Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Titik terang


__ADS_3

Pagi harinya….


Seluruh penghuni rumah di kediaman Damanik sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Kali ini tuan Alvin memilih tetap sarapan bersama dengan mereka, walaupun ia masih belum bisa berdamai dengan Darren. Tapi ia ingin tetap menjadi ayah yang terbaik di hadapan putri-putrinya.


Sekilas tuan Alvin melirik sepasang suami istri itu terlihat mesra dan saling mengasihi saat sarapan bersama. Terlihat Darren memberikan sepotong sandwich untuk Ziva dan mereka saling berbagi makanan di meja makan itu. Dan jelas sekali bahwa mereka saling mencintai.


Apakah benar yang dikatakan istiku dan putiku Lexa bahwa mereka saling mencintai. Jika memang benar, aku sudah membuat keputusan yang tidak tepat. Batin tuan Alvin sambil membayangkan kembali kejadian semalam.


Flashback


Tuan Alvin masih tersulut emosi di dalam kamarnya. Ia hanya mondar-mandir di hadapan istrinya. Bahkan Ziva beserta suaminya memohon untuk bertemu dengannya tapi tetatp saja tuan Alvin tidak ingin bertemu dengan mereka.


“Mas istigfar, jangan membuat keputusan yang bisa saja melukai putrimu. Apakah kau akan setega ini kepada Ziva jika harus memisahkan mereka. Sedangkan Ziva saat ini sedang mengandung buah cinta mereka, yang berarti kita sebentar lagi akan memiliki cucu dari putri kita” ucap Nyonya Ira dengan mata berkaca-kaca sambil menunduk.


Tuan Alvin menjadi bungkam, ia pun belum percaya dengan ucapan Lexa yang mengatakan Ziva sedang hamil. Tapi melihat lagi beberapa hari belakangan ini, ia pun mengingat kembali putrinya yang tengah sakit layaknya tanda-tanda seorang yang sedang ngidam. Bahkan ia hanya tersenyum melihat putrinya yang sedang menikmati salad buah dan rujak di sore hari itu saat bersama di taman belakang.


Tuan Alvin langsung terduduk di sofa dengan mata yang berkaca-kaca, bagaimana mungkin ia setega itu kepada putrinya yang sedang hamil. Ia lalu bersandar di sofa sambil menatap langit-langit kamarnya.


Sementara nyonya Ira hanya mampu menatap suaminya yang terlihat menyesal. Kedua orang tua itu, hanya saling diam diposisi yang sama.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, nyonya Ira langsung bangkit dari duduknya sementara tuan Alvin hanya menatap kea rah pintu kamar.


Cklek


“Boleh Lexa masuk bunda”ucap Lexa di depan pintu kamar ibunya bersama baby sisternya.


“Boleh sayang”ucap nyonya Ira sambil memegang lengan putrinya.


Sementara baby sisternya undur diri.


Lexa dituntun oleh ibunya untuk menghampiri ayahnya.


“Ayah aku hanya ingin mengatakan sesuatu”ucap Lexa dengan suara tangisnya.


Tuan Alvin lalu menatap putrinya, ada perasaan haru dari lubuk hatinya jika melihat putrinya bersedih.


“Katakan saja nak”ucap tuan Alvin.


“Ayah jangan pisahkan Ziva dengan suaminya. Mereka saling mencintai, jadi tolong jangan menyuruh mereka untuk bercerai. Untuk soal kejadian tadi, tuan Darren hanya membelaku dengan cara memukuli Zayn yang sudah menghina ku ayah. Bahkan Zayn mempunyai rencana licik kepada Ziva dan suaminya dengan cara memisahkan mereka. Jadi mohon ayah jangan membuat mereka bercerai. Tolonglah ayah percaya ucapan Lexa”Ucap Lexa yang memohon kepada ayahnya.


“Sudahlah nak, ini sudah larut malam lebih baik kau beristirahat saja di kamarmu” ucap Tuan Alvin yang tidak ingin berargumen dengan putrinya.


Tanpa ingin membantah ucapan ayahnya, lexa lebih memilih keluar dari kamar ayahnya. Lexa merasa lega sudah mengatakan kejahatan Zayn. Sementara tuan Alvin lagi-lagi termenung mencerna kata-kata Lexa.


