Love My Stepbrother.

Love My Stepbrother.
Chap 56


__ADS_3

Bima naik dengan baju yang basah, dia tersenyum tipis lalu mengejar teman-temannya. Orang yang tertangkap oleh dirinya akan dipeluk, semua lari untuk menghindar. Orang pertama yang Bima peluk adalah Lea, gadis itu mencoba melepaskan pelukan tersebut sembari tertawa. Pram, Bintang, Senja, Shena dan yang lainnya ikut tertawa melihat mereka berdua.


“Di saat gue merasakan jatuh cinta, cewek yang disuka ternyata disukai juga oleh sahabat gue.”


Daffa terdiam melihat kesenangan para sahabatnya. Dia hanya memandang mereka dengan wajah sedikit murung. Namun, ketika salah satu sahabatnya melirik dia akan tersenyum seakan menikmati liburan. Kini baju Lea juga ikut basah gara-gara Bima, mereka berdua mencari orang lagi untuk dipeluk. Saat itu Bintang berada dekat dengan Lea, gadis tersebut pun memeluknya seperti yang Bima lakukan padanya tadi.


Bima yang melihat itu seketika terdiam sambil masih memeluk Leo. Senyuman bahagia terlihat dari wajah Lea, tapi Bima membuang pikiran jeleknya dan melanjutkan tingkah usilnya. Karena baju mereka sudah kotor akibat Bima, Senja dkk pun pamit pulang duluan untuk berganti pakaian kepada Biru. Sesampainya di villa, mereka disambut baik oleh anak si penjaga. Seorang perempuan yang seumuran dengan Senja itu tersenyum ramah dan memperkenalkan diri.


Matahari sudah sangat tinggi, cuaca juga semakin panas. Senja dkk tidak kembali ke tempat Biru berada. Mereka memutuskan untuk berenang dan bersenang-senang di villa saja. Melihat Daffa yang duduk seorang diri, si anak penjaga villa pun bertanya apakah Daffa membutuhkan sesuatu? Namun cowok itu menggeleng serta menyuruh pergi si perempuan.


“Gue boleh cerita nggak sih?” ucap Seon dari belakang Daffa. Dia langsung duduk disamping dan mulai menceritakan kisahnya.


“Mending cerita sama yang lain aja, gue mau sendiri.”


Seon tidak menghiraukan perkataan Daffa, dia masih saja lanjut dengan ceritanya. Tak lama Bintang dengan Pram ikut bergabung bersama mereka. Entah apa yang para sahabatnya katakan, Daffa tertawa terbahak. Ketiga orang itu pun tersenyum bersama, mereka berhasil membuat Daffa terhibur. Bima yang berenang penasaran akan obrolan Bintang dkk, dia mendekat dan berdiri di belakang mereka.


“Woy, ini kok basah sih?” ujar Seon.


“Kampret, Bima lu benar-benar ya minta di tampol! Sana lanjut berenang sama si Leo, ngapain juga ke sini.”


“Hehe, abisnya gue lihat lu berempat ngobrol asik banget. Gue penasaran lah,” jawabnya.


“Ini obrolan dewasa, bocah prik kayak lu nggak perlu tahu. Sana hus-hus.”


“Buset obrolan dewasa. Gue bilang ke Senja ahh....”

__ADS_1


Pram dan Seon saling lirik, lalu keduanya menganggukkan kepala. Saat Bima lengah mereka menggotong tubuh cowok jahil tersebut menuju kolam. Lalu melemparkannya kepada Leo, Shena tertawa melihat para kakak-kakaknya. Gadis kecil itu berkata senang pada Senja, bisa pergi berlibur dengan mereka semua. Pram dan Seon masih tertawa, tanpa mereka sadari Senja sudah berada dibelakang siap untuk mendorong. Sayangnya gadis itu ketahuan oleh sang kekasih, Pram langsung saja menarik lengan Senja menjeburkan diri ke kolam.


“Arrgh! Kamu mah..” ucap Senja sembari memanyunkan bibir.


“Apa? Tadi kamu mau jahil kan sama aku dan Seon? Udah-udah jangan cemberut gitu, mending ajak Shena gih buat berenang.”


