
Para anak remaja itu pun bergegas pergi meninggalkan acara Biru. Mereka berpencar mencari Bintang, setelah cukup lama berkeliling salah satu dari mereka memberitahu tempat yang sama seperti di poto. Senja dkk langsung menuju tempat tersebut, sesampainya di sana semua terdiam. Memikirkan cara agar bisa masuk ke dalam. Saat yang lain tengah berpikir, pandangan Daffa tertuju ke arah lain, dia tidak sengaja melihat cowok yang bersama Cantika waktu di pasar.
Baru saja akan pergi tiba-tiba Senja memanggil. Satpam yang ada di sana merasa heran mengapa banyak anak muda yang berdiri didepan hotel. Dia pun menghampiri lalu mengusir mereka semua.
Waktu pulang dari pasar, Cantika merasa kesal kepada Farid. Tidak mau melihat kekasihnya marah dia pun menuruti apa yang si pacar minta. Yaitu menjebak Bintang lalu berpura-pura sedih dan menuduhnya sudah selingkuh. Hal itu dia lakukan karena tidak ingin teman sekolah membencinya karena telah menyelingkuhi Bintang. Sebab dia tahu jika kekasihnya itu merupakan siswa populer yang pasti banyak penggemarnya.
Cantika mengajak Bintang pergi jalan berdua, cowok itu rela tidak ikut bersama Senja ke acara Biru hanya untuk menuruti kemauannya. Namun tanpa dirinya ketahui bahwa cewek yang selalu dia turuti itu akan menjebaknya. Setelah berjalan-jalan mereka berdua mampir ke sebuah restoran. Di sana sudah ada Farid yang menunggu, dia membawa pesanan Bintang.
Cantika mengirimi pesan pada pacarnya, memberitahu jika Bintang sudah pingsan. Ternyata minuman yang dibawa Farid itu sudah dia beri obat tidur. Si cewek juga sengaja mengajak makan di restoran tersebut karena memang milik orang tua Farid.
“Langsung bawa ke mobil aja, sisanya biar aku yang urus. Kamu tunggu hasilnya besok dan jangan lupa buat pura-pura kecewa sama nih cowok.”
“Aku sedikit ragu, soalnya temen-temen dia bukan sembarangan. Apalagi Senja, dia pasti bakal nyari bukti kalo Bintang nggak salah dan nggak selingkuh.”
“Jadi maunya gimana? Ini semua kan ide kamu karena takut temen nih cowok ngadu.”
“Ya udah deh daripada aku kena bully lagi sama temen sekolah karena udah selingkuh dari dia. Mendingan Bintang aja yang jadi korban,” ucapnya dengan menyunggingkan senyum.
Kembali ke Senja dkk. Hampir setengah jam menunggu namun sahabat mereka masih juga belum keluar. Ingin masuk namun tidak di perbolehkan. Dering telpon berbunyi, saat Senja pergi untuk mengangkatnya keluar lah Farid dari dalam hotel. Daffa yang tahu lelaki itu langsung berlari namun sayang dia tertinggal karena Farid masuk duluan ke mobil.
Bima, Leo serta yang lain menghampiri, mereka bertanya mengapa Daffa berlari seperti mengejar seseorang. Senja yang baru selesai telponan merasa heran tidak mendapati teman-temannya ditempat. Dia melihat ke sekeliling ternyata mereka semua tengah berada di parkiran.
__ADS_1
Di keesokan paginya. Sekolahan dibuat terkejut akan gambar yang tertempel di mading. Bintang yang baru saja datang merasa heran mengapa para murid menatapnya tajam. Sepanjang perjalanan dengan wajah dingin dan datar dia terus di perhatikan oleh orang-orang. Tatapan itu berbeda seperti biasanya.
Melihat Cantika didepan Bintang langsung melangkah mendekat. Dia ingin bertanya mengapa semalam dirinya tidur dihotel, padahal seingat dia tengah makan malam bersama di restoran. Dengan muka sedih dan kecewa gadis itu memukul-mukul dada Bintang.
“Nggak nyangka sama lu Bin, tidur sama cewek lain padahal lu udah punya pacar.”
“Gue kira lu itu cowok baik, ternyata...”
