


__ADS_3

Daffa dan Bima melihat Lea yang mengkhawatirkan musuh mereka. Keduanya mengira jika adik tiri sahabatnya itu menyukai Aldo, padahal Lea melakukan itu karena merasa tak enak hati. Hari semakin sore, Senja dkk dibawa pulang oleh Biru. Mereka semua berkumpul di basecamp lalu mendapatkan ceramah yang teramat panjang dari mantan ketua geng motor yang terkenal itu. Biru sebenarnya marah kepada Senja tapi dia tidak bisa memarahi gadis kesayangannya tersebut.


Bintang serta yang lain meminta maaf, mereka menundukkan kepala dengan raut wajah menyesal berbeda akan Senja yang biasa-biasa saja. Setelah itu Biru menyuruhnya pulang dia mengajak Pram sebab adiknya itu terus-menerus menelpon khawatir dengan putranya. Sesampainya dirumah masing-masing, Daffa mendapatkan perhatian dari Sasa, Bintang dari sang Mama, begitu pun Leo, Seon dan Bima.


Senja yang hanya tinggal berdua bersama Sea menghela napas gadis itu melihat jika adik Mama tirinya tengah bersenang-senang dengan sang kekasih didalam rumah. Pemandangan yang membuatnya merasa jijik, dia tak berkata-kata dan berlalu begitu saja masuk ke kamar. Di dalam sana Senja langsung merebahkan diri, badannya terasa sakit serta pegal karena perkelahian yang terjadi waktu siang.


Tak lama suara bel pintu terdengar, Senja turun ke bawah untuk membukakan. Bintang datang membawa makanan yang Mamanya buat. Bu Ana tahu akan hubungan putranya jadi dia menyuruh Bintang untuk menemui Senja yang kini tinggal sendiri dirumah. Pak Arya mempercayai wanita itu menjaga putrinya dari jarak jauh, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Senja yang tinggal berdua bersama Sea


“Hai cantik!” sapa Bintang dengan senyuman manisnya.


Senja berbalik badan tersenyum mendengar perkataan dari sang kekasih. Setelah itu dia kembali menghadap ke depan. “Apaan sih Bin, mau apa lu ke sini?”


“Kok lu sih? Aku-kamu dong manggilnya kalo bisa sayang, biar so sweet.”


“Bintang sialan! Bisa nggak sih lu jangan buat gue salting. Arrgghh tahan Sen lu harus cool di depan dia walau pacar sendiri,” pikirnya.


Bintang menggandeng lengan Senja duduk dilantai, dia membuka kotak P3K lalu mulai mengobati luka sang kekasih. Saat Senja akan berbicara cowok itu segera menyimpan jari telunjuknya dibibir gadis tersebut. Setelah selesai Bintang kembali membuka kotak satunya yang berisikan makanan buatan Mamanya. Keduanya makan bersama, beberapa menit kemudian Sea keluar dengan Daniel.

__ADS_1


Dua orang itu mengumbar kemesraannya didepan Senja bahkan mereka tak segan berciuman. Bintang langsung menutup mata kekasihnya agar tidak melihat pemandangan tersebut. Senja menghempaskan tangan yang menghalangi mata lalu berdiri mencopoti sepatu dan melemparkannya pada Sea.


Di tempat lain Echa tengah makan berdua bersama suaminya. Dia dihampiri oleh seorang anak kecil yang sambil menggendong bayi, anak itu meminta makanan sisa. Echa yang notabene baik hati dan tidak tegaan langsung menyuruh anak tersebut duduk lalu memesankan makanan. Selesai makan Bara bertanya dimana orang tuan anak itu, tak ada jawaban dia pun mengalihkan topik.


“Boleh Tante gendong bayinya?”


Si anak mengangguk dan memberikan bayinya kepada Echa. Seketika matanya berkaca-kaca, Bara mengelus pundak sang istri sambil tersenyum. Ketika di pegang terasa kening bayi tersebut panas. Ternyata dia demam dan Echa mengajak si suami serta anak disamping pergi kerumah sakit.