Flasback off


Tuan Alvin masih saja melamun, sementara yang lainnya sudah menghabiskan makanannya.

__ADS_1


“Ziva ingin menemui mama Ratu, maksud ziva ibu mertua Ziva ayah. Karena kebetulan dia berada di Negara ini ayah” ucap Ziva yang meminta izin kepada ayahnya.


“Hemm, kau tidak boleh terlalu lelah nak, setelah itu kau harus pulang. Ayah tidak ingin kau kenapa-kenapa” ucap Tuan Alvin.


“Terima kasih ayah”ucap Ziva seolah tidak mengingat ucapan ayahnya yang menginginkannya bercerai dengan suaminya.


Sementara tuan Alvin melirik sekilas Darren yang berada di samping Ziva.


“Jaga Ziva dengan baik, kalau sampai kandungannya kenapa-kenapa aku tidak segan-segan untuk menjauhi putriku denganmu” ucap Tuan Alvin tanpa ingin bersitatap dengan Darren. Ia langsung menjauh dari mereka tanpa ingin mengobrol dengan suami putrinya.


Darren hanya bisa menatap kepergian ayah mertuanya. Tapi ia yakin sudah memiliki lampu hijau untuk hubungan mereka, karena tuan Alvin sudah mengatakan sesuatu kepadanya.


Ya Allah bagaimana ini, ayah menganggapku sedang hamil. Padahal semua ini hanyalah kebohongan yang telah diucapkan kak Lexa. Batin Ziva yang sedang menatap kea rah Lexa.


Mereka lalu berpamitan kepada nyonya Ira dan Lexa.


Kini mereka sudah berada di mansion Fino. Setelah selesai mengantar istrinya dan mengobrol sebentar bersama ibunya. Darren lalu undur diri untuk berangkat ke kantornya.


Sementara Ziva terus saja mengobrol bersama nyonya Ratu, sambil bercanda dan tertawa bersama.


“Mama sangat merindukanmu sayang” ucap Nyonya Ratu sambil memeluk menantunya.


Ziva hanya tersenyum bahagia, tanpa kepikiran dengan ucapan ayahnya yang memintanya untuk bercerai.


Tak berselang kemudian, Milan muncul di ambang pintu dengan wajah yang masih saja terlihat pucat. Ia lalu memberi hormat kepada mereka, lalu memberikan sebuah kotak hadiah untuk Ziva.


“Terima kasih Milan, kau sudah menyelamatkanku dengan suamiku. Aku menerima hadiah ini ya”ucap Ziva dengan senyum di balik cadarnya.


“Ini sudah kewajiban saya untuk melindungi nona dan tuan” ucap Milan dengan wajah pucatnya.


“Kau butuh istirahat Milan, lagian lukamu mungkin belum kering kau tidak perlu bekerja dulu. Nanti pelayan yang akan melayani kami”ucap Nyonya Ratu.


“Terima kasih nyonya, saya sudah membaik”ucap Milan dengan julukan wanita tangguh bagi para pelayan wanita termasuk nyonya Ratu terhadapnya.


“Terserah kamu saja, tapi tetap jaga kesehatanmu” ucap nyonya Ratu.


Setelah itu, Milan lalu undur diri dari hadapan mereka.


Nyonya Ratu bersemangat sekali ingin membuka kotak hadiah itu. Ia penasaran hadiah apa yang diberikan Darren kepada istrinya.


Ziva membuka kotak hadiah itu diiringi dengan senyuman, karena kotak hadiah itu selalu saja berbentuk kotak setiap kali ia membukanya hingga kotak itu lama kelamaan menjadi kecil.


"Mungkin ini yang terakhir" ucap nyonya Ratu yang antusias.


Ziva lalu membukanya dan terlihat sebuah kalung berlian yang tampak cantik dan elegan.


"Masya Allah kalungnya bagus sekali, aku sangat menyukai kalungnya ma" ucap Ziva dengan mata berbinar kebahagiaan.

__ADS_1


"Iya nak, ternyata putraku cukup pintar memilih perhiasan untuk mu nak" ucap nyonya Ratu.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman Damanik…..


Tuan Alvin memilih tidak ke kantornya hari ini, ia masih saja memikirkan rencananya yang ingin memisahkan putrinya. Kini Riko sudah berada di ruang kerjanya.