“Semua cowok sama aja kayaknya. Di kasih cewek yang setia dan baik seperti Cantika masih aja nyari kenyamanan dari cewek lain.”
Senja, Bima, Daffa dan dua lainnya berdiri dibelakang. Kelima orang itu melangkah maju mendekati sang sahabat. “Cabut Bin,” ajak Senja menarik lengannya. Cantika yang berdiri disamping sang kekasih pun di tatap tajam oleh Daffa.
Sesampainya dikelas, semua mata masih tertuju padanya. Bima mengomel menyuruh mereka semua untuk duduk ditempat masing-masing. Berbeda dengan Bintang, dia masih bingung akan perkataan siswa tadi. Si ketua kelas datang sambil membawa gambar yang tertempel, memberikan itu semua kepada Senja dkk. Meminta agar gambar tersebut dibuang karena takut ketahuan oleh para guru.
“Cepet buang mumpung belum ada guru yang datang dan lihat.”
Bintang menelan ludah dia terkejut akan wajahnya yang terpampang jelas pada gambar itu. Segera dia bangkit dari duduk dan keluar menuju kelas Cantika ingin meminta penjelasannya. Bintang menarik tangan kekasihnya pergi, seperti ucapan Farid semalam dia akan berakting menangis. Seolah-olah telah disakiti dan diselingkuhi oleh pacarnya.
Dengan begitu teman-teman sekolah akan merasa kasian dan menjelekan Bintang.
“Lu jangan bego Bin, jelas-jelas nih cewek udah jebak lu!” ucap Senja kesal.
__ADS_1
“Maksud kamu apa Senja? Mana mungkin aku jebak pacar sendiri, perjuangan aku mendapatkan Bintang sangatlah tidak mudah,” seru Cantika. Seluruh murid melihat pertengkaran tersebut, mereka membela Cantika dan menghina Senja dkk.
“Cih! Asal lu semua tahu, yang selingkuh itu bukan Bintang tapi nih cewek! Kalo mau bukti gue ada,” lanjut Daffa yang sudah merasa emosi melihat dua sahabatnya dihujat.
Bima, Leo dan Seon hanya terdiam, ketiganya saling tatap saat mendengar perkataan Daffa. Wajah Cantika pun seketika pucat dia tidak tahu bukti apa yang akan sahabat Bintang itu perlihatkan. Daffa mengeluarkan ponselnya. “Lihat sama lu semua, ini poto dia dan selingkuhannya.”
“Lu dapat darimana Daf?” tanya Senja mengernyitkan dahi.
“Gue nggak sengaja lihat dia di pasar. Karena curiga jadi gue potret aja, katanya sih sepupu tapi gue nggak percaya.”
“I-itu emang sepupu aku Daf, kok kamu tega sih nuduh aku. Padahal temen kamu sendiri yang selingkuh,” ucapnya dengan terbata-bata. Kini semua terdiam tidak ada lagi yang berbicara. Mereka bingung siapa sebenarnya yang salah.
Tiba-tiba Paris datang membuat para siswa langsung membubarkan diri.
“Ada apa ini?”
Kertas yang isinya gambar Bintang dengan seorang perempuan tidur bersama pun terjatuh. Tepat dihadapan Paris, sang guru mengambilnya dan melihat itu. Dia teringat akan kejadian saat dulu dimana dirinya pernah melakukan hal yang sama kepada Echa. Paris percaya akan anak kelasnya, jadi dia langsung merobek semua gambar tersebut dan tersenyum menyuruh Senja dkk masuk ke kelas.
“Pak...” panggil Bintang.
“Tenang aja nggak usah takut. Lagian ini semua nggak bener kan? Hanya bapak yang tahu, saya pastikan guru-guru lain tidak melihat poto ini. Lebih baik segera masuk kelas bel udah bunyi daritadi.”
__ADS_1
Saat masuk kedalam kelas masih saja ada yang melihat tidak suka kepada Bintang. “Apa lu lihat-lihat!” ujar Senja dengan kesal. Sifat galaknya kembali, teman sekelas pun langsung terdiam. Selama ini gadis tersebut selalu menunjukkan sifat ramah dan cerianya. Tapi tidak dengan hari ini, dia benar-benar marah kepada semua orang.
“Senja duduk,” titah Paris.