Berbeda dengan dikediaman Bima. Kedua orang tuanya terus bertanya akan keadaan si anak. Mereka sangat khawatir apalagi saat mendengar pengaduan si wali kelas jika putranya tengah disandera di sekolah sebelah. Bima menghela napasnya, dia memegang kedua tangan Mama-Papa dan mengatakan bahwa dia selalu baik. Sebenarnya cowok itu sudah memiliki semuanya hanya satu yang tidak dia dapatkan dari kedua orang tua, yaitu sebuah kasih sayang dan waktu.


Kesibukan di dunia kerja membuat mereka mengabaikan putranya. Tidak memiliki waktu padahal seorang anak membutuhkan mereka. Kembali pada Senja, rumahnya didatangi oleh Silla. Dia diperintahkan oleh sang suami untuk mengantarkan makanan namun gadis itu menolak karena dia baru saja selesai makan bersama Bintang.


“Baiklah tapi beneran udah makan kan?”


Senja mengambil kotak makan yang ada dilantai, dia memperlihatkan wadah tersebut pada Tantenya. Silla tersenyum dia senang jika gadis kesayangan suaminya telah makan. Sea menyindir Silla tanpa sebab membuat Senja geram, kalau saja tidak ada Tante dan pacarnya gadis itu pasti sudah menjambak rambut si beban rumah.


Di keesokan harinya ketika masuk sekolah. Senja dkk dipanggil oleh wali kelas. Mereka bertujuh dikumpulkan untuk ditanya masalah kemarin. Awalnya ke-tujuh orang itu mengira jika mereka akan mendapatkan hukuman besar karena telah ikut campur. Tapi ternyata para guru salut dengan keberanian Senja dkk, walau banyak yang terluka namun tidak ada korban mati satu pun.

__ADS_1


Paris selaku wali kelas tetap memberikan hukuman, dia menyuruh semuanya membersihkan kamar mandi cewek dan cowok. Selain itu menyapu halaman sekolah sampai bersih. Senja dengan senang hati menerimanya, dia juga sadar akan perbuatan yang kemarin.


“Leo ikut gue,” ajak Bima menarik tangan temannya.


“Ada apa?”


Bima tersenyum lalu menunjukkan jarinya kedalam toilet. Di dekat kaca ternyata ada seekor kecoa, hal itu lah yang membuat Bima membawa Leo. Dia ingin meminta bantuan pada temannya untuk mengusir kecoa tersebut. Di sisi lain Daffa, Seon dan Pram sibuk mengepel ketiganya mengabaikan kegaduhan yang dibuat dua temannya. Bima berteriak saat binatang menjijikkan baginya itu terbang, dia bahkan naik ke atas kloset.


“Cowok kok takut kecoa,” ledek Leo tertawa puas melihat temannya ketakutan.


“Lu juga takut setan,” jawab Bima.


“Lah wajar gue takut setan, soalnya yang nakutin udah beda alam. Ini cuman binatang kecil Bim, buat apa lu takut.”


Keributan keduanya harus terhenti dengan kedatangan Senja dan Bintang. Bukannya menolong justru kedua orang itu malah ikut menakuti Bima dengan menyodor-nyodorkan kecoa. “Udah Le, Sen, kasian anak orang,” ucap Bintang menghentikan aksinya. Bima turun lalu berlari ke arah Daffa dkk. Dia bersembunyi dibalik badan temannya tanpa disangka Seon menemukan seekor cicak lalu menaruh binatang tersebut dipundak Bima.


“Aaaaaaa.....” Bima berteriak sangat kencang dia melemparkan cicak itu ke sembarang arah. Keenam temannya tertawa bersama melihat tingkah kocak dan suara Bima yang seperti perempuan saat berteriak tadi.

__ADS_1


“Dah beres nih, dua menit lagi istirahat jam pertama, langsung ke kantin aja nggak sih? Kalo ke kelas dulu malas,” ucap Seon.


Semua mengangguk setuju, setelah membereskan alat-alat mereka bergegas pergi ke kantin. Di sana sudah ada Bima yang tengah meminum minuman segar membuat keenam temannya ikut merasakan haus.


__ADS_2