Shena berlari kecil menuju kakaknya, gadis itu meminta bantuan kepada Lea untuk membukakan pakaiannya. Saat yang lain asik berenang dan mengobrol, Lea pergi ke dalam. Dia meminta pada anak si penjaga membuatkan minuman segar. Daffa dan Bintang pun merasa kepanasan berada diluar, keduanya masuk lalu melihat Lea meminum minuman yang menyegarkan.


“Lu tunggu di sini aja Daf, biar gue yang bikin.”


“Eh ngapain kak Bintang yang bikin, kan ada anaknya pak penjaga,” seru Lea menghentikan langkah sahabat kakaknya.


“Nggak papa, tunggu ya Daf.”


Ketiganya mengobrol sembari menonton televisi. Lea menceritakan hobinya dan kesukaan dia akan motor.


“Kalian udah temenan lama banget ya?” tanyanya.


“Iya, kita udah kayak saudara sendiri.”


“Gue boleh tanya sesuatu nggak? Eum.., apa kalian semua udah punya pasangan? Kalo iya kenapa nggak diajak ke sini juga kayak kak Senja.”


“Nggak ada, kita semua nggak ada yang pacaran kecuali Senja.”


Lea menganggukkan kepalanya, dalam hati dia berkata masih ada kesempatan untuk bisa dekat dengan Bintang dan mengetahui lebih dalam lagi sifat lelaki di sampingnya. Baru saja berkata seperti itu, tak sengaja matanya melihat notif pesan dari ponsel sang crush. Pada malam harinya, tidak seperti biasa semua orang pergi ke kamarnya masing-masing. Padahal jam masih menunjukkan pukul 20:00. Lea yang tak tahu apa-apa langsung di ajak ke kamar oleh Senja. Mereka sengaja meninggalkan Bintang seorang diri diruang tamu. Ternyata cowok tersebut tengah berulang tahun dan Senja dkk akan memberikan sebuah kejutan.

__ADS_1


Sebelum berangkat ke villa, Biru, Senja serta yang lain telah membeli hadiah untuk diberikan kepada Bintang.


“Pada napa dah, kaum kelelawar yang biasanya masih melek jam segini udah pada masuk kandang. Mana gue ditinggal sendiri lagi.”


Karena tak ada siapa-siapa lagi Bintang pun memutuskan ke kamar. Namun saat akan membuka pintu, dia tidak dapat membukanya. Pintu tersebut terkunci ditambah lampu seketika mati. Ingin menumpang tidur pada teman-temannya, tidak ada satupun di antara mereka yang membukakan pintu. Bintang berdecak kesal, mau tak mau dia kembali ke ruang televisi dengan keadaan gelap.


Pukul 23:59, semua orang mulai membuka pintu kamar masing-masing, lampu juga sudah dinyalakan. Mereka melihat Bintang yang tertidur pulas disofa.


Bima, Leo dan Pram sudah memegang sebuah ember yang berisikan air dan es batu. Mereka bertiga bersiap mengguyur Bintang, sedangkan Senja memegang kue ulang tahun. Sisanya berada di atas menyiapkan bahan untuk bakar-bakar.


Seketika Bintang terbangun menggigil, matanya sudah menyorot tajam ke arah ketiga temannya. Namun, setelah Senja maju dan mengucapkan selamat cowok itu langsung menghela napasnya kasar.


“Happy birthday Bintang,” ucap semuanya serentak.


“Gila lu semua, makasih ya.”


“Selamat mas bro, ditunggu traktirannya di sekolah nanti.”


“Makan aja yang ada di pikiran lu Bim,” seru Leo.


“Ayo tiup lilinnya Bin sambil berdoa, semoga impian lu tercapai semuanya.”


Bintang mulai memejamkan mata, setelah itu mereka berpelukan bersama. Lalu sebuah notif pesan masuk, Cantika mengucapkan selamat kepadanya. Para sahabat yang tahu itu mulai menggodanya membuat Lea terdiam.


“Notif dari calon pacar, waduh! Ya udah mending kita susul Om Biru diatas, dia lagi siapin makan malam kita.”

__ADS_1


__ADS_2