"Saya sudah mengumpulkan bukti-bukti yang tuan Zayn lakukan kepada perusahaan Damanik. Disini dia berusaha mengadu domba perusahaan tuan dengan perusahaan Alexander Group. Ia bahkan mengambil beberapa suntikan dana yang pernah tuan Abdullah berikan kepada tuan. Hanya saja ia memanipulasi semua data-datanya. Bahkan dia mengirimkan 1 milyar ke rekening tuan sebagai bukti bahwa tuan Darren berhasil membeli putri tuan, padahal semua itu tidak benar adanya" ucap Riko menjelaskan.


Sementara tuan Alvin mulai mengepalkan tangannya mendengar ucapan Riko.


"Apa saya boleh melanjutkan kembali tuan" ucap Riko.


"Hemm lanjutkan".


"Untuk masalah pembunuhan kepada nona Ziva dan tuan Darren. Zayn bekerja sama dengan Doni menyewa para pembunuh bayaran untuk menghancurkan tuan Darren" ucap Riko yang kembali menunjukkan buktinya melalui foto transaksi mereka.


"Dari mana kau mengambil bukti-bukti itu riko" tanya tuan Alvin.


"Anda tidak perlu mengetahui nya tuan, yang jelas semua ini ulah Zayn beserta Doni. Bahkan saya memiliki foto-foto Zayn bersama beberapa seorang wanita di sebuah hotel tuan" ucap Riko yang lagi-lagi menjelaskan kebusukan Zayn.


"Astaghfirullah, aku bahkan hampir saja berbuat kesalahan kepada putriku. Bahkan Zayn hanyalah lelaki licik dan brengsek yang sangat tidak pantas untuk putri ku. Sungguh aku sudah dibutakan oleh dendam dan masa lalu keluarga Alexander, sampai-sampai tidak melihat kebaikan seseorang." ucap tuan Alvin yang merasa mengakui kesalahannya sambil memegang puncuk hidupnya.


"Lebih baik tuan tidak perlu memisahkan nona Ziva dengan tuan Darren. Dan untuk berita kehamilan nona Ziva saya turut bahagia. Tapi di sini, tuan harus memperbaiki segalanya" ucap Riko.


"Maksud mu seperti apa Riko" ucap tuan Alvin sambil menatap tajam Riko.


"Tuan harus menikahkan kembali mereka, saya hanya takut para rekan bisnis tuan menganggap bahwa nona Ziva. Eeh mohon maaf tuan, sebagai simpanan tuan Darren. Apalagi bila perut nona Ziva semakin membesar. Para rekan bisnis tuan bisa saja membuat rumor yang tidak jelas tentang putri tuan yang ia anggap belum menikah" ucap Riko yang memberikan solusi untuk tuannya yang selalu menjadi kewajibannya selama ini.


"Aku sama sekali belum memaafkan kesalahan putra Alex" ucap tuan Alvin tegas.


"Turunkan egomu tuan, biarkan nona Ziva bahagia bersama lelaki pilihannya, selama ini dia selalu terluka. Sudahi permusuhan tuan dengan keluarga Alexander, semua ini sudah takdir Tuhan mempertemukan nona Ziva dengan putra Alex " ucap Riko dengan hati-hati.


"Baiklah, jika seperti itu. Hubungi pihak keluarga Alex untuk melakukan pertemuan malam ini di kediaman ku" ucap tuan Alvin yang menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Baik tuan" ucap Riko.


Lalu menghubungi Fino terlebih dahulu mengenai rencana kali ini.


Malam harinya.....


Ziva beserta Darren sama sekali tidak percaya perihal kedatangan nyonya Ratu di kediaman Damanik. Karena itu suatu hal yang mustahil sosok ibunya menginjakkan kaki di kediaman musuhnya. Saat ini mereka sedang makan malam bersama dengan hikmat tanpa adanya obrolan hanya sendok dan garpu yang beradu di ruangan itu.


Ya Allah semoga kedatangan ibu mertuaku menjadi titik terang tentang hubungan kami, amin ya rabbal Al-Amin. Batin Ziva.


Setelah selesai makan malam bersama, tuan Alvin dan nyonya Ira mengajak nyonya Ratu untuk membicarakan hal penting di ruang kerja suaminya perihal rencana pernikahan putra putri mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2